Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27 Tidak Mendapatkan Kepercayaan.
Hal bahagia yang didapatkan Letisha hancur sekejap mata yang berubah menjadi tatapan sinis dan gunjingan dari cibiran orang-orang kepadanya.
Liana dan Vanila saling melihat satu sama lain dan pasti sudah menjadi orang yang paling bahagia dengan drama yang sangat menyenangkan menjadi tontonan untuk mereka.
Acara akhirnya ditutup dan tidak ada kejelasan dan sementara Letisha sekarang berada di hadapan Richard, Vanila dan Liana.
"Apa kamu tidak bisa satu kali saja untuk tidak mempermalukan keluarga? Letisha ini tidak bisa dimaafkan, kamu bukan hanya mempermalukan Papa, tetapi kamu juga mempermalukan suami kamu!" tegas Richard.
"Jadi Papa juga percaya dengan semua tuduhan yang diberikan kepada Letisha?" tanyanya sekali lagi dan berharap seharusnya sang ayah memberikan support dan semangat kepadanya bukan ikut-ikutan memberikan tuduhan.
"Astagfirullah Letisha, kamu masih mengatakan semua ini adalah tuduhan ketika semua bukti sudah jelas. Mengapa kamu begitu keras kepala? mengapa kamu tidak mencoba untuk berpikir jernih? apa yang ada di otak kamu untuk melakukan semua ini dan sekarang masih bisa mengelak bahwa kamu tidak pelaku utamanya?"
"Jika kamu ingin dilihat orang lain, ingin membuktikan bahwa kamu bisa, maka bisa melakukannya secara pelan-pelan dan bukan dengan cara picik seperti ini!" tegas Richard.
"Mama sejak awal sudah memberi ingat kepada Letisha, bahwa acara ini tidak main-main, semua yang terjadi bukanlah hal yang mudah. Kamu hanya ingin bersaing dengan Mama, tetapi ujung-ujungnya melakukan hal memalukan seperti ini," sahut Liana bukannya meredakan suasana dan semakin membuat panas.
"Letisha, kamu seharusnya tidak melakukan hal ini dan jangan menganggap keluarga sebagai saingan sehingga membuat kamu gelap mata. Lihatlah siapa yang repot dalam hal ini, bukankah Papa juga yang harus klarifikasi kepada rekan-rekan bisnisnya karena perbuatan putrinya," sahut Vanila.
"Ternyata aku benar-benar tidak mendapatkan tempat di keluargaku sendiri. Kalian semua keterlaluan dan termasuk Papa. Papa harus meminta maaf kepadaku jika aku bisa membuktikan bahwa aku tidak bersalah dan paksa kedua orang ini untuk melakukan hal yang sama kepadaku!" tegas Letisha penuh dengan penekanan dan kemudian langsung pergi.
Richard terlihat frustasi mengucap wajahnya menggunakan kedua tangannya, posisinya saat ini benar-benar sulit.
"Lihatlah jika diberi teguran dan diberitahu maka akan seperti ini? terkadang kita memang tidak tahu harus melakukan apalagi untuk Letisha agar merubah tabiatnya," ucap Liana geleng-geleng kepala yang tidak ditanggapi Richard.
****
Dengan keadaan yang tidak seperti biasanya, Letisha pulang ke rumahnya sendiri karena tadi di tempat acara tersebut Rakash juga menghilang entah kemana dan sementara dirinya diintimidasi oleh keluarganya, disalahkan dan tidak diberi izin untuk menjelaskan.
Ketika Letisha memasuki rumah tersebut, Rakash ternyata berada di rumah yang baru saja meneguk air putih. Terasa begitu hening di dalam rumah tersebut dengan pasangan suami istri itu selalu melihat satu sama lain.
"Kamu juga percaya dengan apa yang terjadi barusan?"
"Aku seorang penipu, melakukan plagiat?" tanya Letisha.
Seolah-olah saat ini harapannya hanya ada pada suaminya untuk menjadi orang satu-satunya yang percaya bahwa dirinya tidak melakukan hal itu. Rakash ternyata tidak memberikan respon apa-apa.
"Hah!" Letisha mendengus dengan tersenyum getir.
"Kenapa juga aku harus bertanya? pada saat acara tersebut dan bagaimana wanita itu mempermalukanku, orang-orang menggunjing ku dan mencibirku dengan segala makian dengan semua tuduhan mereka, kamu pergi, kamu melarikan diri karena juga takut akan terlibat, mementingkan nama baik dan tidak ada di sana untuk membelaku," ucap Letisha mengungkapkan rasa kekecewaannya kepada suaminya yang ternyata tidak berpihak kepadanya.
