ON GOING | UPDATE SETIAP HARI
Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.
"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"
"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega
"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega
"cancel aja pak makasih!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Yang Panjang
Angin berhembus kencang. langit gelap hanya memancarkan cahaya bulan. di mobil menuju perjalan ke rumah utama. banyak yang ayra bahas ke rega termasuk kejadian ressa yang menghebohkan
"trus dia nyerah in diri akhirnya?" tanya rega antusias
"iya teriak-teriak mas!! ya ampun aku malu banget deh diliat tetangga!" jawab ayra sambil terkekeh
suasana penuh canda dan tawa membuat mereka lupa jika mereka sudah sampai di depan rumah utama
"ga kerasa di perjalanan terlalu seru. ternyata udah sampai aja" celetuk ayra sambil bersiap-siap turun
"iya nanti kita lanjut ya. ayo turun" ucap rega lalu turun dari mobil dan menggandeng tangan ayra
seperti biasanya mereka berdua di sambut oleh para penjaga disana. ayra mulai terbiasa di perlakukan layaknya princess di rumah utama keluarga altair
dari kejauhan ayra sudah melihat beberapa dekorasi seperti dekorasi lamaran?
"ada acara apa ya mas?" tanya ayra berbisik
"gak tau. mama ga kasih tau mas acara apa" jawab rega berbisik juga
mama diva dan ayah rino menghampiri mereka berdua. ayra dan rega menyalami mereka.
"ma ada acara apa ya?" tanya rega
"nanti kamu juga tau!" jawab mama
Gio melihat sepupunya datang langsung menghampiri dan berbisik pada rega
"hah?!! serius lo?!!" tanya rega terkejut
ayra yang melihat interaksi itu hanya terdiam tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi. Lalu ayra menyenggol lengan rega
"ada apa?" tanya ayra berbisik
"nggak sayang. nanti kamu juga tau!" jawaban rega membuat ayra bete
acara pun di mulai.
ayra terkejut bukan main karna yang lamaran adalah sahabatnya sendiri yaitu teresa. masih sibuk dengan pikirannya karna ayra tidak tau sahabatnya ini di jodohkan dengan siapa
"Hah?? Niko?!!" ucap ayra agak sedikit meninggi
"ssttt sayang" tegur rega membuat ayra diam dan hanya mengikuti rangkaian acara dalam diam
acara pun berjalan lancar, terlihat teresa pasrah sepanjang acara.berbanding terbalik dengan Niko, sepanjang acara ia tersenyum seperti bahagia melepas status lajangnya.
"ecaa!!" panggil ayra dari jauh
resa langsung menghampiri ayra dan memeluknya
"sedih banget sekarang gua udh sold out hiks..." lirih resa pada ayra
"udah kasih tau elio belum? dia masih di austria?" tanya ayra
"belum kayanya nanti agak maleman deh soalnya disana baru dini hari" jawab resa
"tapi diliat-liat calon suami lo kaya seneng ya di jodohin sama lo ca." tutur ayra dan di balas resa menarik bibir ayra
"cangkem lohh itu!! dia yang paling nolak mentah-mentah seakan gua itu benalu dalam hidupnya!! makanya gua kabur!!" jelas resa
mereka melihat niko yang sedang bercengkrama dengan rega, gio, dan sepupu lainnya
"muka dua berarti ya!" celetuk ayra dan di jawab anggukan oleh ressa
"iya emang!! dia yang paling nolak loh ay!! tapi liat noh muka dia bener-bener keliatan kya beda orang! muka dua banget!" ujar resa sebal
tanpa sadar di belakang mereka ada seseorang yang dengan sengaja ingin bergabung
"bener sih muka dua banget!" jawab seorang pria dari arah belakang mereka
serempak ayra dan resa menoleh ke belakangnya dan terlihat elio dengan setelah santainya berada di belakang mereka berdua
"el!!" ucap mereka serempak tanpa sadar mereka memeluk elio dan elio mendapat tatapan tajam dari rega dan juga niko
"ehh!!! itu laki kalian natap gua serem banget kya mau di mangsa!!" celetuk elio dengan sedikit mendorong mereka agar menjauh
"eta laki meni te boga pikiran nya! urang mah moal ama kalian! siapa juga yang mau ngambil!" celetuk elio dengan bahasa sunda yg belepotan
(itu laki ga punya pikiran ya! saya mah gamau sama kalian!)
