NovelToon NovelToon
Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: RantauL

Season 2 dari Novel Sang Penakluk.

Hi Cesss, Novel Sang Penakluk kembali lagi ni. Semoga klean suka dengan alur ceritanya Cesss.

Jangan Lupa Like, Komen dan Supportnya Cesss. Karena setiap like, komen dan support dari kalian akan sangat berguna bagiku yang pemula ini.

Selamat Membaca...,,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RantauL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15. Tempat Tinggal Baru

Ray Zen mengamati semuanya, lalu mengangguk puas. “Baiklah.., Sekarang kalian semua sudah sangat kuat.” katanya. “Kalau begitu ayo kita lakukan hal penting lainnya.”

Lia Zen menatapnya. “Hal penting apa yang akan kita lakukan sekarang, Kakak?”

Ray Zen menoleh kearah adiknya itu, “Kita akan mencarikan tempat untuk Virdrax dan Navhara adik kecil.” Ia tersenyum tipis. “Kita akan mencarikannya di Ibukota.”

“Hemp, Ayo kita pergi sekarang kakak,” balas Lia Zen dengan penuh semangat.

Ray Zen tidak menunggu lebih lama lagi. Setelah kata-katanya menggantung di udara, ia langsung melangkah keluar dari halaman istana, langkahnya tenang namun pasti.

Lia Zen mengikuti di sampingnya dengan mata berbinar, sementara Bai Hu, Han Yu, Bear, Tiger, Trile, Virdrax, dan Navhara bergerak di belakang mereka dalam formasi alami—bukan karena diperintah, melainkan karena kebiasaan dan rasa hormat yang telah terbentuk.

Ibukota Kekaisaran masih sama seperti sebelumnya: megah, ramai, dan penuh denyut kehidupan. Jalan-jalan utama dipenuhi kereta kuda dan pejalan kaki, pedagang berteriak menawarkan dagangan, serta kultivator dari berbagai tingkat berlalu-lalang dengan aura yang beragam.

Namun, kehadiran kelompok Ray Zen menciptakan ruang kosong tak kasatmata di sekitar mereka. Orang-orang yang peka akan energi tanpa sadar menepi, jantung mereka berdegup lebih cepat meski tidak tahu alasannya.

Saat itu, Gorblac juga telah bergabung bersama mereka. Tubuhnya yang sedikit lebih besar dari Virdrax dan sedikit lebih kecil dari Bear, dengan kulit yang sedikit gelap, membuatnya begitu menarik perhatian.

Akan tetapi ia tidak perduli dengan itu, ia justru lebih tertarik dengan keindahan dari bangunan-bangunan mewah dan hiruk-pikuk dari Ibukota Kekaisaran itu.

Virdrax melirik sekeliling dengan rasa ingin tahu yang tak ia sembunyikan. “Ibukota manusia selalu menarik,” gumamnya pelan. “Bising, padat… namun penuh peluang.”

Navhara tersenyum tipis, tatapannya menyapu bangunan-bangunan tinggi di sisi jalan. “Dan penuh rahasia,” tambahnya.

Bear terkekeh, "Itulah yang membuat aku semakin bersemangat."

Han Yu yang berada disebelah Bear ikut bicara, "Tempat tinggal seperti apa yang akan kita cari nak?" tanyanya langsung pada Ray Zen.

Ray Zen tidak menjawab. Ia berjalan lurus ke arah timur ibukota—wilayah yang dikenal sebagai pusat perdagangan kelas atas. Di sanalah paviliun-paviliun besar berdiri, tempat para bangsawan dan para kultivator kuat berkumpul bukan untuk bertarung, melainkan untuk bertransaksi.

Beberapa saat kemudian, mereka tiba di sebuah area luas dengan dua bangunan besar yang berdiri saling berhadapan. Keduanya menjulang tinggi, tujuh lantai masing-masing, dengan arsitektur megah dan aura keagungan yang samar. Pilar-pilar batu giok putih menopang bangunan, ukiran rune kuno terpatri di dinding luar, dan atap bertingkatnya dihiasi ornamen emas gelap yang memantulkan cahaya matahari.

