NovelToon NovelToon
Nadila Dan Si Kembar

Nadila Dan Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mia Putry

seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 21

Maaf baru bisa update lagi. Bukan tidak mau tapi ada sedikit kendala., semalam hujan deras jadi jaringan lagi gak mendukung author

Mari kita lanjut.

Setelah hari itu Nadila benar benar menjauhi keluarga Wirya.

Bukan saja Nadila yang menjauh. tapi Ardhana juga tidak menemui Nadila. Walau hatinya sangat ingin.

Walau begitu, keluarga tuan Wirya tetap menjaga dan melindungi Nadila dari jauh.

Sedangkan Jhon masih saja setia menemani Nadila. Kadang kadang juga Nadila meminta sesuatu yang konyol. Dengan dalih ngidam.

Jhon dengan senang hati melakukan hal yang di pinta oleh Nadila.  Walau kadang diam diam Jhon meminta Ardhana yang melakukan hal itu.

Ardhana pun dengan senang hati melakukan semua hal yang dipintanya .

Setelah beberapa bulan berlalu. Kini tiba waktunya Nadila untuk melahirkan.

" Jhon,, jhon ,, kamu dimana kak?" Ucap Nadila sore itu. ,

Dengan langkah pelan Nadila keluar dari kamar sambil mengelus elus perutnya yang kadang terasa mules. ..

Dari arah depan Jhon pun masuk setelah mendengar teriakannya.

.

" Ada apa Dila , kenapa ,,,,,? " belum sempat Jhon menyelesaikan kata-kata nya. Jhon tanpa permisi langsung menggendongnya.

Tanpa pikir panjang Jhon membawa Nadila di rumah sakit yang memang disediakan untuk kelahiran bayi bayi mungilnya.

" Halo tuan Wirya, Nadila sekarang menuju rumah sakit yang tuan sediakan. Nadila seperti nya akan melahirkan. " 

" Baik. Awasi terus jangan sampai lengah. " Jawab di sebrang sana. 

.

" Baik tuan percayakan saja padaku. " 

Klik

Tanpa menunggu jawaban Jhon mematikan telepon nya.

Bukan apa-apa. Karena Nadila sekarang harus segera di antar ke rumah sakit tujuan.

Di waktu yang sama di lain tempat.

" Ar, Ar . Kamu Dimana?" Teriaknya.

Ya tidak lain dan tidak bukan dia adalah tuan Wirya.

.

" Tak lama nyonya Masayu keluar dari kamar. Karena mendengar teriakan suami nya.

" Ini keadaan darurat mami, calon menantu mami akan melahirkan. Dan sekarang mereka sedang menuju ke rumah sakit.  Baru saja Jhon menelpon papi. " Ucap tuan Wirya.

" Apa,,, ya ampun ayo Pi kita siap-siap. Kebetulan mami sudah menyiapkan kebutuhan mereka sejak beberapa waktu lalu. Ayo papi ayo.." ucap nyonya Masayu dengan penuh semangat.

" Astaga mami. Mami. Yang mau melahirkan itu Nadila lho. Kenapa mami heboh sekali?" Ucap tuan Wirya sambil geleng-geleng kepala.

" Oh iya mami hampir lupa. Mana Anak bandel itu. Perasaan dia tidak kemana-mana hari ini, Ardhana ! Ardhana ! Ayo kita kerumah sakit. Anakmu akan lahir sebentar lagi"  ucap Masayu sambil menggedor-gedor pintu kamar Ardhana.

Sontak Ardhana kaget dengan gedoran yang dilakukan oleh maminya.

" Ada apa sih mi. Hari ini biar kan Ar, dirumah saja. Ar lagi galau mi. Nadila tidak mau ketemu dengan Ar. " Ucapnya.d Ardhana belum sadar  yang membuat mami Masayu begitu geram karena keadaan Nadila.

Mami Masayu pun langsung menjewer telinga anak semata wayang nya itu.

" Dasar anak bandel ayo siap siap sana Kita jenguk Nadila. Dia akan melahirkan cucu cucu mami. " Ucapnya sambil menjewer Telinga anaknya itu.

," Apa ,,, mami tidak salah ngomong kkan.?" Ardhana cuek dengan rasa sakit akibat jeweran maminya.

Kabar yang di dengar ini adalah hal yang sangat di tunggu oleh keluarga mereka.

" Ayo cepetan iiihkkk " gemas Mami Masayu.

" Iya iya.  Lima menit , Beri waktu Ar lima menit. " Ucapnya lalu bergegas berganti pakaian tanpa mandi.

Dengan PD nya Ardhana segera keluar menemui kedua orang tuanya.

" Ayo papi mami Ardhana sudah siap." Ucapnya sambil berlalu begitu saja.

" Apa itu anak kita Pi? " Tanya nyonya Masayu. Nyonya Masayu heran dengan sikap anaknya.

Ardhana seorang yang sangat suka dengan penampilan yang sempurna kini dilihatnya sekarang. Berbeda seratus delapan puluh derajat.

.

" Biar kan saja mami. Toh anak kita tetap tampan kan?" Ucap tuan Wirya cuek ...

" Ayo papi, mami. Mau menunggu sampai kapan didalam rumah. Nanti kita terlambat menyaksikan anak anakku lahir. " Ucap Ardhana.

" Oh iya . Ayo mami. Anak kita sudah tidak sabar menanti kan kedua anaknya lahir ke dunia " ucap tuan Wirya. ..

