NovelToon NovelToon
Sweet After Divorce

Sweet After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:186k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?

Sweet after divorce...manis setelah berpisah.

"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."

"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."

"Mau rujuk?"
.
.
.
Cover by Pinterest and Canva

Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Kaka tingkat

Anye memacu kendaraannya dengan hati yang tak karuan. Hatinya merasa harus menangis, tapi otaknya justru menolak. Sempat terbersit bayangan abor sii, tapi ia punya cukup alasan untuk tak melakukan itu, ia bukan lagi bocah SMA, atau sekedar remaja perempuan yang tak mampu melakukan itu sendiri.

Iya, ia dapat melakukannya sendirian, mengandung sendiri, menghidupi calon buah hatinya sendiri. Toh, ibu pun membesarkannya seorang diri. Tapi ia pikir Ganesha harus tau, sebab ini bukan hanya dosanya saja, melainkan kesalahan yang mereka lakukan berdua.

Lalu Afiqah? Ibas? Keluarga?

Mobil meluncur ke kawasan apartemen elite. Ia sangat hafal, sebab Anye pernah menjadikan jalanan ini jalanannya pulang setahun penuh.

Bahkan security area apartemen masih mengenalnya, "Bu Anyelir..."

Anye mengangguk memasuki jalanan diantara 2 gedung tinggi menjulang, mengapit bangunan-bangunan fasilitas penunjang kesempurnaan hidup. Dan unit apartemen milik Ganesha adalah gedung tinggi di bagian kanan.

Cukup memakan waktu tapi Anye bisa mempersingkat ayunan langkahnya dengan lift.

Selama jeda waktu singkat di dalam lift, ia memandang dirinya dari pantulan pintu lift. Menyadari jika apa yang dikatakan orang-orang itu benar, ia kurusan sekarang. Nampak pula gurat lelah di wajah dan bawah matanya.

Anye baru saja ingat sesuatu setelah sempat membuka clutch lama yang baru ia pakai lagi itu, lucu saja rasanya, ia menemukan harta karun terpendam...yaitu, masih memiliki kartu akses apartemen Ganesha.

Ganesha pun tak pernah bertanya tentang ini, atau mempermasalahkan itu, padahal setau Anye, lelaki itu adalah manusia paling teliti dan memiliki ingatan kuat. Anye mendengus geli, atau----mendadak ia merasa kepedean, lelaki itu sengaja agar ia bisa kembali? Bukankah ucapannya beberapa waktu lalu di janitor room menunjukan bahwa Ganesha mulai menginginkannya?

Klik!

Anye sengaja menggenggam kartu akses berwarna hitam dan gold itu, berjalan ke arah unit Ganesha yang masih sangat ia hafal.

Ada helaan nafas gugup, apakah lebih baik jika ia mengetuk dulu? Atau langsung masuk memberikan surprise? Otaknya berkata option pertama, mengetuk dan berlaku sopan sebagai tamu. Namun yang terjadi justru ia menempelkan kartu akses pintu apartemen Ganesha.

"Eh," tangannya membuka handle pintu, baru ia memberi celah sedikit. Nyatanya dari dalam unit terdengar percakapan dua orang yang sedang bicara setengah santai, tapi diiringi isakan.

/

Ganesha

Ia bahkan belum sempat mengganti pakaiannya, tapi bunyi bel di depan unit memaksa Ganesha untuk mengayunkan langkah membuka pintu.

Seorang wanita dengan pakaian sopan dan kantornya merentangkan paper bag dan kresek, "welcome home!" serunya tak memantik keterkejutan apalagi atensi berlebih Ganesha.

Bahkan masih berada di luar gawang pintu apartemen, Afiqah cemberut, "ngga mau disuruh masuk nih? Aku bawain makanan loh buat kamu, Nesh."

Barulah Ganesha melebarkan pintu apartemen untuknya. Untuk pertama kalinya, ia mengedarkan pandangan---meneliti keseluruhan. Tak ada yang berbeda dengan isian apartemen pada umumnya.

