NovelToon NovelToon
Kultivasi : Menilai Kecantikan, Meningkatkan Kekuatan

Kultivasi : Menilai Kecantikan, Meningkatkan Kekuatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action / Fantasi Isekai / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: MagnumKapalApi

Arc 1 : Bab 1 — 41 (Dunia Melalui Mata Bayi Ajaib)
Arc 2 : Bab 42 — ... (On-going)

Aku terlahir kembali di dunia kultivasi dengan ingatan utuh dan selera yang sama.

Di sini, kekuatan diukur lewat tingkat kultivasi.

Sedangkan aku? Aku memulainya dari no namun dengan mata yang bisa membaca Qi, meridian, dan potensi wanita sebelum mereka menyadarinya sendiri.

Aku akan membangun kekuatanku, tingkat demi tingkat bersama para wanita yang tak seharusnya diremehkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MagnumKapalApi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Hadiah Pertama dari Ibu.

Rasa hangat itu menembus selimut, lebih dalam dari sinar mentari pagi. Aku mengedip-ngedipkan mata, dunia masih kabur dalam gumpalan cahaya dan bayangan. Lalu, Ibu tersenyum. Senyuman itu seperti sesuatu yang bisa kurasakan di udara, manis, lembut, membuat jantung kecilku berdetak riang.

Tapi yang membuat napasku tersendat adalah cahaya di mata Ibu. Biasanya warnanya seperti madu yang hangat, kini memancarkan sinar keemasan dari dalam, seakan ada matahari kecil yang hidup di sana. Cahaya itu mengundang, terasa ... akrab.

Dan dari sinar itu, keluar sebuah bola emas.

Bukan bola mainan. Ini hidup. Berdenyut pelan, seperti ubur-ubur yang anggun. Ia melayang-layang mendekat, ketika jarak kami semakin dekat, dunia meledak dalam diam.

Pemandangan baruku.

Aku bisa melihat musik. Dari tubuh Ibu, memancar cahaya hangat berwarna emas yang mengelilinginya seperti selimut kabut. Itu terasa aman. Dari benda-benda di sekitar, kayu tempat tidurku, selimut wol keluar cahaya redup berbeda-beda, seperti pelangi yang samar.

Tapi sungguh menakjubkan adalah bola emas itu sendiri. Di dalamnya, aku melihat tiga lapisan, lapisan luar yang beriak lembut, lapisan tengah yang berputar lebih cepat, dan inti kecil yang padat dan tenang, berkilauan seperti mutiara.

Suara baruku.

Ruangan yang biasa hening kini penuh nyanyian. Ada dengungan rendah dan nyaman dari tubuh Ibu, seperti dengung lebah yang jauh. Ada gemerisik riang dari udara, seperti partikel debu yang menari. Dan bola emas itu bernyanyi. Nada tinggi, jernih, dan murni, seperti bunyi piring kristal yang dipetik. Ia memanggilku.

Rasa baruku.

Kulitku yang masih sensitif merasakan lebih dari sekadar hangat atau dingin. Aku merasakan aliran yang tak terlihat.

Saat bola itu mendekat, ia mengirimkan gelombang rasa.

Pertama, kehangatan yang menenangkan seperti mandi air hangat. Lalu, getaran penuh tenaga yang menggelitik telapak tanganku. Dan terakhir, dari intinya, sebuah kedamaian yang sangat padat dan dalam, membuatku ingin tertidur dan terjaga pada saat bersamaan.

Ibu.

Suaranya terdengar berbeda, bergema lembut di kepalaku, seperti suara dan perasaan sekaligus.

“Ini hadiah Ibu untukmu, sayangku. Agar kau bisa merasakan dunia yang sebenarnya.”

Jari Ibu yang hangat menyentuh lembut dahiku, tepat di antara alisku. Sentuhan itu seperti kunci yang membuka pintu.

Dang!

Tiba-tiba, aku tidak hanya melihat kamar.

Aku merasakan seluruh rumah. Di bawahku, ada kehadiran besar yang hangat dan stabil, Bumi, tidur nyenyak.

Kayu-kayu rumah bernyanyi pelan, mengisahkan kisah pohon mereka.

Angin malam yang masuk dari celah jendela membawa serta kepingan-kepingan energi langit yang dingin dan segar.

Kemudian, aku merasakan perasaan yang tertinggal di udara. Tumpukan rasa sayang dan kebahagiaan Ibu yang memenuhi setiap sudut, seperti aroma yang tak pernah hilang.

Tapi ada juga sesuatu yang lain, jejak-jejak halus seperti awan kelabu, ketakutan lama dan kesedihan yang ditekan.

Jejak itu samar, hampir sirna, tersapu oleh cahaya Ibu yang kini begitu terang.

Bola emas itu perlahan-lahan memudar, kembali menyatu ke dalam cahaya keemasan di sekitar Ibu. Tapi, pintu yang telah terbuka tak sepenuhnya tertutup.

Sekarang, jika aku memusatkan perhatian, aku masih bisa melihat garis-garis samar di tubuhku sendiri—jalur-jalur sungai kecil yang gelap dan tidur.

Dan di dahiku, tempat Ibu mencium, ada titik hangat yang tersisa. Seperti biji cahaya kecil yang ditanam Ibu di sana.

Biji itu berdenyut pelan, seirama dengan detak jantungku. Menunggu untuk tumbuh.

1
Aku Suka Plagi, Kamu Diam
aku nunggu adegan insectnya kk
Auzora Taraka Vesta
yang komentar Ironside semua /Sweat//Sweat//Sweat/
Auzora Taraka Vesta: Tapi bagus tuh...bang yoga jadi ada reader setia /Proud//Smile/
total 5 replies
Ironside
/Doge/
Ironside
owalah, kukira timeskip
Ironside
Gak sadar, udah lima tahun aja 🗿
Lin Mei: kecepatan kalo timeskip lima tahun, Pace slow-burn ini bg Leo 🗿
total 1 replies
Ironside
Tidak bisa dipungkiri, memakai antithesis itu enak /Chuckle/
Ironside: bentuk keren dari penolakan
total 2 replies
Ironside
👀
Ironside
Dongjua /Tongue/
Lin Mei: ahh iya typo njrr
total 1 replies
Ironside
Pengungkapannya kurang bagus menurutku, sebenarnya bisa tunjukkan lewat deduksi Malingseng aja 👀
Lin Mei: iyasih seharusnya MC yg ambil kesimpulan soal mata saktinya, tapi yg tahu soal seluk beluk dunia itu cmn si ibu 😭
total 1 replies
Ironside
Mana mesumnya? 🥀💔
Lin Mei: belum 🗿
total 1 replies
Ironside
Mirip-mirip nih novel Fantim Ucok, gak pakai dinkus.
Lin Mei: fantim emang aku ambil referensi dari Ucok, termasuk pecah bab juga
total 1 replies
Ironside
kyknya ini lupa tanda petik
Lin Mei: jirr iyaa 🗿
total 1 replies
Ironside
Chapter ini mengingatkanku dengan satu karakter wanita berambut pink itu /Chuckle/
Lin Mei: hentikaaaan bg Leo /Curse/
total 1 replies
Ironside
Kebiasaan malingseng dengan elipsisnya
Lin Mei: aowkaowkaok hampir setiap dialog, bahkan narasi pun /Facepalm/
total 1 replies
Ironside
Yey ... susu itu kembali
@Xiao Han (GG) ୧⍤⃝🍌 : SUSU!!
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!