Dirumah sakit. .

Sampai Jhon dan Nadila disan,mereka disambut oleh pihak rumah sakit.

Dimana mereka tahu bahwa yang akan melahirkan nanti adalah keturunan tuan Wirya.

Jhon

Jhon pun segera keluar dari dalam mobil lalu. Dengan cepat membuka pintu untuk Nadila.

, para ahli medis Melihat itu sontak bergegas membantu Nadila untuk keluar, "

" Ayo Bu Nadila. Pelan pelan saja. Ayo siap kan ruangan untuk nyonya Nadila. Jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk padannya nanti. Ayo ayo. " Ucap dokter spesialis yang menangani Nadila.

" Mari Bu, tuan silahkan ikuti kami. " Ucap suster pada Jhon dengan ramah.

" Baiklah. Kamu harus kuat Nadila. Ingat ada dua keponakan ku di sini. " Ucap Jhon sambil mengelus perut Nadila

" Iya Jhon. Aku pasti kuat. Anak anakku akan menjadi jagoan nanti. " Ucap Nadila sambil sesekali meringis menahan sakit.

Mereka pun masuk di ruang bersalin.

Lalu Nadila dipindah kan dari kursi roda ke brangkar.

" Jangan dulu mengedan ya Bu,,, sebelum saya perintahkan. Ini kita mau periksa dulu " Yah ucap dokter ramah.

Dokter yang selama ini menangani kehamilan Nadila dari awal.

" Baik dok, " ucap Nadila dengan nada sedikit menahan sakit.

" Baik kita USG dulu. Sus siapkan alatnya." Ucap dokter Denis lagi.

" Baik. Posisi bayi nya bagus. Dan ketubannya cukup., Pembukaan masih pembukaan lima. Jadi ibu harus sabar sebentar lagi yah." Ucapnya pada Nadila setelah melihat hasil USG nya.

" Baik dok. " Ucap Nadila.

" Atau ibu mau melahirkan dengan operasi saja. Agar sakitnya tidak lama. " Saran sang dokter.

" Ahkk tidak dokter. Kalau bisa normal. Saya akan melahirkan secara normal saja dok. ," Ucap Nadila.

" Baik . Kami akan mengikuti keinginan ibu. Lagi pula semua masih normal. " Ucap dokter sambil melihat jam tangannya.

"Baik Bu, bagaimana perasaan ibu Nadila sekarang.,?" Tanya dokter.

Karena melihat Nadila sesekali meringis dan mengelus perutnya. Dokter pun bertanya.

" Saya seperti mau baung air besar dok. Perut saya mules banget. Sampai sampai saya buang air kecil disini dok. Maaf " ucap Nadila malu .

Karena saking sakit nya Nadila tidak sadar kalau ada cairan yang keluar dari jalan lahirnya.

" Ayo kita periksa,, mungkin ini sudah waktunya." Ucap dokter itu sambil memakai sarung tangan

" Ayo kita bersiap. Ibu  Nadila sudah waktunya akan melahirkan. Ayo segera siapkan semua. " Kata sang dokter.

" Dokter,kok sakit nya makin intens dok. Saya tidak kuat lagi dok. Ingin buang air besar. ,," Ucap Nadila sambil mengelus elus perutnya.

" Ayo Bu harus semangat. Si kembar tidak sabar ingin melihat dunia. Ayo semangat Bu. " Ucap dokter menyemangati Nadila.

" Ayo ikuti kata dokter yah.  Satu dua tiga ayo mengedan Bu.  "

" Hos hos hos ,, uuughgg "

" Ayo Bu,,,. Kepala Bayi nya sudah kelihatan. Ayo Bu sekali lagi.." .

" HOS hos hos uuughgg ""

Oek oek oek.

Terdengar suara tangisan bayi ..

" Nadila pun berhasil melahirkan bayinya dengan sempurna.

" Dok.. kok masih sakit dok.  HOS hos .. HOS..  "

" Ayo Nadila lakukan seperti tadi yah . Bayi yang satu nya lagi akan keluar.. ,"

" Baik dok.. hos hos hos... Uuughgg uuughgg.  ,,,,".

" Ayo Nadila.. ayo.. sedikit lagi.."

" HOS hos hos .. "m uuughgg uuughgg uuughgg, saya tidak kuat dok.. saya tidak kuat " Ucap Nadila dengan nafas memburu.

" Ayo Nadila pasti bisa.. ayo.kita ulang lagi. Ikuti kata kata dokter yah.. satu dua tiga.  "

" HOS hos hos.. uuughgg uuughgg.."

Oek oek oek oek.

Tangisan bayi terakhir begitu kencang..

Dan setelah itu Nadila tidak sadarkan diri..

" Dokter pasien kehilangan kesadaran dok. " Ucap suster yang membantunya.

" Ayo kita segera lakukan Tindakan Panggil keluarga tuan Wirya.. " ucapnya.

I suster itupun keluar dan mencari Keluarga tuan Wirya.

Pintu ruang bersalin pun terbuka.

Semua orang yang menunggu pun segera berdiri mendekati suster tersebut.

" Bagaimana dok keadaan cucu dan menantu saya?" Tanya tuan Wirya tidak sabar.

" Nyonya Nadila telah melahirkan bayi kembar dengan sempurna,, namun nyonya Nadila kondisi nya drop.. Saat ini nyonya Nadila tidak sadarkan diri. " ucap dokter.

" Apa ,,,??"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!