DISARANKAN SUDAH CUKUP UMUR UNTUK MEMBACA CERITA INI. HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN!!!
"Jangan terluka, karena aku bukan orang yang pantas untuk membuatmu terluka"
~ Shakti Ing Djagat
Shakti, dokter muda yang berniat menolong seorang gadis yang hendak dilecehkan oleh pacarnya, justru berakhir dengan menjadi tersangka pelecehan. Dan harus bertanggung jawab menikahi Zia, si gadis manja yang berstatus pelajar SMA.
Awalnya, Shakti menolak pernikahan itu. Karena merasa tidak bersalah. Dan yang lebih utama, karena dia memiliki janji terhadap kekasihnya. Namun, demi menyenangkan mamanya disetujuinya juga pernikahan tanpa cinta itu.
Apakah Zia mampu membantu Shakti untuk jatuh cinta padanya dalam ikatan pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps.23 Ceroboh
"Mi ... Pi ... Zia pulang," teriak zia saat sampai di rumah Papi Andra.
Mami yang muncul dari ruang makan, langsung memeluk putrinya itu. Menciuminya seperti mencium putri kecilnya dulu.
Mami Laura memeluk Zia penuh rindu. Putri kecilnya, yang dulu di gendongnya, sekarang sudah menjadi seorang istri. Yang harus tinggal terpisah dengannya, karena mengikuti suaminya.
Mami Laura sangat menyayangi Zia, meskipun dia bukan ibu kandung Zia. Mami Laura adalah ibu sambung Zia, sedang ibu kandungnya meninggal ketika melahirkan Zia.
Cinta dan kasih sayang Mami Laura untuk Zia begitu tulus, bahkan Mami Laura tak pernah suka bila ia disebut ibu tiri. Baginya, Zia adalah putrinya, putri yang ia rawat sejak ia baru lahir.
Mami Laura adalah sahabat baik dari ibu kandung Zia. Dan ketika ibu Zia meninggal karena melahirkan, Mami Laura lah yang membantu Papi Andra merawat Zia.
Zia kecil selalu tenang dalam pengasuhan Mami Laura. Karena itulah, untuk menjaga dari fitnah, keluarga meminta Mami Laura menikah dengan Papi Andra.
Bahkan setelah menikah pun, Mami Laura rela menunda kehamilan demi fokus merawat Zia.
"Mi, udah dong! aku bukan anak kecil lagi. Malu lah, Mi, ada Shakti," gerutu Zia.
Zia melepaskan pelukan Maminya karena malu dilihat oleh Shakti yang berdiri di belakangnya.
"Mami tu kangen tau sama kamu, masak peluk nggak boleh," rajuk Mami Laura.
"Ya, tapi nggak gini juga. aku kan bukan anak kecil lagi yang harus di ciumi seluruh mukanya,"
"Buat Mami, kamu selalu jadi putri kecil Mami dan Papi."
Zia melirik Shakti, karena malu diperlakukan bak anak kecil oleh maminya.
"Pas banget kalian datangnya, makan malam sekalian yuk" ajak Mami Laura.
"Zia mandi dulu deh mi, gerah ni pakai seragam."
"Memang kalian darimana, kok malem gini baru sampai?"
"Tadi mampir rumah sakit, sebentar jenguk teman," jawab Zia tak menjelaskan.Tidak mungkin kan Zia bilang kalau dia habis menjenguk kekasih suaminya.
"Oh, sekarang makan dulu saja. Semua sudah siap kok. Papi sama Enzo, juga sudah nunggu. Mandinya nanti saja selesai makan."
Zia dan Shakti menyetujui ajakan Mami Laura dan mengikuti Mami Laura menuju ruang makan.
Di Sana sudah ada Papi Andra dan Enzo, adik Zia. Zia langsung menghampiri papinya, memberi salam dan mencium kedua pipi Papinya itu. Begitupun saat ia menyapa Enzo, adik satu ayahnya.
Shakti yang ada di belakang Zia mengikuti Zia yang menyapa mertuanya itu dan memberikan tos pada Enzo sebagai sapaan.
Shakti memang sudah akrab dengan adik iparnya itu begitupun Enzo, tidak ada rasa canggung diantara mereka sejak Enzo tau Shakti akan menjadi kakak iparnya.
Shakti duduk bersebelahan dengan Zia. Zia yang sudah tau perannya sebagai istri langsung mengambilkan piring dan mengisinya dengan makanan yang ada di meja untuk suaminya.
Mereka makan dengan tenang tanpa ada percakapan diantara mereka. Itu adalah kebiasaan dirumah Zia,dilarang berbicara saat makan.
Setelah menyelesaikan makan malamnya Zia dan Shakti pamit ke kemar.
Zia yang sudah menahan gerah dari tadi langsung berlari menuju kamar mandi. Dia rindu dengan bathtubenya, selesai mengisi air di bathtube dan memberinya aroma terapi favoritnya, dia langsung masuk dan merendam dirinya disana.
