NovelToon NovelToon
Cinta Gadis Jathayu

Cinta Gadis Jathayu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Cinta Terlarang / Romansa / Kekasih misterius / Cintapertama
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.

Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."

Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."

Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23."Misi Berikutnya "

Geng Garuda akhirnya kembali ke kehidupan perkuliahan yang normal, setelah sehari menghilang karena misi. Mereka semua sudah siap untuk menghadapi hari pertama kembali ke kampus.

Saat mereka berjalan menuju kelas, Shanaya bertanya, "Kita harus berhati-hati, apa ada yang melihat kita saat misi kemarin?"

Bintang menjawab, "Gue udah cek, gak ada yang mencurigakan. Tapi kita harus tetap waspada..."

Geng Garuda kemudian bersiap untuk menghadapi hari yang baru. Mereka duduk di barisan depan, siap untuk mendengarkan kuliah tentang bagaimana sastra dapat diaplikasikan dalam kewirausahaan.

Dosen yang mengajar, Pak Ridwan, memulai kuliah dengan pertanyaan, "Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata 'sastra' dan 'kewirausahaan' secara bersamaan?"

Thalia mengangkat tangan, "Sastra dapat digunakan untuk menciptakan branding yang kuat untuk produk kita, Pak..."

Pak Ridwan tersenyum, "Benar. Sastra dapat menjadi alat yang powerful untuk menciptakan cerita di balik produk kita..."

Bintang menambahkan, "Dan juga, sastra dapat membantu kita memahami perilaku konsumen dan menciptakan konten yang lebih menarik, Pak..."

Pak Ridwan mengangguk, "Sangat tepat. Sastra dapat membantu kita memahami emosi dan kebutuhan manusia, sehingga kita dapat menciptakan produk yang lebih relevan..."

Shanaya bertanya, "Pak, bagaimana kita bisa mengaplikasikan konsep sastra dalam bisnis kita sendiri?"

Pak Ridwan tersenyum, "Bapak akan memberikan contoh, bagaimana penulis seperti Ernest Hemingway menggunakan gaya penulisan yang sederhana namun powerful untuk menciptakan cerita yang menarik. Kita bisa menggunakan prinsip yang sama untuk menciptakan konten pemasaran yang efektif..."

Pak Ridwan melanjutkan, "Misalnya, kita bisa menggunakan teknik 'show, don't tell' untuk membuat konten pemasaran kita lebih menarik. Jangan hanya memberitahu konsumen tentang produk kita, tapi tunjukkan bagaimana produk kita bisa membantu mereka..."

Joe bertanya, "Pak, apakah itu berarti kita harus lebih fokus pada storytelling dalam pemasaran?"

Pak Ridwan mengangguk, "Benar, Joe. Storytelling adalah kunci untuk membuat konsumen terhubung dengan produk kita. Dan itu semua tentang memahami bagaimana sastra bisa membantu kita menciptakan cerita yang lebih baik..."

Jam perkuliahan pun berjalan efektif seperti biasanya, tiba disaat pengabsenan tak ada Zaneta dan gengnya yang hadir hari ini.

Pak Ridwan menatap sekeliling kelas, "Ada yang tahu kemana Zaneta dan teman-temannya? Sudah dua hari mereka tidak hadir di kelas..."

Geng Garuda saling menatap, berusaha mempertahankan ekspresi tidak tahu. Shanaya dengan santai menjawab, "Maaf Pak, kami tidak tahu. Mungkin mereka sakit atau ada urusan lain..."

Pak Ridwan mengangguk, "Hmm, baiklah. Jika ada yang tahu, silakan beritahu mereka untuk segera menghubungi saya..."

Kelas kemudian melanjutkan diskusi tentang storytelling dalam pemasaran, sementara geng Garuda bernapas lega karena berhasil menutupi kebenaran.

Geng Garuda kembali fokus pada misi mereka setelah kelas selesai. Mereka berkumpul di tempat rahasia mereka untuk membahas langkah selanjutnya.

"Okay, kita harus cari tahu lebih banyak tentang The Shadow," ucap Bintang, serius

Shanaya mengangguk, "Gue udah mulai cari informasi, tapi belum ada yang pasti. Gue akan coba hubungi beberapa kontak. Soalnya ini misi gue berikutnya, guys bantu gue karena masih ada 997 misi lagi yang belum terselesaikan..."

