NovelToon NovelToon
Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa Fantasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:34k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Xiao, seorang Supreme Alchemist dan petarung tingkat Dewa di "Alam Kayangan", dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya demi merebut "Kitab Keabadian". Ia meledakkan jiwanya sendiri, tetapi bukannya musnah, ia bereinkarnasi 500 tahun kemudian ke tubuh seorang tuan muda yang dianggap sampah di sebuah kota kecil di Benua Bawah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Tiga hari berlalu dengan cepat di Kebun Herbal Nomor 9.

Bagi dunia luar, tiga hari hanyalah kedipan mata. Tapi di dalam lembah tersembunyi ini, tiga hari adalah sebuah keajaiban alam.

Di bawah langit malam yang berbintang, Kebun Herbal Nomor 9 yang dulunya dikenal sebagai "Tanah Kematian" kini menyala terang. Bukan karena lampu lampion, melainkan karena cahaya kemerahan yang memancar dari ratusan batang tanaman yang tumbuh subur di sana.

Rumput Roh Api (Fire Spirit Grass).

Biasanya, tanaman tingkat rendah ini hanya tumbuh setinggi mata kaki dan butuh waktu tiga bulan untuk panen. Tapi sekarang? Tanaman-tanaman itu tumbuh setinggi lutut orang dewasa! Daun-daunnya tebal, merah menyala seperti rubi, dan memancarkan hawa panas yang nyaman. Urat-urat daunnya dialiri energi Qi yang berdenyut, tanda kualitas yang sempurna.

Lin Xiao berdiri di tengah ladang itu, tersenyum puas.

"Efek Vena Api Bumi memang luar biasa," gumamnya. "Ditambah dengan Formasi Pengumpul Yang buatanku, siklus pertumbuhan tiga bulan dipersingkat menjadi tiga hari. Dan kualitasnya... ini bukan lagi Tingkat Rendah. Ini Tingkat Tinggi."

Di gubuk tua di pinggir kebun, Tetua Han duduk di kursi goyangnya sambil memegang botol arak. Matanya yang biasanya keruh dan mabuk, kini menatap ladang itu dengan sorot tajam dan tak percaya.

"Bocah monster..." desis Tetua Han pelan. "Dia tidak hanya menghidupkan tanah mati, tapi memurnikan energi api liar di bawah tanah menjadi pupuk spiritual. Bahkan Tetua Puncak Obat tidak bisa melakukan ini."

Lin Xiao berjalan mendekati gubuk, membawa seikat rumput yang baru dipetik.

"Tetua Han," panggil Lin Xiao. "Ini untukmu."

Tetua Han mengangkat alis. "Untukku? Aku tidak makan rumput. Aku minum arak."

"Kunyah akarnya saat kau minum," saran Lin Xiao. "Akarnya menyerap esensi api murni. Itu akan menghangatkan meridianmu yang rusak akibat 'Racun Dingin'."

Tubuh Tetua Han menegang. Gelas arak di tangannya berhenti di udara.

"Kau... tahu tentang lukaku?" suaranya menjadi dingin dan berbahaya. Luka meridian akibat Racun Dingin adalah rahasia terbesarnya, alasan kenapa mantan ahli hebat sepertinya bersembunyi di kebun sampah ini.

"Aku seorang tabib, ingat?" Lin Xiao berbohong santai (sebenarnya dia Alkemis). "Napasmu berat saat malam, dan kau selalu memegang dada kiri saat batuk. Itu gejala penyumbatan Yin dingin. Rumput ini tidak bisa menyembuhkanmu total, tapi bisa mengurangi rasa sakitnya agar kau bisa tidur nyenyak."

Lin Xiao meletakkan ikatan rumput itu di meja, lalu berbalik pergi untuk melanjutkan panen.

Tetua Han menatap punggung pemuda itu lama. Perlahan, dia mengambil satu batang rumput, mematahkan akarnya, dan mengunyahnya.

Sensasi hangat seketika menjalar ke dadanya, mencairkan rasa dingin yang menusuk tulang yang sudah menyiksanya selama sepuluh tahun.

"Hah..." Tetua Han menghela napas panjang, napas yang paling lega dalam satu dekade. Dia menatap botol araknya, lalu menatap Lin Xiao.

"Lin Xiao... hutang ini, orang tua ini akan mengingatnya."

Keesokan paginya.

Matahari baru saja terbit ketika suara langkah kaki berat dan angkuh terdengar di jalan setapak menuju kebun.

"Hei! Bocah baru! Keluar kau!"

Itu suara Diaken Zhao.

