NovelToon NovelToon
Immortality Through Suffering 2

Immortality Through Suffering 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi Timur / Action / Fantasi / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Setelah membunuh Liu Sheng,pembunuh orang tuanya, Xu Hao justru menemukan teka-teki yang lebih besar: segel mematikan pada jiwa Liu Sheng. Segel serupa juga ia temukan pada musuh-musuh tingkat tingginya. Segala petunjuk mengarah ke Dataran Tengah, tempat asal Klan Xu yang perkasa. Dengan bakat aslinya yang dicuri, orang tuanya yang difitnah sebagai pengkhianat, dan pengusiran kejam dari klan, Xu Hao kini menyamar memasuki dunia yang jauh lebih berbahaya. Di sana, sebagai murid baru di Sekte Gunung Jati dengan identitas palsu, ia harus menyelidiki konspirasi gelap di balik pembunuhan keluarganya, menghindari deteksi kerabatnya sendiri yang mungkin adalah dalangnya, dan membangun kekuatan dari nol di tanah di mana Dao Awakening-nya saja hampir tak berarti. Siapa sebenarnya "Tuan dari Atas" yang memasang segel itu? Dan bisakah Xu Hao membalas dendam tanpa mengungkapkan identitas aslinya yang akan membuatnya jadi buruan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengungkap Kabut di Balik Lukisan Gunung

"Baik Tetua." Kata Xu Hao pelan, kemudian mulai menceritakan dari awal hingga ia kembali kesini.

Tetua Hong terdiam sangat lama setelah Xu Hao selesai bercerita. Udara di ruang meditasi yang sempit itu terasa pekat, dipenuhi oleh beratnya kenangan dan rahasia yang terpendam puluhan tahun. Hanya suara napas mereka yang teratur, dan desir angin malam yang menyelinap melalui celah jendela, yang memecah kesunyian.

Akhirnya, Tetua Hong menghela napas panjang, suaranya terdengar seperti pintu kayu tua yang berderit. "Jadi... kau sudah melihatnya. Rekaman terakhir Tianmu."

"Ya," jawab Xu Hao, suaranya datar namun mengandung getaran halus. "Aku melihatnya di sebuah pondok di Wilayah Seribu Pulau, setelah pertarungan di arena bawah tanah. Batu itu hancur setelah pesannya selesai."

"Dan dia... dia menangis?" tanya Tetua Hong, matanya memandang kosong ke arah lukisan gunung di dinding.

"Ya. Dia menangis. Dia meminta maaf."

Tetua Hong menutup matanya, wajahnya berkerut oleh rasa sakit yang dalam. "Dia selalu... terlalu keras pada dirinya sendiri. Selalu menyalahkan diri untuk hal hal yang di luar kendalinya." Dia membuka mata lagi, kini berbinar basah. "Aku ingat saat dia pertama kali curhat padaku tentang adiknya, tentang keponakannya yang bakatnya dicuri. Wajahnya... penuh dengan kemarahan yang tak berdaya dan rasa bersalah yang menggerogoti."

Dia menatap Xu Hao. "Kau tahu, nak, dia mencoba. Dia benar benar mencoba melawan sistem di dalam Klan Xu. Tapi... klan itu seperti sebuah pohon raksasa yang akarnya sudah membusuk di dalam. Xu Tianlong mengendalikan segalanya. Para tetua lain hanya peduli pada kekuatan dan keuntungan mereka sendiri. Tianmu, dengan idealismenya, hanyalah sebatang ranting kecil yang mencoba melawan badai."

Xu Hao mengangguk pelan. "Dia menyebutkan tempat. 'Di bawah laut ada dunia. Tempat di mana pelangi bisa disentuh secara fisik.' Dan sebuah pedang hitam sederhana. Apa kau tahu tentang itu, Tetua?"

