NovelToon NovelToon
THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Dunia Masa Depan / Mata Batin
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

​"Sentuhan kakak-kakakku adalah napasku, tapi sentuhannya... adalah hidupku."
​Shine terlahir dengan mata yang bisa melihat melampaui waktu. Namun, setiap penglihatan tentang masa lalu yang kelam dan masa depan yang berdarah menuntut bayaran mahal: energi hidupnya. Ia rapuh, tersiksa, dan bergantung pada pelukan dua kakak laki-lakinya yang posesif, Jin dan Suga.
​Hingga ia melangkah masuk ke restoran Euphoria.
​Jeon Jungkook adalah koki jenius yang selalu memimpikan gadis yang sama selama bertahun-tahun. Saat mereka bersentuhan, Shine menyadari satu hal: Jungkook bukan sekadar manusia, dia adalah 'baterai' abadi yang bisa memulihkan kekuatannya secara instan.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 The Brother’s Meeting

Pagi itu, kediaman keluarga Kim kedatangan tamu yang energinya mampu menembus tembok marmer yang dingin. Jika keluarga Kim adalah perwujudan dari kemewahan yang kaku dan tenang, maka pria yang baru saja turun dari mobil SUV hitamnya adalah perwujudan dari badai matahari yang ceria namun berwibawa.

Jung Hoseok, atau yang lebih dikenal dengan sebutan J-Hope, melangkah masuk ke ruang tamu utama tanpa rasa canggung. Sebagai satu-satunya "keluarga" yang dimiliki Jungkook—pria yang membesarkan Jungkook di bawah asuhan keluarga Jung—ia datang bukan untuk urusan bisnis, melainkan untuk menjemput "adiknya" itu demi keperluan administrasi restoran Euphoria.

Namun, langkahnya terhenti saat ia melihat sosok Kim Seokjin duduk di kursi kebesarannya, menatapnya dengan tatapan yang seolah sedang menilai kualitas saham perusahaan asing.

"Tuan Jung," sapa Jin dengan nada bicara yang sangat formal, namun ada sedikit kedutan di matanya. "Aku tidak menyangka kau akan datang sendiri."

"Panggil saja Hoseok, Tuan Kim," jawab J-Hope dengan senyum lebar yang sangat tulus hingga membuat Jin merasa sedikit silau. "Aku datang untuk mengambil koki bandelku. Aku dengar dia sudah resmi jadi 'penunggu' paviliunmu sekarang?"

Jin menghela napas, lalu memberikan isyarat pada pelayan untuk menyajikan teh. "Duduklah. Dia sedang bersama Shine. Dan kurasa, butuh waktu lama untuk memisahkan mereka berdua pagi ini."

Kedua pria itu duduk berhadapan. Di atas meja marmer, dua cangkir teh porselen mengepulkan uap tipis. Suasana di antara mereka sangat unik; ada rasa hormat, namun juga ada tegangan kompetitif yang sangat kuat. Keduanya adalah sosok "kakak tertua" yang sangat protektif terhadap adik-adik mereka dengan cara yang sangat berbeda.

"Jadi," J-Hope memulai setelah menyesap tehnya. "Bagaimana Jungkook? Aku harap dia tidak membakar dapurmu atau membuat adikmu menangis karena sifat keras kepalanya."

Jin meletakkan cangkirnya dengan denting yang sengaja dikeraskan. "Jungkook... dia efisien. Tapi dia punya kecenderungan untuk melampaui batas. Dia bertindak seolah-olah dia adalah satu-satunya pelindung Shine di dunia ini."

J-Hope tertawa renyah, tawa yang membuat Jin sedikit jengkel. "Itu karena dia memang dididik seperti itu. Di keluarga kami, melindungi orang yang kita sayangi adalah prioritas di atas nyawa sendiri. Jungkook melihat Shine bukan sebagai tugas medis, Tuan Kim. Dia melihatnya sebagai dunianya."

"Itu masalahnya," sela Jin, matanya menatap tajam ke arah J-Hope. "Shine adalah seorang Oracle. Dia memiliki beban yang tidak bisa dipahami oleh orang biasa. Aku sudah menghabiskan seluruh hidupku membangun benteng di sekelilingnya agar dia aman. Aku memberinya segalanya—keamanan, kemewahan, privasi."

J-Hope mencondongkan tubuh, senyumnya sedikit memudar, digantikan oleh ekspresi serius seorang pria yang telah membesarkan seorang yatim piatu menjadi pria hebat.

"Tapi kau lupa memberinya kebebasan untuk merasakan hidup, bukan?" tanya J-Hope tenang. "Kau membangun benteng, tapi kau juga membangun penjara. Jungkook... dia tidak membangun benteng. Dia menjadi sayap bagi Shine. Dia membawanya ke dapur, mengajarinya memotong sayur, bahkan membawanya melihat dunia yang kotor sekalipun agar Shine tahu cara bertahan."

Wajah Jin memerah. "Kau menuduhku gagal menjaga adikku?"

