Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21
"Sebelumnya, dokter mengatakan bayi Nona Regita sudah meninggal dalam kandungan. Waktu itu dokter keluar ingin mengabari keluarga, tapi Nona Regita tidak di dampingi siapapun. Dan saat dokter kembali, tiba-tiba saja bayi Nona Regita menangis kencang."
Beberapa hari yang lalu, Zola pergi ke rumah sakit untuk mencari tahu tentang persalinan Azelva. Namun, Zola tidak menemukan apa pun karena dokter yang membantu Azelva sudah meninggal, dan perawat yang membantu saat itu pun tidak lagi bekerja di rumah sakit itu.
Tanpa sengaja ia bertemu dengan dokter yang membantu persalinan Regita. Dokter itu bahkan sempat menanyakan keadaan Arlend.
"Saya sangat bersyukur Tuan kecil baik-baik saja. Padahal saat Tuan kecil lahir, saya sempat menyatakan dia meninggal dalam kandungan," ucap dokter kala itu.
Zola cukup terkejut mendengar penuturan dokter itu. Ia pun meminta dokter itu untuk menceritakan apa yang terjadi saat persalinan.
"Jadi maksud Kamu, Kamu curiga bayi itu bukan bayi Regita?"
Kellano cukup paham apa yang Zola maksud. Namun mengingat Arlend yang sangat mirip dengannya, tidak mungkin Regita menukar bayi itu. Ditambah lagi tes DNA menunjukkan jika Arlend memang anak kandungnya.
"Bisa saja kan, Tuan? Apalagi---"
"Tidak mungkin. Kamu sendiri tahu Arlend benar-benar putraku," bantah Kellano. Pria itu bahkan memotong ucapan Zola karena merasa perkataan asistennya itu tidak msuk akal.
Zola berdecak kesal karena Kellano memotong ucapannya.
"Tuan dengarkan saya dulu," ucap Zola. Asisten Kellano itu tanpa sadar meninggikan suaranya di depan Kellano. Namun pria itu langsung melipat bibirnya saat menyadari apa yang baru saja ia lakukan. "Maaf, Tuan."
"Ck, Kamu mulai berani ya?" Kellano melipat tangannya sambil menatap tajam sang asisten. "Sepertinya Kamu benar-benar ingin saya memotong---"
"Tidak Tuan. Tolong maafkan saya. Saya tidak bermaksud---"
Zola tidak melanjutkan ucapannya, ia memukul bibirnya sendiri saat menyadari lagi-lagi ia membuat kesalahan karena memotong ucapan Bosnya. Habislah aku, batin Zola. Pria itu merutuki kebodohan mulut lancangnya.
"Cepat katakan, kalau penjelasanmu tidak membuatku puas, aku benar-benar akan memotong gajimu 200%," ucap Kellano.
"Waktu itu Nona Regita---"
"Jangan memanggilnya Nona, telingaku kesemutan mendengarnya," potong Kellano. Pria itu mengusap telinganya kasar, seperti telinganya itu benar-benar kesemutan.
Zola hanya menganggukkan kepalanya, ia tidak ingin mendebat capan sang atasan walaupun rasanya ingin sekali mengumpatnya.
"Waktu itu Regita tidak melahirkan sendiri, di kamar sebelahnya juga ada seorang wanita yang melahirkan," ucap Zola. "Apa Tuan tahu siapa wanita yang melahirkan di sebelah kamar Regita?" Zola bertanya pada Kellano dengan sedikit menggebu.
Namun pertanyaan asistennya itu justru membuat Kellano geram.
"Mana saya tahu," geram Kellano. Ingin rasanya Kellano memukul kepala Zola. Namun ia takut asistennya itu semakin kehilangan akalnya. Jadilah pria itu hanya mengumpat asistennya dalam hati. Kenapa aku bisa memiliki asisten seperti Zola, umpatnya dalam hati.
"Wanita itu..."
Seolah tidak kapok, Zola sengaja membuat Kellano kembali penasaran.
"ZOLA, GAJI KAMU SAYA---"
"Nona Azelva."
Kellano tidak menyelesaikan ucapannya saat asistennya itu menyebut nama Azelva.
"Maksud Kamu?" Kellano memastikan jika pendengarannya itu tidak salah.
"Wanita yang melahirkan di kamar sebelah Regita adalah, Nona Azelva."
