NovelToon NovelToon
REINKARNASI ISTRI TERBUANG: Balas Dendam Sang Cleaning Service

REINKARNASI ISTRI TERBUANG: Balas Dendam Sang Cleaning Service

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

"Dulu aku membangun tahtamu dengan cinta, sekarang akan kuruntuhkan kerajaanmu dengan sisa tenaga sebagai tukang sapu!"
Clarissa mati sebagai istri yang dikhianati. Namun, dia bangun kembali sebagai Lestari, seorang cleaning service yang dianggap sampah oleh mantan suaminya, Kenzo, dan adiknya yang licik, Angelica.
Rencananya sederhana: Menyusup, sabotase, dan hancurkan!
Tapi rencana itu kacau saat Devan Mahendra—CEO tampan yang merupakan musuh bebuyutan suaminya—tiba-tiba menarik kerah seragamnya.
"Gadis pelayan sepertimu tahu apa soal pencucian uang pajak? Ikut aku!" seru Devan angkuh.
Kini, Clarissa terjebak di antara misi balas dendam yang membara dan bos baru yang sangat menyebalkan tapi selalu pasang badan untuknya. Bagaimana jadinya jika sang rival jatuh cinta pada "si tukang sapu" yang ternyata adalah otak jenius yang pernah mengalahkannya dulu?
"Kenzo, selamat menikmati hari-harimu di puncak. Karena aku sedang menyiapkan jurang terdalam untukmu... dibantu oleh musuh terbesarmu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: TERAPIS PRIBADI SANG IBLIS

​Mansion Mahendra berdiri megah di bawah langit Jakarta yang mulai meredup. Bangunan bergaya arsitektur modern-minimalis itu tampak seperti benteng bagi penguasa kota. Namun, bagi Clarissa, tempat ini sekarang terasa seperti arena pertandingan baru.

​Devan Mahendra telah resmi keluar dari rumah sakit pagi tadi. Dan sesuai kesepakatan—atau lebih tepatnya "pemerasan halus" yang dilakukan Devan—Clarissa kini berdiri di depan pintu kamar utama dengan koper kecil di tangannya.

​"Ingat, Clarissa. Kau di sini sebagai terapis pribadiku. Tugasmu adalah memulihkan ingatanku. Jika dalam satu bulan aku tidak ingat apa-apa, aku akan menganggap hubungan kita di masa lalu hanyalah imajinasi gilamu untuk menguasai hartaku," ucap Devan sambil duduk di kursi kebesarannya, menatap Clarissa dengan pandangan meremehkan yang amat sangat menyebalkan.

​Clarissa mengeratkan pegangan pada kopernya. Iblis sombong ini benar-benar perlu diberi pelajaran, batinnya.

​"Baiklah, Tuan Mahendra. Tapi jangan menyesal jika metode terapiku sedikit... ekstrem," balas Clarissa dengan senyum manis yang mematikan.

​Malam pertama di mansion dimulai dengan "sesi terapi" pertama. Clarissa mengganti pakaiannya dengan setelan kasual yang nyaman namun tetap elegan. Ia membawa setumpuk album foto dan tablet berisi video-video dokumentasi perjalanan mereka.

​Ia menemukan Devan sedang berada di ruang kerjanya, menatap keluar jendela kaca besar yang memperlihatkan kerlap-kerlip lampu kota.

​"Tuan Mahendra, waktunya terapi," ucap Clarissa.

​Devan berbalik, matanya menyapu penampilan Clarissa dari atas ke bawah. "Kau tampak terlalu santai untuk seorang terapis."

​"Dan Anda tampak terlalu kaku untuk seorang pasien. Duduklah," perintah Clarissa sambil menunjuk sofa kulit yang empuk.

​Devan menurut, entah kenapa otoritas dalam suara Clarissa selalu membuatnya patuh secara tidak sadar. Clarissa duduk di sampingnya, membuka sebuah video di tabletnya. Video itu diambil secara diam-diam oleh Sekretaris Han saat mereka sedang berdebat di kantor dulu.

