Hidup ku hancur setelah di jual oleh ayahku pada seorang pria tua yang tidak aku kenal. Nama ku Alexsa Camellia usia ku masih cukup belia, 18 tahun. Di mana harusnya aku masih menginjak bangku sekolah dan bermain dengan teman teman sebaya ku. Namun mimpi buruk itu datang saat ibu ku meninggal dan aku harus bertemu dengan orang yang sudah menelantarkan ku sejak kecil, kedatangan nya bukan untuk menolong ku tapi mengingat kan pertukaran diriku dengan sejumlah uang.
Malam itu aku bertemu dengan seorang pria yang menolong ku saat aku berusaha kabur dari kejaran nya, pria itu memukul habis pria tua tidak tahu diri itu dan membawa ku pergi dari sana. Aku merasa aman tapi perasaan ku tetap waspada karena aku tidak mengenal pria itu, bisa saja dia lebih jahat dari ayah ku sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajani Wuhhgy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
I Love You
Beberapa bulan telah berlalu hubungan Alexsa dan Sam semakin dekat tanpa ada jarak, gadis itu mulai memahami arti sebuah kasih sayang dan cinta yang sesungguhnya. Meski hubungan mereka begitu rahasia dan ada rasa bersalah pada diri Alexsa telah menghianati Natasya istri Sam tapi perasaan itu terus tumbuh semakin besar.
Sedangkan Arkhana juga terlihat jauh lebih baik sejak kepulangannya dari Singapura.
" Ale.. " Sapaan hangat Arkhana pada Alexsa. Gadis berbalik menatap pria yang beberapa bulan belakangan ini cukup dekat dengan nya.
" Hemz, ada apa kak?. " Laras meminta Alexsa untuk memanggil kedua anak laki-laki nya dengan sebutan kakak karena dia fikir itu Jauh lebih baik dari pada memanggil mereka dengan sebutan formal.
" Ada sesuatu yang ingin ku katakan. " Alexsa yang sedang membuat kopi untuk nya kemudian berbalik menatap Arkhana.
" Bicara sesuatu tentang apa, kok kayak serius?. "
Arkhana memegang kedua tangan Alexsa membuat gadis itu semakin bingung
" Aku suka sama Ale, yaa walaupun kita beda usia cukup jauh tapi perasaan itu tidak bisa aku bendung terlalu lama Ale. Kamu mau jadi kekasih ku?. " Alexsa begitu terkejut mendengar ucapan Arkhana dan reflek langsung menarik tangannya dari ganggaman Arkhana.
" Maaf kak Alexsa harus pergi, bik Dari ya pasti menunggu Alexsa. " Gadis itu hendak pergi namun Arkhana langsung menghentikan nya memojokkan gadis itu di meja dapur hingga membuat nya tidak bisa pergi.
Jarak mereka begitu deket
" Kenapa Ale, apa kamu memiliki kekasih atau kamu menyukai orang lain?. " Alexsa menggeleng
" Bukan... bukan seperti itu kak, kitaa maksud aku hubungan kita ini rumit bagaimana bisa kak Arkhana suka sama orang seperti aku?. Sedangkan di luar sana banyak wanita wanita cantik dengan setatus keluarga baik bahkan memohon untuk jadi istri kakak. " Arkhana tersenyum.
" Jadi hanya karena setatus Ale, dengar mami tidak pernah memikirkan sebuah setatus apapun itu mami bukan tipe orang tua yang kolot yang harus memiliki menantu sempurna. Lagian mami begitu sayang sama kamu jadi cukup muda untuk hubungan kita kan?. " Alexsa kehabisan kata kata dia menolak Arkhana karena dia mencintai Sam kakak nya tapi dia tidak bisa memberitahu Arkhana tentang itu.
Alexsa tetap diam memikirkan jawaban yang baik agar hubungan mereka juga tetap terjaga dengan baik, dia tidak enak hati jika harus menyaki Arkhana. Pria itu cukup baik sejak kedatangan nya beberapa bulan lalu, meski dia sering mengganggu Alexsa tidak di sangka jika mereka sekarang begitu deket.
" Beri Alexsa waktu kak, Alexsa akan memikirkan nya dulu. " Gumam Alexsa pelan. Arkhana mendekat wajahnya ke arah wajah Alexsa menghirup lembut aroma manis dari tubuh gadis itu yang selalu menjadi candu untuk nya.
Arkhana menyentuh wajah Alexsa membawa kembali menatap wajahnya. Mata nya tak henti menatap bibir merah muda ramun milik Alexsa, perlahan Arkhana mendekat kan wajahnya menuju bibir Alexsa namun Sam yang baru pulang tekejut dengan pemandangan di depannya itu terlihat kesal dan marah.
" Arkha.. " Pekik Sam membuat Alexsa mendorong tubuh besar Arkhana menjauh dari nya. Tatapan tajam Sam mengunci gadis itu yang terlihat bingung dengan keadaan sekarang.
" Sedang apa kalian?. " Ucap Sam melepaskan dasi dan jas hitam nya.
" Nothing.. " Arkhana pergi berlalu. Namun sebelum dia pergi dia berisik pelan di telinga Alexsa menunggu dengan pasti jawaban gadis itu semabri mata nya terus tertuju pada Sam yang diam. Arkhana mengecup singkat pucuk kepala Alexsa membuat gadis itu terkejut.