Pria gemuk itu datang tidak sendirian. Dia membawa dua murid pengawal yang membawa cambuk rotan berduri. Wajah Diaken Zhao penuh senyum licik. Dia yakin 100% Lin Xiao pasti gagal.

"Tiga hari sudah lewat!" teriak Diaken Zhao saat memasuki gerbang kebun yang reyot. "Aku datang untuk inspeksi mendadak! Jika kau belum menanam apa-apa, atau tanamanmu mati, sesuai peraturan sekte, kau akan dihukum cambuk lima puluh kali dan diusir!"

"Kenapa kau berisik sekali pagi-pagi?"

Lin Xiao keluar dari gubuk sambil menguap, merenggangkan badannya.

Diaken Zhao mendengus. "Jangan belagak santai! Mana laporanmu? Tanahnya pasti masih hitam dan mati, kan? Sudah kuduga, sampah dari kota kecil sepertimu tidak akan..."

Kata-kata Diaken Zhao terhenti di tenggorokan. Matanya melotot keluar seolah mau copot.

Dia melihat ke belakang punggung Lin Xiao.

Ladang itu... merah. Merah menyala!

Ratusan batang Rumput Roh Api melambai-lambai ditiup angin pagi, memancarkan aroma obat yang kuat dan segar. Kuantitasnya bukan hanya puluhan, tapi ratusan!

"Ini... ini tidak mungkin..." Diaken Zhao mengucek matanya. "Ilusi! Ini pasti teknik ilusi!"

Dia berlari masuk ke ladang, berlutut, dan mencabut satu batang dengan kasar.

Panas. Nyata. Dan energinya...

"Energi Spiritual Tingkat Tinggi?!" pekik Diaken Zhao. Kualitas ini setara dengan rumput yang dirawat selama satu tahun oleh ahli botani senior!

Lin Xiao berjalan mendekat, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana, Diaken? Apakah lulus inspeksi?"

Wajah Diaken Zhao berubah-ubah warna dari pucat, merah, lalu menjadi tamak. Sangat tamak.

Dia berdiri, membersihkan jubahnya. Senyum licik kembali muncul, kali ini lebih lebar.

"Bagus. Sangat bagus," kata Diaken Zhao. "Kau ternyata punya bakat bertani. Baiklah, sesuai aturan, serahkan semua hasil panen ini ke gudang sekte."

"Semua?" Lin Xiao mengangkat satu alis. "Diaken, peraturan sekte Bab 5 Pasal 3 mengatakan: Murid yang mengelola kebun wajib menyetor kuota yang ditentukan. Kelebihan hasil panen (Surplus) adalah milik pengelola kebun."

Lin Xiao menunjuk tumpukan kecil di dekat gubuk. Ada 50 batang yang sudah diikat rapi.

"Itu kuota 50 batang. Sisanya..." Lin Xiao menunjuk ladang yang masih penuh. "...adalah milikku."

Mata Diaken Zhao berkilat marah. Harta karun di depan mata, bagaimana mungkin dia membiarkan bocah ingusan ini memilikinya? Rumput kualitas tinggi ini bisa dijual mahal di pasar gelap!

"Jangan membantah!" bentak Diaken Zhao. "Tanah ini milik sekte! Bibit ini milik sekte! Jadi semua hasilnya milik sekte! Kau hanyalah pekerja! Sita semuanya!"

Diaken Zhao memberi isyarat pada dua pengawalnya. "Ambil semuanya! Jika dia melawan, cambuk dia atas tuduhan pencurian aset sekte!"

Dua pengawal itu menyeringai, melangkah maju sambil memukulkan cambuk berduri ke telapak tangan mereka. "Minggir, Nak. Jangan cari masalah."

Lin Xiao tidak bergerak. Tatapannya menjadi dingin.

"Jadi kau mau merampokku terang-terangan?"

"Ini bukan perampokan, ini penyitaan!" Diaken Zhao tertawa. "Siapa yang akan percaya padamu? Aku Diaken, kau hanya Murid Luar sampah. Di sini, akulah hukumnya!"

Salah satu pengawal mengayunkan cambuknya ke arah wajah Lin Xiao untuk menggertak. "Berlutut!"

Wusss!

Cambuk itu melayang di udara.

Tapi sebelum mengenai wajah Lin Xiao, tangan Lin Xiao bergerak secepat kilat.

Grab.

Dia menangkap ujung cambuk berduri itu dengan tangan kosong. Duri-duri tajam itu tidak bisa menembus kulit telapak tangannya yang telah ditempa Tulang Besi Otot Tembaga.

