NovelToon NovelToon
TAP-TAP LAYAR ATAU MATI

TAP-TAP LAYAR ATAU MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Horror Thriller-Horror / Fantasi / Iblis / Konflik etika
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

​Vanya, sang ratu live streaming, tewas mengenaskan di depan ribuan penonton saat kalah dalam tantangan PK Maut. Namun, kematiannya justru menjadi awal dari teror digital yang tak masuk akal.
​Kini, akun Vanya kembali menghantui. Di jam-jam keramat, ia muncul di live orang lain dan mengirimkan undangan duel. Pilihannya hanya dua: Terima dan menang, atau menolak dan mati.
​Di dunia di mana nyawa dihargai lewat jumlah tap layar dan gift penonton, Maya harus mengungkap rahasia di balik algoritma berdarah ini sebelum namanya muncul di layar sebagai korban berikutnya.
​Jangan matikan ponselmu. Giliranmu sebentar lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Konduktor di Balik Layar

​Kegelapan di dalam peti kini terasa berbeda. Setelah Diva "terhapus" ke dalam kekosongan digital, kesunyian yang menyergap terasa lebih mengancam daripada teriakan histeris sebelumnya. Maya terbaring kaku di atas tubuh Vanya yang mulai mengeluarkan aroma tanah basah dan besi. Oksigen memang kembali ke angka 100%, namun Maya tahu itu hanyalah "koin" tambahan agar ia bisa bertahan lebih lama dalam siksaan yang telah dirancang Rian.

​Ponsel di tangan Vanya bergetar. Layar yang retak itu memancarkan cahaya ungu yang berpendar, menyinari wajah Vanya yang kini tampak lebih menyerupai boneka porselen pecah daripada manusia.

​[SYSTEM]: BROADCAST CONTINUES.

CURRENT VIEWER: 5.2M.

NEW STATUS: SOLE SURVIVOR.

​"Rian... aku tahu kamu masih mendengarkan," bisik Maya. Suaranya kini tidak lagi penuh tangis, melainkan dingin dan tajam. Ia menatap langsung ke lensa kamera kecil di ponsel itu, membayangkan mata Rian yang sedang menatapnya dari balik layar laptop di atas sana. "Project Orchestra. Kamu bukan cuma manajer, kan? Kamu itu 'Konduktor'-nya. Kamu yang mengatur kapan seorang selebgram harus naik, dan kapan mereka harus mati demi lonjakan saham agensi Paradox Media."

​Di atas sana, suara galian tanah berhenti lagi. Suara hujan yang menghantam tanah terdengar seperti statis radio yang kasar.

​"Kamu pintar, Maya. Terlalu pintar untuk seseorang yang sedang berada dua meter di bawah tanah," suara Rian terdengar melalui speaker ponsel, jernih tanpa distorsi. "Project Orchestra adalah masa depan ekonomi digital. Kematian adalah engagement tertinggi. Manusia bosan dengan skandal cinta; mereka butuh tragedi yang nyata. Vanya adalah pembukaan yang sempurna, Diva adalah bonus, dan kamu... kamu adalah grand finale-nya."

​Maya merasakan amarah membakar ketakutannya. Dengan gerakan yang sangat hati-hati agar tidak memicu sensor gerak peti, ia merayap ke arah ponsel yang dipegang Vanya. Jemari mayat itu melonggar, seolah membiarkan Maya mengambil kendali.

​"Kalian semua yang menonton!" Maya berteriak, matanya berkilat di bawah cahaya layar. "Cari folder 'Project Orchestra' di cloud publik Paradox Media! Rian memakai enkripsi tanggal kematian Vanya—02-15-2026! Di sana ada daftar nama kalian! Selebgram, TikToker, YouTuber... kalian semua sudah diberi label harga untuk kematian kalian selanjutnya!"

​Kolom komentar meledak. Ribuan orang mulai mengetik dengan panik. Beberapa peretas yang ikut menonton siaran itu mulai bergerak.

