NovelToon NovelToon
Setelah Status, Kita Kehilangan

Setelah Status, Kita Kehilangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Romansa
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Zafira Amara, belajar bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan indah. Ditinggal Anggara tanpa kabar setelah janji melamar, ia membangun benteng tinggi di hatinya.

Hingga akhirnya datang Aditya Pranata, pengagum rahasia yang mengisi kekosongan itu. Dari teman, menjadi hubungan tanpa status, hingga akhirnya resmi berpacaran.

Namun ironi terjadi, saat status sudah jelas, mereka justru kehilangan esensi. Trauma masa lalu Zafira bertabrakan dengan ketakutan komitmen Aditya.

Di tengah hiruk pikuk Yogyakarta, mereka belajar bahwa tidak semua yang dicintai bisa bertahan. Tidak semua janji bisa ditepati. Dan terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling tulus meski itu menyakitkan. Sebuah kisah tentang kehilangan, trauma, dan keberanian untuk move on.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan yang Mulai Tumbuh

Studio musik di Gang Kaliurang itu kecil, pengap, tapi sudah menjadi rumah kedua untuk Aditya dan Dimas. Mereka berdua punya band kecil-kecilan dari jaman kuliah, cuma iseng main musik untuk menghilangkan stress. Dimas jadi vokalis, sedangkan Aditya jadi gitaris.

Malam ini mereka latihan seperti biasa. Dimas sudah siapkan mic, Aditya sudah duduk di kursi sambil memegang gitar akustik kesayangannya.

"Siap, Dit? Kita coba lagu baru yang kemarin gue bilang," kata Dimas sambil mengecek mic.

"Gue siap, Dim. Memangnya lagu apa?"

"Kenanglah aku. Lo tau itu kan?"

Aditya mengangguk, lagu lama yang liriknya terasa dalem banget. Lagu yang dulu sering Aditya dengar, ketika ia baru putus bersama Jessica.

"Oke, gue mulai ya. Lo ikutin aja."

Dimas mulai menyanyi, suaranya mengalun lembut menemani petikan gitar Aditya yang harusnya harmonis tapi...

Ctreng.

Fals.

Aditya salah petik. Tangannya seperti nggak nyambung sama otak. Dia mencoba fokus lagi, tapi...

Ctreng.

Fals lagi.

"Dit, lo kenapa sih?" tanya Dimas sambil berhenti nyanyi. "Dari tadi fals mulu."

"Sorry, Dim. Gue coba lagi."

Mereka memulai dari awal. Dimas nyanyi lagi, Aditya mencoba fokus ke petikan gitar. Tapi begitu Dimas sampai ke bagian reff, liriknya begitu menusuk banget.

"Mungkin suatu saat nanti.

Kau temukan bahagia meski tak bersamaku.

Bila nanti kau tak kembali.

Kenanglah aku sepanjang hidupmu."

Aditya langsung teringat dengan Jessica. Ingat bagaimana ia meninggalkan Jessica, gara-gara takut komitmen. Inget bagaimana Jessica pergi sambil menangis. Inget janji Jessica yang bilang 'Aku bakal ingat kamu terus, Dit. Meskipun kita nggak bersama lagi.'

Tangan Aditya gemetar, petikannya kini terlihat berantakan.

Ctreng, ctreng.

Fals parah.

"STOP!" Dimas berteriak sambil menaruh mic. "Dit, serius deh. Lo kenapa sih? Ini bukan lo banget. Biasanya lo paling jago kalo soal main gitar."

Aditya menunduk, lalu menaruh gitarnya di pangkuan sambil mengusap wajah frustasi.

"Sorry, Dim. Gue lagi nggak fokus."

"Nggak fokus kenapa? Gara-gara cewek lagi kan?"

Aditya nggak menjawab, ia cuma diem aja.

Dimas duduk di sebelah Aditya, ia mengeluarkan rokok dari kantong, terus menyalakannya. Dimas menghisap dalem-dalem terus menghembuskan asap ke udara.

"Cerita Dit. Lo dari kemarin terasa aneh. Main game nggak fokus, sekarang main gitar juga berantakan. Ada apa sih sebenernya?"

Aditya menghela nafas panjang. Ia butuh bicara, butuh mengelurakan semua yang ia pendam.

"Sekarang, gue semakin dekat dengan Fira, Dim."

"Terus? Bukannya itu hal yang bagus?"