Zola sudah memastikannya sendiri, dan pihak rumah sakit juga membenarkan.
Kellano melebarkan bola matanya, tanpa Zola menjelaskan sekalipun Kellano sudah paham.
Arlend yang terbukti anak biologisnya, padahal Kellano yakin tidak pernah melakukannya dengan Regita, kini sangat masuk akal jika bayi itu memang ditukar.
Mata Arlend yang persis seperti Azelva, semakin menambah keyakinannya. Ditambah lagi kedekatan Arlend dan Azelva yang sejak awal terlihat seperti ibu dan anak sesungguhnya.
Bukan hanya itu saja, bayi Regita sangat memungkinkan meninggal karena waktu itu Regita terpaksa melahirkan bayinya karena mengalami kecelakaan. Sementara kandungannya belum cukup untuk melahirkan.
Teka teki yang semula sangat sulit dipecahkan karena Arlend yang terbukti anak kandung Kellano, kini perlahan mulai terungkap.
"Zo-zola lakukan tes DNA sekarang juga!"
Kellano sangat yakin dengan firasatnya. Ia tidak meragukan sedikitpun intuisi nya. Hanya saja bukti tertulis sangat dibutuhkan untuk lebih meyakinkan. Dan tes DNA adalah satu-satunya cara yang harus dilakukan.
Ceklek
Belum sempat Zola menjawab perintah Kellano, seseorang lebih dulu masuk ke dalam ruangan Kellano.
"Tidak perlu. Daddy sudah lebih dulu melakukannya."
Prakkk
Seseorang itu adalah Arjuna. Pria paruh baya itu melemparkan sebuah map yang berlogo Erlangga hospital.
Dengan jantung yang berdegup hebat, Kellano mulai membuka isi map itu.
Deg
"Jadi Arlend---"
Kellano tak kuasa menahan rasa harunya. Air mata perlahan membasahi pipinya.
Sejak awal Arlend adalah putranya, dan Kellano sangat menyayangi putranya itu sepenuh hati. Walaupun yang ia tahu Arlend terlahir dari rahim Regita.
Namun rasa bahagia semakin bertambah berkali-kali lipat, saat mengetahui fakta, jika Arlend adalah putranya dengan Azelva. Cinta pertamanya, wanita yang selalu bertahta di hatinya.
"Ya, Arlend adalah putramu dan Azelva," ucap Arjuna.
Arjuna sudah mencurigai ada yang tidak beres dengan kepergian Regita yang tiba-tiba. Ditambah lagi pengakuan Kellano yang mengatakan pernah melakukan hubungan suami istri dengan Azelva. Hal itu semakin memicu kecurigaan Arjuna.
Arjuna mulai menggali informasi dari perawat dan juga dokter yang menangani persalinan Azelva. Pria paruh baya itu bahkan pergi ke rumah dokter yang membantu persalinan Azelva, namun sayangnya ia tidak bertemu dengan dokter itu.
Namun Arjuna tidak menyerah, sekali lagi ia pergi ke alamat dokter itu untuk menuntaskan rasa penasarannya. Dan tepat di hari dokter itu dinyatakan melakukan bunuh diri, Arjuna mendengar langsung pengakuan dari dokter itu.
"Jadi, dokter itu---" Kellano mengepalkan tangannya. Ia tidak menyangka Regita akan bertindak sejauh itu. Wanita itu bahkan sampai menghabisi nyawa orang lain demi menutupi kebusukannya. "Aku akan kasih tahu Azelva semuanya."
Kellano beranjak dari tempat duduknya, ia akan memberitahu Azelva. Ia sudah membayangkan pasti wanita cantik itu akan sangat bahagia mendengar kabar ini.
"Jangan sekarang! Ada yang harus kita lakukan lebih dulu."
Ucapan Daddy Arjuna itu membuat langkah Kellano terhenti. Pria tampan itu ingin memprotes Daddy nya, namun ucapan Arjuna selanjutnya berhasil membuatnya tidak memiliki pilihan lain.
"Regita akan kembali beberapa hari lagi. Kamu tahu kan apa yang harus Kamu lakukan?"
Kellano menyeringai, ia tidak sabar menantikan hari itu.
To be continued
bagus pak arjuna gercepdibandingin anaknya
ayo segera kita sambut si regina 👏
ayo Zola cepet cerita jgn byk mikir 🤣