NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Identitas Tersembunyi
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Karina rela melepaskan identitas dan membuang kemewahan yang dimilikinya sebagai putri tunggal keluarga Wijaya hanya untuk bersama Agus, ia jatuh cinta pada Agus karena kebaikan dan kejujurannya.

Pernikahannya tampak begitu sempurna dan bahagia, hingga Agus pun sudah menjadi pria sukses berkat dukungan dan bantuan Karina. Sayangnya dengan kesuksesannya, Agus justru terlena dan mengkhianati pernikahan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun itu.

Bagaimana kisah selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada pernikahan Karina dan Agus? Apa yang akan dilakukan Karina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafkan Mama

Setelah berjalan sejauh satu kilometer menuju gerbang utama kompleks, tubuh mereka benar-benar mati rasa. Tidak ada taksi yang lewat di tengah badai sedahsyat ini, aplikasi ojek online pun menunjukkan tanda tidak ada pengemudi tersedia dan Karina merasa dunia seolah-olah bersekongkol dengan Agus untuk menindas mereka malam ini.

​"Ma, Aisha kedinginan...," bisik Aisha dengan bibir yang mulai membiru.

​Karina merangkul kedua putrinya dan berusaha menyalurkan sisa kehangatan tubuhnya yang juga mulai merosot, ia merasa gagal sebagai ibu.

Namun, Karina tahu ia tidak boleh menyerah, di saku jas hujannya yang tipis, ia meraba ponselnya yang masih berfungsi dan ia teringat pada penginapan yang pernah ia tinggali dulu dan harganya pun terjangkau.

​"Sabar sayang, kita jalan sedikit lagi ke arah halte, ada satu penginapan kecil di dekat sana," ucap Karina menyemangati.

Langkah kaki mereka terseok di antara genangan air yang mulai setinggi mata kaki, Karina merangkul bahu Ella dan Aisha seerat mungkin seolah tubuhnya adalah satu-satunya benteng yang tersisa untuk melindungi mereka dari amukan badai. Di kejauhan, lampu-lampu neon kota Jakarta tampak buram seperti harapannya yang hampir padam.

​Setelah hampir tiga puluh menit berjalan dalam bisu, hanya ditemani suara guntur yang sesekali menggelegar, mereka sampai di sebuah bangunan tua berlantai dua di balik deretan ruko yang sudah tutup dan plang kayu di depannya bergoyang tertiup angin.

Tempat itu sangat jauh dari standar kemewahan yang biasa dinikmati Ella dan Aisha, bau lembap kayu tua dan aroma masakan dari dapur umum langsung menyambut saat mereka melangkah masuk ke teras sempit.

​"Maaf, Bu. Apa ada kamar kosong ya?" tanya Karina dengan suara serak kepada seorang wanita paruh baya yang sedang menonton televisi di lobi kecil.

​Wanita itu adalah pemilik kos yang bernama Bu Pipit, ia memandang Karina dari ujung kepala hingga ujung kaki. Meskipun basah kuyup, aura keanggunan Karina tidak bisa sepenuhnya tertutup oleh air hujan.

"Cuma tinggal satu kamar di pojok atas dan ukurannya kecil, tempat tidurnya cuma satu yang besar. Kamar mandi dalam, seratus lima puluh ribu semalam kalau harian," jawab Bu Pipit.

​Karina meraba saku celananya dan mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan yang sempat ia selipkan di dompet kecilnya sebelum pergi.

"Saya ambil untuk seminggu, Bu," ucap Karina.

Setelah transaksi selesai, mereka menaiki tangga kayu yang berderit. Di dalam kamar bernomor 12 itu, suasana begitu kontras dengan kamar mereka di Menteng. Luasnya mungkin hanya seperlima dari kamar ganti pakaian Agus, dindingnya berwarna krem kusam dengan beberapa bekas rembesan air dan sebuah kipas angin plafon yang berputar lambat menghasilkan suara decitan yang monoton.

​"Maafkan Mama, sayang... Malam ini kita harus tidur seperti ini," bisik Karina saat mereka akhirnya bisa menutup pintu dan menguncinya.