Para pasukan Ray Zen berhenti bersamaan.

Bear mengangkat alisnya. “Apakah kita tidak salah jalan tuan?” tanyanya bingung, mengapa mereka bisa berada disitu.

Bukankah sebelumnya mereka ingin mencarikan tempat tinggal? Mengapa mereka justru ke bangunan besar ini Bangunan ini sudah lebih dari kata tempat tinggal.

Tiger menyeringai kecil. “Kalau ini tempat tinggal, standar kita naik terlalu tinggi.”

Trile berdecak pelan. “Dua bangunan sekaligus? Dan di sisi timur ibukota pula.”

Bai Hu tetap tenang, namun sorot matanya mengamati setiap detail—struktur bangunan, formasi rune, aliran energi spiritual di sekitarnya. “Tempat ini… bukan sekadar mahal,” ujarnya datar. “Ini strategis.”

Ray Zen melangkah maju beberapa langkah, memandang kedua bangunan itu dengan ekspresi puas. Ia mengangguk pelan, seolah mengonfirmasi sesuatu dalam pikirannya. “Semuanya,” katanya akhirnya, suaranya tenang namun jelas. “Inilah tempatnya. Inilah tempat tinggal yang ku maksud Kakek Han,”

Sebelum ada yang sempat mengajukan pertanyaan, Ray Zen berbalik menghadap mereka. “Tempat tinggal yang kucari untuk Virdrax dan Navhara bukanlah rumah biasa. Kalian berdua,” ia menoleh pada Naga Hijau dan Ratu Siluman Ular itu, “tidak cocok disembunyikan di sudut kota atau diberi tempat yang sempit.”

Virdrax terdiam, sisiknya berkilau samar. Navhara menyilangkan tangan, matanya menajam, tertarik.

Ray Zen melanjutkan, “Bangunan pertama”—ia menunjuk bangunan di sisi kiri—“akan dikuasai oleh Virdrax.”

Virdrax membeku sejenak. “Aku?”

“Ya,” jawab Ray Zen singkat. “Bangunan itu akan menjadi paviliun perdagangan. Senjata, artefak, pil, teknik kultivasi, bahan langka, inti binatang buas—dan semua yang dibutuhkan kultivator untuk tumbuh, akan tersedia di sana.”

Lia Zen menoleh cepat ke arah Virdrax. “Wah… itu besar sekali!”

Ray Zen mengangguk. “Dengan pengalamanmu, insting naga, dan jaringan yang akan kita bangun, tempat itu akan berkembang pesat. Kau tidak hanya menjual barang—kau akan mengendalikan aliran sumber daya di ibukota.., atau bahkan di seluruh wilayah Kekaisaran Awan Putih.”

Virdrax menelan ludah. Untuk sesaat, wujud naganya hampir muncul karena emosi yang bergolak. “Kau… mempercayaiku sejauh itu, Tuan?”

Ray Zen menatapnya lurus. “Aku tidak memberi kepercayaan pada mereka yang lemah.”

Virdrax tertawa pendek, dalam. “Kalau begitu… aku tidak akan mengecewakanmu, Tuan. Aku berjanji!”

Ray Zen lalu beralih ke bangunan kedua. “Bangunan ini akan dikuasai oleh Navhara.”

Navhara sedikit terkejut, namun ekspresinya tetap terkendali. “Bangunan ini akan berfungsi sebagai apa Tuan?” tanyanya yang sedikit mengerti dengan jalan pikiran Ray Zen.

“Penginapan,” jawab Ray Zen. “Bukan penginapan biasa. Ini akan menjadi tempat singgah terbesar di ibukota—terbuka bagi semua orang.”

Bear mengernyit. “Semua orang? Bahkan kultivator lemah dan masyarakat biasa?”

