NovelToon NovelToon
Merayu Grand Duke Paling Kejam

Merayu Grand Duke Paling Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Kultivator setengah abadi Yan Biluo harus hidup sebagai Beatrice Nuo Vassal, karakter kecil dalam novel erotika yang seharusnya mati di awal cerita. Karena hal ini, ia pun merayu tunangan lisannya—Estevan De Carlitos, Grand Duke paling kejam dalam cerita tersebut.

Tujuannya sederhana—memperbaiki plot yang berantakan sambil terus merayu tunangannya yang tampan. Namun semuanya berubah saat tokoh utama antagonis tiba-tiba saja meninggal. Sejak itu, fragmen ingatan asing dan mimpi-mimpi gelap mulai menghantuinya tanpa henti.

Beatrice mengira tidur dengan tunangan tampannya sudah cukup untuk menikmati hidup sampai akhir cerita. Namun ia malah terseret dalam emosi, ingatan, dan trauma dari pemilik tubuh aslinya.

Apakah dunia ini benar-benar hanya novel?

Atau sebenarnya ia sedang menghidupi tragedi yang pernah dialami oleh karakter yang ia gantikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perburuan Musim Semi

Meski Julio mewakili Kaisar Theodore dalam perburuan musim semi kali ini, utusan kaisar datang bersamanya dan menetapkan beberapa aturan tertulis.

Kereta kuda Duke Vassal tiba bersamaan dengan rombongan lainnya. Angelo dan Leonidas memilih menunggang kuda sendiri, jadi hanya Beatrice dan Erica yang duduk di dalam kereta kuda.

Begitu kereta kuda berhenti, Beatrice turun tanpa menunggu siapa pun dan langsung menuju tenda milik Estevan.

“Evan! Aku datang!”

Beatrice menyingkap pintu tenda namun segera, langkahnya terhenti begitu saja. Di depannya berdiri seorang pria jangkung dengan rambut perak panjang sepunggung, sorot mata keemasannya sangat mirip dengan Estevan.

Keduanya saling menatap cukup lama, sama-sama terkejut.

Akhirnya pria itu tersenyum ramah. “Dari keluarga mana gadis cantik bermata biru langit ini? Jangan bilang Grand Duke Carlitos begitu populer sampai para gadis mengejarnya ke sini?”

Beatrice tidak langsung mengenalinya. Begitu pula pria itu yang tak pernah melihat Beatrice secara langsung. Namun setelah memperhatikan rambut perak panjang dan mata emasnya—semua ciri-ciri itu menyatu dalam ingatan Beatrice.

Julio De Carlitos! Putra mahkota Kekaisaran Carlos.

Jika bukan karena garis rahangnya yang menonjol, orang mungkin akan mengira ia seorang wanita.

Tersadar bahwa barusan ia cukup kurang sopan, Beatrice segera menenangkan diri dan membungkuk sedikit.

“Salam, Yang Mulia Putra Mahkota.”

Kini giliran Julio yang tampak tercengang. “Kamu mengenaliku?”

“Siapa yang tidak tahu putra mahkota yang begitu bangga dengan rambut peraknya yang panjang?” jawab Beatrice tanpa ragu. Nada suaranya datar, tapi tidak menunjukkan ketakutan sama sekali.

“Bee, akhirnya kamu datang. Masuklah.”

Estevan muncul dan tersenyum hangat yang jarang ia berikan pada siapa pun.

Beatrice langsung berbinar saat melihatnya. Ia melewati Julio begitu saja dan memeluk Estevan tanpa ragu.

“Evan! Kamu bohong. Katanya mau menjemputku,” keluhnya manja.

“Maaf. Pagi ini aku terlalu sibuk.” Estevan mengusap kepala gadis itu dengan kelembutan.

Julio yang menyaksikan adegan tersebut, hanya bisa terpaku. Apakah itu benar sepupunya yang dingin, pendiam dan selalu menjaga jarak?

Dan gadis bermata biru itu—Beatrice Nuo Vassal, yang ibunya sendiri katakan sudah meninggal?

Estevan melempar pandang ke Julio, suaranya terdengar tidak sabar. “Kenapa kamu masih di sini?”

Tentu Julio tidak berniat pergi begitu saja setelah melihat sesuatu yang mengejutkan itu. Ia berjalan masuk kembali tanpa malu sedikit pun.

“Ini benar tunanganmu? Beatrice? Dan dia … hidup?”

“Tentu saja. Kalau tidak hidup, mana mungkin aku memeluknya,” balas Estevan ketus.