"Tidak," jawab J-Hope mantap. "Aku hanya bilang, cara kita berbeda. Aku menjaga Jungkook dengan membiarkannya terluka agar dia tahu cara mengobati dirinya sendiri. Kau menjaga Shine dengan melarangnya menyentuh mawar karena takut tertusuk durinya. Tapi lihat sekarang, siapa yang dicari Shine saat dia kesakitan?"

Jin terdiam. Kata-kata J-Hope menghantam tepat di ulu hatinya. Ia teringat kejadian di gudang sekolah, di mana Shine memanggil namanya namun akhirnya menemukan kesembuhan di bibir Jungkook.

"Aku menjaganya dari kegelapan yang mengerikan, Hoseok-ssi," ucap Jin, suaranya sedikit bergetar oleh emosi. "Kau tidak tahu apa yang dia lihat setiap hari. Aku harus menjadi pelindungnya."

"Dan Jungkook menjaga jiwanya agar tidak ditelan oleh kegelapan itu," balas J-Hope lembut. "Kalian berdua sehebat itu, tapi dengan cara yang berbeda. Namun, jangan remehkan Jungkook. Jika kau mencoba memisahkan mereka hanya karena egomu sebagai kakak, kau akan kehilangan rasa hormat dari adikmu sendiri."

Perdebatan itu terus berlanjut. Mereka beradu argumen tentang metode perlindungan, tentang siapa yang lebih hebat dalam mendidik, hingga tentang teh mana yang lebih enak. J-Hope dengan filosofi "kasih sayang yang membebaskan", dan Jin dengan filosofi "perlindungan mutlak".

Tiba-tiba, Jungkook dan Shine masuk ke ruang tamu. Mereka tampak sedang tertawa kecil, sebuah pemandangan yang sangat jarang terlihat di rumah itu. Tangan Jungkook masih merangkul pinggang Shine dengan posesif, dan Shine tampak sangat bersinar.

"Hoseok-Hyung!" seru Jungkook, matanya berbinar melihat kakak angkatnya itu.

J-Hope berdiri dan segera memeluk Jungkook dengan erat, menepuk-nepuk punggungnya dengan bangga. "Wah, lihat pria ini. Sepertinya kau makan dengan sangat baik di sini, eh? Atau kau terlalu sibuk 'mengisi energi'?"

Shine membungkuk sopan pada J-Hope. "Terima kasih sudah datang, Tuan Jung. Dan terima kasih sudah membesarkan Jungkook menjadi pria yang begitu... hebat."

J-Hope menatap Shine, lalu beralih pada Jin yang masih duduk dengan wajah kaku. J-Hope mengedipkan sebelah matanya pada Jin, sebuah isyarat kemenangan yang diam-diam.

"Tentu saja, Nona Shine. Dia memang dididik untuk menjadi pria yang paling bisa diandalkan bagi wanitanya," ucap J-Hope dengan sengaja menekankan kata 'wanitanya'.

Jin berdiri, merapikan jasnya dengan gerakan angkuh. "Hoseok-ssi, terima kasih atas kunjungannya. Tapi sepertinya urusan administrasi Jungkook bisa ditunda. Shine masih membutuhkan sesi pengisian energi siang ini."

J-Hope terkekeh. "Baiklah, baiklah. Aku tahu kapan harus mengalah pada seorang kakak yang posesif. Jungkook, tetaplah di sini. Jaga dia baik-baik. Jika kau membuat masalah, aku sendiri yang akan menyeretmu pulang."

Saat J-Hope berjalan keluar menuju mobilnya, Jin mengantarnya sampai pintu depan. Di sana, J-Hope berhenti dan menoleh.

"Tuan Kim," panggil J-Hope. "Jangan terlalu keras pada mereka. Dunia ini sudah cukup berat bagi seorang Oracle. Biarkan dia memiliki sedikit kebahagiaan manusiawi bersama Jungkook."

Jin hanya terdiam, menatap mobil J-Hope yang menjauh. Ia berbalik dan melihat Jungkook yang sedang membantu Shine duduk di sofa, menyelimuti kaki adiknya dengan penuh perhatian.

"Namjoon," panggil Jin pada asistennya yang berdiri di bayangan.

"Ya, Tuan?"

"Siapkan makan siang yang paling mewah. Dan pastikan ada porsi tambahan untuk pria bertato itu," perintah Jin sambil mendengus. "Aku tidak mau kalah hebat dari keluarga Jung dalam urusan menjamu tamu—atau menjaga adik."

Siang itu, meski masih ada gesekan kecil, kediaman Kim terasa sedikit lebih hangat. Dua kakak dari dunia yang berbeda telah bertemu, dan meski mereka berdebat hebat, mereka berbagi satu tujuan yang sama: kebahagiaan orang-orang yang mereka cintai.

...****************...

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
army v nya jadi apa, JHope sama jimin blm kluar y
sabana: v jadi sepupunya shine, belum pada keluar lagi🤭. semoga berkenan
total 1 replies
sabana
ini fanfiction tentang BTS ya tapi fokus pada Jungkook semoga suka
sabana: mungkin fokusnya lebih ke Jungkook🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!