NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:183.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Lagi Sama

Keluarga Elios seketika menatap Naomi seolah ingin menguliti gadis itu hidup-hidup. Udara di dalam ruangan terasa menegang, dipenuhi amarah yang tak lagi disembunyikan. Tatapan mereka penuh kebencian, seakan Naomi baru saja melakukan dosa besar yang tak termaafkan.

Naomi, yang masih berdiri di dekat Max, justru tampak santai. Ia bahkan sedikit memiringkan kepalanya, ekspresinya polos seolah benar-benar bingung.

“Kenapa?” tanyanya ringan. “Ada yang salah?”

Ia melirik Viviane sekilas, lalu kembali menatap keluarga Elios. “Bukankah aku sudah melakukan apa yang kalian minta?”

Ucapan itu membuat darah Nyonya Ruby mendidih. Wanita itu melangkah maju, jarinya terangkat menunjuk Naomi dengan gemetar karena marah.

“Kurang ajar!” bentaknya. “Kenapa kau menampar adikmu?! Kau benar-benar tidak tahu diri! Kami tidak pernah mengajarkan bersikap liar seperti ini, Naomi!”

Naomi mengangkat alisnya pelan. Nada suaranya tetap tenang, nyaris datar.

“Loh, bukankah kalian menyuruhku meminta maaf?” tanya Naomi

Ia mengangkat bahu kecil. “Padahal aku tidak merasa bersalah sama sekali. Justru seharusnya kalian berterima kasih padaku, karena aku sudah menyelamatkan putri kesayangan kalian itu.”

Wajah Nyonya Ruby makin merah. Tuan Leon mengatupkan rahangnya keras-keras.

Naomi melanjutkan, suaranya tetap tenang. “Jadi kupikir, daripada aku minta maaf tanpa melakukan kesalahan apa pun, lebih baik aku berbuat salah dulu.”

Ia tersenyum tipis. “Setelah itu, baru aku minta maaf. Benar, bukan?”

Keheningan menyelimuti ruangan.

Max tertegun, tapi langsung tersenyum yipis. Nyonya Arumi membeku lalu menatap Naomi. Tuan Bastian menarik napas panjang, seolah mencoba mencerna apa yang baru saja ia dengar.

Bahkan keluarga Elios sendiri tampak tak siap dengan logika Naomi yang dingin dan menusuk itu.

Naomi sendiri tersenyum kecil dalam hati.

Harusnya aku melakukan ini dari dulu, batinnya.

Ada kepuasan yang sulit dijelaskan ketika ia melihat pipi Viviane memerah, bukan hanya karena tamparan, tetapi juga karena rasa malu dan terkejut.

Erick akhirnya tak bisa menahan diri. Ia menunjuk Naomi dengan wajah penuh kemarahan.

“Masalah ini belum selesai,” katanya tajam.

Tuan Leon ikut melangkah maju, sorot matanya penuh ancaman. “Kau berani menyakiti Viviane?”

Ia mendengus dingin. “Kalau begitu, bersiaplah keluar dari keluarga Elios.”

Ancaman itu biasanya cukup untuk membuat Naomi gemetar. Dulu, setiap kali kalimat itu terlontar, Naomi akan langsung panik, menangis, memohon, dan berjanji akan berubah.

Keluarga Elios pun tampak yakin hal yang sama akan terjadi sekarang. Bahkan senyum sinis sudah mulai terukir di wajah mereka, seolah menunggu pemandangan yang sangat mereka kenal.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Naomi mengangguk pelan. “Baiklah,” katanya singkat.

Ia menatap Tuan Leon tanpa rasa takut. “Setelah aku keluar dari rumah sakit, aku akan mampir untuk mengambil barang-barangku.”

Kali ini, bukan hanya keluarga Elios yang terkejut.

Max menoleh cepat ke arah Naomi. Nyonya Arumi menutup mulutnya refleks. Tuan Bastian terdiam, menatap Naomi dengan sorot mata yang sulit diartikan.

“Apa?” Carlos bersuara keras, tak percaya. “Kau pikir Papi main-main dengan ucapannya?”

Ia melangkah mendekat, nadanya menekan. “Tidak, Naomi. Kau harus minta maaf. Sekarang juga. Lalu memohon pada kami.”

Naomi menatap Carlos dengan senyum mengejek. “Memohon?” Ia terkekeh kecil. “Untuk apa? Aku tidak salah sekali.”

Senyum itu justru membuat amarah Carlos semakin memuncak. “Kau sudah gila!” bentaknya.

Naomi menatap mereka dan berkata, “Gila? Tidak, aku tidak gila. Kali ini aku berpikir waras."

