NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11

Ia tidak mau tertangkap basah sedang menguping pembicaraan tentang nasibnya minggu depan.

​ ia membuka pintu kamar, terdengar suara rengekan halus. Vino menggeliat, mata bulatnya mengerjap-ngerjap lucu karena terganggu suara langkah kaki Vanya.

​"Tata Anyaaa..." gumam Vino sambil mengucek matanya.

​"Eh, sayang... Vino bangun? Sini, sini sama Tata Anya lagi," bisik Vanya lembut.

Ia segera naik ke atas ranjang king size-nya, merebahkan diri di samping bocah lima tahun itu.

​Vanya memeluk Vino, mengelus rambut halus adik Aiden itu untuk menenangkannya.

"Vino mimpinya diputusin ya? Kok bangunnya cemberut gitu?" canda Vanya manja.

​"Nino mimpi Abwang Aden ambil mainan Nino," adu Vino dengan suara cadel yang menggemaskan, tangannya memeluk leher Vanya erat.

​Vanya tertawa kecil, mencium pipi gembul Vino. "Abang Aiden emang nakal, nanti kita pukul ya? Sekarang Vino tidur lagi, Tata Anya temenin di sini."

​Pintu kamar yang tidak tertutup rapat itu tiba-tiba terbuka lebar.

Aiden berdiri di sana, masih dengan kaos hitamnya yang kini. Ia menyandarkan bahu di bingkai pintu, menatap pemandangan di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan campuran antara gemas dan iri.

​Aiden melangkah masuk, suara sepatunya diredam oleh karpet bulu yang tebal. Ia berdiri di sisi ranjang, menatap Vino yang sedang bermanja-manja di ceruk leher Vanya.

​"Enak banget lo ya, bocah," gumam Aiden dingin.

​Vanya mendongak, wajahnya langsung merona melihat Aiden sudah ada di dalam kamarnya.

"Ih, Kak! Jangan berisik, Vino baru mau tidur lagi!"

​Aiden justru duduk di pinggir ranjang, membuat kasur itu sedikit amblas karena beban tubuhnya.

Ia mengulurkan tangan, menyentuh kening Vanya dengan ibu jarinya. "Geser dikit. Gue pengen gantiin posisi Vino."

​"Hah?! Enggak boleh! Kamar gwehh bukan tempat penitipan macan yaa!" semprot Vanya dengan logat yang khas.

​Aiden terkekeh sinis. "Macan kalau udah dapet mangsanya bakal jinak, Vanya. Tapi ya sudahlah, gue nggak mau rebutan tempat sama bocah bau kencur."

​Aiden bangkit dan berjalan menuju meja belajar Vanya yang terletak di sudut ruangan.

Meja itu sangat rapi, penuh dengan pernak-pernik aesthetic, alat tulis warna-warni, dan beberapa bingkai foto.

Aiden mulai mengepoi isi meja itu, tangannya yang besar membolak-balik beberapa buku catatan Vanya.

​"Kak! Jangan liat-liat! Itu rahasia!" pekik Vanya setengah berbisik.

​Aiden mengabaikan protes itu. Ia mengambil sebuah buku jurnal bersampul kulit berwarna peach. Saat ia membukanya, sebuah foto jatuh dari selipan kertas.

Foto itu memperlihatkan Vanya saat masih SMP, sedang memegang piala dengan rambut dikuncir dua yang sangat menggemaskan.

​"Ternyata dari dulu lo udah keliatan... cerewet," ejek Aiden sambil menyelipkan foto itu kembali.

Matanya beralih ke sebuah buku catatan kecil yang berisi jadwal harian Vanya. Di sana, ada satu kolom yang dilingkari merah dengan tulisan.

Jadwal Pumping - Jangan Lupa!

​Jari Aiden berhenti di tulisan itu. Ia menoleh ke arah Vanya yang kini sedang menutupi wajahnya dengan bantal karena malu.

​"Jadwal lo nggak teratur," ucap Aiden pelan, suaranya kembali memberat.

"Pantesan lo sering kesakitan di sekolah. Mulai minggu depan, gue yang bakal bikin jadwal baru buat lo."

​"Gak usah sok tahu dehh! Gwehh kan sibuk sekolah,belajar"

balas Vanya dari balik bantal.

​Aiden tidak membalas.

Ia justru beralih ke laptop Vanya yang masih menyala. Di sana ada tab pencarian Google yang belum tertutup 'Cara mengurangi nyeri pada dda yang penuh tanpa alat'

​Seringai mesum Aiden muncul seketika.

