Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BOCIL MAUT
Lesi berangkat ke masjid untuk taraweh , Bu Arumi tidak ikut di karena kan beliau ingin istirahat untuk malam ini, Sedangkan pak Warto sudah berangkat terlebih dahulu.
Lesi pergi ke Masjid sendirian saja. saat Lesi keluar rumah di depan sudah ada mbak Ratna dengan Devon.
"Loh mbak ?, Yessa gak di ajak ?" basa basi Lesi karena ia tidak sengaja bertemu dan berpapasan di depan rumah.
Ratna yang sedang mengunci pintu nya, sontak menjawab pertanyaan Lesi.
" Ouh udah duluan tadi sama temen nya, katanya biar paling depan" Ungkap Ratna, lalu menggandeng tangan Devon , si bocah laki laki yang tidak bisa diam, Terlihat Devon yang kaki nya terus menendang nendang kerikil sambil jalan , dan kadang juga berlari ke sembarangan arah, Mambuat Lesi senam jantung, pasalnya jalanan lalu lalang pemotor yang mau berangkat ke masjid, takut jika Devon tertabrak atau tersenggol.
" mbak, Devon nya gendong aja deh , takut aku " Titah Lesi khawatir yang melihat Devon berlarian.
Ratna hanya melihat Devon sekilas " Udah lah biarin aja, udah biasa juga dia kek gitu " Ucapnya dengan tenang.
Lesi hanya menghela napas resah, padahal niat Lesi baik, takut jika anak mbak Ratna itu terluka, tapi karena sang ibu nya tidak khawatir ya sudah lah, mau bagaimana lagi.
Sesampainya di Masjid, Lesi segera memakaikan mukenah nya dan duduk sambil menunggu yang lain nya, Karena terlihat belom banyak yang datang.
Devon terus berlarian kesana dan kemari, sesekali juga dia ke tempat imam, padahal di sana ada imam yang masih berzikir .
" Mbak itu Devon nya " Bisik Lesi kepada Ratna yang asik memainkan ponselnya sejak mereka datang.
"udah lah biarin aja" Tutur Ratna yang masih terlihat tenang.
Lesi merasa gemas sendiri dengan tingkah aktif Devon, bahkan kepalanya terasa muter kala melihat Devon yang tidak mau diam.
" Kenapa sih anak begini di bawa bawa, ganggu , mana ibu nya cuek lagi , dih " Ungkap isi hati Lesi dengan ekfresi wajah yang kesal.
semakin lama, Jammah semakin berdatangan, dan yang tadinya hanya beberapa orang, kini sudah penuh, imam pun memulai Sholat Taraweh.
Lesi yang kemarin kemarin khusyuk malah menjadi ngebleng fikiran nya kemana mana , karena Devon terus menarik mukenah nya yang Lesi gunakan , sampai rok nya merosot , untung saja Lesi pakai celana tidur yang panjang, jikalau saja dia memutuskan pakai celana tidur yang pendek, bisa bisa dia malu sampe puasa tahun depan.
Lesi melototi Devon yang kini sudah kembali mengacak acak sejadah nya.
" Sut, sut ,sut " Kode Lesi pada Devon agar Devon pergi menjauh dari hadapan nya, karena kini ia sedang duduk di depan nya, sedangkan Lesi sebentar lagi akan Sujud.
akhirnya Devon pun berdiri dan sudah tidak duduk di depan Lesi lagi.
"Allahuakbar " Lesi pun sujud, tapi dialah nya, Devon malah duduk di atas nya, membuat Lesi kesusahan untuk duduk, Dan bisa bisanya Devon malah menjadikan Lesi sebagai kuda.
" Ayo kita belangkat kuda, Husss huss " Sorak Devon di punggung Lesi dan meloncat loncatkan Tubuhnya, membuat Lesi mengerang kesakitan.
untungnya Ratna segera mengambil Devon, kalau tidak bisa bisa semua yang tadi Lesi makan keluar. " Devon bisa diam tidak " Sentak pelan Ratna kepada anaknya, tapi bukan nya kapok, Devon malah Lari ke depan mengganggu Orang lain.
" ya allah maafin aku sholat nya gak Khusyuk" dalam hati Lesi menjerit ingin pindah posisi sholat nya, tapi tidak ada tempat lagi.
Ibu ibu di depan pun terdengar menjerit dan mengaduh kesakitan, Lesi langsung mendongakan kepalanya, dan mencari sumber suara.
" Anak siapa sih ini, gak bisa diam banget, Sana pergi ke mama mu, jangan main gigit aja dong, saya lain ibadah " Omel Ibu ibu di depan Lesi, dan melihat Devon yang menangis.
" mbak, kalo mau tarawah mending di rumah saja dulu, anak nya jangan di bawa dulu, ganggu " Ungkap ibu ibu di sebelah Ratna, Ratna Terlihat tidak suka di tegur seperti itu, dan akhirnya Ratna berdiri sambil membereskan sejadahnya, dan mengendong Devon yang merengek, Ia pergi keluar tanpa permisi. padahal masih ada beberapa rokaat lagi, tapi karena Devon meresahkan sampai ada yang menjadi korban gigitan nya, akhirnya Ratna memutuskan pulang lebih awal.
" tuh liat, aku di gigit sampe ungu gini loh, emang ya tuh bocah, gak di kasih makan apa gimana sih " ucap Ibu yang tadi di gigit oleh Devon.
" kalo aku mending gak usah pergi ke masjid deh kalo punya anak kek begitu, malu malu in aja ya gak bu ?" Timbal ibu di sebelah Lesi.
Lesi hanya diam saja tapi di dalam hatinya meng iyakan, Memang Devon terkenal Aktif, buktinya Tanaman di depan rumah nya pun, pot nya sudah pada pecah berserakan di mana mana, ulah Devon, dan Devon juga kalo Tantrum seperti anak kesetanan, jika ada yang coba tenangin dia, dia pasti akan menjambak dan mengigit orang itu, jadi kita seperti sedang menolong kucing sedang berantem.
Lesi saja melihat nya Baby blues gimana Ratna, Pantasan saja Ratna sering teriak teriak sepertu orang gil*.