NovelToon NovelToon
One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Mafia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:38k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​"Tugasku adalah menjagamu, Leana. Bukan mencintaimu."

​Leana Frederick tahu, ia seharusnya berhenti. Mengejar Jimmy sama saja dengan menabrak tembok es yang tak akan pernah cair.

Bagi Jimmy, Leana adalah titipan berharga dari seorang sahabat, bukan wanita yang boleh disentuh.

Hingga satu malam yang menghancurkan batasan itu. Satu malam yang mengubah perlindungan menjadi sebuah obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

"Aku serahkan Lea padamu, Diego," ucap Jimmy menatap sahabatnya itu.

"Terima kasih, sudah melakukan tugasmu lebih dari yang kuharapkan. Sekarang, kembalilah ke mansion. Kau butuh istirahat dan luka di bahumu itu harus diobati." ucap Diego.

"Aku tidak bisa kembali ke mansion sekarang," balas Jimmy datar. "Ada urusan pribadi yang sangat mendesak yang harus aku selesaikan. Aku mohon izin untuk pergi sekarang."

Lea yang sejak tadi menunggu Jimmy untuk sekadar menggenggam tangannya atau memberikan tatapan perpisahan yang manis, terlihat kecewa.

"Urusan mendadak? Urusan apa, Jim? Kau bahkan belum sarapan denganku!"

Jimmy menoleh sekilas degan tatapannya sedingin es, kembali menjadi pengawal Diego Frederick yang tak tersentuh.

"Bukan urusanmu, Lea. Pulanglah bersama orang tuamu. Kau akan aman bersama mereka."

"Tapi, Jim—"

"Aku pergi sekarang.

Permisi." Jimmy memotong kalimat Lea seraya membungkuk hormat pada Diego dan Elise, lalu berbalik pergi menuju mobilnya tanpa menoleh lagi.

Lea berdiri mematung, dadanya terasa sesak. Setelah apa yang terjadi semalam, dia pergi begitu saja tanpa penjelasan? Ia mengepalkan tangan, menahan air mata yang nyaris tumpah karena rasa kesal yang membuncah.

"Ayo, Sayang. Kita pulang," ajak Elise sambil merangkul pundak putrinya.

Saat mereka mulai melangkah menuju mobil, Elise menyadari sesuatu yang aneh. Langkah Lea tampak sangat kaku, bahkan gadis itu sedikit meringis dan agak pincang saat mencoba menaiki undakan trotoar.

"Lea sayang? Kau kenapa? Cara berjalanmu aneh sekali," tanya Elise, matanya langsung tertuju pada kaki Lea.

Lea tersentak, wajahnya mendadak memerah sampai ke telinga.

"Ah... itu... aku jatuh di kamar mandi tadi pagi, Ma. Lantainya licin sekali saat aku baru selesai mandi."

"Jatuh?!" Diego yang tadinya sedang mengawasi sekitar langsung menghampiri dengan panik. "Di mana yang sakit? Pinggulmu? Atau kakimu? Kenapa kau tidak bilang pada Jimmy?"

"Tidak apa-apa, Pa! Hanya sedikit pegal karena terbentur lantai. Aku butuh kompres air hangat saja nanti." kilah Lea cepat, mencoba berjalan senormal mungkin meski rasa perih di area sensitifnya masih sangat terasa.

"Tidak bisa! Kita ke rumah sakit sekarang. Bagaimana kalau ada tulang yang retak? Jatuh di kamar mandi itu berbahaya, Lea!" Diego sudah bersiap memerintahkan sopir untuk menuju rumah sakit internasional terdekat.

"Tidak mau, Pa! Aku tidak mau ke rumah sakit!" rengek Lea, kembali ke mode manjanya untuk menutupi kepanikan. "Aku hanya ingin tidur di kamarku sendiri. Tolonglah, aku baik-baik saja."

Elise menyipitkan mata, menatap putrinya dari atas ke bawah dengan tatapan penuh selidik. Sebagai seorang wanita berpengalaman, ia tahu ada yang tidak beres.

"Jatuh dari kamar mandi, ya? Tapi kenapa wajahmu tidak pucat kesakitan, malah terlihat berseri-seri di balik rasa lemas itu?" sindir Elise.

"Mungkin karena aku senang bisa pulang, Ma!" jawab Lea asal. Ia segera masuk ke dalam mobil sebelum ibunya bertanya lebih jauh.