Tetua Hong tidak langsung menjawab. Dia berdiri, dengan langkah pelan dan agak tertatih karena luka lamanya, mendekati lukisan gunung di dinding. Itu adalah lukisan tua, kertasnya sudah menguning, bingkainya kayu sederhana. Lukisan itu menggambarkan sebuah pemandangan pegunungan yang megah dengan awan awan di lerengnya. Tapi ada yang aneh. Di bagian bawah lukisan, hampir tersembunyi di balik goresan cat pepohonan dan bebatuan, ada sekumpulan garis garis biru dan hijau yang membentuk gelombang gelombang samar. Seperti... ombak laut.

"Lukisan ini," kata Tetua Hong, suaranya berbisik, "adalah hadiah perpisahan Tianmu untukku, sebelum dia... sebelum dia menghilang."

Dia mengangkat tangannya, jari jarinya yang keriput menyentuh permukaan lukisan itu dengan lembut, seolah olah menyentuh kenangan yang rapuh. "Dia memberikannya padaku saat malam terakhir kami bertemu, sekitar lima belas tahun yang lalu. Dia bilang, 'Hong, simpan ini. Jika suatu hari nanti, keponakanku datang mencarimu, dan jika dia sudah cukup kuat... tunjukkan padanya rahasia di balik gunung dan laut ini.'"

Xu Hao berdiri, mendekat. Matanya menyapu setiap detail lukisan itu. "Ada rahasia di balik lukisan ini?"

"Mungkin." Tetua Hong menarik tangannya. "Dia tidak pernah menjelaskan secara langsung. Tapi dia bilang... kuncinya adalah darah. Darah dari garis keturunannya." Dia menoleh ke Xu Hao. "Dan kau memiliki darah yang sama dengannya. Cobalah."

Xu Hao mengamati lukisan itu lagi. Darah. Pamannya selalu berbicara tentang darah dan garis keturunan. Dia mengangkat tangannya, melihat telapaknya. Lalu, tanpa ragu, dia menggoreskan ujung jarinya dengan Qi tajam. Setetes darah segar menetes. Dengan hati hati, dia menempelkan telapak tangannya yang berdarah itu ke tengah lukisan, tepat di persimpangan gambar gunung dan gelombang samar di bawahnya.

Untuk beberapa saat, tidak ada yang terjadi.

Lalu, tetesan darah itu seperti diserap oleh kertas lukisan. Darah itu menyebar, bukan merusak, tapi seperti tinta yang hidup, merambat mengikuti pola pola tersembunyi di dalam cat. Garis garis biru dan hijau yang samar tiba tiba bersinar dengan cahaya keemasan lemah. Seluruh lukisan bergetar halus.

Dan kemudian, dari permukaan lukisan, cahaya cahaya kecil mulai bermunculan, membentuk proyeksi tiga dimensi miniatur di udara di depan mereka. Bukan rekaman seperti batu ingatan, tapi sebuah... peta.

Peta itu menunjukkan sebuah wilayah lautan luas, dengan pulau pulau kecil yang tersebar. Di tengah tengah lautan itu, ada sebuah lingkaran konsentris yang aneh, seperti pusaran air raksasa. Dan di sekitar pusaran itu, tergambar beberapa garis melengkung berwarna warni yang tampak padat. Pelangi.

"Lautan Tanpa Nama," gumam Tetua Hong, matanya membelalak. "Ini... ini adalah bagian dari Lautan Tanpa Nama di perbatasan timur Dataran Tengah! Tempat yang sangat berbahaya, penuh dengan badai energi liar dan monster laut purba."

Xu Hao memperhatikan pusaran air di peta itu. "Dan di sini? Di pusat pusaran ini?"

"Itu pasti maksudnya 'di bawah laut ada dunia'. Tapi... bagaimana caranya masuk? Lautan Tanpa Nama bukan tempat yang bisa dijelajahi sembarangan. Bahkan kultivator Void Fusion sekalipun bisa tersapu oleh badai energi atau dimakan oleh monster yang bersembunyi di kedalaman."

