Cintanya, harga dirinya, dan ketulusannya, telah ia berikan pada pria itu, dan bahkan sampai rela tidak menginginkan, James Sebastian, tunangan yang di jodohkan Ibunya kepadanya.
Tapi, apa yang ia dapat? Eleanor Benjamin, di tinggalkan pria itu, Richard Marvin, saat mereka akan melangsungkan pernikahan, demi wanita lain!
Hingga sebuah mobil menabraknya, dan ia meregang nyawa, Richard tidak memperdulikannya!
Eleanor berharap, seandainya ada kesempatan kedua untuknya! ia akan mendengarkan Ibunya. Dan membalikkan keadaan! membalas apa yang ia rasakan pada Ricard.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 4.
Saat Ricard akan membuka pintu mobil, ponselnya tiba-tiba bergetar. Ia pun segera mengangkat ponselnya, begitu melihat nama pada layar ponsel.
"Richard, kamu segera datang ke kantor sekarang! saham kita anjlok!" terdengar suara seorang pria dari dalam ponselnya.
"Apa? aku segera datang!!"
Dengan panik Richard mematikan ponsel, dan bergegas masuk ke dalam mobil. Setelah mobil meluncur di jalan menuju kantor, ia menghubungi ponsel Eleanor.
Panggilannya tidak di angkat Eleanor. Ia mencoba lagi sampai Eleanor mengangkat panggilannya, dan di panggilan ke sepuluh saat akan sampai dekat kantornya, barulah Eleanor mengangkat panggilannya.
"Kemana saja kamu! kenapa lama sekali mengangkat panggilanku?!" Richard karena tidak sabaran, berteriak pada Eleanor dalam ponsel.
"Urusan apa kamu mencari ku? bukankah kamu sibuk mengurus kekasihmu? biasanya kamu tidak ada waktu menelepon ku!" jawab Eleanor dengan nada setenang mungkin.
"Apa maksud mu? Eleanor! aku sudah berapa kali katakan padamu, aku dan Melanie tidak memiliki hubungan apa pun!!" nada suara Richard semakin naik.
"Itu katamu, tidak dengan kata Melanie! kamu sudah dia anggap sebagai calon suaminya!" kata Eleanor masih dengan nada yang begitu tenang.
"Eleanor! jangan percaya apa yang di katakan orang! itu fitnah! aku hanya menganggap Melanie sebagai adik, Ibunya memberi wasiat padaku, untuk selalu memperhatikan Melanie, dan menjaganya sebagai adik!"
"Huh! kamu pikir siapa memangnya yang menyebarkan, kalau bukan kekasih mu yang paling kamu perhatikan itu, sebaiknya kamu menikah dengan nya, agar dapat menjaganya siang dan malam!"
"Eleanor! kamu terlalu cemburu! percuma aku jelaskan padamu, sekarang aku ada urusan di kantor, lusa kita melangsungkan pernikahan kita yang tertunda! Aku akan mengirimkan gaun pengantin baru untukmu, mengganti gaun pengantin yang gagal hari ini!"
Richard kemudian mematikan ponselnya, karena ia sudah sampai di kantornya.
Sementara Eleanor, mendengus dingin menatap ponselnya. Sedikit pun ia tidak senang mendengar apa yang di katakan Richard.
"Pernikahan? cih! tidak ada pernikahan di antara kita! menikah saja dengan teman masa kecil mu itu! agar kalian tidak pernah berjauhan lagi!"
Eleanor tersenyum acuh tak acuh. Ia sudah tidak punya rasa lagi pada Richard, setelah ia mati di tabrak mobil.
Ting!
Sebuah pesan masuk ke ponselnya, dengan sedikit malas ia memeriksa pesan yang masuk. Dan ia tersenyum miring begitu melihat pesan tersebut.
'Lihat! Richard sangat perhatian padaku! dia membelikan tas yang sangat kuinginkan! kemarin kami jalan ke mall, dan aku melihat tas ini, dan minta di belikan sama Richard, akhirnya.. hari ini dia membelikannya untuk ku'
"Cih! ternyata tas yang di sukai teman masa kecilnya, yang di berikan padaku, untung aku pintar mengembalikan tas itu kepada pemilik yang sebenarnya!" dengus Eleanor dingin.
Eleanor kemudian menekan nomor ponsel Ibunya, ia harus segera pulang ke ibu kota, tidak ingin berlama-lama lagi di kota kelahiran Richard.
"Ma!" panggil Eleanor dengan hati-hati. Sebelumnya ia dan Ibunya sempat bertengkar, karena tidak ingin di jodohkan.
Ia sampai berteriak pada Ibunya, dan bicara dengan kasar, tidak menginginkan perjodohan yang di atur oleh Ibunya.
"A.. aku minta maaf pada Mama sudah kasar sebelumnya, a.. aku tadi sudah merenungkan kesalahan ku, dan.. aku memutuskan, bersedia menikah dengan pria pilihan Mama!" nada suara Eleanor terdengar gugup.
"Benarkah?!" terdengar suara Ibu Eleanor terkejut mendengar apa yang di katakan Eleanor, "Apa Mama tidak salah dengar, Eleanor??"
"Mama tidak salah dengar, aku akan pulang besok, setelah aku mengurus pengunduran diri ku!"
"Bagus! Mama senang sekali mendengarnya, nak! Mama menunggu mu!"
Eleanor tersenyum lega setelah bicara dengan Ibunya. Sebelumnya Ibunya sudah memperingatinya, agar tidak memilih Richard. Tapi ia tidak mendengarkan Ibunya.
Sikap Richard selama kuliah sangat perhatian padanya, membuat ia jatuh cinta pada Richard. Dan hubungan mereka begitu romantis selama berpacaran.
Hingga mereka tamat kuliah, dan mendapatkan pekerjaan, mereka selalu harmonis. Hingga muncul Melanie di antara mereka, sikap Richard langsung berubah.
Kalau Melanie membutuhkan Richard, Melanie akan membuat drama, agar Richard segera datang padanya.
Dan Richard yang menaruh perhatian berlebihan pada Melanie, langsung percaya apa yang setiap Melanie katakan pada Richard.
Setelah ia mengalami kecelakaan mobil, barulah ia tahu seperti apa sikap Richard padanya. Sedikit pun Richard tidak tergerak untuk menunjukkan rasa peduli padanya.
Bersambung.....