​Di video itu, Devan tampak sedang memojokkan Clarissa ke dinding, menatapnya dengan penuh damba sambil berkata, 'Kau tidak bisa lari dariku, Clarissa. Kau adalah milikku.'

​Wajah Devan yang sekarang melihat video itu mendadak memerah. "Aku... aku mengatakan hal norak seperti itu? Ini pasti editan."

​Clarissa tertawa renyah. "Norak? Oh, Tuan, itu bahkan belum seberapa dibandingkan saat Anda menangis di Alpen karena takut aku mati membeku."

​"Aku? Menangis?" Devan mendengus. "Mustahil. Aku tidak pernah menangis seumur hidupku."

​"Benarkah? Mari kita lihat bukti selanjutnya," Clarissa menyodorkan foto rontgen bahu Devan yang terkena peluru. "Luka ini... Anda mendapatkannya karena melindungi 'penipu' ini dari tembakan anak buah Julian. Apakah pria tanpa perasaan akan melakukan hal itu?"

​Devan terdiam. Ia menyentuh bahunya yang masih menyisakan bekas luka. Setiap kali matanya menatap mata Clarissa, ada rasa sakit yang menusuk di kepalanya, namun dibarengi dengan getaran aneh di dadanya.

​"Katakan padaku, Clarissa," suara Devan merendah. "Jika aku benar-benar mencintaimu sedalam itu... kenapa otakku memilih untuk melupakanmu? Kenapa bukan melupakan musuh-musuhku?"

​Clarissa menatap mata Devan dengan tulus. "Karena mencintaimu adalah hal paling berbahaya yang pernah kau lakukan, Devan. Mencintaiku membuatmu memiliki kelemahan. Mungkin otakmu mencoba melindungimu dari rasa sakit itu."

​Momen itu menjadi sunyi. Jarak di antara mereka semakin mengikis. Devan bisa merasakan embusan napas Clarissa di pipinya. Ia secara refleks mengulurkan tangan, mengelus pipi Clarissa dengan ibu jarinya.

​"Sentuhan ini..." gumam Devan. "Terasa sangat familiar."

​Namun, tepat saat Devan hendak mencondongkan wajahnya, Clarissa tiba-tiba berdiri.

​"Sesi pertama selesai! Sekarang, waktunya pasien istirahat," ucap Clarissa dengan nada ceria yang sengaja dibuat untuk menutupi detak jantungnya yang menggila.

​"Kau sengaja melakukannya, kan? Kau ingin mempermainkanku?" Devan menatapnya dengan kesal.

​"Anggap saja ini pembalasan karena kau sudah memanggilku penipu di rumah sakit kemarin," Clarissa mengedipkan mata sebelum keluar dari ruangan.

​Keesokan harinya, Clarissa tidak hanya fokus pada Devan. Ia mulai mencium bau tidak sedap di sekitar Mahendra Group. Melalui jaringan intelijen pribadinya (yang diam-diam ia akses dari kamar tamu), ia menemukan fakta bahwa beberapa mantan pemegang saham Naga Hitam yang merupakan pengikut setia Handoko mulai melakukan pergerakan.

​Mereka mencoba melakukan sabotase pada proyek 'Eternal Rose' yang kini sepenuhnya berada di bawah kendali Mahendra.

​"Mereka pikir dengan Devan yang amnesia, mereka bisa mencuri data biometrik itu?" gumam Clarissa sambil menatap layar laptopnya yang penuh dengan kode. "Jangan harap."

​Clarissa memutuskan untuk keluar mansion secara diam-diam malam itu untuk menemui Bram—pria bermuka terbakar yang kini menjadi informan rahasianya.

​Namun, saat ia baru saja hendak melompati pagar samping mansion (kemampuan fisik 'Lestari' memang sangat berguna), sebuah lampu sorot besar langsung mengarah padanya.

​"Mau lari ke mana, Terapis Pribadiku?"

​Devan berdiri di sana, mengenakan jubah mandi sutra hitam, dengan tangan bersedekap. Ia tampak seperti dewa kematian yang sangat tampan namun mematikan.

​Clarissa membeku di atas pagar. "Aku... aku hanya ingin mencari udara segar!"