Xu Hao mengamati peta itu lebih dekat. Di sekitar gambar pusaran, ada simbol simbol kecil yang aneh, bukan tulisan biasa. Itu adalah pola pola geometris yang kompleks, hampir sama dengan formasi pelompat.

"Ini... ini adalah diagram formasi. Formasi tingkat tinggi."

"Kau bisa membacanya?" tanya Tetua Hong terkejut.

"Sedikit. Dari warisan yang kudapat," jawab Xu Hao samar. Dia memang sudah memahami ini dari bibinya, namun karena saat itu terburu-buru jadi prosesnya sangat kasar.

Mereka berdiam lagi, memandangi peta yang berputar pelan di udara. Cahaya keemasannya menerangi wajah mereka yang serius.

"Tapi ini belum menjawab semuanya," kata Xu Hao akhirnya. "Di dalam dunia bawah laut itu, ada pedang hitam yang harus dicabut. Dan ada paman Tianmu, atau setidaknya petunjuk tentang di mana dia berada sekarang. Tapi... kenapa? Kenapa dia menyembunyikan segala sesuatu dengan rumit seperti ini? Kenapa tidak langsung memberitahuku di mana dia berada?"

Tetua Hong menghela napas, duduk kembali di bantal meditasinya dengan tubuh yang terlihat lebih bungkuk. "Karena, nak, Tianmu bukan hanya berurusan dengan musuh di luar. Dia berurusan dengan musuh di dalam dirinya sendiri, dan musuh yang mungkin mendengar atau melihat segalanya."

"Apa pamanku takut diintai?"

"Bukan hanya diintai." Tetua Hong menatap Xu Hao dengan mata penuh arti. "Klan Xu, terutama Xu Tianlong, punya akses ke teknik teknik yang mengerikan. Ada teknik membaca pikiran dari jarak jauh melalui ikatan darah. Ada teknik melacak mimpi. Ada bahkan teknik meramal yang bisa mengintip masa depan samar samar. Dengan menyembunyikan informasinya dalam lapisan lapisan seperti ini, dengan hanya memberikan petunjuk visual dan metafora, dia membuatnya lebih sulit untuk dijarah oleh teknik teknik itu."

Xu Hao mengangguk, mulai memahami. "Jadi pesan dalam batu ingatan, lukisan yang membutuhkan darah... semuanya adalah lapisan keamanan."

"Tepat. Dan itu berarti..." Tetua Hong bersandar ke depan, suaranya semakin rendah, "bahwa apa yang dia hadapi, atau apa yang dia takuti, jauh lebih menakutkan dari sekadar Xu Tianlong atau Xu Tengshi. Ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang membuatnya harus bersembunyi sedalam itu."

Pikiran Xu Hao berputar cepat. Ingatannya kembali ke pesan pamannya.

"... menggunakan teknik segel dari Sekte Immortal."

Dan juga peringatan untuk tidak melawan Klan Xu. Mungkinkah ada keterlibatan kekuatan lain di balik semua ini? Sekte Immortal adalah salah satu sekte terkuat di Dataran Tengah. Apa hubungan mereka dengan Klan Xu? Apakah mereka sekutu? Atau apakah mereka adalah dalang di balik layar?

"Tetua," kata Xu Hao tiba tiba. "Apa yang tetua tahu tentang Sekte Immortal? Dan hubungan mereka dengan Klan Xu?"

Tetua Hong mengernyit, berpikir sejenak. "Sekte Immortal... mereka adalah kekuatan yang sangat tua, bahkan lebih tua dari Klan Xu. Mereka mengklaim sebagai pewaris sejati jalan kultivasi kuno, dan mereka sangat tertutup. Hubungan mereka dengan Klan Xu... rumit. Secara resmi, mereka adalah sekutu, sering bertukar murid dan sumber daya. Tapi ada desas desus... hanya desas desus, ya... bahwa hubungan itu lebih dalam. Bahwa para pemimpin tertinggi kedua kekuatan itu terikat oleh sumpah darah atau perjanjian kuno."

