NovelToon NovelToon
CINTA TAK KENAL USIA

CINTA TAK KENAL USIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Karena orang tua serta para keluarga selalu mendesak untuk menikah. Akhirnya Adelia Aurellia nekat menikahi seorang anak magang yang jarak usianya sepuluh tahun dibawahnya. Hal itu malah membuat orang tua Aurel menjadi murka. Pasalnya orang tua sang supir yang bernama Adam Ashraf adalah seorang pengkhianat bagi keluarganya Aurel.

Padahal itu hanya fitnah, yang ingin merenggangkan persahabatan antara Ayahnya Aurel dan juga Ayahnya Adam. Makanya Adam sengaja bekerja pada mereka, karena ingin memulihkan nama baik sang Ayah. Dan karena tujuan itu, ia pun langsung menerima tawaran dari Aurel, untuk menikahinya.

Akankah, Adam berhasil membersihkan nama baik sang Ayah? Dan Akankah mereka mendapatkan restu dari keluarga Aurel? Yuk ikuti karya Ramanda, jangan lupa berikan dukungannya juga ya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUMAH KENANGAN.

Pintu besar rumah keluarga Bramasta yang baru saja dibeli kembali itu terbuka lebar. Wangi kayu jati dan aroma melati di halaman menyambut kepulangan mereka. Namun, alih-alih masuk dengan gagah, Ansel justru berlari menerobos pintu seolah sedang dikejar setan.

"MAMAAA! TOLONG ANSEL, MAA!" teriak Ansel histeris.

Asnita yang sedang berbincang dengan Arumi di ruang tengah tersentak kaget. Belum sempat ia bertanya, Ansel sudah menubruknya dan memeluk pinggang ibunya erat-erat, persis seperti anak TK yang baru saja kehilangan balonnya di pasar malam.

"Lho, ada apa ini? Kenapa wajahmu kotor semua begini, Ansel?" tanya Asnita bingung sambil mengusap kepala putranya.

"Aku hampir mati, Ma! Aku hampir jadi santapan siang anjing pelacak sebesar beruang!" adu Ansel dengan napas memburu. "Tanganku lecet semua karena bergelantungan di pohon. Adam jahat, Ma! Dia malah menontonku sambil tertawa!"

Adam yang baru saja masuk bersama Aurel tidak bisa menahan diri lagi. Tawanya kembali pecah hingga ia harus memegangi perutnya. "Hahaha! Ma, kalau Mama lihat tadi, Ansel itu sudah tidak ada bedanya dengan monyet sirkus yang sedang audisi. Dia bergelayutan sambil teriak 'Mama... Mama... sampai air matanya keluar!"

"Adam! Itu tidak lucu! Kalau rantingnya patah bagaimana?" omel Ansel sambil menyodorkan telapak tangannya ke depan wajah ibunya. "Mama, tiup, Ma. Masih perih sekali ini."

Arumi yang menyaksikan adegan itu dari sofa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan tawa. Ia melirik putranya, Raffa, yang sedang duduk tenang sambil menyusun balok kayu.

"Ansel, kamu ini bagaimana, sih?" tanya Arumi geli. "Raffa saja kemarin jatuh dari sepeda tidak sampai merengek seperti itu. Malah dia sendiri yang ambil plester."

Raff yang merasa namanya disebut, mendongak. Ia menatap pamannya dengan tatapan yang sangat dewasa untuk anak seusianya. "Om Ansel, kata Bu Guru di sekolah, anak laki-laki itu harus kuat. Tidak boleh cengeng, nanti apa kata dunia?" kata Raffa dengan suara cadelnya ciri khas anak kecil.

Ruangan itu seketika hening sesaat sebelum akhirnya ledakan tawa pecah dari semua orang, kecuali Ansel yang wajahnya kini memerah padam karena malu dinasihati oleh bocah berusia empat tahun.

Rasa Jawa Timur di Tanah Jakarta

"Sudah, sudah. Mana buah buninya? Biar Mbak buatkan rujak spesial," ujar Arumi sambil mengambil kantong plastik berisi buah merah kehitaman itu dari tangan Adam.

Arumi segera menuju dapur. Dengan cekatan, ia mengulek cabai rawit, terasi bakar, gula merah, dan sedikit garam. Ciri khas rujak buni Jawa Timur adalah bumbunya yang kental dan sedikit menyengat. Aroma terasi dan asamnya buni mulai memenuhi ruangan, membuat air liur siapa pun yang menciumnya menetes.

Aurel duduk di meja makan dengan mata berbinar. Begitu piring rujak diletakkan di depannya, ia langsung menyambar sendok dan memakan buah buni itu dengan lahap.

"Aduh, pelan-pelan, Sayang," ujar Adam cemas melihat istrinya memakan rujak yang cukup merah itu. "Nanti perutmu sakit. Itu asam sekali, lho."

"Tidak apa-apa, Adam. Segar sekali! Ini yang aku mau dari kemarin," jawab Aurel sambil terus mengunyah tanpa henti.

Asnita tersenyum menenangkan menantunya. "Tenang saja, Adam. Orang ngidam itu punya kekuatan ajaib. Lambungnya mendadak jadi sekuat baja kalau sudah ketemu kemauannya. Tidak akan sakit perut, percaya pada Mama."

"Benar, Dam. Dulu waktu hamil Kenjo, Mbak malah ngidam makan mangga muda mentah-mentah tanpa garam," tambah Arumi meyakinkan.