​[NOTIFICATION]: @Cyber_Ghost: "Found it! Enkripsi terbongkar. Gila... ada jadwal kematian untuk 12 kreator besar tahun ini!"

​Di atas tanah, Rian mulai panik. Maya bisa mendengar langkah kaki yang terburu-buru dan suara benda berat yang terbanting. "Tutup mulutmu, Maya! Matikan Live-nya sekarang!"

​"Kamu yang bilang tadi, Rian... 'Dilarang Berhenti'," Maya tersenyum pahit. "Sekarang netizen tidak cuma menontonku mati. Mereka menonton kejahatanmu terbongkar. Kamu sudah kehilangan kendali atas algoritmanya, kan?"

​Tiba-tiba, ponsel itu mengeluarkan suara denging yang menyakitkan telinga. Layar berubah menjadi merah darah. Akun @Anatomi_Maut mulai mengirimkan perintah otomatis yang liar.

​[ERROR]: SYSTEM OVERLOAD.

[ANATOMY_MAUT]: "KILL THE WHISTLEBLOWER. KILL THE WHISTLEBLOWER."

​Peti itu mulai bergetar hebat. Bukan karena tanah yang digali, tapi karena sistem hidrolik di bawahnya mulai malfungsi. Dinding-dinding kayu peti mengeluarkan suara derit yang memilukan, seolah-olah peti itu ingin melipat dirinya sendiri menjadi kubus kecil.

​"Vanya... kalau kau masih ada di dalam sana... bantu aku," bisik Maya, memeluk tubuh sahabatnya itu erat-erat.

​Tiba-tiba, mata Vanya yang putih seluruhnya mulai memancarkan cahaya biru yang sama dengan layar ponsel. Seluruh kabel-kabel halus digital seolah keluar dari ponsel dan merambat masuk ke urat-urat biru di leher mayat Vanya. Tubuh Vanya bergetar, lalu tangannya yang kaku menghantam tutup peti dari dalam dengan kekuatan yang mustahil.

​BRAKK!

​Tutup peti itu retak. Bukan karena cangkul, tapi karena ledakan energi dari dalam.

​Di layar, muncul notifikasi terakhir yang tidak masuk akal bagi logika manusia:

[SYSTEM]: @Vanya_Eternal is inviting @Anatomi_Maut to a PRIVATE PK.

STAKE: FREEDOM VS. ETERNAL SERVER.

​"Tidak! Jangan!" teriak Rian dari atas.

​Maya melihat pemandangan yang mustahil melalui lubang retakan di tutup peti. Sebuah tangan digital yang besar—terbuat dari kode-kode angka yang bersinar—muncul dari layar ponsel dan menembus tutup peti, menjalar ke permukaan tanah seperti akar pohon yang mencari mangsa. Tangan itu meraih kaki Rian yang sedang berusaha lari.

​"Waktunya PK, Konduktor," suara Vanya dan Maya bergema serentak, menyatu menjadi satu frekuensi yang menghancurkan kaca ponsel-ponsel di seluruh dunia yang sedang menonton mereka.

​Rian terseret jatuh ke tanah, wajahnya menghantam lumpur tepat di atas makam. Maya bisa merasakan tanah di atasnya mulai merosot masuk, namun ia tidak lagi takut. Ia melihat Rian perlahan-lahan "terhisap" ke dalam pori-pori tanah, ditarik oleh arwah-arwah yang ia jadikan konten.

1
Serena Khanza
seru wajib baca nih rekomen horrorr nya bedaaa 🥰
Serena Khanza
wuih apa ini thor 🫣 seru horror nya bukan yang gimana gitu tapi ini horror nya beda 🤭🥰
🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴀʟᴢ٭٭٭
apa harus gitu banget demi sebuah popularitas di dunia virtual 🤦‍♂️
Zifa
next
Kaka's: bab 21 dan selanjutnya lebih horor lagi kak..
total 1 replies
Zifa
ternyata cerita horor...
ok next
Zifa
cek dulu
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
serem banget euhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!