Joe menambahkan, "Gue bakal coba hack beberapa database, lihat apa ada informasi tentang The Shadow..."

Geng Garuda mulai bekerja, siap untuk menghadapi tantangan berikutnya dalam misi mereka yang keempat ini. Geng Garuda dan Pak Tirta duduk di ruang taman rumah Shanaya, dikelilingi oleh peta-peta dan dokumen-dokumen yang tersebar di meja. Ya, siang ini setelah jam perkuliahan pak Ridwan mereka langsung menuju ke rumah dinas pak Tirta yang berada di Jakarta.

Pak Tirta memulai, "Baik, kita sudah tahu The Shadow mungkin terlibat dengan tanaman ajaib itu. Tapi apa tujuan mereka sebenarnya?"

Bintang menjawab, "Belum jelas, Om. Tapi kami akan terus mencari informasi..."

Shanaya menambahkan, "Aku punya kontak yang mungkin bisa membantu. Tapi kita harus berhati-hati, dia tidak main-main..."

Pak Tirta mengangguk, "Lakukan. Kita harus tahu apa yang The Shadow rencanakan..."

Kontak Shanaya, seorang hacker terkenal bernama Bryan setuju untuk bertemu dengan mereka di sebuah kafe di pusat kota. Geng Garuda dan Pak Tirta berangkat ke kafe, siap untuk mendapatkan informasi.

Saat mereka tiba, Bryan sudah menunggu di sudut kafe, menatap layar laptopnya dengan serius.

"Kalian ingin tahu tentang The Shadow?" ucapnya denhan suara yang rendah

Shanaya mengangguk, "Iya, apa yang kamu tahu tentang mereka? Bisa kan kamu bantu kami?"

Bryan melepas kacamatanya, menatap Shanaya dengan serius, lalu mengalihkan pandangannya ke Geng Garuda dan Pak Tirta.

"The Shadow... mereka bukan sekedar organisasi kejahatan biasa. Mereka memiliki jaringan yang luas, dan sumber daya yang tak terbatas..."

Bryan mengambil napas dalam-dalam sebelum melanjutkan, "Tujuan mereka dengan tanaman ajaib itu...adalah untuk menciptakan senjata biologis yang dapat mengontrol pikiran manusia. Jika mereka berhasil, tidak ada yang bisa menghentikan mereka untuk menguasai dunia..."

Geng Garuda dan Pak Tirta saling menatap, wajah mereka penuh dengan kekhawatiran.

"Bagaimana kita bisa menghentikan mereka?" tanya Pak Tirta, suaranya tegas

Bryan menjawab, "Itu tidak akan mudah om. The Shadow memiliki banyak sekutu dan sumber daya. Tapi saya punya informasi tentang lokasi mereka yang menyimpan beberapa tanaman ajaib lainnya. Jika kita bisa mengambilnya sebelum mereka berhasil menciptakan senjata itu..."

Shanaya memotong, "Kita harus bertindak cepat. Dimana lokasi itu?"

Bryan tersenyum tipis, "Lokasi itu...adalah sebuah fasilitas penelitian rahasia di pulau terpencil. Tapi waspadalah, The Shadow pasti sudah mengantisipasi kita. Mereka memiliki sistem keamanan yang sangat ketat..."

Pak Tirta mengangguk, "Kita harus siap. Geng Garuda, kalian siap untuk misi ini?"

Geng Garuda saling menatap, kemudian Shanaya menjawab, "Kami siap, kak. Tapi apa hubungannya The Shadow dengan Jathayu?"

Bryan menambahkan, "The Shadow adalah keturunan Jathayu yang cacat atau tidak sempurna. Mereka memiliki dendam terhadap Black Angel dan White Angel, dan ingin menghancurkan mereka agar bisa mengambil sayap salah satunya..."

Pak Tirta menjelaskan, "Jathayu memiliki dua anak, Black Angel dan White Angel. Tapi ada beberapa keturunan yang tidak sempurna, dan mereka diusir. The Shadow adalah hasil dari mereka yang ingin membalas dendam karena di usir dari istana langit..."

Geng Garuda mengerti, "Jadi, misi kita adalah menghentikan The Shadow dan melindungi Black Angel dan White Angel?"

