Berawal dari bermusuhan kemudian menjadi teman dekat. Rahma Dewanti dan teman-temannya memutuskan melanjutkan kuliah ke ibu kota setelah lulus SMA. Untuk meraih mimpi mereka.
Setelah sampai di ibu kota, ternyata Rahma tidak sengaja bertemu dengan ayah kandungnya. Selain itu dia juga menjadi korban pemerkosaan oleh teman dekat sendiri.
Kisah ini dibumbui dengan kisah cinta anak muda yang menguras emosi dan air mata.
Sanggupkah Rahma menjalani hidupnya setelah terjadi pemerkosaan? Akankah dia bisa menggapai mimpinya untuk menjadi orang sukses? Yuk baca kisah selengkapnya di Menggapai Mimpi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
"Lo suka adik Gue?" tanya Dolly begitu mereka duduk di teras. Dolly sengaja mengajak Tiara duduk di teras samping.
"Kelihatan banget ya?" tanya Tiara sambil duduk di sebuah ayunan di depan Dolly.
Dolly mengangkat kedua bahunya acuh.
"Wanita mana yang tidak jatuh cinta padanya? Dia memiliki segalanya, tampang ok, otak cerdas, keturunan orang berada tapi sayang Dia terlalu dingin pada wanita!" puji Tiara sebelum akhirnya menjatuhkannya.
"Tapi... Aku suka dia yang seperti itu! Cool membuat Aku semakin penasaran untuk memilikinya!" imbuhnya.
"Hahaha!" Dolly tergelak mendengar kata-kata Tiara.
"Dia bukan cool lagi! Dia itu sudah beku!" ucap Dolly ditengah gelak tawanya.
Tiara yang mendengar Frans disebut beku menjadi heran, kalau beku berarti butuh waktu yang lama untuk mencairkannya. Tiara tentu butuh kesabaran ekstra untuk mencairkan hati Frans.
"Nggak usah dipikirin! Cari cowok lain aja, biar nggak patah hati!" kata Dolly kemudian karena melihat Tiara seperti sedang melamun.
Tiara pun tersadar dari lamunannya karena suara yang tepat di telinganya sesaat sebelum melangkah masuk ke rumah. Tiara kemudian mengikuti langkah Dolly, tidak peduli dia diterima atau tidak di rumah itu.
Dolly sedikit menolehkan kepalanya ke belakang ketika didengarnya ada langkah kaki mengikutinya.
"Lo mau ikut Gue mandi?" tanya Dolly menghentikan langkahnya tiba-tiba, sehingga Tiara yang berjalan tidak melihat ke depan menabrak punggung kokoh Dolly.
"Aduuhhhh!" jerit Tiara sambil mengelus dahinya yang menabrak punggung rasa tembok milik Dolly.
"Lo ngebet banget pengen peluk Gue ya? Atau Lo mau jebak Gue agar bertanggung jawab ke Lo?" tanya Dolly yang seketika membuat Tiara malu dan marah sekaligus.
"Abang GeEr banget sih jadi orang! Abang yang berhenti tiba-tiba di depan Gue, kenapa Gue yang disalahin?" sahut Tiara mencebik.
"Lo itu lucu juga ya ternyata! Kalau Lo mau ikut Gue mandi ayuk, sekalian kita mandi bareng," kata Dolly sambil memainkan matanya.
"Ihh, ganjen banget jadi cowok!" dengkus Tiara.
Tak ayal Tiara pun mengikuti Dolly dari belakang, sebenarnya Tiara mengikuti Dolly karena dia akan ke kamar Frans seperti beberapa hari yang lalu. Berhubung kamar Frans dan Dolly berhadapan otomatis Tiara mengikuti langkah Dolly.
Dolly tetap melangkah ke kamarnya dengan cuek. Dia melompati dua anak tangga sekaligus sekalian olahraga. Dolly dan Frans memang lebih suka memakai tangga dari pada lift. Bagi mereka naik turun tangga lebih sehat dibanding menggunakan lift.
Tiara yang mengikuti Dolly naik menggunakan tangga merasa kelelahan, bahkan nafasnya sudah ngos-ngosan karena dia jarang olahraga. Bukan jarang lagi tapi tidak pernah olahraga ataupun gerak fisik yang menguras tenaga.
"Mau Gue gendong?" tawar Dolly pada Tiara.
Tiara yang mendapat tawaran dari Dolly terdiam sebentar untuk berpikir.
"Gue masih tahan berjalan hingga kamar Frans!" jawab Tiara ketus.
"Cieeee... demi cinta rela naik ke lantai tiga dengan tangga!" ledek Dolly melanjutkan langkahnya lagi.
"Terserah!" ucap Tiara menghentakkan kakinya dengan kesal.
Kekesalan Tiara makin menjadi karena sejak kedatangannya tadi dia dibuat kesal terus oleh Dolly.
"Awas aja Lo, Gue aduin ke Frans nanti!" imbuhnya geram.
"Hahaha... Lo aduin Gue ke Frans? Nggak salah? Emang Lo apanya Frans kok main adu aja ke dia?" Dolly semakin senang meledek Tiara.
Dolly yang melihat wajah kesal Tiara jadi semakin semangat untuk meledek. Bagi Dolly wajah kesal Tiara sangat menggemaskan dan lucu. Andaikan Tiara pacarnya sudah pasti bibirnya bengkak dibuat Dolly.
Dolly tersenyum smirk melihat Tiara, kemudian melanjutkan lagi ledekan yang membuat Tiara semakin kesal. Tak terasa mereka sudah sampai di lantai tiga, dimana kamar Dolly dan adik-adiknya berada.
Tiara langsung mengetuk pintu kamar Frans begitu menginjakkan kakinya di lantai itu. Lama Tiara mengetuk pintu kamar Frans tapi tidak kunjung dibuka. Saat Tiara memutar kenop pintu, ternyata pintunya terkunci.
"Sudah ke kamar Gue aja! Nggak bakalan dibuka sama Frans, anak itu selalu bangun siang. Ayuk masuk!" ucap Dolly ketika Tiara sudah putus asa mengetuk pintu yang tidak kunjung mendapat sahutan.
Tiara ragu sejenak memikirkan tawaran Dolly.
"Emang boleh, Bang?" tanya Tiara sedikit ragu dan takut hanya ghosting.
"Kalau nggak boleh sudah bakalan Gue usir Lo sejak tadi!" jawab Dolly sambil membuka lebar pintu kamarnya kemudian masuk.
Tiara bak kerbau yang dicucuk hidungnya, dia mengikuti langkah Dolly yang memasuki kamarnya. Tiara dibuat heran dengan dekorasi dan tatanan kamar tidur Dolly yang maskulin. Kamar Dolly dominasi warna hitam, warna putih hanya sebagai pemanis saja agar tidak terkesan terlalu gelap. Berbeda dengan kamar Frans yang didominasi warna abu-abu.
"Waw... kamar Abang keren!" ucap Tiara penuh kekaguman.