NovelToon NovelToon
Kultivator Yang Menantang Waktu

Kultivator Yang Menantang Waktu

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Psikopat / Tamat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan kutukan yang memakan usia, Boqin Tianzun terpaksa menempuh jalan berdarah demi melawan waktu yang kian menipis. Di tengah pengkhianatan keluarga dan dunia yang memuja kekuatan, ia merajut rencana keji untuk merangkak ke puncak tertinggi.

​Bagi sang iblis berbakat, nyawa hanyalah pion catur dan cinta hanyalah teknik manipulasi, kecuali untuk satu jiwa yang tersisa. Di ambang batas kematian, ia bersumpah akan menaklukkan takdir dan menghancurkan siapa pun yang menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Puncak Dendam di Arena Giok

​Udara di atas arena seolah membeku. Ribuan pasang mata terpaku pada dua sosok yang berdiri di tengah panggung batu. Di sisi lain tribun khusus, Boqin Yan, saudara laki-laki Boqin yang lain, duduk dengan wajah pucat dan tangan yang mencengkeram erat pinggiran kursi. Ia yang selama ini selalu ikut mengejek Boqin, kini merasa seolah-olah kematian sedang menatapnya dari kejauhan.

​"Han... kau harus menghancurkannya," bisik Boqin Yan dengan suara bergetar. Ia tahu, jika Boqin Han kalah, maka tidak akan ada lagi yang bisa menghalangi monster itu untuk membalas dendam pada mereka semua.

​Boqin Han tidak menjawab. Ia menarik pedang panjangnya yang bernama Guntur Biru. Percikan listrik mulai menari-nari di bilah pedangnya, menandakan kekuatan Inti Qi Level 9 yang hampir menyentuh ranah Penyatuan Roh.

​"Mati kau, sampah!"

​Boqin Han melesat secepat kilat. Pedangnya mengayun, menciptakan gelombang listrik yang menghanguskan lantai arena.

​BOOM!

​Ledakan besar terjadi. Debu tebal menutupi pandangan. Semua orang mengira Boqin Tianzun telah hancur menjadi abu. Namun, saat debu menipis, sebuah pemandangan mustahil tersaji.

​Boqin Tianzun berdiri tegak. Ia tidak menghindar. Ia hanya menggunakan satu tangan—yang kini dialiri Qi berwarna merah gelap—untuk menahan bilah pedang listrik Boqin Han tepat di bagian tajamnya.

​"Hanya ini?" Boqin Tianzun menatap kakaknya dengan mata yang berkilat kejam. "Sembilan belas tahun kau memamerkan bakatmu, dan hanya ini kekuatan yang kau punya?"

​Boqin Han terbelalak. "T-tidak mungkin! Bagaimana tangan kosongmu bisa menahan Guntur Biru?!"

​"Karena kau terlalu sibuk berpesta di kediaman utama, sementara aku berlatih dengan rasa sakit sebagai guruku." jawab Boqin dingin.

​Boqin Tianzun mencengkeram pedang itu hingga retak, lalu dengan kekuatan fisik yang murni, ia menghantamkan kepalanya ke wajah Boqin Han.

​KRAK!

​Hidung Boqin Han hancur seketika. Boqin Tianzun tidak berhenti di situ. Ia menarik jubah kakaknya dan melayangkan serangkaian pukulan ke arah persendian tubuh Han. Setiap pukulan diikuti oleh suara tulang yang patah—suara yang membuat para penonton di tribun merinding ketakutan.

​"Ini untuk setiap tendangan yang kau berikan padaku saat aku berumur lima tahun!"

BAKK! Bahu kanan Han hancur.

​"Ini untuk setiap kali kau meludahi makananku!"

BAKK! Tulang rusuk Han patah.

​Boqin Han berteriak histeris, air mata dan darah bercampur di wajahnya yang dulu tampan. "Ayah! Tolong aku! Dia ingin membunuhku!"