Shanaya mengangguk, "Benar, kita harus menghentikan The Shadow sebelum mereka berhasil melaksanakan rencana mereka..."

Pak Tirta menambahkan, "Kita harus berhati-hati, The Shadow tidak akan menyerah dengan mudah. Mereka akan melakukan apa saja untuk mencapai tujuan mereka..."

Geng Garuda siap untuk misi berikutnya, "Kami siap, kak. Apa rencana selanjutnya?"

Bryan memberikan peta fasilitas penelitian rahasia The Shadow, "Ini adalah lokasi mereka. Kita harus infiltrasi dan mengambil tanaman ajaib itu sebelum mereka berhasil menciptakan senjata biologis itu..."

Pak Tirta menatap Geng Garuda, "Kalian akan menjadi tim infiltrasi. Shanaya, Bintang, Joe, dan Thalia, kalian siap untuk misi ini?"

Geng Garuda mengangguk serempak, "Siap, Pak!"

Shanaya menambahkan, "Kami akan melakukan yang terbaik untuk menghentikan The Shadow..."

Pak Tirta tersenyum, "Aku tahu kalian bisa. Bryan, apa ada informasi lain yang bisa membantu mereka?"

Bryan menjawab, "Ada satu hal lagi Om. The Shadow memiliki seorang ilmuwan jenius yang bekerja untuk mereka, Dr. Lee. Dia adalah kunci untuk menciptakan senjata biologis itu. Jika kalian bisa menangkapnya, kita bisa menghentikan The Shadow dan menjadikan Dr. Lee menjadi rekan ayah saya pak Wira..."

Pak Tirta menambahkan, "Lee... aku tidak tahu dia bekerja untuk The Shadow. Aku harus bicara dengannya, mungkin masih ada kesempatan untuk menyelamatkannya..."

Shanaya bertanya, "Apa yang membuat Dokter Lee bergabung dengan The Shadow?"

Bryan mengangguk, "Benar, Dokter Lee tidak bekerja sama dengan The Shadow. Dia sebenarnya diculik oleh mereka dan dipaksa untuk bekerja menciptakan senjata biologis itu..."

Pak Tirta terlihat lega, "Aku harus menyelamatkannya, dia pasti masih ingin menghentikan The Shadow juga..."

Shanaya menambahkan, "Jadi, misi kita sekarang adalah menyelamatkan Dokter Lee dan mengambil tanaman ajaib lainnya dari tangan The Shadow?"

Misi menyelamatkan Dokter Lee dan mengambil tanaman ajaib itu menjadi prioritas. Bryan memberikan informasi tentang lokasi Dokter Lee, "Dia ditahan di fasilitas penelitian The Shadow, sama dengan lokasi tanaman ajaib itu berada..."

Pak Tirta menambahkan, "Kita harus berhati-hati, The Shadow pasti sudah mengantisipasi kita. Geng Garuda, kalian siap untuk misi penyelamatan?"

Geng Garuda mengangguk serempak, "Siap, Pak!"

Shanaya menambahkan, "Kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan Dokter Lee dan mengambil tanaman ajaib itu..."

Bryan memberikan peta fasilitas penelitian The Shadow, "Ini adalah denah fasilitasnya. Dokter Lee kemungkinan besar ditahan di lab utama. Tapi waspadalah, The Shadow memiliki sistem keamanan yang canggih..."

Pak Tirta menambahkan, "Kalian harus bergerak cepat dan hati-hati. The Shadow tidak akan menyerah dengan mudah..."

Bintang bertanya, "Bagaimana kita bisa masuk ke fasilitas itu? Tidak mungkin kita bisa lolos dari sistem keamanan mereka..."

Joe menjawab, "Gue bisa coba hack sistem keamanan mereka, tapi butuh waktu. Thalia, loe bisa buat kita masuk dengan cara lain?"

Thalia tersenyum, "Gue punya ide, tapi kalian harus percaya sama gue..."

Ray, Felix, dan Nathaniel bertanya serempak, "Apa rencana loe, Thalia? Jangan buat kami penasaran..."

Thalia tersenyum misterius, "Gue punya kontak di dalam The Shadow. Gue bisa menghubungi dia untuk membantu kita masuk ke fasilitas itu..."

