Cerita tentang Teknologi super canggih yang di gabungkan dengan kekuatan Kuno Semesta.
Menceritakan pengaturan sang Pencipta dengan menciptakan 9 Segiova dan 9 Gulgara (sang pelindung semesta) dengan di lindungi 10 Jendral.
Kecerdasan membawa nafsu dari makhluk dominan setiap Planet, menjadikan perang antar Planet dan Galaksi tak terhindarkan.
Husgar (sang pembasmi) keturunan sang pelindung Semesta sebagai garda terdepan harus menyelidiki dan melindungi suatu Planet dan Galaksi dari kekacauan.
Hingga Husgar Vize menemukan suatu kesalahan. Dengan di batu kakak kandung yang mengabdikan diri sebagai Pie sang pelindung Husgar..?
#########
Jarak 1 tahun cahaya sebenarnya = 9.467.280.000.000 KM/tahun
Jika ingin mengerti alur cerita secara langsung tanpa basa basi. Mulai baca di bab 84,85,86,87 lalu kembali lagi ke bab 1.
Selamat menikmati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekuatan Istimewa Pie Jiru
"Sepertinya dia benar benar penyusup yang telah menyamar setelah membunuh Pie Jiru, karena tidak mungkin seorang Pie tidak mengetahui hal hal tentang Planet yang di tempati Segiova atau Gulgara." Komandan Jordi berbicara dalam hatinya dan bertambah yakin karena sikap siaga Pie Jiru.
Tanpa basa basi, Komandan Jordi yang hanya berjarak lima meter dari Pie Jiru langsung melancarkan serangannya, dengan kemampuan khusus Komandan Jordi yang dapat melakukan lompatan pukulan, komandan Jordi langsung memukul Pie Jiru dengan sangat cepat.
Terlihat dalam gerakan lambat Komandan Jordi melakukan pukulan biasa tapi saat melakukan pukulan, tercipta lubang hitam berdiameter dua puluh centimeter yang seperti menelan tangannya sampai hampir bahu dan tercipta juga lubang hitam kedua di depan wajah Pie Jiru berukuran sama seperti yang berada di depan Komandan Jordi tapi mengeluarkan tangan Komandan Jordi yang melakukan pukulan lalu di telan oleh lubang hitam pertama dan langsung mengenai wajah Pie Jiru dengan telak.
Pie Jiru yang terkena pukulan Komandan Jordi, langsung terlempar dan tubuhnya menghantam kaca hingga melemparnya ke luar bangunan.
"Sial, pukulan apa itu...? Kenapa tiba tiba ada di depan wajahku?" Batin Pie Jiru yang merasakan sakit di mulutnya karena terkena pukulan Komandan Jordi.
Dengan sigap beberapa prajurit ke tempat jendela yang telah pecah dan melempar Pie Jiru. Tanpa aba-aba, beberapa prajurit langsung menembak Pie Jiru dari jendela.
Tembakan-tembakan laser menghujani tempat Pie Jiru berada. Tetapi saat tembakan tembakan itu mengarah kepada Pie Jiru, seolah Pie Jiru dapat melihat semua peluru peluru laser itu dengan baik dan dapat menghindarinya lalu bersembunyi di belakang bangunan yang lain.
"Kenapa dengan mataku? kenapa aku bisa melihat gerakan tembakan laser itu?" Dengan keheranan Pie Jiru karena dapat lolos dari beberapa tembakan laser yang mengarah padanya.
"Penyusup sialan, dia dapat menghindari tembakan kita secara spontan." Beberapa prajurit melompat keluar melalui jendela yang pecah setelah berkata-kata.
Mengetahui Prajurit yang di depan jendela melompat keluar, Prajurit yang berada di belakangnya pun ikut keluar bangunan. Beberapa lewat jendela yang sudah pecah, beberapa melewati pintu untuk mengejar Pie Jiru. Sedangkan Komandan Jordi menaiki atap bangunan untuk memperhatikan Pie Jiru dari atas atap.
Pie Jiru yang mengetahui beberapa Prajurit melompat dari jendela untuk mengejar, Pie Jiru langsung lari menjauh untuk menyusun strategi menyerang balik.
"Mereka bukan musuhku, tapi mereka menyerang ku, ini hanya salah paham. Tapi tidak mungkin aku menghindar terus menerus, aku harus melumpuhkan mereka juga dan harus menemukan Jendral Mozi, karena hanya dia yang dapat menjelaskan kesalah pahaman ini." Pie Jiru berbicara sendiri dalam hatinya.
Pie Jiru terus berlari dengan beberapa kali terus menghindar dari tembakan-tembakan yang di lepaskan para prajurit yang mengejarnya.
Pie Jiru yang belum menyadari kekuatan istimewaannya setelah melakukan pengikatan Jiwa dengan Husgar Vize hanya terus berlari dan keheranan dengan kecepatannya sendiri saat menghindari tembakan-tembakan laser.
"Apa maksud kecepatan menghindar ini?Gumam Pie Jiru dalam hatinya.
"Sepertinya, ketika aku meningkatkan kesadaranku, aku dapat melakukan kecepatan berkali lipat, tidak ada salahnya mencoba." Saat Pie Jiru meningkatkan kesadarannya, Pie Jiru dapat bergerak berkali kali lipat sampai dapat melewati beberapa bangunan hanya dengan hitungan detik.
"Wooow... apa ini...? Kenapa tiba-tiba aku bisa sangat cepat." Dengan kecepatan yang Pie Jiru miliki saat ini. Pie Jiru sekarang bukan berlari menghindar, tapi berlari menuju prajurit prajurit yang menyerangnya.
