NovelToon NovelToon
My Husband Is Possessive

My Husband Is Possessive

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Cinta setelah menikah / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:565.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: ismiati

Selesai membaca biasakan tekan LIKE ya.


Seorang perempuan cantik bernama Nindi harus menikah dengan pria pilihan orang tuanya yang tak lain adalah seorang pengusaha muda yang sukses.


Nindi tak bisa menolak permintaan sang papa dengan alasan balas budi, dia dengan terpaksa menerima pernikahan itu karena tak ingin membuat kedua orang tuanya bersedih.

Akankah hidup Nindi bahagia dengan pria pilihan orang tuanya itu atau justru berakhir dengan kesedihan??

Yuk simak kelanjutan kisah mereka berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

"Iya Nindi sayang ayo duduk, kita makan," ajak Oma.

Nindi pun ingin berjalan menuju ke arah sang bunda, namun apa daya sang suami masih memeluk pinggang nya dengan erat membuat Nindi menoleh menatap sang suami dengan penuh pertanyaan. "Kenapa nih orang masih saja tidak mau melepaskan tangannya, apa dia tak malu di lihatin keluarganya dari tadi," batin Nindi sedikit kesal karena dia harus menahan malu dengan kelakukan suaminya yang berwajah datar itu. Sedangkan Tristan terdiam tak menanggapi tatapan dari sang istri.

"Ck untung tampan meskipun sering berwajah datar," sambung Nindi dalam hatinya sedikit kesal karena suaminya tak merespon.

"Iya sayang, ayo sini biarkan saja tuh anak berdiri tak jelas di sana," sambung jeng Sinta melirik anaknya dengan malas, ya siapa lagi selain Tristan. Bagaimana tidak Tristan masih memeluk pinggang Nindi tanpa mau melepaskan dan jangan lupakan wajahnya yang mengesalkan itu, ya wajah datar andalan Tristan.

Tristan melotot mendengar ucapan dari sang mama. Bagaimana bisa sang mama bicara begitu di depan Nindi. "Ck siapa sih yang jadi anak mama," gerutu Tristan dalam hatinya saat ini.

Tristan menarik Nindi untuk duduk di sampingnya, Tristan melirik sang mama dengan sinis.

"Ayo sayang, cicipi udang nya enak sekali," kata Jeng Sinta.

"Iya sayang, rendangnya juga enak," sahut Oma tak mau kalah. Sedangkan pak Andre dan bunda tersenyum kala melihat pemandangan seperti itu, mereka tak khawatir lagi dengan Nindi karena berada di keluarga yang tepat.

"Iya ma, Oma," jawab Nindi tersenyum kecil.

"Nak, ambilkan suami mu nasi," kata bunda mengingatkan.

Nindi menurut perkataan sang bunda dan mengambilkan Tristan nasi tak lupa menanyakan lauk apa yang di inginkan oleh sang suami.

Sedangkan para pria (pak Hendra, pak Andre dan opa) hanya melihat saja kelakuan istri-istri mereka.

Mereka pun melanjutkan sarapan pagi dengan tenang dan lahap karena lauk yang terhidang di meja semuanya terlihat menggoda untuk di cicipi satu persatu.

Setelah selesai makan, mereka pun masih duduk di sana berbincang-bincang membahas pekerjaan untuk para lelaki, para wanita Untung mereka memilih private room jadi mereka lebih nyaman dan tak ada yang menganggu.

"Kalian tidak ada rencana bulan madu?" Tanya pak Hendra.

Nindi mendongak, memilih diam saja karena dia tak tahu harus menjawab apa. Jangankan bulan madu untuk tempat tinggal mereka nanti saja Nindi tak tahu karena semuanya pasti sudah di atur oleh pria di sampingnya itu.

"Aku belum memikirkan nya, aku belum meminta pendapat Nindi," jawab Tristan.

"Dasar anak nakal, kamu pasti masih sibuk bekerja sampai lupa memikirkan hal penting seperti itu. Kamu tahu kan Oma sudah tak sabar ingin mengendong cicit," kesal Oma memukul sang cucu satu-satunya itu.

"Sudah sayang jangan ribut," tegur opa.

Oma memberengut kesal, melirik sang cucu dengan tatapan kesal.

"Opa sudah siapkah, ini 2 tiket honeymoon buat kalian," kata opa menaruh 2 tiket perjalanan bulan madu yang sudah dia siapkan dari kemarin.

"Wah papa hebat, kalau tidak begini mana mungkin mereka bulan madu sekarang karena Tristan sibuk bekerja," kata jeng Sinta ikutan melirik Tristan dengan sinis.

Anaknya itu sibuk bekerja sampai umur saat ini baru menikah, bahkan ada rumor yang mengatakan kalau anaknya itu penyuka sesama jenis karena tak pernah terlihat mengandeng perempuan saat acara apapun, Tristan lebih sering datang dengan Rangga yang tak lain adalah asisten pribadinya.

"Ayo sayang ucapkan terima kasih sama opa," kata Oma kepada Nindi, agar cucunya yang kaku itu ikut setuju kalau istrinya setuju.

"Terimakasih opa," kata Nindi dengan penuh kelembutan, Nindi seakan melihat sosok kakeknya yang sudah lama tiada. Nindi beruntung mendapatkan opa dan Oma yang baik. Keluarga Tristan begitu baik membuat Nindi begitu nyaman berada diantara mereka.

"Awas saja kalau Tristan tidak mau berangkat awas aja Oma tidak biarin dia tenang di rumah," batin Oma menatap tajam cucunya.