Ia berjalan kembali ke arah ranjang, membungkuk hingga wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Vanya yang masih memeluk Vino.

​"Lo nyari itu di Google?" bisik Aiden tepat di telinga Vanya. "Gue kasih tahu cara paling ampuhnya tanpa perlu koneksi internet. Lo cuma butuh gue, Vanya. Bukan mesin, bukan Google."

​Vanya merasa bulu kuduknya merinding. "Kak Aiden... mending Kakak pulang sekarang dehh sebelum Papa naik ke atas."

​"Papa lo lagi asyik ngerokok di bawah sama Papi lewat video call. Gue punya banyak waktu," Aiden mencubit pipi Vanya gemas.

"Besok pagi gue jemput jam setengah tujuh.

Telat satu menit, hukuman lo bukan bersihin gudang, tapi lo harus sarapan bareng gue... di kamar."

​Aiden berdiri tegak, lalu mengacak rambut Vino yang sudah terlelap lagi.

"Tidur yang nyenyak, My Source of Life," ucapnya penuh arti sebelum melangkah keluar kamar.

​Vanya terpaku di tempatnya. Jantungnya berdegup sangat kencang sampai rasanya mau melompat keluar.

Ia menatap pintu yang tertutup rapat, lalu beralih ke Vino.

"Vino... abang kamu itu beneran manusia apa iblis ganteng sih?" gumamnya lirih, sementara pipinya masih terasa panas terbakar ucapan Aiden.

1
Bunda Silvia
sukurin impas itu cuman 1 laki2 lah lo 2 cewek sekaligus nempel2 di biarin aja
Bunda Silvia
bego giliran ketahuan sama istri baru marah meluap2 tadi ngapain aja diem di pepet 2 perempuan emang ngga peka lo jadi laki2 aiden
Bunda Silvia
bidoh aiden emang keterlaluan egois kemauan dia maunya di turutin tapi dia ngga peka anter jemput istri sekolah selagi libur apa salahnya
Haryati Atik Atik
masa anak sma gak bisa bedain gula manja boleh bodoh jgn
Haryati Atik Atik
benci dgn sifat nya Aiden yg gak jujur kan biar sekli masuk penjara
Bunda Silvia
bukanya else dateng ke pernikahan vanya ko dia ngga tau kan ijut sama bagas juga
Qaisaa Nazarudin
Makanya tau masih kecil udah main JANJI2 aja sampe2 sengaja beliin CINCIN BERLIAN pula,bukan EMAS biasa yah..
Qaisaa Nazarudin
Waahh baru SMP aja udah di kasih CINCIN BERLIAN,bukan kaleng2 gaya pacaran nya anak SULTAN,aku dulu main kawin kawinan di kasih CINCIN dari daun singkong yg disimpul gitu lho, Apa kabar ya SUAMI masa KECIL ku sekarang yah?? 🤔🤔🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Udah kayak Baby aja ya punya insting saat ibunya ada..😄
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener situasi seperti ini selalu berhasil meluluhkan si wanitanya..
Qaisaa Nazarudin
Biasanya situasi kek gini yang dijadiin Alesan biar si Wanitanya LULUH, biasanya kan gitu..
Qaisaa Nazarudin
Salah kalian para ORTU juga sih,Tau Anak2 masih pada Labil malah di Nikahkan hanya dengan ALASAN karena Anak kalian Butuh ASI demi MENYAMBUNG hidupnya ckk Egois banget.
Qaisaa Nazarudin
Tujuan awal NIKAH aja udah SALAH,Hanya untuk kesehatan dirinya demi asupan untuk menyambung hidupnya doang..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Seolah Aiden Nikahin Vanya hanya untuk manpaatin Vanya demi kesejatannya doang..
Qaisaa Nazarudin
Waah LICIK Aiden dia tau Vanya Marah ke dia,Dan pasti gak mau ketemu sama dia,Makanya dia bawak adeknya biar Vanya busa luluh..
Qaisaa Nazarudin
Kan bukan salah kamu,Munta aja utk diliat CCTV nya..kamu kan cuman membela diri..Aiden juga maunya kamu bersikap TEGAS dan jangan Manja..
Qaisaa Nazarudin
Karena Aiden pengen luat sampai dimana Vanya mau ditindas..
Qaisaa Nazarudin
Woowww niat banget Aiden mau nina ninu ,udah persiapan aja,emangnya Vanya mau? 🤣🤣🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Ku pikir Aiden itu tulus, ternyata ada udang di balik bakwan,Makanya aku sempat heran,Baru aja ketemu tapi sikapnya udah kayak orang udah pacaran lama aja kan..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!