"Bagus sih, tapi gue yang semakin bingung. Perasaan gue ke dia semakin dalam. Bukan cuma nyaman lagi, gue kayaknya sudah jatuh cinta."

Dimas menengok ke Aditya, alisnya naik. "Jatuh cinta? Lo serius?"

"Serius. Kemarin gue ajak dia jalan ke Alun-Alun Kidul, dan rasanya beda banget Dim. Gue seneng banget liat dia tersenyum, liat dia ketawa. Gue pengen terus buat dia bahagia. Dan itu perasaan yang sama seperti dulu saat gue bersama..."

"Bersama Jessica?"

Aditya mengangguk pelan.

"Tapi lo udah move on kan dari Jessica? Kan lo bilang kemarin, bahwa lo mau serius dengan, Fira?"

"Iya gue memang bilang gitu. Tapi tadi, pas lo nyanyi lagu itu, gue langsung teringat dia lagi Dim. Gue ingat Jessica. Dan gue merasa bersalah."

"Bersalah kenapa?"

"Gue merasa bersalah sama, Fira. Soalnya apa iya gue udah bener-bener move on dari Jessica? Apa iya perasaan gue pada Fira ini bukan cuma pelarian? Gue nggak mau menyakiti Fira seperti gue menyakiti Jessica."

Dimas menghisap rokoknya lagi, melihat langit-langit studio yang penuh dengan poster band.

"Dit, dengerin gue baik-baik ya. Lo nggak bisa hidup dalam rasa bersalah terus menerus. Jessica sudah pergi enam bulan yang lalu. Dan lo sudah melepaskan dia. Sekarang lo dekat dengan Fira, dan lo bilang bahwa lo jatuh cinta sama dia. Kenapa lo nggak jujur aja dengan Fira?"

"Jujur gimana?"

"Ya, bilang aja bahwa lo suka sama dia. Bilang aja lo pengen lebih dari sekedar teman."

"Dim, gue takut dia belum siap. Gue liat dari mata dia, dia masih ada luka. Luka dari masa lalunya. Kalau gue nembak sekarang, takutnya dia malah merasa tertekan."

"Terus lo mau nunggu sampai kapan? Sampai dia diambil orang lain?"

Aditya mengelengkan kepala, "Gue cuma ingin memberi dia waktu untuk sembuh dari lukanya dulu, Dim. Gue ingin, dia bener-bener sembuh dulu, baru gue akan bilang soal perasaan gue."

Dimas menghela nafas panjang, lalu mematikan rokoknya.

"Terserah lo deh, Dit. Tapi inget, nggak ada waktu yang sebentar buat menyembuhkan luka hati seseorang. Kadang lo harus bisa mengambil risiko. Tapi ya, kalau lo merasa bahwa sekarang belum waktunya, ya itu cuma lo yang tau."

"Gue mau jadi temen baik dulu aja. Temen yang dia bisa percaya. Baru nanti kalau dia sudah siap, gue akan bilang terus terang."

"Dan selama menunggu itu, apa lo yakin, kalo lo bisa menahan perasaan lo sendiri?"

Aditya diem, ia berpikir. Apakah ia bisa menahan perasaan yang sudah sebesar ini?

"Gue harus bisa, Dim.Ini demi kebaikan dan kenyamanan dia juga."

"Oke. Tapi jangan lama-lama menunggunya. Nanti lo nyesel sendiri."

***

Di tempat lain, di kost Zafira, ia lagi duduk di kasur sambil menelpon Rania.

...📞...

"Ran, aku bingung banget."

^^^"Bingung kenapa, Fir? Cerita dong."^^^

"Aku merasa, kalau aku sudah mulai suka sama si Ditya."

Seketika obrolan di telepon pun menjadi hening, tak lama terdengar lagi suara Rania, yang tengah teriak kegirangan dari seberang sana.

^^^"AKHIRNYA! Aku sudah tau dari dulu kok, Fir. Dari cara kamu cerita tentang dia."^^^

"Tapi Ran, aku takut. Takut kalau ternyata aku cuma butuh pelarian doang. Takut kalau aku belum bener-bener move on dari Anggara."

^^^"Fir, kamu sudah membakar semua kenangan dari Anggara kan? Kamu sudah mencoba ikhlas kan? Kenapa sekarang kamu masih ragu?"^^^

"Soalnya aku takut sakit lagi, Ran. Takut kalau Ditya ternyata sama seperti Anggara."