" Kak.. " Arkhana tertawa melihat Alexsa yang terkejut dengan apa yang dia lakukan.
Alexsa merasa bergitu canggung melihat kedatangan Sam.
" Kak Sam mau minum atau makan?. " Gumam Alexsa pelan.
Sam berjalan ke arah gadis itu dan berbisik.
" Aku mau Alexsa, temui aku di kamar ku sekarang. " Bisik Sam pelan membuat bulu kudu Alexsa meremang.
Sam pergi meninggalkan gadis itu yang menatap segelas kopi yang belum tersentuh oleh Arkhana.
***
Arkhana pergi menaiki motor besar milik nya yang dia beli beberapa waktu lalu.
" Kenapa tatapan kak Sam seperti berbeda saat melihat Alexsa?. " Batin Arkhana merasa heran dengan tingkah sang kakak.
Hari ini Arkhana akan bertemu dengan Seno untuk membicarakan tentang Sam yang cukup privasi. Mereka berjanji bertemu di sebuah cafe di dekat rumah Wijaya dan tak lama Arkhana pun tiba.
Seno pria itu terkejut saat Arkhana meminta nya untuk bertemu dan ingin bertanya banyak hal tentang Sam. Pria itu sedang sibuk dengan laptop yang sengaja dia bawa sembari menunggu kedatangan Arkhana.
" Seno.. " Panggil Sam pada Seno yang seumuran dengan kakaknya itu.
" Pak Arkhana.. "
" Tidak perlu terlalu format, saya bukan Sam harus di panggil dengan formal. " Ucap Arkhana langsung duduk. terlihat kopi panas sudah tersaji di sana sedang kopi Seno sudah berkurang.
" Jadi apa yang akan kita bahas hari ini?. "
" Pernikahan kak Sam?. " Ucap Arkhana seketika langsung membuat Seno terkejut.
" Memang nya ada dengan pernikahan itu?. " Arkhana menyesap kopi nya pelan.
" Apa mereka baik baik saja dan apa mereka benar-benar masih berhubungan?. Maksudku apa Natasya.. " Ucapan Arkhana terhenti sungguh begitu menyakiti saat membicarakan wanita itu. Sejak kepulangannya dari Singapura Natasya belum kembali ke rumah sama sekali.
Seno begitu tahu kenapa Arkhana terdiam saat menyebutkan nama wanita yang sudah di nikahi sang kakak 5 tahun lalu, Seno menghela nafas pelan sembari menutup laptop nya pelan.
" Apa anda masih mencari nya?. Bukan ini sudah lebih dari 5 tahun dan anda masih memiliki perasaan itu pada bu Natasya, dengar hubungan mereka cukup baik pak Sam tidak pernah mempersulit hidup wanita itu dia hidup bebas sesuatu keinginan nya dan saya rasa mereka cukup bahagia. " Arkhana tersenyum kecut.
" Kamu benar bagaimana dia tidak bahagia kak Sam memberikan semua nya untuk nya menguasahakan apapun kebahagiaan nya, harusnya aku tidak bertanya tentang ini semua. "
" Tapi.. "
" Tapi apa Seno?. "
" Hubungan mereka memang baik baik saja namun seperti bu Natasya masih memiliki banyak beban dalam hatinya, bukti nya dia lebih suka pergi jauh jarang pulang dan bahkan saat pak Sam memiliki wanita untuk dia tiduri pun bu Natasya tidak menghiraukan nya. "
Arkhana tercengang
" Hubungan mereka itu rumit, beberapa kali nyonya Laras meminta agar mereka cepat memiliki seorang anak agar hubungan mereka lebih baik . Namun bu Natasya selalu menolak dan pak Sam tidak pernah menegurnya.. "
" Apa dia masih mencintai ku?. " Batin Arkhana.
" Alexsa?. " Tiba tiba Arkhana ingin tahu hubungan antara Sam dan Alexsa yang terlihat begitu deket.
" Saya kurang paham tentang hubungan mereka, tapi seperti yang terlihat mereka cukup deket dan pak Sam terkadang lebih sering menghabiskan waktu bersama nya. Mungkin pak Sam butuh teman yang mau mendengar kelu kesah nya dan Alexsa adalah pendengar yang baik. "
" Hanya itu saja tidak ada hubungan spesial antar mereka berdua, sejak kedatangan Alexsa di rumah ini?. " Seno tertawa mendengar ucapan Arkhana.
" Tentu saja tidak ada Arkhana, bagaimana bisa pak Sam merusak gadis sepolos itu. Saya rasa pak Sam hanya kasihan dan iba padanya itu saja tidak ada perasaan yang timbul, adapun itu pasti perasaan sayang seorang kakak kepada adik perempuan nya. Memang nya ada apa kenapa tiba-tiba anda bertanya tentang hal seperti itu?. "
Arkhana terdiam dia juga bingung kenapa dia bertanya hal seperti itu.
" Entah lah, aku merasa mereka terlalu deket. Tatapan mata kam Sam seperti tatapan yang sulit di artikan. " Seno diam dia juga pernah berfikir jika mereka memiliki hubungan lebih namun Seno tidak berani membicarakan itu karena pada akhirnya akan membuat skandal yang cukup besar di keluarga itu sendiri.