Wajah mereka semakin memerah. Mereka kembali melancarkan serangan.

Carlos mendengus sinis, melipat tangan di dada. “Naomi, jangan sok kuat,” katanya meremehkan. “Coba ingat-ingat, siapa yang menolongmu? Siapa yang memberimu rumah, sekolah, dan nama keluarga? Tanpa keluarga Elios, kau bukan siapa-siapa.”

Nyonya Ruby ikut menimpali, nadanya tajam dan penuh tudingan. “Kami sudah terlalu baik padamu. Memberimu makan, pakaian, pendidikan. Tapi balasanmu justru seperti ini?”

Ia menggeleng seolah kecewa. “Kau tidak akan bisa hidup di luar sana tanpa kami.”

Tuan Leon mengangguk setuju. “Dunia ini kejam, Naomi,” katanya dingin. “Kau pikir keluarga Atlas akan melindungimu selamanya? Pada akhirnya, darah tetap lebih penting daripada apa pun. Dan orang lain pada akhirnya akan membuangmu,” ujarnya sambil melirik keluarga Atlas.

Erick menatap Naomi dari balik bahu Viviane. “Sudah cukup dramanya,” ujarnya. “Hentikan sikap keras kepalamu itu. Kami tahu kau hanya menarik ulur. Kalau kau minta maaf dengan benar sekarang, semua ini masih bisa selesai baik-baik.”

Mereka berbicara bergantian, saling menyambung, seolah sudah sangat yakin dengan satu hal Naomi akan runtuh. Seperti biasanya. Seperti dulu-dulu. Mereka menunggu tanda itu, mata berkaca-kaca, suara bergetar, permohonan lirih agar tidak ditinggalkan.

Namun menit demi menit berlalu. Naomi tetap diam. Tatapannya kosong, tidak tertarik membalas satu pun ancaman itu.

Jasa?

Baik?

Naomi hampir tertawa mendengarnya.

Ia teringat malam-malam ketika ia menangis sendirian, teringat bagaimana setiap pengorbanannya dianggap kewajiban, bukan kebaikan.

Teringat bagaimana ia selalu dibandingkan, selalu disalahkan, selalu diminta mengalah.

Jika ini yang mereka sebut “baik”, maka ia tidak lagi menginginkannya.

Carlos akhirnya kehilangan kesabaran. “Katakan sesuatu!” bentaknya. “Atau kau benar-benar ingin hidup melarat tanpa kami?”

Naomi mengangkat wajahnya perlahan. Tatapannya tenang. “Aku sudah hidup sendirian sejak lama,” jawabnya pelan. “Kalian saja yang tidak sadar.”

Ucapan itu membuat ruangan kembali hening.

Viviane yang sejak tadi dipeluk Erick, mengepalkan tangannya kuat-kuat. Matanya menatap Naomi penuh kebencian dan keterkejutan. Ini bukan Naomi yang ia kenal Naomi yang selalu mengalah, selalu tersenyum, selalu berada di bawah bayangannya.

Nyonya Ruby akhirnya kehilangan kesabaran sepenuhnya. Ia berbalik menatap Nyonya Arumi dan menunjuknya tajam.

“Pasti kalian,” tuduhnya lantang. “Keluarga Atlas pasti sudah mencuci otak Naomi! Kalian membuat dia membenci keluarganya sendiri!”

Nyonya Arumi tersenyum tenang. “Kami tidak mencuci otak siapa pun,” jawabnya. “Kami hanya mengajarkan Naomi untuk melihat cermin.”

Ia melangkah sedikit ke depan. “Apa yang Naomi lakukan hari ini sudah benar. Dia terlalu berharga untuk terus disakiti.”

Nyonya Ruby mendengus. “Kau tidak tahu apa-apa soal Naomi!”

“Oh, aku tahu,” potong Nyonya Arumi dengan suara bergetar, menahan emosi. “Aku tahu bagaimana rasanya mengasuh Naomi sejak ia masih bayi merah. Menjaganya saat demam, menenangkannya saat ia menangis.”

Matanya menatap tajam ke arah Ruby. “Dan kau?” Ia menggeleng pelan. “Kau bahkan tidak tahu makanan kesukaannya.”

Kata-kata itu menghantam keras.

Naomi berdiri terpaku. Dadanya terasa sesak, matanya panas. Namun ia menahan semuanya.

Ia lalu menoleh ke arah Max dan berbisik pelan, “Kak … aku capek.”

Hanya dua kata. Tapi cukup untuk membuat Max langsung melangkah maju.

“Sudah cukup,” kata Max dingin. “Kalian pergi sekarang.”

