NovelToon NovelToon
My Big Boy

My Big Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Posesif
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nyai Nung

(Bukan Novel yang awalnya benci jadi cinta ya, alur sesuai imajinasi Mimin)

Rania, seorang perantau dari Indonesia, datang ke negeri asing hanya untuk bertahan hidup. Ia tidak pernah menyangka langkah nekatnya akan mempertemukannya dengan Marco seorang mafia besar, dingin, berbahaya, dan bucin tingkat dewa.
Pertemuan mereka menyeret Rania ke dunia gelap penuh kekuasaan, obsesi, dan perlindungan berlebihan. Cinta yang salah, pria yang salah... tapi terlalu sulit untuk ditolak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyai Nung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu pantas mendapatkan nya.

Anna yang sudah terlanjur gemas pada Cantika berdiri hendak mengambil nya dari pelukan ayah mertua nya namun tak disangka Moretti malah menahan tubuh kecil itu dipangkuan nya dan menatap tajam Anna.

"Ayah bukankah ini tidak adil, kau mau memonopoli gadis imut ini sendiri, dia cucuku loh" ujar Anna masih mencoba untuk menggendong Cantika.

"Dia juga cicitku, lagi pula dia sendiri yang naik ke pangkuan ku" ujar Moretti dingin dan arogan padahal dia tidak ingin Cantika diambil dari nya.

"Sayangku, lihat ayah mu dia memonopoli cucu kita seorang diri" ujar Anna cemberut pada Suaminya Geon Moretti.

"Hey pak tua! lepaskan cucuku" ujar Geon hendak mengambil Cantika.

"Kau berani mengambil nya dari ku! Mau ku kirim kau ke Afrika hah!" ujar Moretti dingin menatap tajam putra bungsu nya itu dan seketika Geon kembali duduk.

"Sayangku aku tidak ingin ke Afrika" ujar Geon pada Anna.

Dion anak sulung Moretti terkekeh, ia beranjak dan tanpa bicara langsung mengambil Cantika dari ayah nya.

"Hei anak kurang ajar! Berani sekali kau! Mau ku kirim ke perbatasan hah! " ujar Moretti marah karna Cantika diambil dari nya.

"Diamlah pak tua, mau ku laporkan pada Mommy! "ujar Dion dingin.

Moretti langsung diam, seketika pria dingin dan tegas itu langsung bungkam saat ingin dilaporkan pada istrinya.

Rania yang sejak tadi diam memperhatikan kini tau satu fakta penting tentang keluarga Moretti ini. Para pria di keluarga Moretti ini sangat mencintai wanita yang menjadi istri mereka, bahkan bisa dibilang takut pada istri mereka.

Lalu Rania menoleh menatap Marco yang sedang berbicara dengan sepupunya.

"Pantas saja dia begitu lembut padaku" gumam Rania pelan yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.

"Vano, sini nak sama nenek" ujar Anna pada Vano sambil melambaikan tangan nya.

Vano bergerak menghampiri Anna. Anna tersenyum melihat Vano mendekat Anna langsung mengusap rambut Vano.

"Kamu tampan sekali" ujar Anna, Vano tetap diam karna Vano masih tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Anna, Vano hanya bisa bahasa Indonesia karna itu dia banyak diam.

 

Makan malam akhirnya siap kini meja makan besar itu sudah terisi penuh, Cantika kini masih menjadi rebutan ketiga pria Moretti itu, makan malam ini terlihat hidup dan penuh warna tidak seperti makan malam sebelum-sebelumnya yang diam dan hening.

Setelah makan malam keluar besar akhirnya pamit pulang namun Cantika dan Vano dibawa oleh Moretti untuk menginap dirumah keluarga utama awalnya Rania ragu untuk melepas anak-anaknya namun Marco menyakinkan nya bahwa mereka akan baik-baik saja.

Rania baru selesai mandi, ia keluar dari kamar mandi sudah memakai Daster favorit nya yang ia bawa dari Indonesia. Marco sedang duduk di sofa laptop dipangkuan nya ia sedang sibuk bekerja sampai ia melihat Rania keluar dengan memakai daster lusuh namun aneh nya malah terlihat seksi Dimata Marco.

Marco menutup laptopnya lalu meletakkan nya diatas meja.

"Sayang" panggil Marco.

Rania menoleh lalu mendekat. "Ada apa?" tanya nya.

Marco menarik tangan Rania sedikit kuat hingga Rania jatuh ke pangkuan nya, duduk mengangkangi nya.

"Ada apa?" Tanya Rania lagi.

