Mengisahkan perjalanan seorang wanita yang bernama Aisyah yang di campakan dan di duakan oleh suaminya Zakir namun di angkat derajatnya oleh seorang CEO yang bernama Devan.
Bagaimanakah perjalanan hidup dan cinta antara Aisyah, Devan dan Zakir?
Apakah Aisyah akan menemukan kebahagiaan setelah tersakiti?
Ikutilah kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kino alvian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
POV ZAKIR END_
Aku akhirnya keterusan bermain serong dengan Vera.
Entah kenapa aku seakan tak membutuhkan Aisyah lagi. Rasanya aku sudah muak dengan Aisyah. Aku merasakan Aisyah tak bisa memberikan kepuasaan seperti saat aku bersama Vera.
Aku terus bermain liar dengan Vera, ya hanya Vera saja yang bisa membuat Junior ku menegang gak karuan. Berdesahan adalah runitas kami saat kami bercinta meraup kenikmatan bahkan itu di kantor sekalipun. Aku tak mengenal waktu, saat aku ingin, Vera aku exsekusi.
Oh ya aku juga punya sekelumit rahasia, sebenarnya bukan hanya Vera saja yang ku jadikan pelampiasan nafsuku. Aku juga merudrapaksa sekretarisku yang bernama Bella. Tapi sialnya, Bella malah di pindahkan ke Jakarta.
Karena aku tidak dapat patner lain, jadi aku terpaksa hanya menikmati tubuhnya Vera saja.
Tepat 1 tahun aku menjalani hubungan terlarang ini, Vera tiba-tiba mengatakan bahwa dirinya sedang mengandung anaku. Aku kaget, aku tidak menyangka ternyata kesalahanku yang waktu itu tak sengaja menyemburkan benih di dalam rahumnya bisa membuat Vera hamil, padahal itu hanya sekali.
Akhirnya aku menikahi Vera secara siri. Di luar dugaan
Vera malah menuntut kalau dia mau menjadi istri sahku juga secara hukum dan negara.
Aku mencoba mengungkapkan semuanya pada Aisyah.
Namun Aisyah menolaknya. Rasanya kepalaku mau pecah. Di satu sisi aku masih membutuhkan Aisyah. Namun sisi yang lainnya aku tak bisa menolak Vera.
Karena Aisyah menolak poligami akhirnya aku menjadi kasar padanya. Aku terus membentak dia. Niatku cuma satu jika aku keras pada Aisyah, dia akan menurut.
Namun aku salah perhitungan, ternyata semakin aku kasar padanya, Aisyah semakin tidak menerima kenyataan. Karena kerasnya sifat Aisyah, pada akhirnya aku bawa pulang saja si Vera.
Jujur aku muak melihat Aisyah. Terbesit dalam hatiku untuk menyingkirkan Aisyah dengan kekerasan.
"Kenapa wanita bodoh ini tidak menurut saja untuk dipoligami. Dasar wanita tak tahu diri, sudah baik aku sama dia di poligami saja tidak mau bikin muak saja." Monologku dalam hati.
Semenjak di hari di mana Vera tinggal bersama kami, aku sangatlah memanjakan Vera. Apapun yang di minta Vera aku selalu turuti. Uangku banyak apa susahnya aku keluarkan untuk wanita yang aku cintai.
Sedangkan Aisyah aku hanya memberikan dia 1.500.000 setiap bulannya. Pokoknya gajiku lebih banyak ke Vera daripada ke Aisyah tidak adil memang.
Hari ini tepatnya kami mau pergi jalan-jalan ke mall, aku membawa Vera namun tidak dengan Aisyah. Bahkan putri ku sendiri malas aku bawa. Kami pergi tidak lama,
tapi begitu sampai rumah, ternyata rumah terkunci. Saat akan berteriak memanggil orang di dalam rumah, mataku melihat Aisyah yang baru pulang entah darimana dengan putriku itu. Seketika amarahku menyeruak, entah kenapa aku sangat marah dan langsung naik pitam. Aku marah dan memaki Aisyah, saat memarahinya putriku Zila membela ibunya yang justru membuatku semakin marah dan Zilapun akhirnya tak luput dari amarahku.
Aisyah yang mendengar anaknya di marahi tidak terima akan hal itu. Tanpa kusadari dengan gelap mata aku memukul Aisyah. Sedangkan Vera malah mencubit Zila,
tapi anehnya aku tidak marah sedikitpun.
Pikirku wajar Vera mencubit Zila karena anaknya nakal
dan toh Vera juga bundanya.
Aku memukul Aisyah sampai berdarah dan tak sadarkan diri. Aku tak perduli, bagiku aku sudah cukup puas memukulnya.
Di tengah tak keperdulianku, aku membawa Vera keruang tamu. Kami malah asik bercumbu, namun sialnya saat tengah asik bergumul keluargaku dan keluarganya Aisyah malah datang. Rasanya baru 5 menit yang lalu aku memukul Aisyah, dan ternyata Tuhan sangatlah adil.
Hari itu juga aku langsung merasakan bagaimana kena cambukan dari ayahku sendiri.
POV ZAKIR END_🤫🤫🤫🤫🤫
DEVAN 🤭🤭🤭
siippp zila🤗🤗🤗