^^^"Fir, dengarkan aku. Ditya bukan Anggara. Mereka dua laki-laki yang berbeda. Kamu harus beri kesempatan untuk Ditya menjadi dirinya sendiri, jangan dibandingkan terus sama Anggara."^^^

"Tapi gimana caranya aku tau, kalau perasaan ini beneran? Bukan cuma ilusi?"

Rania terdiam sebentar, sambil memikirkan sesuatu.

^^^"Fir, kamu tau nggak, kadang kita terlalu banyak berpikir, sampai lupa merasakan. Coba deh kamu dengarkan apa kata hati kamu. Jangan dengarkan otak kamu yang penuh dengan rasa takut, tapi dengarkan hati kamu. Apa yang hati kamu bilang?"^^^

Zafira menutup matanya, merasakan detak jantungnya. Apa yang ia rasakan setiap kali ketemu denngan Ditya? Seneng, hangat, nyaman, dan bukan takut ataupun sedih.

"Hati aku, kalo aku merasa senang saat bersama dia, Ran."

^^^"Nah itu kamu tau sendiri, dengarkan apa kata hati kamu, Fir."^^^

"Tapi..."

^^^"Fir, dengerkan aku. Kamu nggak bisa hidup dalam ketakutan terus. Kamu harus berani mengambil langkah. Tapi kalau kamu masih ragu banget, ada satu cara."^^^

"Cara apa?"

^^^"Tapi ini agak sedikit melenceng sih."^^^

Zafira terdiam sejenak.

"Cara apa, Rani?"

^^^"Tapi ini hanya saran ya, mungkin kamu bisa menjalin HTS dulu sama, Ditya."^^^

"HTS? Tapi, itu kan sama seperti hubungan yang tanpa ada status apapun. Tapi apa mungkin aku coba seperti itu dulu aya, lagian. aku juga kam belum kenal lama sama dia."

^^^"Ya, cuma saran aja sih. Fir. Itu balik lagi sama diri kamu sendiri."^^^

"Oke, Ran. Makasih ya. nanti aku coba jalani dulu aja sama dia."

^^^"Iya sayang, semangat ya!"^^^

Setelah telepon selesai, Zafira duduk diem di pinggir kasur sambil memegang kalung perak berbentuk hati di lehernya. Kalung pemberian dari Anggara yang masih setia ia pakai.

Apa sudah waktunya kalung itu ia lepas?

Apa ini waktunya Zafira bener-bener menutup chapter Anggara dan mebuka chapter baru bersama Ditya?

Zafira nggak tau.

***

Sementara itu, di apartemen Aditya. Ia lagi duduk sendirian sambil memegang gitar, Aditya mencoba petik lagu Kenanglah Aku tadi, tapi kali ini lebih pelan, lebih hati-hati.

"Mungkin suatu saat nanti.

Kau temukan bahagia meski tak bersamaku.

Bila nanti kau tak kembali.

Kenanglah aku sepanjang hidupmu."

Lirik itu membuat dadanya sesak. Aditya teringat dengan Jessica, yang pasti sekarang sudah bahagia bersama pacar barunya. Ia teringat bagaimana ia menyakiti Jessica.

Tapi di saat yang bersamaan, ia juga memikirkan Fira. Memikirkan senyumnya, tawanya, cara dia melihat dengan tatapan yang begitu lembut.

Saat ini, Ditya tengah jatuh cinta sama Fira. Bener-bener jatuh cinta.

Tapi Aditya merasa takut, takut jika ia belum pantas. Takut jika ia cuma mengulang kesalahan yang sama.

Aditya menaruh gitar, lalu mengambil ponselnya, dan membuka galeri. Ada folder hidden yang isinya foto-foto Jessica. Aditya scroll satu-satu, melihat wajah Jessica yang tersenyum bahagia.

"Maafkan gue, Jess," bisiknya pelan. "Gue ingin move on. Gue ingin bahagia lagi, tapi gue juga masih takut."

Tapi kemudian Aditya membuka chat yang bersama Fira. Melihat foto mereka berdua saat berada di Alun-Alun Kidul kemarin. Fira yang tersenyum lebar, matanya terlihat berbinar.

Dan Aditya merasakan sesuatu yang berbeda. Dengan Jessica, ia merasa bersalah. Tapi dengan Fira, ia ngerasa ada sebuah harapan. Harapan untuk membuat jadi lebih baik. Harapan untuk bahagia lagi.

