"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia di Balik Kanvas
Pagi itu, studio lukis di lantai atas kediaman Allegra dipenuhi aroma cat minyak dan tumpukan kanvas. Kyra sedang fokus memberikan sentuhan terakhir pada lukisan pemandangan sawah yang mengingatkannya pada desa Sukamaju. Namun, saat ia baru saja mencelupkan kuasnya ke palet, sebuah gelombang mual yang hebat tiba-tiba menghantam ulu hatinya.
"Ugh..." Kyra menutup mulutnya rapat-rapat, wajahnya mendadak pucat pasi.
Ia segera berlari menuju wastafel di sudut studio, membiarkan air mengalir deras sambil terus memuntahkan cairan bening. Kepalanya terasa berdenyut, seolah seluruh ruangan ini berputar.
"Nyonya? Nyonya Kyra tidak apa-apa?" teriak Mbok Sumi, kepala asisten rumah tangga yang sedang mengantar jus jeruk, dengan wajah penuh kecemasan.
Kyra memegang pinggiran wastafel, napasnya tersengal. "Hanya... sedikit pusing, Mbok. Mungkin karena bau cat yang terlalu menyengat."
Mbok Sumi tidak menjawab, namun matanya berbinar aneh. Ia memperhatikan tangan Kyra yang gemetar dan frekuensi mualnya yang sudah terjadi selama tiga hari berturut-turut. Tanpa membuang waktu, Mbok Sumi segera turun ke bawah dengan langkah tergesa.
Lima menit kemudian...
BRAKK!
Pintu studio terbuka dengan kasar. Juno masuk dengan napas memburu, masih mengenakan kemeja kerjanya yang baru setengah dikancing. Di belakangnya, Nyonya Sarah dan Tuan Hermawan mengekor dengan wajah yang tidak kalah heboh.
"Ra! Kamu kenapa? Mbok Sumi bilang kamu muntah-muntah lagi?!" Juno langsung menghampiri Kyra, memegang bahunya dengan posesif dan penuh kekhawatiran.
"Aku cuma pusing sedikit, Jun. Mungkin karena kurang tidur menyiapkan pameran," jawab Kyra mencoba menenangkan suaminya.
"Kurang tidur atau... 'sesuatu' yang lain?" sela Nyonya Sarah dengan senyum penuh arti. Ia segera memegang tangan Kyra. "Sayang, jujur pada Ibu. Kapan terakhir kali kamu... kamu tahu, tamu bulananmu datang?"
Kyra tertegun. Ia mencoba mengingat-ingat. "Ehh... seharusnya minggu lalu, tapi..."
"SUDAH KUDUGA!" teriak Tuan Hermawan sambil memukul telapak tangannya sendiri. "Juno! Cepat panggil dokter pribadi! Kita tidak bisa membiarkan calon penerus Allegra berada di ruangan penuh bau cat kimia ini!"
"Ayah, tunggu dulu. Belum tentu aku hamil," potong Kyra, wajahnya memerah karena malu. Seluruh asisten rumah tangga kini mulai berbisik-bisik di depan pintu studio dengan wajah ceria.
"Belum tentu atau memang sudah?" Juno menatap Kyra dengan pandangan yang sulit diartikan—campuran antara harap, bahagia, dan protektif yang berlebihan. "Bram! Batalkan semua rapatku hari ini! Aku akan mengurus istriku!"
"Jun, jangan berlebihan. Aku harus menyelesaikan lukisan ini untuk pameran bulan depan," protes Kyra.
"Tidak ada lukis-lukisan!" Juno merebut kuas dari tangan Kyra dan meletakkannya dengan tegas. "Kalau kamu benar-benar hamil, bau cat ini bisa berbahaya bagi anak kita. Kamu tahu kan betapa kuatnya gen Allegra? Dia mungkin sedang protes di dalam sana karena ibunya terlalu ambisius."
Pukul 11.00 WIB, Kamar Utama.
Dokter pribadi keluarga Allegra baru saja selesai memeriksa Kyra. Di luar kamar, Juno mondar-mandir seperti harimau yang kelaparan, sementara orang tuanya duduk dengan gelisah di sofa.
Begitu dokter keluar, Juno langsung menyergapnya. "Bagaimana, Dok? Berapa bulan? Laki-laki atau perempuan? Apakah dia sehat?"
Dokter tertawa kecil melihat tingkah laku sang miliarder yang mendadak kehilangan ketenangannya. "Tuan Juno, mohon tenang. Nyonya Kyra memang mengalami gejala mual dan pusing yang cukup intens."
"Jadi benar?!" Nyonya Sarah sudah hampir menangis bahagia.
"Secara klinis, Nyonya Kyra mengalami kelelahan ekstrem dan... anemia," ucap Dokter yang langsung membuat senyum di wajah keluarga Allegra membeku. "Serta ada sedikit gangguan lambung karena pola makan yang tidak teratur selama menyiapkan pameran. Untuk kehamilan... hasil tes urin menunjukkan negatif."
Hening sejenak.
Juno masuk ke kamar dengan bahu yang sedikit merosot, melihat Kyra yang sedang bersandar di ranjang dengan wajah merasa bersalah.
"Maaf ya, Jun. Aku sudah bikin kalian semua heboh," bisik Kyra pelan.
Juno menghela napas panjang, lalu ia duduk di tepi tempat tidur dan menarik Kyra ke pelukannya. "Bukan salahmu, Ra. Ayah dan Ibu saja yang terlalu bersemangat."
Ia mencium puncak kepala Kyra dengan sangat lembut. "Tapi dokter benar, kamu terlalu memaksakan diri. Mulai sekarang, aku akan menempatkan dua pelayan khusus untuk memastikan kamu makan tepat waktu. Dan soal anak..." Juno berbisik tepat di telinga Kyra dengan suara bariton yang dalam, "Sepertinya 'latihan' kita semalam memang harus lebih intensif lagi agar kabar burung Mbok Sumi jadi kenyataan."
"Juno! Mesum!" Kyra memukul dada Juno, namun ia tidak bisa menahan tawanya.
Meskipun belum ada "Juno kecil", namun kehebohan hari itu membuktikan satu hal: Kyra benar-benar telah diterima sebagai bagian inti dari jantung keluarga Allegra. Sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan selama lima tahun bersama keluarga Sagara.
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/