Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekesalan rey
“jauhi sahabatku dan jangan pernah sekali-kali mencoba untuk menyakitinya kembali.. karena kalau tidak. aku tidak yakin akan membiarkanmu hidup dengan tenang” jelasnya panjang lebar membuat lida diam mematung
“Apa yang sedang nona katakan? Saya yang terluka disini kenapa nona malah menuduh saya bukannya menanyakan sendiri pada sahabat nona karena dia sudah dengan sengaja menabrak saya” ucapnya membela diri dengan expresi wajah sedih yang dibuat-buat membuat sasya melihat kearah gadis itu
“Lalu menutmu apa ini semua adalah salah adinda?” Mendapat pertanyaan itu tentu saja lida mengangguk antusias membuat sasya
Sasya sudah 5 tahun bersama adinda dan ia sangat tahu bagaimana sifat sahabatnya itu. Sifat lemah lembut kepada setiap orang yang ditemuinya apalagi sasya sudah belajar akting dari kecil jadi dia sangat tau bagaimana sifat orang dari melihat cara orang itu bicara
Sasya menyelipkan rambut miliknya ditelinga kanannya lalu menatap kembali kearah lida dengan tatap datar
“Kau pikir adinda akan melakukan hal murahan seperti itu?? Kau terlalu percaya diri jika rey akan membelamu bukan?? Jika dirimu bukan keponakan dari bik sari mungkin sudah lama kau akan dipecat dari mansion oleh sepupuku itu, sifat PICKME dan GATALMU itu aku tahu dari cara kamu memandang kagum kearah rey.. jadi berhentilah bersandiwara,, apaaaaaa kau berniat untuk mendorong adinda tadi tapi malah kau yang terkena batunya?” Ucap sasya dengan tatapan memincang
Lida menelan ludahnya kasar, rencana awal memang seperti itu ia ingin membuat adinda yang terjatuh tapi entah kenapa saat lenganya ingin menyenggol tubuh adinda, adinda malah menunduk karena kantong belanja yang dibawakan oleh sasya terjatuh membuat gadis itu menunduk dan bermaksud mengambilnya
Hal hasil lida yang malah terjatuh dan terguling-guling membuat tubuhnya terasa remuk dan keningnya terluka
“Kenapa kau diam apa tebakanku semua benar?” Ucap sasya kembali membuat lida berdecak kesal
Sasya mendekatkan tubuhnya tepat disamping lida dan membisikan sesuatu membuat tubuhnya menegang
Sasya tersenyum devil lalu meninggalkan gadis itu dengan pikiran kacaunya
“Dirga aku titip wanita itu” ucapnya lalu melambaikan tanganya kearah sang sahabat yang kebingungan
Sasya kembali kemansion rey untuk melihat keadaan adinda tapi sesampainya dimansion adinda sudah tertidur lelap, karena tidak mau menganggu sahabatnya kini sasya memanggil rey untuk mengatakan sesuatu
“Reyy,,” ucapnya mendekat kearah rey yang saat ini duduk dikursi kerja miliknya
Sasya mengajak rey berbicara diruang kerja karena tidak ingin ada yang mendengar pembicaraanya dengan pria itu
“Bagaimana?” Tanya rey melihat earah sasya
“Dia baik-baik saja hanya luka ringan” ucap sasya dengan santainya
“Apa lebih baik kau pecat saja gadis itu!! Aku takut dia akan membuat sahabatku dalam bahaya” ucap sasya dengah wajah serius
Rey melihat kearah sasya dan sedikit tersenyum, sikap waspada gadis itu sangat persis seperti pamannya yaitu adik dari ibu kandung rey
Begitu tegas dan tidak ingin basa-basi dengan orang yang sudah mengusik kehidupan orang disekitarnya
“Tidakk hal itu akan membuat bik sari sedih.. apalagi seperti yang bik sari katakan jika gadis itu tidak memiliki siap-siapa selain bik sari dan keluarganya” jelasnya
