cerita ini tentang dua remaja di bangku kuliah yang saling mengenal, saling memberi masukan, saling berbagi tawa dan canda, tapi semuanya hanya sebatas teman entah apa tapi semua orang disana tau apa yang mereka saling beri bukan berada pada batasan teman tapi “dua orang yang saling menaruh harapan”. kisah tentang seorang pria perantau dan gadis tuan rumah dengan bahasa, watak, kebiasaan yang berbeda tapi bisa saling terikat karena ketidak sengajaan mungkin bisa di sebut cinta di waktu yang tidak tepat kisah mereka tak salah yang salah dari semua ini hanya satu yaitu waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon starygf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 5
hari demi hari berlalu mereka ber 8 semakin dekat dan selalu bersama dimanapunn kapanpun, bahkan jika dosen meminta membuat kelompok mereka tak akan terpisahkan, bahkan aura yang tadinya menyukai bangku belakang sekarang lebih tertarik duduk di bangku paling depan jika masih ada tapi karena semuanya menyukai bangku depan jdi haura kadang duduk di bangku ke 2 atau ke 3 dan di sampingnya selalu harry bahkan kadang di belakangnya, entah kenapa sejak kejadian harry merebut rokok nya mereka jdi semakin dekat aura dan harry sering mengobrol di taman sebelum pulang sambil menikmati rokok mereka seperti sekarang.
aura tertawa saat mendengar harry bercerita “ini buku apasih suka banget kayanya udah lusuh gini masih di bacaa”
“ini buku yang cuma bisa di baca orang kuat” harry
“kaya hulk gitu”
“bukaan dong ga gitu, ini turun temurun dari guru ku, kamu coba baca aja” harry
aura tertarik lalu mengambil buku itu setelah itu mereka kembali berbincang lagi sampai langit mulai gelap ini sudah entah berapa kali harry mengiruh aura pulang tapi auramasih sangat ingin di sana.
“pulang udah mau malam kamu udah habis rokok hampir satu bungkus juga yaampun”
“hampir kan belom sebungkus”
harry berdiri membereskan buku nya dan buku aura lalu menarik tangan haura untuk berdiri “ayo pulang ayoo”
“kamu kapan balik” tanya aura
“aku masih ada rapat himpunan”
“jadi ga balik bareng?”
“enggaa udah sanaa hati-hati”
aura lalu pergi dengan motor besarnya harry melihat aura pergi dengan senyuman lalu dia menatap dua gelang couple di tangangnya, lagi lagi rencana memberikan gelang itu gagal sudah mencoba bicara tapi mulut selalu gugup.
“mungkin lain kali” harry bergumam lalu berjalan menuju ke sekertariat himpunan
sampai di rumah aura duduk di kursi di kamarnya lalu memperhatikan buku yang dia bawa buku milik harry dia semakin penasaran apa isinya memang seseru itu sampi turun temurun haura berencana membacanya mulai malam ini.
pesan masuk di ponselnya.
on phone
harry : udah sampai?
aura : udah, masih kumpul himpunan?
harry : masih, paling sampe tengah malam lagi
aura : lagi? membosankan banget cuma ngobrol gajelas doang
harry : iyaa memang
aura : kenapa mau? kenapa ga pulang aja ke kosan
harry : lumayan dari pada di kosan bosen gada teman ngobrol
aura : aku lagi baca bukumu, kepala ku pusing
harry : kan sudah ku bilang, jangan di paksa istirahatkan dulu
aura : iya
harry : tidur besok kita kelas pagi
seperti itu rutininas mereka setiap hari sampai 1 semester terlewat masih tetap sama bahkan semakin dekat satu kelas bahkan tau kalo mereka dekat dan dekatnya melebihi teman.
jika kalian bertanya bagaimana dengan aura dan alden entah lah alden memblokirnya sejak trakhir mereka komunikasi aura tidak tahu kabar alden begitupun sebaliknya.
aura hanya pernah melihat di story instagram salah satu teman kerjanya mereka sering party bersama seperti biasa dan alden ada di sana tapi haura tidak perduli, untuk apa memperdulikan orang yang tidak perduli pada dirinya.
karena itu juga aura merasa tidak perlu menanyakan kabar alden, toh dia juga tidak peduli dengan kabar aura jadi untuk apa memperdulikan hal yang tidak perlu.
nanti juga jika akden sadar dia akan kembali menghubungi aura.
jngn lupa mmpir ke karya ku juga minn🫣