IG @suliani_cucu
Berawal dari sambaran petir saat mendaki gunung, bertepatan pula dengan terbukanya alam ghaib. Aneska jatuh pingsan karena takut, karena dia terpisah dari rombongannya.
Namun, setelah dia terbangun. Dia begitu kaget karena dia bisa melihat arwah gentayangan, bahkan dia mampu mendengarkan bisikan hati mereka.
Akankah Aneska mampu melawan rasa takutnya?
Yuk kepoin kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Melihat Hal Aneh
Gelap, semuanya terasa gelap. Aku berjalan tanpa arah, aku berjalan tanpa tujuan. Aku benar-benar merasa bingung dalam kesendirian.
Kembali aku merasakan sesuatu yang janggal, kembali aku merasakan sesuatu yang aneh. Sangat aneh sekali.
Kemana orang-orang? Kemana ketiga sahabatku? Kenapa hanya ada aku yang berjalan di jalan setapak di pinggir kebun? Kebun?
Tunggu dulu! Di mana aku? Kenapa aku tidak mengenali tempat ini sama sekali? Ya Tuhan, di mana aku sekarang?
ANESKA!
Sebuah tulisan namaku tertera di tanah yang hendak aku lalui, aku merinding melihatnya. Aku berjalan dan melewati namaku sendiri.
TOLONG AKU!
Kembali aku menemukan coretan permintaan tolong di jalanan yang hendak aku lalui, aku melalui kata itu.
AKU ADA DI DEKAT TANAMAN TOMAT!
Aku benar-benar tidak mengerti, sebenarnya apa ini? Petunjukkah atau apakah? Aku benar-benar bingung, tapi di tengah kebingunganku aku tetap berusaha fokus untuk berjalan.
Akan tetapi, aku tidak berani untuk menengok ke kanan dan ke kiri. Aku benar-benar takut dengan kegelapan, kini hanya cahaya remang-remang dari sinar rembulan yang menyinari langkahku.
Aku terus berjalan, berjalan dan berjalan. Hingga pada akhirnya aku menemukan sosok wanita cantik yang terlihat seumuran denganku sedang duduk di bangku dekat pohon tomat.
Dia terlihat begitu asyik dengan buku gambar dan juga pensil warna di tangannya, padahal usianya terlihat sama denganku. Namun, dia terlihat menggambar dan mewarnainya dengan krayon seperti halnya anak kecil berusia lima tahun.
Dia terlihat riang sekali, tidak lama kemudian wajahnya nampak sendu. Dia bahkan terlihat ketakutan kala seorang pria paruh baya bertubuh tambun dan berperut buncit menghampirinya.
Dia langsung mengambil buku gambar tersebut dan melemparkannya ke tanah, dia juga melempar krayon yang sedang anak gadis itu gunakan untuk memberikan warna kepada gambar yang dia buat.
"Dasar gadis bisu, bisanya hanya membuatku malu. Aku memang beruntung mendapatkan ibumu yang cantik itu, seksi dan juga sangat menggoda. Namun, aku kecewa mempunyai anak tiri sepertimu," ucapnya.
Lelaki paruh baya itu terlihat menyeret gadis muda itu dan mendorongnya dengan kencang, sontak saja gadis itu langsung tersungkur ke atas tanah.
Aku benar-benar tidak tega melihatnya, dia terlihat menangis tersedu dengan memegangi lutut dan tangannya yang terlihat berdarah.
"Brengsek! Karena ada kau temanku tidak mau berbisnis denganku, dia tidak mau lagi bekerja sama denganku!" bentaknya.
Gadis itu tidak mengatakan hal apa pun, dia hanya menangis seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dia terlihat sangat menyedihkan, tidak ada perlawanan sama sekali darinya. Dia hanya terlihat menatap pria itu dengan tatapan penuh permohonan.
Aku merasa bingung dibuatnya, seharusnya gadis itu memberikan perlawanan. Mendorong tubuhnya kek, atau melakukan protes mungkin.
Eh? Tunggu dulu, kenapa aku bilang melakukan protes? Bukankah pria tadi berkata jika gadis itu adalah gadis bisu?
Jadi, apakah mungkin gadis itu adalah gadis yang aku temui di pinggir jalan waktu itu? Apakah mungkin gadis itu adalah gadis yang aku temui di Cafe? Apakah mungkin gadis itu gadis yang meminta tolong kepadaku?