“Terutama mereka,” jawab Ray Zen tanpa ragu. “Informasi mengalir dari tempat seperti ini. Rahasia, konflik, peluang—semuanya akan berkumpul di bawah satu atap.”

Navhara tersenyum perlahan, senyuman penuh makna. “Tempat orang datang dan pergi… tempat cerita bertabrakan.”

“Dan tempatmu mengamati,” lanjut Ray Zen. “Kau cukup terampil dalam mengamati banyak hal yang tidak terduga.”

Navhara menunduk sedikit. “Aku mengerti, Tuan.”

Ray Zen kembali memandang kedua bangunan itu, lalu mengangguk puas. “Keduanya memiliki tujuh lantai. Aku sudah memastikan fondasi dan formasi pertahanan tertanam sempurna. Kalian hanya perlu mengisinya.”

Para pasukan saling pandang. Kejutan jelas terlihat di wajah mereka, namun tak satu pun yang meragukan keputusan Ray Zen. Bahkan Lia Zen sangat senang dengan keputusan kakaknya itu.

Beberapa jam kemudian, urusan pembelian selesai. Bangunan itu Ray Zen beli dengan harga yang sangat tinggi, bahkan bagi para bangsawan kaya sekalipun, namun tidak terlalu berpengaruh padanya.

Berita itu menyebar cepat, seperti api yang menyentuh padang rumput kering.

Dua bangunan besar di sisi timur ibukota—yang selama ini hanya bisa dimiliki oleh kekuatan besar—berpindah tangan dalam satu hari. Tidak ada lelang terbuka. Tidak ada negosiasi panjang. Hanya satu transaksi senyap, dan semuanya beres.

Para pedagang besar mulai waspada. Faksi-faksi tersembunyi mengirim mata-mata. Para kultivator kuat mulai bertanya-tanya.

Siapa pemilik baru paviliun itu?

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan Lupa Like dan Komennya Cesss.....

Selamat Membaca.....

Lanjut Terussss.....

1
Zul Fiandi
jadi lira musuh nya keluwarga rayzen apa ada salah paham tor ayotur semangat😄
Zul Fiandi
ayo tor sebelum kompenrisi bawa adiak adiak nya raizen kedunia tersembunyi untuk menambah kekuatan nya toor
teguh andriyanto
lima tangkai mawar 🌹 buatmu thor..
teguh andriyanto
setidaknya ada keterangan siapa si lyra wanita terkutuk ini Thor...🤣🤣
Jojo Prabowo Gemblung
ayo dunk lebih semangat lagi,thor.....
reader yg setia masih menanti update yg terbaru
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hary
pertanyaan kaisar belum di jawab lyra
Salsa billa 1494
lanjut thor.....
Abdul Rahman
Lanjuuuut👍
Hary
Mu Che... MUKA CHETAN....😜
Hary
PANGERAN KOPLAK LAH....
Zul Fiandi
makasih up nya yg memuaskan ini tor ayoraizen bawak adiak mu kedunia tersembunyi itu buat adiak adik dan kakak mu menjadi kuwat biar kamu meni gal kan kekaisan nanti kamu gak perlu kuwatir lagi dengan saudara dan ayah mu semya sudah kuwat masak pengawal musaja yg di bawa ayo tor semangat
Zul Fiandi
boleh saran tor biasa nya kalau anak nya kuat biaaa bapak nya ju ga di bawa kuat sama anak nya kwnapaya raizen gak memperkuat kekuatan kasar bapak nya sendiri jagi gak bisa pejabat nya semena mena lagi
RantauL: Sippp Cesss, makasih sarannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
teguh andriyanto
5 mawar buatmu thor👍👍
MF
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
MF
💪💪💪💪💪
Harno
cuuus
teguh andriyanto
Thor.. Tuhan selalu suka hitungan ganjil, kenapa author sukanya hitungan genap, spt apdetannya..🤭
RantauL: Aduhh Cesss... kayak mana lagi ya kan 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ArganLK10
Wihhh dah ada lanjutannya nih.. Gassss terusss Thor, jngan nanggung" lah.👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!