Di dalam mobil, Lea menyandarkan kepalanya di jendela, menatap jalanan apartemen Jimmy yang mulai menjauh dari pandangannya.

Pikirannya tidak lagi pada rasa sakit di tubuhnya, melainkan pada Jimmy. Ia tahu Jimmy sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

Jimmy melindunginya semalam dengan seluruh jiwanya, namun pagi ini pria itu mendorongnya menjauh seolah mereka tidak pernah berbagi napas yang sama.

"Pa," panggil Lea pelan tanpa menoleh.

"Ya, Sayang?" sahut Diego yang masih sibuk memeriksa jadwal dokter keluarga di ponselnya.

"Apa Papa tahu siapa keluarga Jimmy yang tersisa? Maksudku, apa dia pernah bercerita soal ibunya?" tanya Lea penasaran.

Pertanyaan itu membuat suasana di dalam mobil mendadak senyap. Diego meletakkan ponselnya, sementara Elise menoleh dengan kening berkerut.

"Jimmy itu yatim piatu sejak remaja, Lea. Setahu Papa, seluruh keluarganya habis dalam tragedi pembakaran rumah mereka di Italia belasan tahun lalu. Itulah sebabnya Papa membawanya ke sini dan menjadikannya bagian dari keluarga kita. Kenapa kau tiba-tiba bertanya soal itu?" tanya Diego serius.

Lea terdiam. Habis dalam tragedi? Tapi pria di telepon tadi bilang ibunya masih hidup.

"Lea, papa bertanya padamu," sahut Elise menepuk bahu putrinya.

"Hanya bertanya saja. Tadi dia terlihat sangat sedih saat menerima telepon," ucap Lea dengan berbohong.

"Sudahlah, jangan pikirkan urusan pria itu. Dia pria dewasa, dia bisa mengurus masalahnya sendiri," ucap Diego, meski dalam hatinya ia juga mulai merasa curiga dengan kepergian Jimmy yang mendadak.

Lea memejamkan mata. Rasa hangat dari kemeja Jimmy yang masih ia pakai di balik jaket, memberikan sedikit ketenangan. Ia bersumpah, jika Jimmy tidak kembali dalam dua puluh empat jam, ia sendiri yang akan mencari tahu kemana pria itu pergi.

Jimmy sudah mengklaimnya semalam, dan Leana tidak akan membiarkan pria itu pergi menghadapi maut sendirian.

*

*

Bug!

Hantaman keras dari kepalan tangan Daren mendarat telak di rahang tegas Jimmy.

Jimmy tidak melawan. Ia hanya terhuyung satu langkah, lalu perlahan berdiri tegak. Ia mengusap sudut bibirnya yang pecah dengan ibu jari, menatap noda merah di kulitnya sebelum memberikan senyum kecut.

"Hanya ini? Pukulanmu mulai melemah seiring bertambahnya usia," ucap Jimmy dingin.

"Kau berani menghinaku setelah apa yang kau lakukan pada adikmu?!" seru Daren. Ia menunjuk ke arah sofa di sudut ruangan, di mana Aaron duduk dengan tangan yang dibalut gips tebal dan wajah yang penuh lebam.

"Aaron masuk rumah sakit karena kau. Dia adikmu James. Adikmu! Dan kau menghancurkannya hanya karena seorang wanita lemah?!"

Aaron, yang sejak tadi bersandar manja pada bahu ibunya mulai merengek dengan suara yang dibuat-buat.

"Sudahlah, Papa, jangan pukul kak James lagi. Aku yakin dia hanya sedang terbawa emosi. Mungkin aku memang salah karena terlalu mencintai Lea," sahutnya.

Tania membelai rambut Aaron dengan penuh kasih. Sementara tatapannya pada Jimmy sangat tajam dan penuh kebencian.

"Lihat itu, Daren! Aaron masih berusaha membelanya meski tangannya sudah cacat karena James! James itu monster! Dia tidak pernah menganggap kita keluarga!" seru wanita itu.

Dalam hati, Aaron tersenyum puas. Ia menikmati setiap detik penderitaan kakaknya.

"Teruslah memukulnya, Pa. Buat dia hancur seperti dia menghancurkan ku," batin Aaron licik.

"Kau dengar itu, James? Adikmu bahkan lebih terhormat darimu!" bentak Daren lagi. Ia mencengkeram kerah kemeja Jimmy, memaksa pria itu menatapnya. "Kau lupa siapa yang memberimu makan sebelum Diego Frederick membeli mu?!"