"A-apa?" Pengawal itu terkejut, mencoba menarik cambuknya kembali. Tapi cambuk itu seolah tertancap di gunung batu. Tidak bergerak satu inci pun.

"Kau suka main cambuk?" tanya Lin Xiao datar.

Sentak!

Lin Xiao menarik cambuk itu dengan kuat.

Pengawal itu terbang ke depan, kehilangan keseimbangan. Lin Xiao menyambutnya dengan satu tendangan santai ke perut.

BUK!

"Ugh!" Pengawal itu terlempar lima meter, berguling di tanah sambil memegangi perutnya, muntah cairan asam.

"Berani kau melawan?!" Pengawal kedua panik dan mencabut pedangnya.

Lin Xiao melepaskan cambuk di tangannya, lalu menatap pengawal kedua itu. Matanya menyala dengan kilatan emas samar. Aura Qi Naga dan niat membunuh yang dia bawa dari Hutan Belantara Selatan meledak sedikit.

Hanya sedikit. Tapi bagi murid luar biasa, rasanya seperti ditatap oleh monster buas.

"Maju satu langkah lagi," kata Lin Xiao pelan. "Dan aku akan mematahkan kakimu. Lalu kita lihat apakah Diaken Zhao mau menggendongmu pulang."

Pengawal kedua membeku. Kakinya gemetar. Dia tidak berani maju.

Diaken Zhao mundur selangkah, wajahnya pucat. "K-Kau... Kau berani memberontak? Aku akan melaporkanmu ke Aula Disiplin!"

"Silakan," tantang Lin Xiao. "Laporkan bahwa kau mencoba merampas hak milik murid yang sah. Aku yakin Tetua Mo akan sangat tertarik mendengar bagaimana Diaken Zhao mencoba memeras murid yang dia bawa sendiri."

Menyebut nama Tetua Mo membuat nyali Diaken Zhao ciut. Tetua Mo dikenal tidak pandang bulu dan benci korupsi (jika ketahuan). Diaken Zhao hanya berani menindas karena dia pikir Lin Xiao tidak punya pendukung.

Diaken Zhao menggertakkan gigi. Dia kalah posisi.

"Baik! Baik!" Diaken Zhao menunjuk wajah Lin Xiao dengan jari gemetar. "Kau menang kali ini, Lin Xiao. Simpan rumput sialanmu itu! Tapi ingat... mulai hari ini, hidupmu di sekte tidak akan tenang. Aku akan membuatmu menyesal!"

Diaken Zhao menyambar ikatan 50 batang kuota di meja, lalu berbalik pergi dengan marah. "Ayo pergi! Dasar tidak berguna!" teriaknya pada pengawalnya yang masih mengerang kesakitan.

Mereka pergi meninggalkan kebun dengan rasa malu.

Lin Xiao melihat kepergian mereka dengan tatapan datar.

"Ancaman kosong," gumamnya.

Dari dalam gubuk, terdengar suara tawa kekeh Tetua Han.

"Nyali yang besar, Nak. Tapi kau baru saja menyinggung orang yang memegang distribusi sumber dayamu. Bulan depan, dia pasti akan mempersulitmu lagi."

"Biarkan dia datang," Lin Xiao berbalik menatap ratusan batang Rumput Roh Api miliknya yang tersisa. "Karena bulan depan, aku tidak akan bergantung pada sumber daya sekte lagi."

1
Fatur Fatur
cepat bantai wanglong dengan cara paling kejam thor bikin wanglong memohon maaf dan ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor bantai keluarganya wanglong thor
Fatur Fatur
cepat bantai klan wang sampai ke akar akarnya thor bikin mcnya menjadi leluhur klan wang jadi boneka perangnya
Bambang Purwanto
tambah seru..lanjuttt
Syahrian
🙏
Kalong Super
👍👍👍kerennnn mantap
Bambang Purwanto
mantab jiwa
Bambang Slamet
pertarungan yg sengit seru menegangkan apntara lin xiao dgn monster laba laba ..
Bambang Slamet
mantap jiwa... menunggu lin xiao menguasai kekuatan inti emas
Tang xu
tingkat kultivasi di ch brpa min
Bambang Purwanto
keren mantap
Kalong Super
👍👍👍👍👍 lanjut
Kalong Super
se mm akin seruu
Kalong Super
lanjutkan missi
Gio Biee
lanjuut thor 👍
Gio Biee
kerernn👍
Gio Biee
lanjuuttt💪
Gio Biee
mantaapp👍
Gio Biee
lanjuutt👍
Kalong Super
mantabbb....manigkin seru
Gio Biee
kererenn👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!