Marco mengambil tangan Rania dan mencium telapak tangan istrinya.

"Apa yang dikatakan kakek tadi_"

"aku tau..." potong Rania cepat.

"Sekarang aku mengerti kenapa kau selalu lembut padaku, ternyata seluruh pria di keluarga Moretti menghormati istri mereka" lanjut Rania.

Marco tersenyum tipis. Tatapannya lembut, tidak lagi setajam biasanya saat berhadapan dengan dunia luar.

“Bukan hanya karena keluarga,” ucapnya pelan. “Aku lembut padamu karena kamu memang pantas diperlakukan seperti itu.” ujar Marco sambil menyelipkan rambut dibelakang telinga Rania.

Rania terdiam. Tangannya yang tadi masih berada dalam genggaman Marco kini bergetar halus. Ia menatap suaminya lekat-lekat, pria yang memaksa menikahi nya mencoba memastikan bahwa kata-kata itu bukan sekadar rayuan sesaat.

“Di keluarga Moretti,” lanjut Marco, suaranya lebih dalam, “perempuan bukan hanya istri. Mereka adalah kehormatan. Kakek selalu berpesan pada semua pria di keluarga Moretti, ‘Seorang pria boleh ditakuti dunia, tapi di rumah ia harus menjadi pelindung.’”

Rania tersenyum untuk pertama kalinya. “Dan kau? Ditakuti dunia juga?”

Marco mengangkat sebelah alisnya. “Kau tahu jawabannya.”

Rania terdiam “Tapi kenapa kakek mengatakan itu dengan nada seperti… peringatan?”

Marco terdiam sesaat. Tangannya berpindah ke pinggang Rania, menahannya agar tetap duduk di pangkuannya.

“Karena tidak semua pria Moretti lahir dengan hati selembut itu,” jawabnya akhirnya. “Kakek dulu… tidak seperti Anak-anak nya.”

“Kake kehilangan istrinya terlalu cepat,” lanjut Marco. “Sejak saat itu ia bersumpah, garis keturunan Moretti tidak boleh lagi membuat perempuan menderita.”

Rania menelan ludah. “Dan kau menepati sumpah itu?”

Marco mengangguk. “Aku akan berusaha menepati nya,bahkan jika harus kehilangan nyawaku..”

Hening sejenak menyelimuti mereka.

Rania mengangkat tangan perlahan mengusap pipi suaminya, Marco memejamkan matanya menikmati sentuhan Rania.

Marco tersenyum. “Kau lihat bagaimana ketiga pria itu memperebutkannya? Bahkan Dion yang biasanya paling dingin pun terlihat berbeda malam ini.”

Rania tertawa kecil. “Putriku memang punya pesona.”

“Putrimu? Putriku juga, dia sama seperti mu, yang berhasil membuat ku tergila-gila padamu.” ujar Marco mengecup bibir Rania singkat

Rania memutar mata, namun pipinya merona. “Kau ini…”

Marco mendekatkan wajahnya, napasnya hangat menyentuh kulit Rania. “Aku serius.” ujar nya hendak mencium Rania.

Namun sebelum suasana menjadi terlalu intim, ponsel Marco bergetar di atas meja. Ia mendesah pelan, jelas terganggu.

Rania hendak turun dari pangkuannya. “Kerja?”

Marco menahan Rania dan memeluk erat pinggang Rania posesif, lalu ia melihat layar ponselnya. Senyumnya perlahan memudar.

“Bukan,” jawabnya singkat.

“Lalu?”

Wajahnya berubah serius seperti saat pertama kali Rania mengenalnya dulu.

“Pesan dari rumah utama.”

Rania merasakan firasat aneh. “Apa ada hubungan nya dengan anak-anak?”

Marco menatap istrinya dalam, ia tidak langsung menjawab. Tangan nya mengusap pinggul Rania lembut.

“Cantika mendapatkan undangan pribadi… dari keluarga Smith.”

Rania menahan napas.

“Dan yang mengundangnya,” Marco melanjutkan dengan suara datar namun penuh makna, “adalah Lorenzo.”

Suasana kamar itu seketika berubah. Hangatnya percakapan tadi menguap, tergantikan ketegangan yang tak terlihat namun terasa jelas.

.

1
Hesty
ko ga up😄
Nyai Nung: Lagi proses sayang, malam baru up
total 1 replies
Hesty
ko ga up😄
anggita
like iklan👍☝
anggita
kadang KDRT malah jdi trend😑
Nyai Nung: Gimana maksudnya sayang?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!