"Aku tidak pernah lupa. Sama seperti aku tidak pernah lupa bagaimana kau membiarkan ibuku membusuk di gudang belakang sementara kau bersenang-senang dengan wanita ini!" Jimmy menepis tangan ayahnya dengan kasar. "Di mana dia? Kau bilang dia masih hidup. Tunjukkan padaku atau aku akan menghancurkan sisi lain dari wajah Aaron sekarang juga."

Daren tertawa hambar, sebuah tawa yang terdengar sangat menjijikan di telinga Jimmy.

"Kau ingin melihat ibumu? Kau tidak punya hak untuk menuntut sebelum kau berlutut dan meminta maaf pada Aaron! Berlutut, James! Atau kau tidak akan pernah melihat wanita tua itu lagi!" ancam Daren.

Jimmy mengepalkan tangannya sembari menatap Aaron yang kini memberikan senyum mengejek dari balik punggung Tania.

"Jangan pernah menguji kesabaranku, Daren. Karena jika aku kehilangan kendali, bukan hanya Aaron yang akan hancur, tapi seluruh rumah ini akan menjadi makam kalian!" seru Jimmy.

1
Ayachi
gadis polos matamuu diegooo, dia nurunin sifat beringasmu
Senja: 🤣🤣🤣🤣😭
total 1 replies
Keysha Aurelie
keterlakuan kamu Jim parah banget kelakuan mu yang tidak bisa di banggakan itu🤣
apaan coba lagi lagi gak bisa menahan keinginanmu untuk menanam saham itu🤣🤣
ingat Lea terburu buru ada kelas pagi 😭
ini malah berharap kecambahnya tumbuh 🤣🤣
Keysha Aurelie: eh keterlaluan😂
total 1 replies
Lilik24
jangan sampe benihmu sudah tumbuh duluan sedangkan kamu belum kembali Jim
kiya
masih sempat nabur benih ya jim sblm ke kampus, weleh2...
Senja: /Facepalm/
total 1 replies
h-6
dasar pria tua mecum 🌚
h-6: 🌚🌚🌚 BANGET 🌚🌚🌚
total 2 replies
Nice1808
Benih premium jim bukan benih expired🤣Lea akn slalu mrnunggu mu jim jadi cepatlah selamatkan Ibumu dr tangan Daren💪
h-6
sumpah al ngakak bab ini 😭
Sri Wulandari
wkwkwk
Keysha Aurelie
James?
udah ganti sekarang bukan Jimmy lagi

Diego pria itu sudah menyentuh putrimu lebih dari satu kali
kecanduan dia pengen terus🤣
Senja: Wkek nama aslinya james, jimmy nama panggilan dari Diego tp nanti tetap jimmy🤭
total 1 replies
Keysha Aurelie
Halah halah Jim Jim gayamu mau membawa Lea ke ranjang hebat sekali kau ni
hadapi dulu calon mertua mu itu hahaha🤣🤣🤣
rasanya pengen tertawa ,menertawakan Wil Wil arogan itu
Tuan Wil mau nikah lagi anda?
bentar nanti di carikan sama pembuat cerita ini 😂
Marya Dina
nah lhoo jim di todong pertanyaan itu ma calon bamer mu.
.jawab jim😁😁
Kinara Widya
hayo lu Jim....🤣🤣🤣....tapi kayanya Diego sudah mengetahui lah...cuman pura2 saja nanya ...mau lihat reaksi jimmi
TRI SRI SULANJARI
jangan bohong jim katakan saja....siapa tahu langsung di nikahkan meski kena pukulan dulu........🤩😍😍👍
comelciripa
🤣🤣🤣perkara wes dicaplok🤭
Lilik24
diego sudah kecolongan itupun krn ulah calon mantu dr william.....jimmy selalu berusaha menahan diri walaupun selelu digoda lea tp krn obat jadilah
Nice1808
mampus kau jim diego dah curiga dan penasaran, jujur jim klo kau telah makan singa betina nya🤣🤣🤣🤣
Nice1808
ngeri william yg dipndang kasta dan kedudukan🤣dan jimmy gk takut atauoun mundur👍👍
mars
mati aku kata james🤣🤣🤣🤣🤣 jawab aja blm Diego,blm hamil maksudnya🤣🤣🤣🤣
Senja: Hahaha😭
total 1 replies
mars
hasil didikan mu tuh diego😀
Lilik24
udah cepetlah halalin Jim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!