"Aku akan menunggu sampai dia siap," gumam Aditya pelan sambil melihat foto Fira. "Aku nggak bakal terburu-buru. Aku bakal ada buat dia, sampai dia siap menerima aku."

1
Lee Mba Young
eleh entar Jessica putus ma pacarnya pasti oleng lagi. kl Aku jd fira ogah banget ma laki model gini. tp fira bucin banget 😂😂 smp segitunya nangisin laki pdhl masih pacar.
jadilah wanita teges jng terlalu bucin ma laki. fira Cinta sendirian 🤣
Leoruna: blum jdi pacar loh kak, mereka msih HTS/Shy/
total 1 replies
Rieya Yanie
aditya nya maruk
Leoruna: begitulah kak, sana sini mau/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
si author kayak nya bakal jahil deh,, sesudah dedemit sama fira baikan trus mantannya datang....🤣🤣🤣🤣🤣 oleng lagi si dedemit....🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: sok tau kmu kak/Facepalm/
total 3 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
ibarat kata cinta bikin tolol,,,, yg harusnya bisa ke S3 eh balik ke pelajaran TK A....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astagfirullah/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
benerrrrrrrrrrrrr 100000000% bener dim,,,, si dedemit emang bego tolol... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aku punya sekutu dan sekufu...🤣🤣🤣🤣🤣
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
itu yg namanya LANANGAN GARONG,, semua pengen di embat...😅😅😅 ih aku jadi sebel sama si dedemitya ini....
Leoruna: sabar kak, jangan esmosi/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
eke gek senggep jeke keme leme leme dengen seperte ene.... nye nye nye nye .....😤😤😤😤😒😒😒😒
Leoruna: /Joyful/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
balas aja fir, balas pesannya dengan kata "TAEEEEEKKKKKKKKK"... 🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astaga/Facepalm/
total 1 replies
Nur Haswina
HTS itu artinya apa ya 🙏
Leoruna: Hubungan Tanpa Status, Kak.☺
total 1 replies
Nur Haswina
sebaiknya jangan pacaran kamu ditinggalkan jessica karna belum siap ke jenjang yg lebih serius, dan Fira pasti akan minta apa yg Jessica perna minta kejelasan hubungan yg serius pernikahan
Leoruna: karena wanita hanya butuh kepastian, bukan hanya janji dan omong kosong belaka.🤭🙏🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
move on bangun diri lbih baik, jng mikirin Cinta Cinta dulu. buktikan ke mantan mantan mu kl km sukses dan bhgia. dan satu jng gampang bucin.
kalea rizuky
heleh ywda lah jauhin. laki gitu blok semua sosmed hindarin dia kayak g kenal. abaikan bodoh amat sakit kok di cari sendiri bego
kalea rizuky
cwek lebay kn bisa bilang jauhin q.. q bukan pelarian mu uda gampang kok nanges menye hadeh
kalea rizuky
laki apaan kayak gini jahat amat
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
bener sih,,, dibuat pelarian itu nyesek banget... kita memiliki raganya tapi tidak dengan hati nya...ea ea ea....🤣🤣🤣🤣
Leoruna: bandel banget kmu ya, kak/Shy/
total 5 replies
Lee Mba Young
ya mnding jujur ngapain pura pura🤣. devinisi sakit di buat sendiri. mkne banyak wanita sakit sakit an ya krn sakit tp gk jujur trus pura pura.ini akn bhaya kl mnikah.wanita itu akn pura pura bhgia walau sakit gk berani cerai atau lepas krn kebhagiaan nya tergantung ke lelaki bukan tergantung ke diri sendiri.
Leoruna: lebih baik jujur ya kak, meskipun kejujuran itu memang selalu menyakitkan😫
total 1 replies
checangel_
Nah, fokus dulu sama dirimu baru perlahan fokus sama orang yang ada di sampingmu/ di hadapanmu/Hey/
checangel_
Lepaskan, ikhlaskan, abaikan, Fira ... masih banyak kok kesempatan itu dari lelaki yang beneran tulus sama kamu di luar sana, tapi tetap hati² juga ya karena yang terlihat tulus belum sepenuhnya lulus dalam ujian hidup /Facepalm/
checangel_: 💯benar Kak🤗
total 2 replies
checangel_
Yes, kepastian dan pasti itu harus 'No debate' 🤝🤧
checangel_
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!