NovelToon NovelToon
Dear Unforgettable Story

Dear Unforgettable Story

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Katarina Ayudia adalah siswi genius penerima beasiswa yang hidup sederhana, sementara Alarick Valerius adalah putra tunggal konglomerat sekaligus ketua geng motor yang ditakuti. Cinta mereka yang membara harus menghadapi tembok besar bernama Victoria Valerius, ibu Alarick, yang merancang fitnah keji untuk memisahkan mereka. Victoria mengancam masa depan Kate dan memanipulasi Alarick hingga pria itu percaya bahwa Kate adalah gadis oportunis yang telah mengkhianatinya dengan banyak pria.

Perpisahan pahit selama bertahun-tahun meninggalkan luka mendalam, Kate hidup dalam kemiskinan dan kerja keras demi bertahan hidup, sementara Alarick tumbuh menjadi CEO dingin yang menderita trauma psikologis berupa rasa mual hebat setiap kali menyentuh Kate karena bayangan fitnah masa lalu.

langsung baca aja dear😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelas Mikroekonomi

Dua puluh tahun setelah Alarick dan Kate Valerius-Sterling membuktikan cinta mereka, lahirlah sebuah mahakarya dari perpaduan dua dinasti, Andrea Sterling Valerius. Di usia 19 tahun, Andrea adalah definisi sempurna dari putri mahkota. Ia mewarisi kecantikan Kate, kecerdasan Arthur Sterling, dan, entah dari mana, sisi angkuh serta cerewet Alarick yang dulu sering muncul saat ia masih menjadi ketua geng motor.

Andrea adalah mahasiswa jurusan Bisnis Internasional di Harvard, salah satu universitas paling bergengsi di dunia. Ia selalu menjadi pusat perhatian, tidak hanya karena nama besar orang tuanya, tapi juga karena kepribadiannya yang magnetis sekaligus sedikit menyebalkan bagi sebagian orang.

Kelas Mikroekonomi pagi itu dipenuhi oleh para mahasiswa paling cerdas dari seluruh dunia. Andrea duduk di barisan depan, ponsel mahal miliknya tergeletak di atas meja, siap mencatat setiap poin penting dengan gaya khasnya yang cepat dan efisien.

Di sampingnya, duduk seorang pria dengan aura dingin dan ketampanan yang tak terbantahkan, Xavier Cavanough, pewaris tunggal Cavanough Group, perusahaan teknologi raksasa yang menguasai Silicon Valley.

Xavier adalah kebalikan dari Andrea. Ia tenang, jarang bicara, dan selalu fokus. Baginya, Andrea adalah manifestasi dari semua hal yang ia benci, sombong, terlalu berisik, dan selalu merasa paling benar.

Pagi itu, Profesor Davies sedang menjelaskan teori elastisitas harga permintaan. Andrea, dengan percaya diri mengangkat tangan.

"Profesor," ucap Andrea dengan suara nyaring, "saya rasa penjelasan Anda tentang cross-price sedikit kurang relevan dengan dinamika pasar saat ini. Bukankah lebih efektif jika kita membahas model network effects yang jauh lebih kompleks di industri digital?"

Profesor Davies, yang sudah terbiasa dengan kejeniusan Andrea, tersenyum maklum. "Andrea, kita akan sampai ke sana nanti. Harap bersabar."

"Tapi Prof, bukankah efisiensi waktu adalah kunci? Jika kita terus berpatokan pada teori usang..."

"Nona Valerius," potong Xavier dengan suara datar, tanpa sedikit pun menoleh. Ia masih fokus pada bukunya, namun nadanya dingin dan menusuk. "Apakah Anda sedang mengajar Profesor, atau Anda datang untuk belajar?"

Seluruh kelas sontak menoleh ke arah mereka berdua. Andrea memelototi Xavier.

"Maaf, Tuan Cavanough yang terhormat, saya hanya mencoba memberikan perspektif yang lebih maju. Mungkin otak Anda yang terpaku pada coding terlalu lambat untuk mencerna hal-hal seperti ini."

Xavier akhirnya menoleh, menatap Andrea dengan tatapan tajam yang membuat Andrea sedikit bergidik. "Setidaknya otak saya tidak terlalu sibuk memikirkan brand fashion terbaru hingga melupakan etika berbicara di kelas."

"Oh, jadi Anda memata-matai saya? Betapa tidak elitnya," balas Andrea dengan angkuh. "Saya hanya menyampaikan fakta bahwa Profesor perlu sedikit... di-upgrade. Sama seperti software lama yang perlu update agar tidak ketinggalan zaman."

Xavier menutup bukunya dengan bunyi gedebuk keras yang membuat beberapa mahasiswa tersentak. "Anda mungkin genius, Nona Valerius. Tapi Anda adalah wanita paling angkuh dan menyebalkan yang pernah saya temui di seluruh hidup saya."

"Dan Anda, Tuan Cavanough, adalah pria paling membosankan dan arogan yang pernah saya temui. Saya lebih suka berdebat dengan AI daripada dengan Anda," sembur Andrea.

Profesor Davies hanya bisa menghela napas.

Setiap minggu, drama ini terulang. Andrea dan Xavier, dua pewaris dinasti yang seharusnya menjadi aliansi, justru menjadi musuh bebuyutan yang tidak pernah akur. Mereka adalah kutub magnet yang saling menolak, namun takdir kampus seolah senang mempertemukan mereka dalam setiap mata kuliah dan setiap proyek kelompok.

Andrea mendengus, membuang muka. Xavier kembali fokus pada bukunya, seolah tidak terjadi apa-apa. Namun, di dalam hati masing-masing, percikan permusuhan itu sudah mulai menyulut sesuatu yang jauh lebih panas dari sekadar debat kelas. Mereka saling membenci, ya, tapi mengapa keberadaan satu sama lain selalu terasa begitu intens?

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear😍

1
anggita
ikut ng👍like aja+iklan☝. moga novelnya lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!