siap baper dan siap ngakak guling-guling..
Bab ratusan mungkin sampai ribuan ya..
Karna semua kumpul jadi satu!
Biar gak pusing bacanya ...
eits... tapi jangan sawan dulu pas liat babnya. .. satu bab isinya sedikit emang paling enak kalo Marathon bacanya.
masih ongoing karna reasders setia gak mau pindah kamar!
Kisah ini bercerita tentang seorang pemuda berumur 27tahun yang di nikahkan secara mendadak oleh orangtuanya dengan gadis cantik berumur 20tahun seorang anak yatim yang bekerja di sebuah panti asuhan.
Reza..
sosok pria yang humoris dan berhati hangat siap tak siap mau tak mau akhirnya menyetujui menjadi suami dadakan untuk Melisa, ia menerima pernikahan itu karna lelah terpuruk di tinggal kan kekasihnya.
Melisa yang Polos dan biasa mengurus semuanya sendiri membuat Reza merasa nyaman dengan nya..
meski pada akhirnya kerikil kerikil kecil datang menghantam rumah tangga mereka yang baru saja merasakan kekuatan cinta.
sanggupkah keduanya bertahan?
konflik gak berat ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 30
🌻🌻🌻
Reza yang masih terduduk lemas di sisi tempat tidur dikagetkan oleh usapan lembut di punggungnya.
"Mama" lirihnya.
"Papa akan menemukan istrimu, percayalah" mama mengusap air mata di wajah anak kesayangan itu.
"KHUMAIRAH ku pasti pulang kan, Mah?" ucap Reza dengan tatapan sendunya.
"Pasti,Nak. istrimu wanita kuat"
Reza berhambur kedalam pelukan wanita yang melahirkannya 27 tahun silam itu.
"Sabar ya, semua akan baik-baik saja"
"Aku bodoh,Mah! aku bodoh!" Reza lagi-lagi mengutuk kesalahannya.
"Ya, andai kamu tidak meninggalkannya sendiri di tempat yang jauh dari sini" ucap mama sedih.
"Aku takut terjadi sesuatu padanya,Mah. aku tak bisa membayangkan hal buruk bisa aja menimpanya" Reza mengguncang bahu sang mama, ada rasa takut jelas dari kedua matanya.
"Doakan,Nak! papa sedang melakukan yang terbaik untuk membawa istrimu pulang"
"Reza takut Melisa gak mau kembali sama aku" air matanya semakin deras mengalir.
"Jelaskan padanya jika ia kembali, tentukan hatimu pada siapa perasaanmu berlabuh"
"Mah, Reza sayang Melisa mah. Reza mencintainya" ucap Reza meyankinkan sang mama.
"Mama tahu, tapi tidak dengan istrimu. sudah mama pastikan bagaimana rasa kecewanya terhadapmu, melihat suaminya pergi begitu saja meski alasanmu hanya menolong"
Reza hanya diam, sakit hatinya menjadi berkali kali lipat saat ini, ia sama sekali tak pernah bermaksud melakukannya.
"Lalu bagaimana keadaan Amanda?"
"Entahlah, semenjak hari itu aku tak pernah menerima teleponnya lagi" jawab Reza.
"Kalian masih berhubungan? sejak kapan?" Mama menaikan nada bicaranya.
"sebulan lalu aku bertemu dengannya setalah dua tahun ia pergi,Mah!"
"Reza!.. ya Tuhan!"
"Aku bertemu dengannya hanya sekali itupun ia yang memohon, kami hanya mengobrol sebentar,Mah" Reza mencoba menjelaskan kepada mama yang sudah terlihat kecewa.
"Apa Melisa pernah mencurigai mu?" tanya mama dengan tatapan mengintimidasi.
Reza hanya menggeleng, ia pun sebenarnya tak tahu pasti.
"Mama mohon jangan sakiti ia, Melisa hanya punya kita, Nak" pinta mama seakan mengiba pada anak sulungnya itu.
"Mah, aku akan jaga dia, aku janji!"
*************
Seminggu berlalu, tak ada kepastian tentang keberadaan Melisa yang membuat Reza semakin terpuruk.
Ia tak lagi datang kekantor untuk bekerja hari-harinya ia lewati hanya dalam kamar yang gelap di apartemennya, meski berkali-kali mama memohon agar ia kembali kerumah tapi Reza tetap menolak.
Ia akan menghabis kan waktunya di meja makan, membayangkan sang istri yang selalu membuatkan makanan untuk memanjakan lidah dan perutnya.
"Pah, udah dong ngumpetin Melisanya" rengek mama pada suaminya yang masih sibuk diruang kerja dengan tumpukan berkas.
"Biarkan saja,Mah!" jawab papa tanpa menoleh.
"Kasian Reza, Pah!" dengus mama kesal.
"Lebih kasian menantuku,Mah"
Mama yang kesal tak bisa melakukan apapun, andai ia tahu dimana Melisa, sudah detik ini juga ia menyeret menantunya itu untuk menemui sang anak, Mama pun memilih meninggalkan suaminya itu kembali kekamarnya, sedangkan papa hanya tersenyum kecil melihat istrinya merajuk.
"Hallo" sapa papa pada seseorang lewat sambungan telepon.
"Bagaimana keadaan menantuku?"
"Baiklah, biarkan saja, nanti orang-orang ku yang akan datang menjemputnya"
Papa mengakhiri teleponnya kemudian meraih pigura foto keluarganya.
"Papa Takan membiarkan jalang itu menghancurkan rumah tanggamu"
__________
Ardi kembali datang menemui Reza, dilihatnya pria itu masih terduduk lesuh dengan wajah ia tidurkan diatas lengannya.
"Za.." sapa Ardi menepuk pelan bahu Reza.
"Keluar yuk, Lo jangan ngerem mulu dong" ajak Ardi yang merasa bingung dengan sikap Reza yang belum berubah.
Tangisnya dalam diam membuat siapapun yang melihat akan tersayat hatinya.
"Males" jawab Reza pelan.
"Kebengkel gue yuk, banyak anak anak disana"
"Lo aja, gue mau nunggu istri gue pulang"
Hanya kata itu yang selalu Reza lontarkan saat siapapun mengajaknya keluar.
"Yuk, bentar aja!" ajaknya lagi dengan sedikit memaksa.
"Sambil nyari ya!" ucap Reza.
"Iya, dah mandi Lo sana, gue tunggu cepetan!"
Reza beranjak dari dapur menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya, ia hanya memakai kaos oblong putih dan celana pendek.
"Yuk, cabut"
Ardi merangkul bahu sahabatnya itu melangkah keluar dari apartemen Reza menuju bengkel sekaligus tempat tongkrongan.
Mobil melaju pelan, hanya dentuman musik yang mengiri perjalanan keduanya.
TIIIIIIIIIIIINNNNNN.....
"Gila, Lo bisa bawa mobil gak sih?" sungut Reza yang terkejut karna Ardi menabrak seseorang.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Like komennya yuk 🙏