NovelToon NovelToon
Suicidal Project

Suicidal Project

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kencan Online / Tamat
Popularitas:268
Nilai: 5
Nama Author: lilbonpcs

Buku ini gua tulis sebagai perwujudan eksistensional gua di dunia ini. Karena gua pikir, sebelum gua mati, gua harus ninggalin sesuatu. Untuk bilang ke orang² yang baca buku gua ini: "Ini gua pernah hidup di dunia, dan gua juga punya cerita." Pada dasarnya, buku ini berisi rangkuman hal² penting yang terjadi dalam hidup gua, yang coba gua ingat² kembali, gua gali kembali, di tengah kondisi gua yang sulit mengingat segala hal yang rumit. Juga, kalau² kelak nanti gua lupa dengan semua hal yang tertulis di buku ini, dan gua baca ulang, terus gua bisa bilang: "Oh... ternyata gua pernah begini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilbonpcs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Unik

Jujur gua aslinya kaget, pas Tasya ngomong: "Mulai sekarang kita pacaran." Itu anak emang rada² egois, yaa... gua paham sih kurang lebihnya kenapa, mungkin karena dia yang emang terbiasa dimanja sama orangtuanya. Gua pengen nolak. Tapi, gua kepikiran dengan kejadian pas Veny nembak gua, pas gua SMK. Keknya, gua iya-in aja karena gua enggak mau mengulang kesalahan yang sama.

Akhirnya, yaudah gua milih enggak komentar apa², gua cuman bilang: "Terserah lu dah, atur aja..."

Soal cinta? Jujur aja gua sama sekali belum ada rasa sama Tasya. Gua mikir, cinta bisa tumbuh seiring waktu, lagian gua hidup enggak dengan cinta, tapi dengan duit. Persetan dengan cinta... karena gua udah capek, denga  drama² percintaan yang ada di dalam hidup gua. Jadi udahlah, jalanin aja, sekarang adanya Tasya... yaudah, itu aja dulu.

Dan di sisi lain...

Jujur... gua masih nyimpen rasa sama Cahaya. Apa lagi Tasya itu tingkahnya, sikapnya, semuanya bener² mirip sama Cahaya. Mau bagaimana lagi? Yah... yaudah lah ya.

Pas gua bilang: "Atur aja..."

Itu anak ye, langsung pasang tag nama akun instagram gua di bio instagram dia. Bjir.... dan gua agak kaget. Itu DM instagram gua, banjir chat cowok nge-maki² gua. Anjir... gua enggak sangka nih bocah banyak juga "kumbangnya" mana ada yang nyumpahin gua mati pulak.

Tapi, dari sekian banyak DM cowok yang masuk, gua ketriger sama DM satu akun cowok, dia bilang: "Selamat ya, udah jadian kan? Makan tuh sisaan gua."

Terus dia kirim foto² bugil Tasya ke gua...

Gua beneran kaget, gua liat² lagi, takutnya itu editan AI kan, tapi gua liat dengan detail, keknya itu asli. Dan gua perhatiin lagi akun instagram tuh orang. Gua baru ngeh... ternyata itu akun mantannya Tasya yang toxic itu... bjirrr.... ngerinya, pantes Tasya kabur.

Gua enggak ladenin. Gua juga enggak gimana² liat foto² bugil Tasya yang dikirim ke gua. Gua juga enggak mau bahas hal itu ke dia. Karena gua pikir, yang pernah buat kesalahan kek gini bukan cuman dia. Gua sadar, gua enggak sesuci itu untuk mengomentari masa lalu dia.

Dan hari² berlalu...

Tasya ini kan dia enggak kuliah keknya, tapi kerja, keknya sih ikut keluarganya. Tapi dia ini juga semacam indie artist gitu. Jadi hari² disibukin sama urusan print on demand. Dan dia juga jadi sering ke kota gua. Dalam 1 bulan dia 4 hari selalu ke kota gua. Kadang gua juga heran, itu anak duitnya sebanyak apa.

Sempet gua ngomong: "Sekali² biarin gua yang nyemperin lu ke kota lu."

Eh dia malah ngomong: "Enggak usah Om, simpen aja duitnya, kesini kan butuh biaya yang enggak dikit buat Om, gua aja yang ke situ... hehe."

Bjir... harga diri gua sebagai cowok agak ke senggol. But, gua enggak bisa bantah kata² dia karena yang dia bilang emang fakta.

Bjir... pacaran sama ini anak, gua beneran berasa jadi mokondo. Ya tapi enggak semokondo itu sih, seenggaknya setiap kali jalan, gua selalu usahain gua yang bayar makannya... hehe.