​"Udara segar di jam dua pagi dengan pakaian hitam-hitam dan alat peretas di sakumu?" Devan mendekati pagar. "Turun sekarang, atau aku akan menyuruh pengawal menembakmu karena disangka penyusup."

​Clarissa turun dengan wajah cemberut. "Kau benar-benar tidak bisa membiarkanku bernapas sebentar saja, ya?"

​"Kau milikku, Clarissa. Dan apa yang menjadi milikku tidak boleh berkeliaran tanpa izin," Devan mencengkeram lengan Clarissa, menariknya masuk kembali ke dalam mansion. "Sekarang, jelaskan padaku. Apa yang sedang kau rencanakan di belakangku?"

​Clarissa menatap Devan, lalu ia memutuskan untuk jujur. "Anak buah Handoko sedang mengincarmu, Devan. Mereka pikir kau lemah karena amnesiamu. Aku hanya ingin membereskan mereka sebelum mereka menyentuhmu."

​Devan tertegun. Ia menatap Clarissa dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia menarik Clarissa hingga tubuh mereka menempel erat.

​"Kau ingin melindungiku?" Devan tertawa kecil, suara tawanya terdengar seksi di tengah malam yang sunyi. "Ratu Wijaya yang sombong ini ingin menjadi pelindung sang Iblis?"

​"Jangan tertawa! Aku serius!" Clarissa memukul dada Devan.

​Devan menangkap tangan Clarissa, lalu mencium telapak tangannya dengan lembut. "Dengar. Meskipun aku tidak ingat siapa kau... instingku memberitahuku bahwa kau adalah satu-satunya orang di dunia ini yang tidak boleh aku lepaskan. Jadi, jangan beraksi sendirian. Jika ada yang ingin kau hancurkan, mari kita hancurkan bersama."

​Clarissa terpaku. Meskipun Devan melupakan memorinya, kepribadian posesif dan dominannya tetap sama. Dan entah kenapa, itu membuatnya merasa sangat aman.

​"Baiklah. Kita lakukan bersama," bisik Clarissa.

​"Bagus. Tapi sebagai hukumannya karena mencoba kabur..." Devan menyeringai nakal. "Malam ini kau harus tidur di kamarku. Aku sering terbangun karena sakit kepala, dan aku butuh 'terapisku' ada di sampingku setiap saat."

​"DEVAN! Itu bukan terapi, itu modus!" teriak Clarissa dengan wajah merah padam.

​"Modus atau tidak, aku adalah bos di sini," Devan langsung menggendong Clarissa di pundaknya dan berjalan menuju kamar utama, mengabaikan protes dan pukulan kecil dari wanita yang mulai ia cintai kembali itu.

​Di kegelapan luar mansion, sesosok bayangan memantau mereka melalui kekerabatan jarak jauh.

​"Target sudah masuk ke dalam jangkauan. Laksanakan operasi 'Mawar Berduri' besok pagi."

1
Mommy Ayu
masak iya secepat itu bakal terungkap siapa lestari sebenarnya
Mommy Ayu
sepertinya insting Devan lebih tajam dari pada mantan suami Clarissa
Mommy Ayu
aku mampir Thor ..
Leebit
hehe.. nggak apa-apa.. makasih ya udah berkunjung ke novel ku, masih juga untuk komentarnya😁
shabiru Al
apa anak kecil yang dcoret itu adalah pria dengan wajah yang terbakar ? bara... adik dari clarissa... ? benar2 membingungkan,, dan organisasi naga hitam,, apa sebelumnya lestari membuat perjanjian ya...
shabiru Al
hadeuh perebutan harta dan kekuasaan yang bikin pusing
shabiru Al
dan laki2 misterius itu adalah anak yang wajahnya dcoret dala foto lama,, ya kaan
shabiru Al
ceritanya bagus,, sayang belum bisa ngasih poin,, ntar ya thor besok ta kasih vote
shabiru Al
nah ini baru ceweknya badas gak menye menye gak selalu berlindung d bawah ketiak laki2
Leebit
Makasih.. jangan hanya mampir, singgah juga boleh, hehe😁😊
shabiru Al
mampir ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!