Aku terus saja bertanya-tanya di dalam hatiku, aku benar-benar bingung dengan apa yang aku lihat kali ini.
Melihat gadis itu, pria paruh baya yang ada di hadapannya terlihat kesal sekali. Apalagi saat gadis itu terus saja menangis, pria paruh baya itu menghampiri gadis itu, menunduk dan menarik bajunya sehingga baju bagian atasnya terlihat robek.
Mata pria paruh baya itu terlihat membulat kala melihat setengah bagian dada gadis itu menyembul.
Dia seolah tergoda dengan dada dari gadis yang ada di hadapannya, matanya terlihat berbinar penuh napsu.
"Wah, ternyata kalau aku perhatikan badanmu bagus juga. Oh iya, aku lupa Ibumu juga memang memiliki badan yang bagus. Tentu saja kamu pun sama, bedanya kamu bisu," ucap pria itu.
Tidak lama kemudian pria itu nampak menarik tangan gadis itu dengan sangat kasar, dia membawa gadis itu ke dalam rumah yang tidak jauh dari kebun.
Dia membawanya masuk ke dalam rumah yang begitu mewah dan juga megah, aku berlari mengikuti gadis yang digeret paksa oleh lelaki paruh baya itu.
Aku ingin tahu dia membawanya ke mana, apa yang dia lakukan dan apa yang dia inginkan dari gadis bisu itu
Pria paruh baya itu ternyata membawa gadis itu ke dalam sebuah kamar yang ada di salah satu ruangan tersebut.
Sepertinya itu adalah kamar tamu, karena terlihat kosong tapi sangat rapi. Dia angkat tubuh gadis itu lalu dihempaskan ke atas ranjang.
Gadis itu terlihat ketakutan, dia bahkan memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya.
Oh Tuhan, sebenarnya apa yang diinginkan oleh pria paruh baya itu? Kenapa seringainya terlihat begitu menakutkan? Aku benar-benar iba terhadap gadis itu.
Pria itu terlihat menyeringai, lalu dia menarik kaki gadis tersebut sehingga kini gadis itu dalam keadaan terlentang.
"Sepertinya, dari pada aku marah-marah terus terhadap dirimu. Lebih baik aku memakaimu, lagi pula ibumu sekarang sangat sibuk mengurus perusahaan."
Kembali pria itu menyeringai, seringai yang sangat menakutkan menurutku. Gadis yang kini terlentang di atas ranjang itu terlihat menggelengkan kepalanya, dia benar-benar terlihat ketakutan.
Air matanya berurai dan juga keringat membasahi tubuhnya, melihat keadaan gadis itu yang menyedihkan, pria paruh baya itu tidak peduli sama sekali.
Pria paruh baya itu terlihat menarik paksa baju yang gadis itu pakai, sehingga dia kini terlihat polos tanpa sehelai benang pun.
Lelaki itu berusaha untuk menjamah tubuh gadis itu. Namun, gadis itu langsung melompat dari atas tempat tidur.
Dia terlihat celingukkan, lalu dia menemukan sebuah tongkat baseball. Dia berusaha untuk memukul lelaki paruh baya tersebut, dia berusaha melindungi dirinya.
Namun, ternyata pria paruh baya itu dengan gesit bisa menangkis semua pukulan yang diberikan oleh gadis itu.
"Dasar gadis sialan!" umpat pria paruh baya itu.
Dia dengan cepat menarik tongkat baseball dari tangan gadis bisu itu, tanpa aku duga pria paruh baya itu memukul gadis bisu itu dengan tongkat baseball yang dia pegang.
Pria paruh baya itu sepertinya begitu kalap, dia begitu kesal hingga beberapa saat kemudian gadis bisu itu terlihat tersungkur di pojok kamar.
"Ah sial! Kenapa aku bisa kebablasan?" ucap pria baru baya itu.
Dengan takut-takut pria paruh baya itu terlihat menghampiri gadis bisu yang tergolek lemas di pojok ruangan, lalu dia menggoyang-goyangkannya dengan tongkat baseball yang dia pegang.
"Hey! Bangunlah bodohh! Jangan membuatku takut seperti ini!" kata pria paruh baya itu.
Namun, sepertinya gadis itu tidak melakukan pergerakan sama sekali. Tidak lama kemudian, pria itu terlihat panik saat melihat gadis bisu itu tidak bergerak sama sekali.
****
Masih berlanjut, kuy ramein like dan komentnya.
anes❣️alex