Ray, Felix, dan Nathaniel terlihat tidak percaya, "Kontak di dalam The Shadow? Loe beneran?" tanya Ray

Thalia menjawab, "Gue udah bekerja sama dengan dia sebelumnya. Dia bisa dipercaya. Tapi kita harus berhati-hati, The Shadow gak pernah main-main..."

Felix bertanya, "Apa yang dia minta sebagai imbalan?"

Thalia menjawab, "Dia ingin bertemu dengan Shanaya. Dia punya informasi tentang masa lalu Shanaya yang ingin dia bagikan..."

Semua mata tertuju pada Shanaya, yang terlihat tidak nyaman.

"Apa yang loe katakan, Shanaya?" tanya Nathaniel

Shanaya terlihat tidak nyaman, "Gue...gue bahkan gak tahu. Gue gak tahu apa yang harus loe maksud tentang masa lalu gue..."

Thalia menambahkan, "Gue tahu ini terdengar berisiko, tapi gue percaya kontak gue ini bisa dipercaya. Dan mungkin ini bisa ngebantu kita memahami lebih banyak tentang masa lalu loe, Shanaya..."

Nathaniel bertanya, "Apa yang loe rasakan, Shanaya? Apa loe siap buat ketemu dengan orang ini?"

Shanaya mengambil napas dalam-dalam, "Gue...gue siap. Gue juga pengen tahu tentang masa lalu gue..."

Geng Garuda pun saling pandang dan melanjutkan diskusi mereka satu sama lain. Barulah membahas mengenai taktik perjalanan untuk masuk ke dalam markas tersembunyi The Shadow berada.

Bersambooo dulu... 🙏🤭🌷🌹

Visualnya Bryan yang merupakan anak dari dokter Wira.

1
gina altira
Zaneta knp nih anak, kurang se ons kali otaknya 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk...kurang kerjaan dia pnasan tapi tetep ngikutin shanaya mulu gak mau tersaingi 😆🤭
total 1 replies
Desti31
Lanjut Nyi🤣
Mutiara Wilis 🌹: Ok nyi 😆🙃🤭🌹
total 1 replies
Selly Susilawaty
lanjut thor, makin hari makin seru aja nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak, terimakasih sudah selalu hadir 🙏🤭🌹
total 1 replies
Anonymous
lanjut terus ya thor💪
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak lagi mikir episode berikutnya ini hehehe... 🙏🙃🌹
total 1 replies
Anonymous
widih makin seru nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Hai kak, makasih ya hadirnya 🙏😍🌹
total 1 replies
Anonymous
seru banget ceritanya, kalian wajib baca💙😍
Anonymous
semangat ya thor, aku mulai suka sama kisahnya Shanay💙
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih banyak readers ku sudah selalu hadir dan menyukai kisah Shanaya... 🙏😅🌹
total 1 replies
Anonymous
wah makin seru aja nih thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak tapi kehilangan ide ini sudahan 🙏😅🙃
total 1 replies
Destianita
Hadir💐😍
Mutiara Wilis 🌹: Selalu hadir nyai destiny 😍👌😆
total 1 replies
Anonymous
semangat thor💪
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak terimakasih hadirnya... 🙏😆🙃
total 1 replies
Destianita
Lanjut terus Nyi😍 aku sawer bunga🤗
Mutiara Wilis 🌹: Makasih sawerannya 😍👌😆🙃
total 1 replies
Anonymous
lanjut thor👍
Mutiara Wilis 🌹: Ok masih ngumpulin ide 🙏😆🙃
total 1 replies
Destianita
Semangat terus Thor💐
Mutiara Wilis 🌹: Ok thor dirimu juga semangat
total 1 replies
Destianita
Cihuy, makin seru nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk iya idemu berguna juga 🤣🙃
total 1 replies
Destianita
Lanjut Nyai Thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Woke nyai queen horor 🤣👌😍
total 1 replies
Mutiara Wilis 🌹
Ok nyai welang 😆
Mutiara Wilis 🌹
Ok nyai, aduh kok hadiroh kan ngeri 🤣🙃
Mutiara Wilis 🌹
apaan lekong?
Selly Susilawaty
lnjut tros thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok thor, besok paling saya lanjut ini lagi perjalanan jauh mungkin hilang sinyal 🙏😅
total 1 replies
Destianita
Bening semua itu lekongnya🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!