Dan gua netapin aturan pacaran ke dia, kali ini gua serius tentang ini: "No HS just Kissing." Karena belajar dari pengalaman² gua, gua pikir hubungan yang didasari dengan kenajisan, pasti ujung²nya berantakan. Sekalipun rasa cinta gua ke Tasya belum tumbuh, buat gua ini lebih penting dari rasa cinta itu sendiri. Karena gua beneran pengen hidup tenang dan no drama² kek yang kemaren.

Pas gua ngomongin aturan ini ke Tasya, bjir... itu anak dengan keegoisannya, malah ngomong: "Terus pacaran kalau enggak HS ngapain dong Om?"

Kan itu anak emang aneh...!?

Akhirnya, karena gua enggak mau debat panjang lebar sama Tasya, gua cuman bilang: "Kan masih bisa kissing." Abis itu dia diem...

And then, pernah suatu hari, pas dia lagi di kota gua, kan handphone gua lagi dia bawa, lagi buat ngapain gitu, gua lupa...

Nah, itu si Cahaya tiba² chat whatsapp kan, nah nama kontak Cahaya di handphone gua itu gua kasih love² gitu. Itu anak pertama diem, sambil nyerahin handphone ke gua.

Gua tengok, ternyata Cahaya chat...

Fyi, Cahaya emang masih sering chat gitu. Sekedar komentar status whatsapp gua, or cerita masalah² dia.

Nah, gua liat muka Tasya kan, mata dia udah berair gitu. Tapi dia enggak komentar apa². Posisinya kan kita berdua masih di kamar hotel kan. Terus tiba² dia telungkup di ranjang hotel, sambil nenggelamin muka dia di bantal.

Gua tanya: "Kenapa?"

Dia jawab: "Enggak apa²." Tapi dari suara dia ngejawab itu, gua tahu kalau dia lagi nangis.

Gua towel² kan tubuhnya, terus gua liat mukanya, dan beneran dia lagi nangis. Terus gua bilang: "Lu cemburu? Dia ini bukan siapa²."

Dia jawab: "Tapi kontaknya Om kasih love²."

Habis itu gua ceritain siapa Cahaya ke Tasya, gua ceritain ke dia, termasuk hubungan² gua dan semua kejadian secara komplit. Habis itu Tasya baru berhenti nangis dan percaya.

Gua juga ngomong ke dia, kalau Cahaya itu mirip banget kek dia, terus dia malah mau kontak Cahaya... bjir... gua langsung bilang: "Jangan...!"

Bukan karena apa², karena gua enggak mau, ngeganggu Cahaya lagi. Gua juga berusaha ngejauh sepenuhnya dari urusan pribadi Cahaya. Lagi pula, gua enggak mau hubungan gua sama Tasya itu ke-umbar² ke orang² yang kenal sama gua.

Karena gua sadar... kalau diliat sama orang luar yak, gua sama Tasya itu beneran enggak pantes banget pacaran. Kek sopir sama majikannya, beneran dah. Makanya gua juga enggak ada panggilan sayang sama sekali ke dia, gua panggil dia "bocil" dia panggil gua tetep "om" karena yaaaah... dia kelewat kaya bjirrr, sementara gua apa... wkwk.

But...

Gua berusaha keras ngejalin hubungan no drama² sama Tasya. Pokoknya semua serba privat, enggak ada gua posting apapun di media sosial tentang dia. Dia juga yang tadinya naruh nama gua di bio instagram gua, terus dia hapus, karena gua cerita ke dia kalau gua di teror ama cowok² zombie penggemar dia.

But, ada yang janggal dari Tasya. Suatu hari pas kita lagi jalan. Gua ngomong: "Lu selama disini belum pernah sampai rumah gua. Gua pengen ajak lu ke rumah, kenalin ke orangtua gua."

Dia bilang: "Enggak mau..."

Dari situ, gua malah ragu sama Tasya. Ini anak hubungan kita sebenarnya mau dibawa kemana. Gua mulai bingung sama Tasya. Tanpa gua sadari, gua juga baru sadar kalau gua enggak tahu apa² soal Tasya, gua enggak tahu dia kerja dimana, keluarganya kayak apa, dia enggak pernah cerita apapun soal itu ke gua.

1
lilbonpcs
ehek
DavidTri
ini beneran kisah nyata atau cuma cerita di buat² bang? Walaupun gitu tetap semangat bang, bahkan Kita harus membayangkan Sisyphus bahagia. Sisyphus tahu hidupnya absurd mendorong batu ke puncak gunung, jatuh lagi, diulang selamanya.

Tidak ada tujuan akhir disana. Tidak ada hadiah menanti. Tapi justru saat dia menyadari absurditas itu dan tetap memilih untuk mendorong batu, di situlah kebebasannya muncul.

Bahkan dalam penderitaan, Sisyphus bahagia
bukan karena penderitaannya menyenangkan,
melainkan karena penderitaan itu tidak lagi menguasainya🔥
lilbonpcs: cerita nyata 😄 makasih loh dah komen,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!