Entah berapa lama Zia berendam di dalam sana tertidur.Shakti yang tak sabar ingin memakai kamar mandi juga, mencoba membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci.Dia memanggil-manggil istrinya itu, tapi tidak ada sahutan disana.
Akhirnya dia putuskan untuk masuk saja, takut terjadi sesuatu dengan istrinya itu. Ini bahkan sudah hampir dua jam istrinya tidak keluar dan dipanggil tidak menyahut.
Benar saja tidak menyahut, Zia tertidur dalam bathtubenya. Melihat hal itu, Shakti geleng-geleng kepala, tapi tak urung dia mendekat juga. Berusaha membangunkan istrinya itu, karena selain dia ingin memakai kamar mandi, tidak mungkin juga kan dia membiarkan istrinya tidur semalaman dalam bathup berisi air.
Yang di panggil tidak merespon. Bahkan saat Shakti mengguncang bahunya pun Zia tetap diam. Tak ada pilihan lain, Shakti mengangkat istrinya itu dan memindahkannya ke ranjang lalu menyelimutinya.
~
Zia tidur semalaman tanpa terbangun sekalipun. Baru saat subuh tiba, dia mulai membuka matanya. Ada yang aneh rasanya, saat ia membuka mata tapi tidak ada suaminya di sampingnya.
Zia sudah terbiasa saat membuka mata suaminya lah yang ia lihat pertama kali. Tapi kali ini,ia tak menemukan suaminya di atas ranjangnya.
Zia langsung terduduk dan saat itulah saat selimutnya terlepas dari tubuhnya,dia menyadari bahwa dia tak memakai pakaian sehelaipun. Sontak saja Zia kaget melihat keadaannya sendiri, dan spontan saja dia berteriak.
"Haaaaaaa...."
Shakti yang mendengar jeritan Zia langsung terbangun dari sofa, dan berlari menghampiri Zia.
"Ada, apa?" tanyanya panik.
Zia bingung menatap Shakti, bingung harus bertanya tentang bagaimana bisa dia dalam kondisi yang seperti ini saat bangun tidur. Zia sering tidur hanya menggunakan hotpant dan tank top, tapi tidak pernah polos seperti sekarang ini.
Melihat Zia yang diam, dan hanya memegang selimutnya untuk menutupi dadanya,Shakti pun mengerti.
"Semalam kamu ketiduran di dalam bathtube, jadi aku pindahkan ke ranjang agar kamu tidak sakit," jelas Shakti, menjawab kebingungan Zia.
"Kenapa nggak kamu bangunin aku, kan aku bisa jalan sendiri," ucap Zia.
Tidak mungkin kan, suaminya ini memilih menggendongnya, dan tidak membangunkannya untuk memanfaatkan dirinya semalam.
"Kamu tidur kayak kebo! sudah aku panggil-panggil nggak bangun-bangun, akhirnya aku gendong saja ke ranjang."
"Terus, kenapa aku nggak di pakaikan baju, malah di biarkan kedinginan kayak gini?" tanya Zia melirik selimut yang menutupi tubuhnya.
Seketika wajah Shakti memerah mendengar pertanyaan Zia.Apa iya dia harus menjawab kalau dia tidak ingin khilaf.Menggendongnya saja dari kamar mandi membuat dia harus berjuang melawan hasratnya,bagaimana kalau dia harus menggantikan baju untuk Zia yang sedang tertidur polos.Apa bisa dia menahan untuk tidak tergoda?pilihannya hanya menyelimutinya dan tidur disofa untuk menghindari hasratnya bergejolak.
"Aku nggak bisa menggantikan pakaian orang yang sedang tidur, dan tidak mungkin juga aku minta tolong pada orang lain dirumah ini."
Mendengar jawaban Shakti Zia jadi mengerti, kenapa dia dibiarkan polos sampai pagi.Mami dan Papinya akan curiga bukan kalau sampai Shakti meminta tolong untuk mengganti baju istrinya.Sementara dia sendiri saja boleh dan halal untuk mengganti baju istrinya.
Akhirnya Zia mengangguk mengerti. Tanpa ingin bertanya lagi, Zia menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya dan beranjak ke kamar mandi.
"Shakti,tolong aku!" teriaknya dari kamar mandi.
Shakti yang baru saja kembali duduk di sofa langsung berdiri menghampiri Zia yang berteriak.
Zia membuka sedikit pintu kamar mandi yang hanya cukup untuk mengeluarkan kepalanya.
"Tolong ambilkan aku handuk, aku lupa membawanya," pintanya sambil tersenyum menyadari kecerobohannya.
Tanpa menjawab, Shakti langsung berajak mengambilkan handuk untuk istrinya yang ceroboh itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ... like ... komen ... dan vote juga ... bintang 5nya boleh banget.
tengkyu❤❤❤sayang hee
pasti ad sesuatunya tuh di susunya🙈
apalagi Zia
pass banget
keren Thor 👍👍
jadi mau ngakak....boleh doong Thor...?