"Oh ya lupa, kalian berangkat nanti siang jam 2," kata opa tanpa beban.

Tristan dan Nindi saling berpandangan kaget, baru saja di kasih pagi dan siang nanti mereka harus berangkat.

"Opa terus barang-barang Tristan bagaimana?" Tanya Tristan sedikit kesal karena semua serba mendadak.

"Kalian berdua tenang saja, untuk Tristan semua sudah mama siapkan di dalam koper," sahut mama Tristan.

"Iya sayang, bunda juga sudah siapkan semuanya. Kamu jangan khawatir tidak akan ada yang tertinggal," bunda ikut bersuara melihat putrinya kebingungan.

"Kalau ada yang kurang kan gampang tinggal beli di sana saja, kamu jangan seperti orang tak punya uang saja," kata pak Hendra.

Akhirnya semuanya di putuskan kalau mereka akan berangkat siang nant.

.

.

Kini Tristan dan Nindi sudah berada di kamar, koper keduanya juga sudah tertata rapi di pojokan dekat lemari.

Nindi sedari tadi tersenyum mengingat tujuan mereka adalah tempat yang indah dan terkenal dengan pantainya yang masih bersih dan indah. Tak sabar rasanya Nindi ingin berenang di sana.

"Kamu kenapa senyum-senyum seperti itu?" Tanya Tristan heran.

"Tidak apa-apa," jawab Nindi menoleh ke arah Tristan sebentar setelah itu dia berjongkok memeriksa isi kopernya.

"Jangan bohong, aku tahu pasti kamu sedang membayangkan berenang di temani bule-bule itu," tanya Tristan menatap tajam sang istri.

"Tidak ," jawab Nindi cepat, sebenarnya dia tak membayangkan bule-bule seperti yang di tuduhkan Tristan. "Memikirkannya saja belum," batin Nindi.

"Awas saja kalau sampai kamu berfikiran begitu, aku akan menghukum mu dengan senang hati," kata Tristan tersenyum mengerikan membuat Nindi bergidik ngeri. "Sebenarnya apa hukuman yang dimaksud pria ini?" Tanya Nindi dalam hatinya saat ini.

Nindi sudah muak mendengar kata hukuman, jiwa bar-bar yang selama ini dia sembunyikan pun muncul kembali.

"Kamu selalu saja bahas hukuman terus, memang aku takut," tantang Nindi dengan kepala mendongak menatap suaminya dengan berapi-api. Nindi sudah bosan mendengar kata-kata hukuman.

"Cih memang hukuman apa yang akan dia berikan, paling juga suruh nyapu, cuci piring atau lari keliling rumah, itu mah kecil," guman Nindi di dalam hatinya meremehkan hukuman dari suaminya nanti.

"Benar kamu tidak akan menyesal," tantang Tristan.

"Ck palingan juga suruh bersih-bersih, lari keliling komplek atau hal yang mudah," jawab Nindi dengan tak takut.

"Ha ha ha ha, baik kalau begitu. Mungkin nanti saja saat di sana aku akan memberikan mu hukuman karena berani melawan suami mu," kata Tristan tersenyum namun senyum itu terlihat menyeramkan bagi Nindi.

"Hukuman? Aku tidak melawan mu, aku hanya mengutarakan isi hati ku," elak Nindi cepat.

"Sttt.... Kamu pasti suka hukuman itu sayang," bisik Tristan di telinga Nindi, sedangkan jari telunjuk Tristan berada di bibir Nindi agar istrinya itu tak banyak bicara.

Bersambung....

1
🍭ͪ ͩ✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Pasti lahh sekali kan percobaan.. udah tau rasanyaa ya pasti ketagihan..🤣🤣🤣
🍭ͪ ͩ✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Elahhhh... pake mode cerita ke nindii
🍭ͪ ͩ✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
ehhhhh kapan gaweenee kok wes Hamidun waee...🤣🤣🤣
Yami Yani
iiih dah tamat aj Thor
Dewi Kasiani
kelanjutan ceritanya Wulan gmn?
ℋℐᎯτυs: tekan profilku kak nanti disana cari judul novel CEO MENGEJAR ISTRI BAR-BAR.
total 1 replies
kaylla salsabella
Alhamdulillah akhirnya nindi udah lahiran selamat ya bang Tristan dan mama nindi
ℋℐᎯτυs
Hay semua Wulan dan Kevin sengaja ku buat judul sendiri ya karena my Husband Is Possessive ini cerita Nindi.
ℋℐᎯτυs: terimakasih ya kak masih setia dengan novelku 😊
cerita Wulan dan Kevin ada di judul CEO MENGEJAR ISTRI BAR-BAR
baru bab 1
kaylla salsabella: di tunggu karya nya thor
total 2 replies
vera tri
up dong..kok lama ya
Virgo 08
rasain .. abis boong samaa istri. nangis nangis deh
Yami Yani
aduh thor jgn lm2 upx 😭
Yami Yani
knp gk up
Yami Yani
looos Thor upx 💪💪
kaylla salsabella
nah Lo rasain Kevin
Yami Yani
Luar biasa
Tiara Dewi
double up dong kak
Kanza Nia
up y yg banyak tor,jgn nanggung KLO up y
Kanza Nia
bagus cerita KLO bisa up y lebih banyak soal y seru bgt
Yami Yani
visualnya Thor
vera tri
waduhhhh..kok makin greget ya
Virgo 08
dikit baget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!