Delapan prajurit yang berlari dan mencari Pie Jiru di sebuah lorong jalan melakukan tembakan saat melihat Pie Jiru mendekat padanya.
Pie Jiru yang di sambut oleh tembakan-tembakan laser, dengan berbagai gerakan melompat, zigzag, menunduk, bahkan menggelinding di jalan, guna menghindar dari tembakan.
Saat baru beberapa kali kedelapan Prajurit melakukan tembakan, Pie Jiru sudah berada di depannya dan langsung melumpuhkan ke delapan prajurit tersebut dengan hanya menggunakan satu kali pukulan kepada masing masing prajurit yang rata rata mengenai perut prajurit tersebut, bahkan beberapa prajurit langsung pingsan.
"Delapan tumbang, sekarang sisa dua puluhan prajurit lagi," ucap Pie Jiru."
Sekarang mereka sama-sama mencari, beberapa prajurit yang mengejar Pie Jiru secara berkelompok mencari ke berbagai tempat, begitu pula Pie Jiru, yang sekarang juga mencari kelompok-kelompok prajurit yang mengejarnya.
"Empat belas tumbang." Pie Jiru berhitung saat dapat melumpuhkan enam prajurit yang mencari Pie Jiru.
Komandan Jordi yang dapat memperhatikan prajuritnya tumbang karena berada di salah satu bangunan yang tinggi, lalu Komandan Jordi mulai mengarahkan sisa prajurit yang mengejar, hingga Pie Jiru terpojok di tengah tengah jalan simpang lima dan di setiap ujung jalan ada kelompok kelompok prajurit yang siap menembaknya.
Setelah beberapa detik Pie Jiru berpandang-pandangan dengan prajurit yang mengepungnya, Pie Jiru langsung bergerak mendekat ke salah satu kelompok dan langsung di hujani tembakan ke arah Pie Jiru.
"Peluru kalian sungguh lambat..." ucap Pie Jiru, sebelum Pie Jiru memukul dan melumpuhkan prajurit tersebut.
Tanpa berlama lama, setelah Pie Jiru menumbangkan prajurit tersebut. Pie Jiru langsung menuju Prajurit yang lain hingga menyisakan empat prajurit di sisi jalan yang lain dan terus menembak saat Pie Jiru terlihat.
"Sialan, dia begitu cepat, bahkan bisa menghindari tembakan." Komandan Jordi berucap dan saat Komandan Jordi melihat prajuritnya tumbang langsung melompat dari atap untuk turun. Baru saja Komandan Jordi melompat, tiba tiba papan Fox langsung menjemputnya agar tidak terjatuh.
Komandan Jordi langsung menuju ke arah Pie Jiru dengan terbang menggunakan papan Fox.
**Di sisi lain**
Husgar Vize terbangun dan membatin karena suara pecahan jendela yang tertabrak oleh Pie Jiru. "Suara apa itu...?"
Heran dan terkejut karena suara gaduh yang berada di luar dan di ikuti suara tembakan beberapa saat kemudian.
Husgar Vize bergegas keluar kamar yang sudah tidak ada siapa-siapa di luar kamar, dan hanya mendengar suara tembakan dari luar, dengan segera Husgar Vize mencari pusat tembakan dan ingin keluar bangunan, tapi saat dia hendak menuju pintu keluar, Husgar Vize melihat jendela yang telah hancur dan kaca pecah, yang langsung menarik perhatiannya dan menuju Jendela tersebut.
Dari Jendela yang pecah tersebut, Husgar Vize melihat beberapa prajurit paling belakang berlari mengejar sesuatu dengan senjata di tangannya.
"Ada apa ini...? Apakah ada penyerang masuk k sini...?" Tetapi Husgar Vize tidak melakukan pengejaran juga, karena menganggap sudah di atasi oleh prajurit planet Galgic.
"Pasti prajurit tadi sudah mengejar dan dapat mengatasi masalah ini dengan mudah, karena pasti ada banyak prajurit di sekitar sini," ucap Husgar Vize berlalu pergi meninggalkan jendela tersebut dan jalan menuju kamarnya kembali.
Saat Husgar Vize akan masuk di kamarnya, suara tembakan semakin intens dan mengganggu fikirannya.
"Sepertinya mereka kesulitan menangani, aku harus pergi membantu." Husgar Vize berbicara dalam Hatinya dan langsung keluar untuk ikut mengatasi masalah yang dia juga belum tau apa yang akan di hadapi.
**Di tempat terpisah kediaman Jendral Mozi**
Jendral Mozi yang mendengar suara tembakan, spontan langsung berdiri dan akan langsung menuju sumber suara tembakan.
"Kurang ajar, berani sekali...? Nekat menyerang daerah sekitar kediaman Jendral," ucap Jendral Mozi dan berlalu meninggalkan kediamannya lalu mengeluarkan kotak kecil dan seketika papan Fox milik Jendral Mozi keluar dari kotak tersebut.
Baru seratus meter Jendral Mozi terbang meninggalkan rumahnya, Jendral Mozi melihat beberapa prajurit tergeletak dan beberapa masih sadar tapi tidak mampu berdiri, Jendral Mozi langsung menghampiri prajurit tersebut dengan maksud mencari informasi.
"Prajurit apa yang terjadi...?"
"Jen-jendral..." Dengan terbata bata dan sisa kekuatannya, prajurit tersebut menceritakan semua kejadian awal mula kepada Jendral Mozi.
Belum selesai prajurit tersebut bercerita, raut muka Jendral Mozi langsung berubah jadi garang.
"Prajurit B*D*H..."
🙏🙏 mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favorit😍💕 🙏🙏