Follow IG @Lala_Syalala13
Anya, seorang gadis miskin yang bekerja sebagai pelayan, tak sengaja menyelamatkan Marco Valerius, bos mafia kejam yang sedang sekarat akibat pengkhianatan.
Terpikat oleh kemurnian Anya yang tulus, Marco yang posesif memutuskan untuk "membeli" hidup gadis itu.
Ia menghancurkan dunia lama Anya dan mengurungnya dalam kemewahan sebagai bentuk perlindungan sekaligus kepemilikan.
Di tengah ancaman maut dari musuh-musuh Marco, Anya terjebak dalam sangkar emas, berjuang antara rasa takut dan ketertarikan pada pria yang terobsesi menjadikannya milik selamanya.
Bagaimana kelanjutan ceritanya???
Yukkkk kepoin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OSRM BAB 30_Retakan di Singgasana Gading
Pintu depan terbuka, dan masuklah seorang pria lanjut usia yang tampak sangat elegan.
Pria itu mengenakan setelan jas abu-abu perak yang dipotong sempurna, rambutnya putih bersih, disisir rapi ke belakang.
Di tangannya, ia memegang tongkat kayu hitam dengan kepala perak berbentuk serigala.
Namanya adalah Don Vittorio. Dia adalah salah satu pendiri The Syndicate dan orang yang pernah bekerja sama dengan ayah Marco puluhan tahun lalu.
"Marco," suara Vittorio terdengar berwibawa, seperti gema dari masa lalu.
"Estate ini sangat indah dan jauh lebih tenang daripada kebisingan yang kau buat di dermaga tempo hari." serunya.
Marco berdiri, tidak memberikan sapaan hangat. "Vittorio. Perjalanan yang jauh dari Milan hanya untuk sekadar mengomentari propertiku."
Vittorio duduk di sofa kulit tanpa dipersilakan, ia menatap Marco dengan mata yang tampak bijaksana namun menyimpan kekejaman yang tak terukur.
"Kita tidak punya banyak waktu untuk basa-basi nak, The Seven merasa tidak nyaman. Kau telah menarik terlalu banyak perhatian otoritas dan yang lebih penting kau melakukannya untuk seorang gadis yang tidak memiliki garis darah atau nilai strategis bagi organisasi." katanya.
"Namanya Anya dan dia memiliki nilai lebih dari yang bisa kau bayangkan," sahut Marco dingin.
Vittorio tertawa kecil, suara tawa yang menyerupai gesekan kertas kering.
"Cinta adalah kemewahan yang tidak bisa dibeli oleh orang-orang seperti kita, Marco. Ayahmu tahu itu. Itu sebabnya ibumu menghilang, bukan?" ucapnya lagi mencoba mempengaruhi Marco.
Anya yang mendengarkan dari atas, membekap mulutnya sendiri.
Ia teringat surat ibu Marco yang ia baca di pulau, rahasia keluarga Valerius kini mulai terkuak satu per satu di hadapannya.
"Cukup, Vittorio. Katakan apa maumu," desis Marco.
Vittorio mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya mengunci Marco.
"Konsorsium memberikan dua pilihan, pertama yaitu kau menikahi putri dari Keluarga Moretti di Italia untuk memperkuat aliansi dan membuktikan loyalitasmu pada tradisi dan gadis itu... siapa namanya? Anya? Dia harus dieliminasi, bukan hanya sebagai pengganggu, tapi sebagai bukti bahwa kau masih bisa berpikir jernih." ujarnya.
Marco mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. "Dan pilihan kedua?"
"Pilihan kedua adalah kau melepaskan kursi perwakilanmu di Asia Tenggara dan kau akan kehilangan semua perlindungan, semua aset internasional, dan kau akan dianggap sebagai pengkhianat. Kau tahu apa yang terjadi pada pengkhianat, Marco? Mereka tidak akan pernah bisa tidur dengan mata tertutup." ucap Vittorio dengan sangat angkuh.
Vittorio berdiri, menggunakan tongkatnya untuk memantapkan posisinya.
"Aku memberimu waktu satu minggu, pikirkan baik-baik. Kekaisaran yang kau bangun dengan darah ini, atau seorang gadis yang suatu hari nanti mungkin akan membencimu karena kau telah menghancurkan hidupnya."
Setelah Vittorio pergi, suasana di vila itu menjadi sangat mencekam.
Marco tetap berdiri mematung di tengah ruangan, sementara di atas, Anya merasa dunianya kembali runtuh.
Anya turun perlahan dari tangga, ia menghampiri Marco yang masih terdiam dalam kegelapan.
Cahaya bulan masuk melalui jendela besar, menyinari wajah Marco yang kini tampak hancur.
"kamu mendengar semuanya, bukan?" tanya Marco tanpa menoleh.
"Iya," bisik Anya.
Anya berjalan ke depan Marco, memaksanya untuk menatap matanya.
"Marco, kamu harus melakukan apa yang mereka minta, nikahi putri Moretti itu. Jangan pertaruhkan nyawamu lagi untukku." ujar Anya sadar diri.