“Bukan itu maksudku." Julio meraih rambutnya sendiri dengan frustrasi kecil. “Aku hanya terkejut.”

Beatrice memiliki kecantikan khas keturunan dari Benua Timur. Wajahnya halus, matanya jernih dan memiliki senyum manis yang membuat siapa pun menoleh dua kali. Berdiri di samping Estevan, tubuhnya tampak mungil.

Julio yang mengamati dari samping, mendadak mendapat pikiran aneh soal hubungan ranjang sepupunya dengan gadis sekecil itu. Ia menggeleng cepat, frustasi pada dirinya sendiri. Ini gila.

“Jadi ini Lady Tricia.” Julio akhirnya mendekat dan memperkenalkan diri dengan santai namun sopan. “Namaku Julio De Carlitos, sepupu Evan. Senang bertemu denganmu, Lady.”

“Salam kenal, Pangeran,” jawab Beatrice lembut. “Evan sudah bercerita tentangmu.”

“Begitu rupanya. Kalau begitu, sampai jumpa lain waktu.”

Julio menundukkan kepala sedikit sebelum berbalik pergi.

Beatrice masih memandangi punggung pria itu yang berjalan menjauh, kemudian menoleh pada Estevan. “Dia agak mirip denganmu,” komentarnya.

“Tentu saja,” jawab Estevan santai. “Kami sepupu kandung. Kaisar, ayahku dan ayah Terrence … semuanya punya kemiripan satu sama lain.”

Beatrice mengangguk pelan. "Tidak heran."

......................

Ketika perburuan musim semi dimulai, beberapa kelompok mulai terbentuk dan bergerak masuk ke dalam hutan. Suara kuda, gemerisik dedaunan dan teriakan komando bertaut jadi satu.

Estevan, Beatrice dan Vernox—yang sudah lama tak terlihat batang hidungnya—berada dalam satu kelompok. Dua pengawal pribadi Estevan, Niall dan Millie, turut ikut menjaga di sisi mereka.

Sementara itu, Leonidas dan Angelo memilih berburu hanya berdua. Sisanya berpencar entah ke mana.

Semua kelompok akan kembali beberapa hari kemudian. Setiap hewan yang mereka buru dan seberapa besar ukurannya—akan dibawa kembali ke kamp utama untuk dinilai dan dijual.

Di hari kedua, Beatrice kebetulan bertemu dengan kelompok Alicia di jalur hutan yang bercabang.

“Sudah dapat banyak hewan buruan?” tanya Beatrice sambil menuntun kudanya lebih dekat.

“Lumayan. Tapi kakakku berburu lebih banyak. Kemudian aku hanya jadi ekor.”

Padahal Alicia membawa busur, lengkap dengan anak panah. Tapi entah bagaimana, bahkan kelinci pun tampak menjadi pintar saat menghindari bidikannya.

“Kalau kamu sendiri?” Alicia balik bertanya.

“Aku?” Beatrice sempat terlihat bersemangat, tetapi semangat itu langsung merosot. “Jangankan rusa, sarang kelinci saja belum kelihatan.”

Mereka mengobrol sebentar, sementara kelompok pria di belakang ikut menukar beberapa informasi jalur. Tak lama kemudian, mereka bersiap untuk berpisah lagi karena tujuan yang berbeda.

Namun sebelum ucapan ‘sampai jumpa’ sempat keluar, suara derap kuda terdengar dari arah lain. Seekor kuda cokelat gelap menerobos semak dan penunggangnya—tak lain merupakan orang kepercayaan yang selalu berada di sisi Julio. Kini ia tampak pucat dan berkeringat.

Begitu melihat Estevan, ia seperti menemukan satu-satunya penyelamat.

“Yang Mulia Grand Duke! Gawat! Putra Mahkota terluka oleh cakar beruang!”

“Apa? Putra Mahkota terluka?” Vernox reflek berteriak.

Jika Julio cedera dalam perburuan resmi seperti ini, maka seluruh kegiatan berburu otomatis harus dihentikan. Prioritas utama adalah menyelamatkan pewaris takhta sebelum mempertimbangkan langkah berikutnya.

Estevan tersentak tetapi tetap terlihat tenang. “Di mana dia sekarang?”

Wajah ajudan itu makin memucat. “Putra Mahkota terpeleset saat diserang beruang dan jatuh ke tebing. Untungnya ada celah batu kecil—Yang Mulia masih bertahan di sana.”

Kali ini ekspresi Estevan berubah drastis. “Aku pergi sekarang untuk melihat kondisinya. Kau kembali ke kamp dan bawa tim penyelamat darurat!”