Sasya sedikit kesal dengan jawaban rey ia menatap tajam kearah sepupunya itu “jika adinda terluka sedikit saja karena ulah gadis sialan itu rey aku akan menjauhkanmu dengan adinda” ucapnya kesal
“Enak saja… aku akan mengirim gadis itu kemansion keluargamu sasya” ucapnya membuat sasya melotot tidak percaya
“Aku yakin kau pasti bisa menekannya” rey menaik turunkan kedua alisnya dengan senyuman menggoda tapi begitu menjijikan menurut sasya membuat gadis itu begitu emosi
“Kakak sepupu dadjal kau memang!!” ucapnya dan pergi dari ruang kerja rey
Gadis itu tidak pulang tapi ia malah memasuki salah satu kamar tamu dimansion rey untuk istirahat
Ia berencana menginap hari ini mengingat besok tidak ada pemotretan apalagi saat ini kekasihnya masih diluarnegeri
Dan besok ia akan bebas pergi bersama adinda dan melarang gadis itu untuk pergi kekantor
sasya sudah punya jurus jitu jika tidak diizinkan oleh rey maka ia akan menolak lida untuk masuk kemansion keluarganya
“Hahahahha lihat saja besok reyy kau akan menangis kejang” ucapnya senyum-senyum sendiri lalu memejamkan matanya
***
“Pagi semuanyaaa” terak kencang sasya yang saat ini datang dari arah kamar tamu
Tey terkejut ia tidak tahu jika sepupunya itu menginap tapi tidak dengan adinda yang tersenyum kearah sasya dan mengajak sahabatnya itu untuk sarapan bersama
“Sya gimana keadaan pelayan yang kemarin jatuh dari tangga itu?” Tanya adinda sedikit penasaran
“Dia baik-baik saja kok din.. kamu tenang saja!!” Sasya meyakinkan adinda membuat gadis itu bernafas lega
“Baiklah pulang dari kantor aku akan menjenguknya nanti” mendapat pernyataan dari adinda membuat rey dan sasya saling pandang
Sasya mengeleng sekali kearah rey meminta pria itu untuk mencegah adinda
“Tidak sayang hari ini ki”
“Karena hari ini adalah tugasmu untuk mengantarkanku kesingapura untuk melihat rancangan busana yang akan aku pakai untuk pemotretan besok adinda, besok kebetulan jika aku ada pemotretan disingapur kita bisa jalan-jalan” ucapnya begitu antusias
“No!!” Jawab rey dengan tegas
“Baiklah jika tidak aku akan menolak
“Baiklah baiklah tapi hanya satu hari!!!” Jengahnya kearah sasya yang menampakan deretan giginya kearah rey
“Satu hari??? Hello capek dong kita bolak-balik pokoknya 3 hari titik!” Tegasnya kembali
Adinda kebingungan mendengar arah pembicaraan suami dan sahabatnya itu tapi ia tidak mau memperpanjang pertanyaan apalagi ia harus bersiap pergi bersama sasya yang dari dulu tidak mau dibantah
“Loohh mas kamu gak kekantor?” Tanya adinda yang sudah menyeret kopernya diikuti oleh sasya
“Mas akan antar kalian kebandara”ucapnya membuat sasya memutar bola matanya malas apalagi mendengar suara lembut rey membuatnya ingin muntah saja
Tidak ada bantahan hari ini rey benar-benar mengantar kepergian mereka, sebenarnya sangat berat untuk melepaskan adinda pergi bersama sasya tapi rey yakin jika sasya akan menjaga istrinya dengan baik
Setelah kepergian adinda dan sasya rey langsung pergi menuju keperusahaannya dimana semua karyawan menatap takut kearahnya karena wajah rey yang tidak bersahabat
“Pak hari ini kita akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan Young company” ucap tommy yang mengikuti rey dari belakang dengan langkah cepat
“Baik” hanya itu yang dikatakan oleh pria itu. Moodnya benar-benar dibuat hancur oleh sepupunya itu
“Aduhh pak rey kenapa jalanya seperti dikejar hantu sih” kesalnya karena tidak bisa menyeimbangi langkah bossnya itu
Happy reading 💫💫💫