Marco mencengkeram bahu Anya, matanya berkilat penuh kemarahan dan luka.
"Aku sudah membakar dunia demi membawamu ke sini, Anya! aku hampir mati di laut itu untuk memilikimu! Apa kamu pikir aku akan menyerahkanmu begitu saja pada orang-orang tua berdebu itu?"
"Tapi mereka akan membunuhmu, Marco! Mereka akan menghancurkan semua yang kamu miliki!" teriak Anya.
"Biarkan mereka mencoba!" Marco menarik Anya ke dalam dekapan yang sangat erat, seolah-olah jika ia lengah sedikit saja, Anya akan ditarik paksa oleh tangan-tangan gaib dari masa lalu.
"Aku tidak akan membiarkan sejarah berulang, ibuku pergi karena ayahku terlalu lemah untuk melawan hukum-hukum bodoh mereka. Aku tidak akan membiarkanmu menjadi korban berikutnya."
Anya menangis di dada Marco, ia menyadari bahwa konflik kali ini jauh lebih besar daripada sekadar dendam pribadi Antonio.
Ini adalah perang melawan sistem yang telah ada selama berabad-abad, perang melawan tradisi yang menganggap manusia hanya sebagai angka di atas kertas kontrak.
Malam itu, di tengah kesunyian pegunungan, rencana baru mulai disusun.
Marco tidak hanya harus menghadapi ancaman pembunuhan, tapi ia juga harus menghadapi ketidakpuasan dari dalam organisasinya sendiri.
Bram mulai melaporkan bahwa beberapa faksi di bawah pimpinan Marco mulai meragukan penilaian pemimpin mereka.
"Tuan," ujar Bram di ruang kerja Marco tengah malam itu.
"Beberapa letnan kita mulai berkomunikasi dengan pihak luar, mereka takut jika Tuan memilih pilihan kedua, mereka semua akan ikut terseret ke dalam kehancuran." ucap Bram.
Marco menyalakan cerutu, asapnya mengepul tebal di bawah lampu meja yang redup. "Siapa saja?"
"Hendry dari unit logistik, dan kemungkinan besar juga dari tim intelejen di Singapura."
Marco mengembuskan asapnya perlahan. "Siapkan tim kecil yang benar-benar setia. Kita tidak bisa lagi mengandalkan struktur lama tapi jika dunia ingin perang, maka aku akan memberikan mereka perang yang tidak akan pernah mereka lupakan." ucap Marco dengan wajah marahnya.
Di kamarnya, Anya tidak bisa memejamkan mata, ia duduk di depan meja riasnya, menatap kalung pemberian Marco.
Ia menyadari satu hal yaitu selama ia berada di sisi Marco sebagai "cahaya", ia juga akan selalu menjadi "target".
Ia mulai berpikir tentang apa yang dikatakan Vittorio, seorang gadis yang suatu hari nanti mungkin akan membencimu karena kau telah menghancurkan hidupnya.
Apakah benar ia membenci Marco? Rasa benci itu masih ada, terkubur di bawah lapisan rasa terima kasih dan ketergantungan.
Namun melihat Marco yang bersedia kehilangan segalanya demi dirinya, Anya merasakan sesuatu yang lebih kompleks dari sekadar cinta atau benci. Itu adalah keterikatan.
Anya bangkit dan berjalan menuju rak buku di sudut kamar, ia mencari sesuatu yang ia sembunyikan di sana.
Sebuah peta lama wilayah pegunungan yang ia temukan di gudang bawah tanah kemarin.
'Jika Marco harus bertarung demi aku, maka aku tidak boleh hanya menjadi beban,' batin Anya.
Ia mulai mempelajari jalur-jalur tikus di sekitar hutan, ia belajar tentang sistem komunikasi cadangan yang pernah Marco tunjukkan padanya.
Jika badai itu datang lagi dan ia tahu badai itu akan datang lebih besar kali ini maka Anya bersumpah ia tidak akan hanya menunggu di dalam lubang rahasia.
Konflik baru ini bukan hanya tentang senjata, tapi tentang kesetiaan, pengkhianatan, dan harga dari sebuah obsesi.
Marco Valerius kini tidak hanya bertarung melawan musuhnya, tapi ia juga bertarung melawan waktu dan aturan yang telah membentuk dirinya menjadi monster.
Di luar, kabut semakin tebal, menutupi vila itu dari pandangan dunia.
Namun di dalamnya, api perlawanan baru saja dinyalakan, dan kali ini sang ratu tidak akan tinggal diam saat rajanya sedang dikepung oleh serigala.
.
.
Cerita Belum Selesai.....
...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...
...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...
...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...
...VOTE 💌...
...LIKE 👍🏻...
...KOMENTAR 🗣️...
...HADIAHNYA 🎁🌹☕...
tapi di sini yg bikin aku kesel Anya ngk mau dengerin omongan Marco
ceritanyabagus
ibu kasih bunga wes Thor 🌹lanjut lg seru nih salam👍💪