"Sama saja, demi menjaga nama baik dan tidak ingin terlibat, memilih untuk pergi daripada nama baik akan hancur," ucap Letisha dengan air mata yang jatuh dan kemudian langsung pergi.
Letisha memilih untuk memasuki kamar karena merasa percuma berbicara dengan Rakash ini juga lebih percaya pada orang lain dibandingkan dirinya.
Letisha terlihat menangis menaiki tempat tidurnya dengan posisi tengkurap.
"Kenapa semua ini harus terjadi?"
"Kenapa banyak orang yang tidak menyukaiku dan tega melakukan semua ini kepadaku?"
"Percuma semua usaha yang aku lakukan dan semua hanya sia-sia, semua benar-benar jahat, dia jahat, Papa jahat dan semua orang jahat," Letisha hanya bisa menangis sesenggukan dengan semua rasa kekecewaannya kepada suaminya.
Sudah pasti insiden yang terjadi membuat Letisha lebih kecewa kepada Rakash, selama ini Rakash membela dirinya habis-habisan dan ternyata di saat genting seperti ini Rakash juga tidak terlihat sama sekali.
Ternyata Rakash berada di depan pintu kamar dengan tangannya yang hampir saja memegang kenopi pintu, terdengar suara tangis istrinya dari dalam kamar mengurungkan niat Rakash ingin mendorong pintu kamar tersebut.
*****
Pagi-pagi seperti ini Letisha sudah terlihat rapi keluar dari kamar menggunakan dress panjang di atas mata kakinya. Letisha saat ini benar-benar tidak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Rakash ternyata bersamaan keluar dari kamar dan juga seperti biasa terlihat rapi memakai pakaian stelan jas yang ingin kekantor.
Keduanya saling melihat satu sama lain, tetapi pandangan itu tidak cukup lama dengan kemudian Letisha memilih untuk mengalihkan pandangannya dan juga langsung pergi.
Sekarang pasangan suami istri itu malah terlibat perang dingin dan entahlah apakah semua ini berkaitan dengan apa yang terjadi sebelumnya karena rasa kekecewaan Letisha pada sang suami yang tidak berpihak kepadanya dan begitu juga dengan Rakash yang mungkin saja karena semua bukti sudah terlihat nyata dan memiliki kekecewaan kepada istrinya yang tidak jujur dalam berkarya.
***
Rakash berada di dalam mobil yang disetiri oleh supir pribadinya. Rakash baru saja melaksanakan meeting di luar kantor dan saat ini terlihat fokus pada tabletnya di tengah-tengah macet kota Jakarta seperti biasa.
Rakash tiba-tiba saja kepikiran dengan insiden yang terjadi beberapa hari yang lalu dengan apa yang dialami istrinya. Rakash menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan, pandangan matanya melihat ke arah luar jendela.
Rakash mengerutkan dahi ketika melihat orang yang tidak asing baginya dan ternyata benar sesuai dugaannya bahwa itu adalah Letisha yang terlihat berbicara dengan seorang pria yang juga tidak asing bagi Rakash.
Rakash mengingat pria itu adalah pria yang menawar perhiasan istrinya dengan fantastis, Rakash melihat bagaimana keduanya berbicara dengan serius, dilihat dari wajah Rakash sudah pasti penasaran dengan apa yang dibicarakan istrinya dan mungkin saja berbicara mereka bukanlah hal yang biasa.
Macet berakhir membuat supir mengendarai mobil tersebut. Mata Rakash masih melihat ke arah istrinya sampai sudah tidak terlihat lagi.
"Sungguh. Pak, saya benar-benar tidak melakukan plagiat apapun. Saya tidak berbohong dan apapun yang saya katakan adalah benar apa adanya. Ini juga merupakan di luar dugaan saya. Sungguh saya tidak melakukan hal itu," Letisha berusaha menjelaskan kepada pria tersebut.
"Baiklah! saya percaya dengan apapun yang kamu katakan dan saya bisa lihat bahwa kamu adalah wanita sungguh-sungguh dan tidak mungkin melakukan kecurangan. Kamu tenang saja, saya tidak seperti orang lain yang menjudge buruk kamu, saya akan membantu kamu untuk membuktikan semuanya," ucap Digo.
"Terima kasih pak, Digo. Sungguh Saya tidak percaya jika di saat seperti ini masih ada orang yang berbaik hati kepada saya," Letisha merasa begitu lega membuat Digo mengangguk tersenyum.
Bersambung....