​Boqin Han menoleh ke arah tribun tertinggi, memohon perlindungan dari ayahnya. Boqin Yan juga berdiri, berniat meminta intervensi. "Ayah, hentikan dia! Boqin Tianzun sudah gila!"

​Namun, Boqin Ming tetap duduk diam. Matanya yang dingin tidak menunjukkan rasa kasihan sedikit pun pada putra sulungnya yang sedang sekarat. Sebaliknya, ia justru terpesona melihat teknik bela diri Boqin Tianzun yang begitu efisien dan kejam.

​"Seorang jenius yang kalah tidak punya nilai di mataku," ucap Boqin Ming datar, suaranya terdengar ke seluruh arena melalui energi Qi. "Lanjutkan, Boqin Tianzun. Tunjukkan padaku seberapa jauh kau bisa melampaui batas ini."

​Mendengar itu, Boqin Yan jatuh terduduk dengan lemas. Ia menyadari bahwa ayahnya telah sepenuhnya membuang mereka demi senjata baru yang lebih kuat.

​Boqin Tianzun memberikan senyum kemenangan yang paling gelap. Ia mengangkat tubuh Boqin Han yang sudah terkulai lemas, lalu membisikkan sesuatu di telinganya yang hanya bisa didengar oleh Han.

​"Jangan khawatir, Han. Aku tidak akan membunuhmu hari ini. Aku ingin kau tetap hidup, lumpuh, dan melihat bagaimana aku menghancurkan semua yang kau cintai... satu per satu."

​Dengan satu hentakan terakhir, Boqin Tianzun menghantamkan lututnya ke punggung Boqin Han, memutus jalur meridian utamanya selamanya. Boqin Han terkapar, menjadi cacat total yang tidak akan pernah bisa berkultivasi lagi.

​Wasit gemetar saat mengangkat tangan Boqin Tianzun. "P-pemenang... dan Murid Dalam Peringkat Satu yang baru... Boqin Tianzun!"

​Seluruh arena sunyi. Tak ada sorak-sorai. Hanya ada rasa ngeri yang mendalam. Boqin Tianzun berdiri di tengah arena, jubahnya yang tadinya putih kini bersimbah darah kakaknya sendiri.

​Ia menatap ayahnya, memberikan hormat yang paling munafik yang pernah ada. "Terima kasih atas bimbingannya, Ayah."

​Boqin Ming berdiri dan bertepuk tangan pelan, senyum serakah terukir di wajahnya. "Luar biasa. Mulai hari ini, kau memiliki akses penuh ke seluruh sumber daya sekte, termasuk Taman Terlarang."

​Boqin Tianzun berbalik, mengabaikan semua orang. Pikirannya hanya tertuju pada satu nama.

"Sua Mei... tunggu aku. Aku sudah mendapatkan kuncinya."

1
Aldrianto M. Lasut
ini yg bikin cerita gak menarik memanfaat kan wanita yg telah membantu dgn licik..
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
Zan Apexion
lanjut
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Epi Cendrawati
bagus alur ceritaya
Agen One: Wah, terima kasih loh🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
Agen One: /Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Nanik S
lanjutkan
Agen One: siappppp
total 1 replies
Nanik S
Cuuuuuuuuusst
Agen One: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Nanik S
Licik dan kejam
Agen One: 💀💀💀💀💀💀
total 1 replies
Nanik S
God Job
Agen One: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
y@y@
💥👍🏼🌟👍🏼💥
Agen One: Gassss
total 1 replies
Nanik S
Dendam lama
Nanik S
Kejam dan sadis
Nanik S
Sui Mei... teman satu satunya yang membuatnya bersemangat
Agen One
Manipulatif dan strategi
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Keren cekali ceritanya Tor
Nanik S
Kata yang halus tapi mematikan
Nanik S
Jangan terlena Boqin
Agen One: gak akan, justru sebaliknya💪
total 1 replies
Nanik S
Song Yi... mau bikin umpan malah termakan umpan 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!