"Dan teknik segel mereka? Seberapa kuat?"

"Sangat kuat. Konon, teknik segel Sekte Immortal bisa mengunci bahkan alam semesta kecil, atau memisahkan jiwa dari tubuh untuk selamanya. Kenapa kau bertanya?"

"Dalam pesannya, paman mengatakan bahwa orang di balik pembunuh orang tuaku... menggunakan teknik segel dari Sekte Immortal."

Wajah Tetua Hong menjadi pucat. "Itu... itu sangat serius. Jika Sekte Immortal terlibat langsung... maka ini bukan lagi sekadar perselisihan internal Klan Xu. Ini bisa menjadi konspirasi tingkat tertinggi di Dataran Tengah." Dia menggenggam jubahnya dengan erat. "Nak, ini... ini jauh lebih berbahaya dari yang kukira. Mungkin... mungkin kau harus mempertimbangkan lagi untuk meneruskan ini."

Xu Hao menggeleng, tekadnya tak tergoyahkan. "Tidak, Tetua. Justru ini membuatku lebih yakin. Jika musuh musuhku begitu kuat dan terhubung, maka mereka pasti memiliki alasan yang sangat besar untuk melakukan semua ini. Alasan yang berkaitan dengan bakatku, dengan darahku. Aku harus tahu kebenarannya. Dan aku harus menghentikan mereka, sebelum mereka melakukan hal yang sama pada orang lain, atau sebelum mereka mencapai tujuan gelap mereka sepenuhnya."

Dia berdiri, berjalan mendekati jendela, memandang keluar ke pegunungan yang gelap. "Aku akan pergi ke Lautan Tanpa Nama. Aku akan menemukan formasi pelompat itu, dan masuk ke dunia di bawah laut. Aku akan mencari pedang hitam itu. Dan aku akan mencari tahu di mana paman Tianmu sekarang."

"Tapi nak, kau butuh persiapan! Lautan Tanpa Nama bukan tempat main main! Dan formasi pelompat itu... butuh energi yang besar! Dari mana kau akan dapatkan?"

Xu Hao menoleh, senyum tipis yang dingin muncul di bibirnya. "Aku punya seribu kristal hukum tingkat tinggi dari kemenanganku di Sarang Naga Patah. Itu harus cukup untuk mengaktifkan formasi. Dan untuk persiapan... aku akan tinggal di sini sebentar, Tetua. Aku akan membantu memperkuat pertahanan sekte, sebagai balasan atas bantuan dan risikomu. Dan aku juga butuh mempelajari peta ini lebih detail, memahami diagram formasinya."

Tetua Hong melihat tekad baja di mata pemuda itu. Dia tahu tidak bisa menghentikannya. Dia menghela napas, lalu mengangguk perlahan. "Baik. Tapi kau harus berjanji padaku satu hal."

"Apa itu?"

"Jangan gegabah. Pelajari dengan seksama. Persiapkan segalanya. Dan... jaga dirimu. Tianmu sudah kehilangan adiknya. Aku tidak ingin dia kehilangan keponakannya juga, dan aku... aku tidak ingin kehilangan seorang pemuda yang memberiku harapan lagi."

Xu Hao membungkuk dengan hormat. "Aku berjanji, Tetua. Aku akan berhati hati."

"Bagus." Tetua Hong berdiri, mendekati lukisan yang masih memancarkan peta. "Lukisan ini... simpanlah. Darahmu sudah membuka rahasianya, dan sekarang hanya kau yang bisa mengaktifkannya lagi."

Tetua Hong menyerahkan lukisan itu pada Xu Hao. "Ini milikmu sekarang. Warisan dari pamannmu."

