NovelToon NovelToon
Kami Yang Kau Buang

Kami Yang Kau Buang

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Single Mom / Wanita Karir / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Maya memiliki 3 orang anak saat dirinya diusir oleh suaminya karena pengaruh dari keluarganya, dia berjuang untuk membesarkan ketiga anaknya yang masih kecil hingga tumbuh menjadi anak-anak yang hebat dan berprestasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perbincangan saudara

Mahesa sangat heran dengan perubahan sikap keduanya begitu dirinya mengatakan nama Rasya. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.

"Tidak usah membahas manusia biadab itu didepan kami". Ucap Sasya dengan dingin.

Dia tidak mau mendengar apapun pembahasan tentang keluarga yang paling dia benci hingga kini. karena begitu membahas mereka semua kenangan buruk yang dia alami dan adiknya berputar di kepalanya seperti kaset rusak.

"Sayang tidak boleh berkata seperti itu pada paman, itu tidak sopan nak". Tegur Maya dengan lembut kepada sang anak.

Dia tidak mau anaknya kurang ajar pada orang lebih tua sekalipun itu membahas orang yang paling mereka benci

"Maaf paman, aku tidak Suka jika ada yang membahas orang itu di hadapanku, setiap kali ada yang membicarakan atau membahasnya semua kenangan dan penderitaan yang ku alami dirumah mereka berputar-putar di kepalaku jadi tolong jangan bahas mereka, aku sungguh tidak suka".

"Tapi nak, dia ayahmu dalam dirimu mengalir darah dan keturunannya, kamu tidak bisa menghapus apapun karena itu kenyataannya". Ucap Mahesa dengan lembut.

"Saya tidak perduli paman, mereka lah mengusir dan membuang kami bahkan karena mereka lah adikku menderita asma dan leukimia sejak dia masih kecil, kenapa, karena dia mengusir kami saat hujan deras tanpa apapun padahal adikku masih baru berusia 2 bulan". Teriak Sasya dengan penuh emosi

"Tapi nak, kamu tetap membutuhkan ayahmu terutama saat kamu akan menikah, dia harus jadi wali nikah mu nak, kamu tak punya saudara lelaki untuk bisa mewakilkan ayahmu".

"Aku tidak perduli, aku harap dia mati sebelum aku menikah, aku tidak sudi menjadikannya wali nikah ku, kalau perlu aku tak menikah jika harus melihatnya menjadi waliku".

Sasya meninggalkan paman dan bundanya karena tak mau kembali emosi, dia tak mau melampiaskan kemarahannya kepada orang lain. Dia berjalan ke kamarnya menghindari mereka.

"Maafkan sikap anakku bang, dia seperti itu karena kenangan buruk yang dia alami sejak dia masih kecil. Traumanya sangat besar begitu juga dengan anak tengahku, mereka selalu disiksa oleh keluarga ayahnya, dihina anak haram dan masih banyak lagi".

Mereka menutup mulutnya mendengar penuturan Maya, bagaimana mental anak-anak yang tiap hari dicaci maki dan disiksa seperti itu. Pantas saja mereka begitu membenci ayahnya.

"Maafkan abang, abang tidak tahu separah itu dek, pantas saja mereka sangat membenci mereka".

"Tidak apa bang, aku mengerti tujuan abang berkata seperti itu, tapi tolong untuk kalian jangan membahas apapun tentang keluarga ayahnya kepada anak-anak ku karena kalian akan mendapatkan reaksi yang sama.

"Iya dek, Ngomong-ngomong, kamu tak mau nikah kembali dek, usiamu masih muda". Ucap Mahesa dengan hati-hati.

"Tidak kak, Rasa trauma yang ku alami menjadikanku enggan menikah kembali, aku takut kembali merasakan hal yang sama, fokusku sekarang adalah melihat anak-anak ku sukses dan hidup bahagia, aku boleh menderita tapi akan ku usahakan agar anakku tidak merasakan apa yang kurasakan". Maya memandang mereka dengan mata berkaca-kaca.

Mahesa mendesah berat, dia tidak bisa membayangkan penderitaan yang dialami adiknya dan juga keponakannya saat berada di keluarga Erlangga, dia mengepalkan tangannya karena marah mengetahui hal itu. Dia berjanji akan membuat perhitungan dengan Rasya jika bertemu dengannya kembali

"Kakak akan mendukung apapun yang kamu ingin lakukan dek, kini kita sudah bertemu kembali, jangan sungkan untuk menghubungi kami jika terjadi sesuatu".

"Yah dikatakan abang kamu benar dek, kamu tidak sendirian, kamu bisa meminta bantuan kami jika kamu kesulitan, kami keluargamu". Nara tersenyum sendu membayangkan jika iparnya itu mendapatkan penderitaan.

"Terima kasih kak, sering-sering lah menengok kami disini karena kalian sudah tahu rumah kami".

"Iya dek, kami akan kesini menengok kamu dan anak-anak saat kami smua senggang".

"Iya kak, bang terima kasih".

"Maaf tante bisakah aku bertanya sesuatu?? Tanya si bungsu Mahendra itu.

"Apakah Tuan Rasya yang dimaksud adalah ayah Laura yang satu sekolah dengan kak Salwa?? ". Tanya nya dengan hati-hati.

"Itu benar nak, tolong kamu jangan bahas apapun tentang mereka pada Salwa karena dia akan bereaksi sama seperti kak Sasya nantinya".