Adam akhirnya bisa bernapas lega. Ia duduk di samping Aurel, memperhatikan istrinya makan dengan penuh kebahagiaan. Suasana rumah ini terasa sangat hangat. Bayangan sepuluh tahun lalu, saat mendiang ayahnya masih duduk di kursi yang sama sambil membaca koran, melintas di benaknya.

Aku tidak akan membiarkan rumah ini lepas lagi, batin Adam sungguh-sungguh. Tempat ini adalah akar kami.

Kebahagiaan itu berlangsung hingga sore hari. Matahari mulai condong ke barat, memberikan warna keemasan pada pilar-pilar putih rumah keluarga Bramasta. Namun, ketenangan itu terusik ketika ponsel Adam yang tergeletak di atas meja bergetar hebat.

Nama 'Rian' muncul di layar. Perasaan Adam mendadak tidak enak. Ia segera menjauh dari kerumunan keluarga dan mengangkat telepon di sudut teras.

"Halo, Rian. Ada apa? Kau masih di Surabaya, kan?" tanya Adam.

"Bos... gawat," suara Rian terdengar panik di seberang sana. "Server utama A-Games di Surabaya baru saja diretas secara masif. Bukan cuma itu, data keuangan perusahaan yang sedang kita audit untuk proses Initial Public Offering (IPO) bocor ke publik!"

Darah Adam terasa mendidih seketika. "Bagaimana bisa? Kita punya sistem keamanan ganda!"

"Sepertinya ada pengkhianat di dalam, Bos. Seseorang menggunakan akses level tinggi untuk membukanya. Dan yang lebih mengerikan, saham kita mulai anjlok karena rumor yang disebarkan lewat situs-situs gelap," lanjut Rian dengan suara bergetar.

Adam mengepalkan tangannya. "Cari tahu siapa yang memegang akses terakhir itu. Dan pastikan semua aset fisik di kantor Surabaya dijaga ketat!"

"Ada satu lagi, Bos..." Rian ragu sejenak. "Seseorang mengirimkan surat fisik ke kantor. Isinya hanya satu kalimat: 'Selamat menempati rumah lama, tapi jangan lupa bayar hutang darah ayahmu'."

Adam tertegun. Kalimat itu bukan sekadar ancaman bisnis. Itu adalah serangan personal yang menargetkan sejarah keluarganya. Ia menoleh ke dalam rumah, melihat Aurel yang sedang tertawa bersama Arumi dan Raffa. Kebahagiaan yang baru saja ia raih seolah terancam runtuh dalam sekejap.

"Adam? Ada apa?" Aurel tiba-tiba muncul di ambang pintu teras, wajahnya tampak cemas melihat perubahan raut muka suaminya.

Adam segera menyimpan ponselnya dan memaksakan senyum. "Hanya urusan kecil di kantor, Sayang. Ayo masuk, udara mulai dingin."

Namun, di dalam hatinya, Adam tahu bahwa malam ini tidak akan ada tidur yang nyenyak. Seseorang dari masa lalu baru saja menyatakan perang terbuka, dan targetnya bukan hanya A-Games, melainkan setiap jengkal tanah yang baru saja ia beli kembali. Siapakah "pengkhianat" yang memiliki akses level tinggi itu? Dan apa sebenarnya "hutang darah" yang dimaksud?

1
Sheila Aquariana
lanjut thoorrr
tiara
Dasar Ansel cari perhatian malah dicuekin kasian dah
tiara
dengan bersatunya beberapa orang akan kuat dalam menghadapi tantangan walaupun berat pasti ada cara untuk menyelesaikanya.
tiara
ya itu keputusan yang sangat baik, jadi kalian bisa bejerja sambil menjaga keamanan dan kenyamanan keluarga besar dan dua perusahaan sekaligus
tiara
berbahagialah dan saling menguatkan walau apapun yang terjadi,karens esok mungkin akan lebih menguras kesabaran kalian
Uba Muhammad Al-varo
ayo Adam lawan mereka buat mereka kalah dan menyesal telah menyerangmu💪💪💪💪
tiara
lanjuut thor semangat upnya sehat selalu
tiara
semangat Adam selalu kompak dengan sahabat dan keluarga dalam menghadapi berbagai cobaan yang silih berganti
Nifatul Masruro Hikari Masaru
semangat authornya
tiara
Akhirnya semuanya menemukan kebahagian dan mereka bertambah kuat karena selalu bersama dalam segala hal
tiara
ada apakah dengan Ansel,
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh masalahnya gak kelar2
Uba Muhammad Al-varo
inilah waktunya Rian sadar dan sembuh kembali
tiara
Akhirnya semua ujian dapat dilalui adam, dan Rian pun sudah bangun dari koma
tiara
ayo Rian semangat untuk sembuh bantu Adam dan bahagiakan ibu dan adikmu
Nifatul Masruro Hikari Masaru
semangat untuk sembuh rian
♛⃟⭕
Bapak nya Lily ga di selamatkan dlu yaaa....??🤔
Nindya Sukma
menegangkan dan seru
Uba Muhammad Al-varo
Rian.......ibumu sudah datang menemuimu, sekarang buka mata kamu sambut ibumu dengan pelukan hangat mu
tiara
bangun Rian ibumu datang, jangan pernah menyerah mereka menunggu kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!