“Baik, Grand Duke!”

Ajudan itu langsung memutar kuda dan melesat ke arah kamp, meninggalkan debu dan ketegangan di belakangnya.

Estevan dan rombongannya akhirnya mencapai lokasi di mana Julio terluka. Daerah itu rimbun, penuh semak dan batang pohon tumbang—tempat sempurna bagi seekor beruang berkeliaran mencari makan. Aroma tanah basah dan darah samar masih tercium di udara.

Para prajurit yang sebelumnya mengawal Julio berdiri gelisah. Wajah mereka tegang, jelas mereka tak bisa berbuat apa pun selain menunggu bantuan.

“Julio! Kamu bisa mendengarku?!” teriak Estevan dari tepi tebing.

Sebuah suara lemah menyahut dari bawah. Julio, bersandar pada celah batu sempit dan mendongak. Wajahnya pucat pasi, tubuhnya hampir tak berani bergerak sedikit pun. Ia tahu, satu gerakan salah bisa membuatnya jatuh ke dasar jurang.

“Evan! Itu kamu?”

“Ya. Bagaimana kondisimu di bawah sana?” Suara Estevan tetap tenang, meski rahangnya mengeras.

“Belum mati. Jadi kau tidak tak perlu cemas,” jawab Julio, masih mencoba bercanda meski suaranya goyah.

Vernox mencondongkan tubuh dan mengintip ke bawah. “Ini cukup tinggi. Kita butuh tali. Seseorang harus turun dan membawa Putra Mahkota ke atas.”

Estevan langsung menoleh pada dua pengawalnya. “Niall, Millie. Ambil tali dan turun. Bawa Julio naik dengan hati-hati. Jangan sampai memperparah lukanya.”

“Ya, Grand Duke!” jawab keduanya serempak.

Tanpa menunda, keduanya langsung bersiap menuruni tebing untuk menyelamatkan Putra Mahkota.

1
sambua
ya ampun 😂😂
sambua
mungkinkah mereka berdua itu??
sambua
masa' gitu ajah paula meninggoy nya thor😂
Sonya Kapahang
Ya ampun ini si Erica bener² cocok bgt klo disuruh nyari informasi gosip.. udh mcm admin akun lambe²an 🤣🤣🤣🤣🤣
Sonya Kapahang
asli, ga elit bgt Putra Mahkota calon Kaisar tidur sm cewek di semak².. Mana ngaku lagi ke Estevan 🤣🤣🤣🤣🤣
sambua
pdhl udh 2bab tapi knp berasa kurang yaa😭/Facepalm/
Author Risa Jey: Namanya juga baca 😄. Padahal seribu kata lebih per bab nya /Smile/
total 1 replies
sambua
astaga Alicia 🫣😂😂
sambua
duh ya ampun kyak ga ada tempat yg lebih estetik apa ya julio tpi krn keadaan gpp lah ya/Facepalm//Facepalm/
Author Risa Jey: Di hutan gak ada tempat yang bagus selain rumput dan pohon/Sweat/. Ini gak kayak di komik-komik yang bisa nyari gua? ehem! /Hammer/
total 1 replies
sambua
untung aja putra mahkota bisa membuat tuh ulet Keket tak bergerak
Author Risa Jey: entar juga meninggoy ... /Grievance/
total 1 replies
sambua
cih menjijikkan sekali nih org
sambua
astaga nih manusia satu bisa2 nya mau perkaos putra mahkota 😤😂
Dian WRP
bagus
Author Risa Jey: Terima kasih sudah memberikan penilaian, sayang ... selamat membaca 🤭
total 1 replies
sambua
paula kah itu? atau suster2 itu? entah lah
sambua: kak othoorr main nya tebak2an mulu😂
total 2 replies
sambua
mau ngakak tapi gmn ya,,,masa putra mahkota diperkosa astaga /Silent//Facepalm/
Author Risa Jey: Putra mahkota juga manusia /Hey/
total 1 replies
sambua
semoga putra mahkota bsa sampai atas dg selamat ya
sambua
😂😂😂😂
sambua
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
sambua
bener2 yaa si Evan maniak sekali Klo udah soal urusan asik2🫣😂😂😂
sambua
nubuat apa thoor?
Author Risa Jey: nubuat artinya ramalan /Smile/
total 1 replies
sambua
kalo putra mahkota udh ngerasain rasa nya knpa di kasih tau lagi Evan 🤣🤣
Author Risa Jey: Siapa tahu rasanya beda, kan?😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!