"Iya tante aku tidak akan membahasnya lagi, aku hanya tidak menyangka om Rasya itu sangat jahat".

"Iya nak, tidak apa-apa".

Mereka mengobrol dengan asyik tanpa membahas keluarga Erlangga lagi. Mereka sampai menghabiskan waktu karena tidak sadar.

"Kalau begitu kami pulang dulu yah Maya soalnya besok anak-anak sekolah, mereka harus punya waktu istirahat cukup dirumah". Ucap Nara memeluk Maya kemudian tersenyum.

"Iya kak, kalian semua hati-hati, dan sering-sering lah datang".

"Kami ingin kontakmu, kamu juga datang kerumah kami kita bikin acara makan-makan bersama nanti".

"Iya bang, aku usahakan yah".

"Ya udah kami pamit yah". Ucap mereka meninggalkan Maya

Sasya tak keluar dari kamar karena ketiduran, Maya tadi memanggilnya tapi melihat anaknya tertidur, dia mengurungkan niatnya membangunkannya. Sedangkan Salwa juga sedang tidur jadilah hanya dia yang mengantar keluarga kakaknya itu pulang

Dia kembali ke kamarnya dan merebahkan diri dan akhirnya ketiduran. Rara yang melihat rumahnya sepi pun mencari keluarganya tapi begitu melihat mereka tertidur dia tidak jadi membangunkannya dan langsung menuju kamarnya dan meminta bibi untuk tidak menganggu mereka.

Keesokan harinya mereka berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama, saking lelapnya tidur mereka semalam, mereka melewatkan jam makan malam dan bangun di pagi hari.

"Ayo nak kita sarapan, kalian akan kembali bertugas kan??

"Iya bunda, kami akan bertugas kembali".

Mereka sarapan dengan nikmat dan penuh rasa syukur terutama Salwa yang bisa berkumpul di rumah kembali dan bisa merasakan makanan berbeda.

"Kami pamit yah bunda". Sasya dan Rara mencium tangan sang bunda saat mereka selesai makan dan akan berangkat kekantor.

"Kalian hati-hati nak".

"Iya bunda, kami pamit yah dek". Ucap Mereka bersaman kemudian keluar dari rumah.

Sesampainya di kantor, Rara menghela nafas melihat orang yang dibenci keluarga angkatnya itu. Apa gerangan mereka datang ke kantornya .

"Kamu Rara bukan?? Tanya Rasya dengan pelan,

Rasya bisa melihat jika anak angkat Maya itu seperti enggan bertemu dengannya.

"Ada apa yah pak, ada yang bisa kami bantu". Rara sebenarnya malas dan enggan berhadapan dengan mereka, tapi dia harus bisa profesional.

"Kami ingin berbicara dengan mu, apa kamu ada waktu?? tanya Rasya dengan penuh harap.

"Jika itu masalah pekerjaan saya ada waktu karena saya sedang bekerja, tapi jika itu permasalahan keluarga, maaf saya tidak bisa". Ucapnya dengan tegas.

1
reti
cmn novel tp kok sedih ya smpai bikin nangis
Sulis Wati
ibunya mati hidup lagi apa gimana?
ga jelas ini authornya🤣
Mamah Enung
mungkin anak nya masih sakit ketika di usir sama ibunya terlunta lunta begut berat perjuangan hidup nya sama ibu dan saudaranya mungkin kita takan bisa
Moms Rafialhusaini 🌺
mampir kak othor,bab pertama udh sedih 😭
Siti Sopiah
bawa ke tempat kyai .suruh belajar agama dgn betul..jangan otak sj yg cerdas tp melencong jauh dr agama& Tuhan nya
Siti Sopiah
angel wes angel
Siti Sopiah
bagus Marsya beri pelajaran KPD keluaga suamimu yg biadab tu
Danny Muliawati
ada aza yah julid
Yus Mairani
bertentangan dengan agama itulah yg paling menyakitkan. karena keduanya laki2 berpasangan dengan perempuan bukannya sesama jenis. jika hal demikian sampai terjadi maka landasan agama dan imannya kurang. hidup memang selalu tidak adil kita rasa tapi ada agama sebagai pedoman
antha mom
tapi anaknya 3 paling kecil umur sebulan
Puspa Sella
alur cerita JD lesbian kenapa penulis demen dgn alur lesbian apa jgn"...
Ummu Umar: penulis hanya mengambil kisah dari beberapa orang dan dijadikan satu dan terutama cerita ini memang penggabungan
total 1 replies
Danny Muliawati
aq sedih d hari 😭😭
Danny Muliawati
lebih akurat tanda bukti via vidio atw CCTV
Danny Muliawati
itu br laki2 rasya tegas punya prinsif bkn pengecut ckp maya d anak2 jd korban
ira rodi
aku baru ingat kan rara ada pamannya yg dulu kerja di kalimantan...kok gak ada kabar yah....
Siti Sopiah: agaknya Thor dah lupa dgn pamannya Rara.bisa lepas tangan macamtu sj.dah 10 THN lbh tak kan tak ingat langsung dgn keponakan nya
total 1 replies
ira rodi
tinggal sonya dan safa yg belum di bangun t4 kerjanya...kalo sonya kayaknya bangun perusahaan arsitek deh kan dia bisa gambar....
YuWie
Luar biasa
Queen adzilla👑
bagus cerita nya di tunggu lanjutannya
Vindy swecut
keren ❤️❤️
Sri Fit
bagus banget. ditunggu karya selanjutnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!