Aisha segera duduk di pinggir kasur yang terasa agak keras, sementara Ella membantu Karina meletakkan koper-koper basah mereka.

​"Ma," Ella memegang tangan ibunya.

"Jangan minta maaf, di sini jauh lebih baik daripada di rumah besar itu, karena di sini nggak ada bau orang jahat," lanjut Ella.

​Mendengar itu, pertahanan Karina runtuh dan ia segera memeluk kedua putrinya di tengah kamar sempit itu. Isak tangis yang sejak tadi ia tahan akhirnya pecah, menyatu dengan suara hujan yang masih menderu di luar jendela kaca yang bergetar.

​"Mama janji... Mama janji, ini adalah malam terakhir kalian merasa kedinginan dan dihina. Mama tidak akan membiarkan mereka mengambil apa yang menjadi hak kita," ucap Karina di sela tangisnya.

​Setelah berganti pakaian dengan baju kering yang tersisa di koper, Ella dan Aisha kelelahan hingga akhirnya tertidur saling berpelukan di atas kasur yang sempit. Namun, Karina tidak bisa tidur, ia duduk di lantai beralaskan ubin dingin, dan menyandarkan punggungnya di dinding.

Di tengah kesunyian kamar sempit itu, Karina menatap pantulan dirinya di cermin kusam yang tergantung di pintu lemari kayu. Wajahnya pucat, matanya sembab dan rambutnya masih terasa lembap. Suara deru hujan di luar perlahan memudar dan berganti dengan gema suara dari masa lalu yang menyeret ingatannya kembali ke dua puluh satu tahun yang lalu.

## Flashback On ##

Hujan badai mengguyur Jakarta malam itu, seolah langit sedang memprotes keputusan gila yang diambil oleh putri tunggal keluarga Wijaya. Di dalam ruang tamu mewah kediaman Wijaya yang bernuansa klasik Eropa, suasana jauh lebih dingin daripada badai di luar.

​Karina berdiri dengan punggung tegak, meskipun tangannya gemetar hebat. Di hadapannya, Baskoro Wijaya sang pemimpin dari imperium bisnis Grup Wijaya tengah duduk dengan wajah merah padam. Di sampingnya, Ibunda Karina, Tyas Larasati, tak henti-hentinya menyeka air mata dengan saputangan sutra.

​"Pikirkan sekali lagi, Karina! Kamu adalah pewaris tunggal Grup Wijaya. Kamu berpendidikan tinggi, lulusan terbaik dari London. Bagaimana bisa kamu membuang segalanya hanya untuk laki-laki yang bahkan tidak punya alas kaki yang layak untuk menginjak lantai rumah ini?" Suara Ayah Baskoro menggelegar dan memantul di dinding-dinding marmer.

​Karina menarik napas panjang, matanya berkaca-kaca namun penuh tekad yang buta. "Ayah, Agus bukan sekadar laki-laki miskin. Dia memiliki semangat, dia jujur. Aku mencintainya bukan karena apa yang dia miliki sekarang, tapi karena siapa dia sebenarnya. Aku ingin membangun masa depan bersamanya dari nol," ucap Karina.

​"Membangun dari nol?" Ayah Baskoro tertawa sinis, tawa yang penuh dengan rasa sakit hati.

"Dunia ini kejam, Karina. Cinta tidak bisa membeli semen, cinta tidak bisa membayar listrik. Laki-laki itu, Agus... dia hanya melihatmu sebagai tiket keluar dari kemiskinannya, kamu hanya dimanfaatkan!" lanjut Ayah Baskoro.

​"Itu tidak benar! Dia bahkan tidak tahu siapa aku sebenarnya, aku mengaku padanya bahwa aku hanya seorang perempuan biasa yang bekerja sebagai penjaga toko biasa, dia mencintaiku apa adanya!" ucap Karina.

Bunda ​Tyas mendekat dan memegang bahu putrinya dengan lembut, "Nak, identitas bisa disembunyikan, tapi kelas tidak bisa. Kamu terbiasa dengan kenyamanan, kamu tidak akan tahan hidup di gang sempit yang bau dan panas. Pulanglah ke kamarmu, kita lupakan semua ini. Ayahmu sudah mengatur pertemuan dengan Faisal bulan depan, Faisal adalah pria yang sepadan untukmu," ucap Bunda Tyas.

