NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Naga Bumi: Jejak Darah Di Tanah Majapahit

Pendekar Pedang Naga Bumi: Jejak Darah Di Tanah Majapahit

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Ilmu Kanuragan / Penyelamat
Popularitas:411
Nilai: 5
Nama Author: Zaenal 1992

Lin Feng, pendekar tampan berilmu tinggi, menjadi buronan kekaisaran setelah difitnah membunuh seorang pejabat oleh Menteri Wei Zhong. Padahal, pembunuhan itu dilakukan Wei Zhong untuk melenyapkan bukti korupsi besar miliknya. Menjadi kambing hitam dalam konspirasi politik, Lin Feng melarikan diri melintasi samudra hingga ke jantung Kerajaan Majapahit.
​Di tanah Jawa, Lin Feng berusaha menyembunyikan identitasnya di bawah bayang-bayang kejayaan Wilwatikta. Namun, kaki tangan Wei Zhong terus memburunya hingga ke Nusantara. Kini, sang "Pedang Pualam" harus bertarung di negeri asing, memadukan ilmu pedang timur dengan kearifan lokal demi membersihkan namanya dan menuntut keadilan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaenal 1992, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perburuan tujuh pedang naga part 5

Asap hitam perlahan memudar di lereng Gunung Penanggungan, menyisakan keheningan yang mencekam. Jauh dari gubuk Ki Ageng, di sebuah teluk tersembunyi yang dilingkupi tebing karang terjal di pesisir utara, ketujuh sosok itu muncul dari balik bayang-bayang.

​Mereka kembali ke tempat persembunyian sementara sebuah gua besar yang hanya bisa diakses saat air laut surut. Di dalam gua yang remang-remang, hanya diterangi oleh satu obor kecil, hawa dingin terasa menusuk tulang.

​Luka Sang Pemimpin

​Minamoto no Ryuichi duduk bersandar pada dinding batu. Ia telah melepas sisa-sisa topeng Menpo-nya yang hancur. Wajahnya pucat pasi, dan darah masih merembes dari sela-sela zirahnya akibat hantaman Getaran Inti Bumi milik Lin Feng. Di sampingnya, Pedang Yamata no Orochi tergeletak, masih mengeluarkan uap uap ungu yang mendesis pelan, seolah sedang meratapi kekalahannya.

​"Naga Bumi itu... jauh lebih kuat dari yang dilaporkan," desis Ryuichi dengan suara parau.

​Fujiwara no Shinobu, sang ahli racun, mendekat dengan gerakan gemulai namun mematikan. Ia mengeluarkan botol kecil berisi cairan hijau pekat untuk mengobati luka pemimpinnya. "Bukan hanya pedangnya, Ryuichi-sama. Tapi Pemuda Tiongkok itu didampingi oleh pendekar lokal yang memiliki ilmu batin tinggi dan seorang pemuda pesisir yang cukup merepotkan," ucapnya sambil melirik ke arah luar gua.

​Di sudut lain, Saito no Genji, sang ahli strategi, sedang membersihkan katana panjangnya dengan kain sutra. Matanya menatap tajam ke arah peta kasar tanah Majapahit yang ia buat.

"Kita kehilangan elemen kejutan. Sekarang seluruh pasukan Bhayangkara Majapahit dan pendekar di gunung itu akan lebih waspada," lapor Genji dingin.

​Hattori no Hanzo, sang pencari jejak, berdiri tegak di mulut gua, menyatu dengan kegelapan. "Aku masih bisa merasakan jejak energi pedang Naga Bumi dari sini. Selama ia berada di gunung itu, ia tidak akan bisa lari dariku."

​Sementara itu, Tachibana no Katsu yang brutal tampak tidak sabar, ia terus mengasah pedang gandanya hingga memercikkan api. "Kenapa kita harus menunggu? Biarkan aku kembali ke sana dan memenggal kepala mereka semua!"

​"Diam, Katsu!" bentak Date no Masamune. "Kau lihat sendiri bagaimana ledakan energi tadi. Kita butuh serangan kejutan yang lebih terencana."

​Kuroda no Ren, ninja pembunuh tercepat, hanya berdiri diam di langit-langit gua seperti kelelawar, matanya yang dingin terus mengawasi setiap pergerakan rekan-rekannya.

​Tiba-tiba, uap ungu dari pedang Orochi menebal. Suara desisan delapan kepala naga mulai memenuhi ruangan gua, membisikkan kegelapan langsung ke pikiran Ryuichi.

​"Orochi lapar..." bisik Ryuichi, matanya mendadak berubah menjadi merah menyala sesaat. "Ia ingin darah Naga Bumi. Ia memerintahkanku untuk tidak hanya mengambil pedangnya, tapi juga menghancurkan tanah yang melindunginya."

​Ryuichi menatap keenam rekannya. "Shinobu, siapkan racun yang bisa melumpuhkan seluruh desa di kaki gunung. Genji, buat rencana untuk memancing pendekar pemegang pisau itu menjauh dari Lin Feng. Kita akan menyerang lagi saat rembulan mencapai puncaknya tiga hari dari sekarang. Kali ini, tidak akan ada asap yang menyelamatkan mereka."

​Di dalam kegelapan gua itu, rencana jahat mulai disusun. Tujuh pendekar Jepang itu kini bukan lagi sekadar pemburu pusaka, melainkan pembawa bencana yang siap menelan kedamaian bumi Majapahit demi ambisi mengumpulkan tujuh pedang naga dunia.

1
anggita
like iklan👍👆 moga novelnya lancar jaya.
anggita
ilmu Tiongkok vs Nusantara Jawa🔥
anggita
ada cerita sejarahnya juga... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!