"Pantry?"

Namun Ganesha menggeleng, "biar saya yang siapin." Kakunya, ia tak mau membiarkan seorang asing lebih mengeksplore lebih dalam lagi tentangnya. Afiqah mengangguk menatap Ganesha gamang, ada helaan nafas beratnya kali ini. Seberapa berusahanya ia, Ganesha seolah semakin jauh dan membatasi diri.

Ada suara peraduan alat makan, dan tak lama Ganesha muncul kembali dengan membawa serta piring berisi makanan yang dibawanya sementara ia sendiri duduk.

Ada janggal yang Afiqah temukan, tepatnya pada meja kecil yang diatasnya tertata benda perintilan kecil, sungguh kontras saja.

Hanya benda itu yang berbeda diantara suasana monokrom tanpa sentuhan pajangan, atau hiasan apapun, sebab....meja putih itu disesaki barang ciri khas seseorang dengan imajinasi.

Entah itu toples berisi burung origami kecil-kecil, vas bunga bening dengan isian bunga Anyelir merah, puzzle, kotak musik dan sebuah frame foto banyak orang dengan almamater biru.

Bisa Afiqah tebak itu adalah foto semasa kuliah Ganesha, oh..mungkin ada dirinya di dalamnya.

Oke, sekarang Afiqah tau jawaban dari pertanyaannya beberapa waktu belakangan ini, "kamu masih simpan Anyelir di apartemen ini?" ia mencoba meredakan tenggorokan keringnya dengan satu cup milk bobba yang ia beli barusan di jalan.

Arah pandangan Ganesha kini menoleh ke arah meja itu, Yap! Sudah pasti meja itu. Tanpa terbebani, Ganesha mengangguk.

Afiqah meraup udara banyak-banyak dan membuangnya kasar, "jadi...kamu belum bisa keluar dari masa lalu sama Anye?" tatapnya lagi serius.

"Kamu tau itu." Jawabnya singkat. Dan lagi, rasa sesak itu tak terelakan, Afiqah mengangguk, "yaa...aku emang merasakan itu, dari awal." Ia tersenyum miring dan tertawa garing, "aku terlalu excited bisa bareng kamu, sampe lupa kalimat kamu yang mengatakan kita jalani dulu aja, itu artinya kamu lagi mengukur rasa, tapi aku dengan pedenya udah panggil kamu sayang...aku terlalu excited dan kaget ketika kamu bilang kenalin pacar aku, di depan keluarga kamu...mata kamu justru liat Anye."

Ganesha mengunyah dimsum yang dibawa Afiqah cukup sulit, ia bahkan tak memandang Afiqah yang seolah sedang meratapi kebodohannya atau ketidakpekaannya akan sikap Ganesha.

Afiqah mengangguk, "jadi aku gagal yaa? Bikin kamu lihat aku dan mengusir Anye dari hati kamu?"

Ganesha hanya mengangguk singkat meneguk air minumnya, "sesuai permintaan kamu, aku bawa kamu ke acara itu untuk bertemu dengan pak Yaris." Ganesha lalu beranjak sejenak, lalu mengambil dokumen data diri dan CV karyawan atas nama pak Yaris, lalu menaruh itu di depan Afiqah.

"Thanks." angguk Afiqah, "sayang..." ia terkekeh sendiri, begitupun Ganesha yang hanya mendengus sumbang, Afiqah mengambil sejenak CV bermap itu dan melihat-lihatnya sejenak, "hm, papa."

"Nesh."

"Ya?"

Afiqah menggeleng bingung sendiri, "boleh aku jujur?"

Ganesha mengangguk sekali, "bisakah kita coba sekali lagi? Aku yakin kali ini aku bisa....cintai aku Nesh, Anye...kamu tau sendiri, dia udah punya Ibas. Antara kamu dan Anye sudah selesai..."