Tuan Leon mendengus. “Kami belum selesai.”

Max menoleh tajam. “Kalau kalian tidak pergi, aku akan memanggil pengawal.”

1
vj'z tri
akhir nyaaaaaaa /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kenapa gak jatuh beneran sih biar akoh senang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
selesai masalah di tangan max /Angry//Angry//Angry//Angry/
vj'z tri
sabar max sabar /Determined//Determined//Determined//Determined/
Nor Azlin
kenyataan itu pahit untuk di dengarkan yah ...bodoh amat tidak sedikit pun curiga sama sekali ni orang...Coba untuk sekali ini kamu lihat & dengar mengenai nya apa salah nya ayo Max tunjukkan bukti pada nya pasti kamu punya tu kannn😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
sifat asli seseorang itu akan terlihat masa dewasa nya yah kerana itu adalah sifat yang di turunkan oleh keluarga asli nya ...Vivian bukan dibesarkan sedari bayi tapi sudah belita kerana orang tua nya kemalangan mobil maka mereka mati di rumah sakit sebelum mati dia menyuruh kedua suami isteri Elios untuk menjaga nya yah...nah pada kemana kerabat keluarga nya si Vivian pasti ada kan ...mustahil banget kalau satu pun keluarga nya tidak ada sama sekali yah CK CK CK pasti ada koperasi di dalam nya kan ...kemungkinan orang tua Vivian sudah merencanakan itu yah atau sebalik nya aku pun penasaran ni bagai mana cerita nya deh😂😂 lanjutkan thor
Cindy
lanjut
syh 03
di kira seorang max ga bisa mukul perempuan..klo perempuanya kya ular betina viviane..emang pantas di gampar ampai keok 😆
Nor Azlin
aku rasa di maafkan aja tapi tidak dengan Vivian nya ...walau bagai mana pun mereka orang tua yang melahirkan nya ...namun dengan itu jangan memaafkan mereka demi kedua kakek nenek nya Naumi ...perkara yang menakutkan orang adalah dimaafkan tapi tidak diakui oleh anak sendiri itu lebih menyakiti nya itu bagi hukuman yang pantas ...buat Vivian biar keluarga Elios yang membuangkan nya kalau mereka memilih nya maka mereka tidak mendapat tempat di kalangan orang-orang yang ingin selamat yah...tapi bagi aku biarkan aja keluarga nya membusuk deh kalau masih membawa anak angkat nya itu ...bagi aja kakek nenek mu tempat biar mereka hidup bahagia bersama dengan mu 😂😂😂itu pendapat aku yah peribadi ...lanjutkan thor
Arbaati
kapokmu kapan
Kusii Yaati
nah kan kena gampar sama max, terlalu kepedean sih... tubuh max itu terlalu mahal untuk di sentuh sama yang murahan kayak elo... sakit nggak seberapa tapi malunya luar biasa, udah di tolak di depan umum kena gampar pula 🤣🤣🤣🤣
Atalia
mampus kau vivian 😂😂😂
Silla Okta
babang max emang the best,,, gak mungkin tergoda sama ulet keket,,,,, 🤣🤣🤣🤣🤣 next Thor
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tumaan 🤣🤣 dipuskn berpa pri tuh 😤
Eka Haslinda
babang Max Seraaamm 👍👍👍
Hary Nengsih
salah sasaran y 🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Si Zane ini sensi banget dah 🤣
Nor Azlin
Rasakan lah anak orang lain yang kalian jaga & anggap anak sendiri malah menikam kalian dari belakang🤣🤣🤣🤣ini lah karma yang kalian cari sendiri ...buat yang kayak nyonya sama tuan Elios ini berpada2 lah mau menjaga anak orang yang kehilangan kedua orang tua nya kerana ini sangat berbahaya akibat nya mereka membuang anak sendiri kedesa namun meranti kan anak orang lain menjadi puteri mereka...sesuatu kebenaran sangat menyakitkan di saat semua nya terbongkar dengan sendiri disaat kalian di ambang kehancuran bukan bisa menolong malah membinasakan masa depan kalian semua yah 😂😂😂semoga ini titik pelajaran buat kalian para manusia busuk darah daging sendiri dituduh2 Mulu dasar orang tua bodoh percaya dengan orang luar berbanding anak yang di kandung kan nya sendiri ...ini lah contoh orang tua bodoh sudah ada anak sendiri masih mau ambil lagi beban yang akan membinasakan diri mereka sendiri deh...lanjutkan thor
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mantap Max walau menurut saya kurang tp tak apa itu sebagai perkenalan sama Viviane 😉😏😅
Passolle
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!