NovelToon NovelToon
The Antagonist'S Muse

The Antagonist'S Muse

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Sistem
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: lailararista

Vallerie tidak pernah menyangka bahwa menutup mata setelah membaca bab terakhir sebuah novel akan membawanya terbangun di tubuh seorang figuran dengan nama yang sama. Namun, ia tidak punya waktu untuk bingung. Sebilah belati tak kasat mata kini tergantung di atas kepala sahabatnya, sang Antagonis, yang ditakdirkan mati mengenaskan di tangan Protagonis Pria demi membalas dendam kekasihnya

Demi mengubah naskah kematian tersebut, Vallerie harus memainkan peran yang berbahaya. Di mata dunia, ia adalah kaki tangan yang setia, ikut tertawa saat sang antagonis merencanakan kejahatan, dan terlihat sama busuknya. Namun, di balik bayang-bayang, Vallerie-lah yang diam-diam memotong tali jebakan, dan memastikan rencana jahat sahabatnya selalu gagal .

Berada di antara pedang Protagonis Pria dan obsesi gelap sahabatnya sendiri, satu-satunya teman bicara Vallerie hanyalah sebuah Sistem super cerewet dan berisik di dalam kepalanya. Terkadang Vallerie merasa kesal, tapi hanya dia yang bisa membantu V

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana licik

"Tante? Dominic ke mana ya? Dari tadi tidak kelihatan." Eleanor bertanya pada Devina yang tengah sibuk menata hidangan makan malam. Di bar dapur, Eleanor dan Vallerie duduk berdampingan, menyesap jus jeruk dalam diam.

Vallerie yang mendengar pertanyaan itu seketika menatap Eleanor dengan mata tajam, seolah memperingatkan sesuatu. Namun, Eleanor memilih tak peduli dan tetap mengunci pandangannya pada Devina.

"Sepertinya sedang menjemput temannya, mungkin sebentar lagi sampai," jawab Devina tanpa menoleh. "Sudah, kalian nikmati dulu camilannya. Tante mau ke ruang makan dulu." Devina bergegas pergi, menenteng beberapa piring perak dibantu oleh para pelayan di belakangnya.

"Kenapa Tante repot-repot? Biarkan pelayan saja yang kerjakan," celetuk Vallerie, alisnya bertaut heran. Dengan belasan pelayan di rumah ini, ia merasa ganjil melihat sang tante turun tangan langsung.

"Tidak apa-apa, biar cepat. Pelayan di sini semuanya lelet," sahut Devina sambil terkekeh kecil sebelum bayangannya menghilang di balik pintu kayu besar.

Keheningan kembali menyelimuti mereka sebelum Vallerie berputar di kursi barnya, menatap Eleanor lekat-lekat. "Menurutmu, siapa teman Dominic yang dimaksud Tante tadi?"

Eleanor menyesap jusnya pelan, matanya menerawang menatap langit-langit dapur seolah sedang memikirkan sesuatu. "Apa dia cukup berani untuk membawa jalang itu ke rumah ini?" balas Eleanor dengan nada dingin yang menusuk.

Vallerie terdiam. Ia meraih keripik kentang di hadapannya, mengunyahnya perlahan. Ia tahu Vallerie asli sangat menyukai camilan ini, dan untungnya, dia pun sama.

"Mungkin saja," jawab Vallerie setelah menelan kunyahannya. "Dia terlalu mencintai wanita itu."

Tangan Eleanor mengepal kuat di atas meja hingga buku jarinya memutih. Ia menoleh ke arah Vallerie, matanya berkilat penuh emosi yang tertahan. "Kalau benar dia membawanya ke sini, aku bersumpah ingin sekali memberinya pelajaran."

"Tahan dirimu," potong Vallerie cepat. "Ingat misi kita. Jangan hancurkan semuanya hanya karena emosi sesaat."

Eleanor menarik napas kasar, mencoba meredam gejolak di dadanya. Namun, api dendam itu belum padam. "Vallerie, kamu punya cara agar aku bisa memberinya pelajaran tanpa membuat Dominic curiga padaku?"

Vallerie meneguk sisa jus jeruknya hingga tandas, lalu meletakkan gelas itu dengan hingga berbunyi. "Aku punya rencana."

Mata Eleanor melebar, penuh harap. "Apa?"

"Kita harus memancingnya. Buat seolah-olah dia menyakitimu tepat di depan keluarga kita dan keluarga Dominic," bisik Vallerie, suaranya merendah namun tajam. "Jika dia benar-benar datang, pelindung dia hanyalah Dominic. Tapi jika semua mata melihat dia menyerangmu..."

Eleanor menyambung dengan senyum miring yang perlahan merekah. "Maka Dominic akan berdiri di posisi yang sulit. Dia harus memilih, percaya pada matanya sendiri atau pada wanita itu."

"Tepat," Vallerie mengangguk. "Tanpa dukungan Dominic, wanita itu tidak lebih dari sampah."

Eleanor menjentikkan jarinya, aura kemenangannya mulai terasa. "Benar. Dan sampah memang seharusnya diinjak-injak, bukan?"

Vallerie terkekeh rendah, suara tawanya terdengar. "Tentu."

"Siapa yang sampah?"

Suara bariton yang berat dan tiba-tiba itu meledak di keheningan dapur, membuat Eleanor dan Vallerie tersentak hingga hampir melompat dari kursi mereka. Jantung mereka berdegup kencang saat melihat Victor sudah berdiri tak jauh dari sana, menatap mereka dengan tatapan menyelidik yang mengintimidasi.

Victor melangkah maju, lalu membungkuk sedikit di depan Vallerie. Jarak mereka hanya beberapa senti, cukup dekat hingga Vallerie bisa mencium aroma parfum maskulin yang tajam. "Siapa sampah yang sedang kalian bicarakan?" tanya Victor lagi, matanya mengunci manik mata Vallerie.

Vallerie menelan ludah dengan susah payah. Ia merasa seolah Victor bisa membaca pikirannya. Dengan ujung telunjuknya, ia mendorong pelan dada bidang Victor agar pria itu menjauh.

"Bukan siapa-siapa, Kak," jawab Vallerie, lalu buru-buru menoleh ke arah Eleanor, memberi kode untuk menolongnya.

"Itu, Kak... maksud kami orang yang sering mengganggu pekerjaan kami di kantor," sahut Eleanor cepat, menangkap sinyal darurat dari Vallerie.

Victor berdiri tegak kembali, meski matanya masih menyipit curiga. "Orang yang mengganggu? Perlu bantuan?"

Mendengar tawaran dingin itu, Vallerie dan Eleanor serentak menggeleng cepat. "Tidak perlu! Kami bisa mengatasinya sendiri," jawab Eleanor tegas yang di angguki Vallerie.

Victor hanya melirik Vallerie sekilas, tatapan yang sulit diartikan, sebelum berlalu menuju kulkas untuk mengambil minuman bersoda. Ia melenggang pergi tanpa sepatah kata pun lagi, meninggalkan suasana yang mendadak terasa sangat canggung dan mencekam.

1
Raine
kan sistem bisa dengar kata hati tanpa harus mengeluarkan suara
Raine
hmm sepertinya aleta si drama quenn,
Alissia
/Smile//Smile/
Fahreziy
nexk
Fahreziy
👣👣👣👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!