Namun Ganesha tetap menggeleng, "yang ada nanti kamu yang sakit. Stop Fiqah, stop menyakiti diri sendiri, seperti saya."

Fiqah mendengus sumbang, perlahan tapi pasti, matanya mulai berkaca-kaca, "sshh, gila ya...ada tisu?" pintanya kini sudah menangis. Ganesha mengambil kotak tisu di dekat televisi dan menaruhnya di depan wanita itu.

"Segalanya udah aku coba loh, padahal. Tapi kamu memang kamu, yang susah banget buat jatuh cinta tapi sekalinya cinta sampe gob lok. Itu kata bang Dewa sama bang Lendra loh, tapi bener ternyata..." tawanya sumbang.

"Aku nyesel dulu kenapa harus sakit waktu kegiatan kampus, jadi Anye yang gantiin posisi aku. Aku nyesel ternyata baru tau kalo kalian kerjain proyek di rumah kating, iyaa kamu ..jadi mama kamu liatnya Anye, bukan aku."

"Kamu dan Anye sempat renggang?" tanya Ganesha.

Afiqah mengangguk kembali mengambil tisu, "dulu aku judge dia pagar makan tanaman. Aku cerita sama Anye aku suka kating cowok, kamu orangnya...tapi Anye...justru terima lamaran kamu sama mamamu." jedanya.

"Anye berusaha buat minta maaf, tapi aku milih pergi bersama emosiku, tanpa mau denger penjelasan Anye...aku sumpahin nasib Anye kaya orangtuanya, emang jahat banget aku..." akui Afiqah.

.

.

.

.

1
Iccha Risa
jgn sampe ya mom kejadian terburuk... tawaran yg baik, yok menepi dulu
Wandi Fajar Ekoprasetyo
ga bisa menangin hati ghanes .....malah fitnah anye....dasar Afika ....nyadar diri doooong
Khaira Yunizar
sepertinya iban ya pelaku nya
sweet escape
Oeemjiii astoge dragon si ibassss? Astagaahh aku terpukau dan terkecoh teteeeehhhhhhh
Fitria Syafei
waduh biang keroknya Ibas.... bukannya ceweknya.... 🙄 KK cantik terimakasih 🥰 terimakasih 😍
Rina Agustina
kamu salah mencari lawan bas/Proud/
murni ali
Omg bener main petak umpet yeee🤣🤣🤣🤣🤣😁
Semangattt terus mbak penulis sehat selalu 💪💪🙏🙏🌹🌹
sweet escape
🤣😂😂😂😂 icooot
sweet escape
Sadiiis 😂😂🤣🤣🤣🤣
sweet escape
Aku penisiriiiiin siapa
sweet escape
Ini emang bibit pejuang wkwkw si mars gelooo dan nekat
Mala yars
ibass dr awal aku dah notice ke dia, karena aku juga ngalamin hal kaya gini dulu walau beda jalur🤭, dan dulu aku rujuk balik sama mantan suami, sampai kemarin agustus status ku janda lagi tapi sekarang janda cerai mati, alfatihah untuk alm paksu😭😭
📌♏®️𝕯µɱσɳσՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
etdahhh licik baget si Ibas pantes Anye gak. ma sama dia mungkin filing juga. orangnya licik🤭
sweet escape
Hahaha sumpah icooooy
PuputMega Shelviana SuJanii
masa sih si abash, emang the cover g jamin sih😩 tp kog tega bgt😩
Shee_👚
bagus, jangan kasih peluang buat mereka kabur.
hajar aja ganesh
sweet escape
Ih asliiii dulu waktu ganesha d penjara kan y
Shee_👚
the power of orang berkuasa, hebat sekali dengan sekali gerakan semua lenyap tanpa sisa 🥳🥳🥳🥳🥰
hiro_yoshi74
luar biasa
Dinar Damayanti
kayanya Ibas deh kerja sama ame si Afika ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!