​Mendengar nama Faisal, hati Karina semakin mengeras. Faisal memang sempurna, cerdas, kaya dan berasal dari keluarga terpandang. Namun bagi Karina, Faisal hanyalah simbol dari sangkar emas yang ingin ia jauhi. Karina mendambakan petualangan, ia mendambakan peran sebagai pahlawan dalam hidup seorang pria yang ia anggap tulus dan ia cintai.

​"Maafkan Karina, Ayah... Bunda...," ucap Karina melangkah mundur.

Ayah ​Baskoro berdiri dan matanya menatap tajam, "Jika kamu melangkah keluar dari pintu itu malam ini, jangan pernah kembali sebagai anggota keluarga Wijaya. Ayah akan mencoret namamu dari kartu keluarga. Kamu tidak akan mendapat sepeser pun warisan, tidak ada bantuan, tidak ada koneksi dan kamu akan menjadi orang asing bagi kami," ancam Ayah Baskoro.

.

.

.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
good decision Karina and Faisal 😄
Ariany Sudjana
bagus Karina, masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan masih bisa dilukis dengan baik, jangan terus terjebak dalam luka masa lalu, jadikan pelajaran berharga
Ariany Sudjana
ayo Karina, tunggu apa lagi, restu dari pa Wijaya sudah turun, anak-anak pasti tidak masalah, apalagi anak-anak juga kenal dengan Faisal
Naufal Affiq
khilaf kata mu,manusia gak jelas seperti mu,harus nya hidup luntang lantung aja lebih baik
Eva Tigan
aku mau muntah mendengar permintaan maaf Agus
Ariany Sudjana
Haha mampus kamu Agus 😂😂 kamu sudah membuang batu permata demi butiran drbi🤣🤣
Ani
lah kenapa malah jadi Ibunya yang difitnah.. bukankah Agus yang menggadaikan sertifikat rumah di Solo
Ani
preeet.. dari pada kembali padamu ayah yang tak berguna mendingan cari ayah baru 😛😛😛😛😛
Ariany Sudjana
berarti keamanan perusahaan lemah dong? kok bisa Agus menyelinap dalam mobil kurir, jangan mau dibujuk lagi Karina
Ariany Sudjana
harusnya Sabrina juga dibinasakan, jangan dibiarkan pergi, dia akan buat ulah lagi, seperti kata Faisal
Ma Em
Sabrina hdp nya sdh susah msh saja sombong , benar kata Karina temani si Agus yg sekarang hdp nya sdh jadi gembel , jgn mau senangnya saja susahnya juga hrs Sabrina temani si Agus karena Sabrina msh istrinya Agus .
Lisna Wati
lanjut ka
اختی وحی
jngn dbkin jd perempuan bego ya thor, males bacanya klw pemerannya oon
Ariany Sudjana
Sabrina kamu bilang Karina jalang? bukannya kamu yang jalang murahan yah? dan sekarang kamu mencari mangsa baru, yang bisa kamu kuras kekayaannya 😂😂🤭🤭
dyah EkaPratiwi
hemmm PD sekali anda Agus agus
Ariany Sudjana
hahaha ada yang ga rela jadi miskin 😂😂 Agus kamu bodoh, masih berharap jadi konglomerat lagi? kenapa ga kamu kejar jalang peliharaan kamu itu? kan kamu sudah menyia-nyiakan Karina demi jalang peliharaan kamu itu?
Ani
preeet itu dulu bro.. mungkin karena cinta buta makanya Karina selalu memaafkan dirimu.. kalau sekarang tidak ada kesempatan kedua meskipun Karina dan anak anak sudah memaafkan dirimu 😎😎😎😎
stela aza
wong gendeng 🤦
Naufal Affiq
manusia gak sadar diri,udah nyakiti hati orang,mau menampakkan wujud pulak kepermukaan
Sriati Rahmawati
istri bego
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!