"lo sampe kapan? kenapa ga bilang!!" ucap resa
"jam 5 gua baru landing. diem sebentar langsung kesini!"
dari kejauhan rega hanya melihat ayra. kalau-kalau dia membuatnya malu di hadapan keluarganya.
ingin menghampiri ayra namun ia urungkan karna sudah lama tidak berkumpul dengan teman-temannya itu jadi rega membiarkan mereka melepaskan rindu.
acara pun selesai.
mereka semua berpamitan. Ayra dan rega menemui orang tuanya yang sedang menunggunya di taman belakang.
"hey sayang sini duduk!" ucap mama diva menepuk bangku sampingnya
"kenapa ma? tumben banget" tanya rega penasaran
"kalian sudah 8 bulan berjalan ya?" tanya mama diva
mereka berdua mengangguk. Ayra melirik ke arah rega memberikan kode menanyakan ada apa? namun rega hanya mendelikan bahunya dan memang benar-benar tidak tau.
"ga kerasa ya sebentar lagi udah 1 tahun" tutur mama diva dengan lirih
"gini nak. Kalian ga mau penerus untuk keluarga altair?" tanya ayah yg kali ini membuka suara
"ayah paham. mungkin kalian masih ingin pacaran dan senang-senang tapi ingat ya jangan di tunda ga baik!" lanjut ayah
ayra terdiam memikirkan perkataan itu. ada benarnya. Anggaplah ayra egois karna tidak menjalankan kewajiban sebagai istri dan dengan sabarnya rega menunggu hingga 8 bulan.
"do'a kan saja yang terbaik ya ma, yah." jawab rega
"kita sedang usaha bukan menunda." lanjut rega
"sudah ikut program?" tanya mama
mereka berdua menggeleng.
"kita menunggu sedikasihnya aja ma. Biar semuanya berjalan aja. kadang yang di rencana in juga suka ga sesuai sama ekspetasi." ucap rega
ayah dan mama menghembuskan nafas panjang. mereka mengerti perasaan anaknya dan berusaha menerima keputusan anaknya. apalagi rega anak tunggal, anak yang paling mereka inginkan dahulu.
"iya gapapa nak. mama paham apa yang kalian rasain" ucap mama menenangkan
"sekarang kalian nikmati aja waktu pacaran sebelum punya buntut" ucap ayah sambil terkekeh
suasana mulai cair tidak menegang seperti di awal. namun ayra dan rega harus pamit karna sudah terlalu malam
di dalam mobil ayra hanya terdiam memikirkan ucapan orang tuanya.
"maafin aku mas" lirih ayra
rega yang sedang fokus menyetir lalu menepikan mobilnya dan menoleh ke arah istrinya
"kenapa sayang? kepikiran soal tadi ya?" tanya rega
ayra mengangguk dan tidak terasa air matanya turun begitu cepat. Canda dan tawa yang rega lihat sebelumnya hilang begitu saja
"aku egois mas, aku belum menjalankan kewajiban aku sebagai seorang istri. maaf kan aku mas" lirih ayra
rega memeluk istrinya. membiarkan istrinya menangis. dan menenangkannya
"sayang... gak ada yang egois! karna aku sayang kamu, aku akan nunggu sampai kamu siap!" ucap rega menenangkan
kalimat itu justru membuat ayra dilanda rasa bersalah karna suaminya menahan dengan rasa sabar yang besar.
"sudah ya. kita pulang" ucap rega lalu menghapus butiran air mata yang membasahi pipi ayra
sampai di rumah. ayra langsung masuk kamar menghapus makeup dan mengganti baju tidurnya di dalam kamar mandi.
ayra keluar kamar mandi. melihat rega yang sudah tertidur dengan menghadapnya. kini tidak ada lagi guling pembatas
ia menghampiri suaminya dan berbaring di sampingnya. Ayra memikirkan kata-kata itu lagi dan mungkin sekarang ayra gaboleh egois.
"mas..." panggil ayra lembut
"hmm" saut rega
"mas... insya allah aku siap memberikan mahkota aku hari ini!" ucap ayra
rega yang mendengar itu lalu membuka matanya perlahan
"aku nunggu kamu siap sayang! aku gak mau ada paksaan di antara kita" ucap rega lembut
"aku udah siap mas. Tanpa paksaan"
"serius kamu sayang??" tanya rega memastikan
ayra mengangguk dengan senyumnya
dan untuk pertama kalinya mereka melepas hasrat yang selama ini mereka tahan karna egonya.