Xu Hao menerimanya, merasakan beratnya yang lebih dari sekadar kayu dan kertas. Ini adalah sebuah tanggung jawab, sebuah petunjuk, dan sebuah harapan.

"Terima kasih, Tetua."

"Tidak usah berterima kasih."

Tetua Hong kemudian mendekati pintu.

"Baik, Haosu." Tetua Hong membuka pintu. "Selamat datang kembali ke Sekte Gunung Jati. Mari kita siapkan perjalananmu yang akan datang."

Mereka keluar dari ruangan, meninggalkan kesunyian di belakang. Di luar, fajar sudah mulai merekah, menerangi puncak puncak gunung dengan cahaya jingga lembut. Perjalanan Xu Hao memasuki babak baru. Dari arena kotor di pulau pulau terapung, kini dia menuju ke lautan berbahaya di perbatasan dunia, untuk mencari dunia tersembunyi di bawah gelombang, sebuah pedang legenda, dan kebenaran tentang nasib pamannya.

1
Sarip Hidayat
waaah jadi gitu
Dragon🐉 gate🐉
Mayan... dpt 2 jiwa lg...lanjuuuttt panen
Dragon🐉 gate🐉
lah, pantas paket gw gak Dateng",sejak kapan si Arif jd prajurit, ikut perang pula ?? 🤔 rif.. paket gw loe sangkutin di mana ?.. 😂
Dragon🐉 gate🐉: waduh... si Arif kang paket side jobnya ngeri,jd asasin🤣
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
Qingtian gege~/Kiss/🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉
woooaaaahhh..... 😎 Kereeennn.... mana nasi tumpeng sm bubur merah putihnya 🍚🎂
Dragon🐉 gate🐉: sipp, jangan lupa sambel goreng ati,sm kering ikan teri,krupuk udang 1 toples gede😂
total 2 replies
Agus Rose
ok.
up up up
YAKARO: Terimakasih bro🙏
total 3 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor... kl boleh gw ada saran nama buat si kadal biru.. Lan Long( naga biru) / Lan se shandian long (naga petir biru) itu versi serius kl versi lawaknya Aoman de xiyi( kadal sombong)🤣
Dragon🐉 gate🐉: manttaaafff👍
total 2 replies
qwenqen
mantap👍👍👍💪💪💪💪💪
OldMan
neng ratu calon bini juga kahh🤣🤣🤣
Agus Rose
Di tunggu up nya lagi,seperti kemarin yg banyak.
OldMan
mantapp bangetttt ..daratan tengah ini apakah pulau jawa🤣🤣🤣
YAKARO: Mungkin🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
terjawab sudah ..👍
YAKARO: Mantap👍
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
loh... neng Sari nyasar kesini ternyata,pantesan di cariin di kios angkringan kok gak ada... Balik Neng, bahaya disini bukan tempatmu🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉: aaiih... ngeri🤣
total 6 replies
OldMan
mantaap thorrr 💪💪💪💪
Dragon🐉 gate🐉
sekilas.. knp Xu Hao gak bunuh Bai Feng pdhl mampu, tp mungkin ada bbrp alasan, 1 biar gak ngebuka samaran di dpn anbu ratu Du Yan, 2 setiap anggota Klan pasti punya 'GpS' kl mereka mati biasanya bakal ketahuan siapa yg membunuh mereka🤔
YAKARO: itu bener banget, malah kalau keliatan semuanya jadi agak hambar/Hammer/
total 3 replies
OldMan
mataappp Thor ..mulai banteiii
Dragon🐉 gate🐉
sial!! mari kita mulai Pestanya....
Dragon🐉 gate🐉: /Toasted/
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
yeeaayy... panen lagi kita,kali ini panen besar...😈
YAKARO: Gass srudukkk💪💪
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aroma Rivalitas yg kental dr Mo Xin...🤔
YAKARO: Mungkin saja🧐
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
kau pun sama woy😂
Dragon🐉 gate🐉: anti dia🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!