melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.
kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.
setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.
arc ini juga memperkuat beberapa character
dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ketulusan varen dan pertarungan Lucyfer melawan seim
Di hutan malam wilayah lentera merah.
Calistra dan Erwyn sontak terdiam mendengar teriakan sylvara menggema barusan.
"apa yang terjadi,kalian berdua?"tanah Erwyn
"aku mendengar suara teriakan yang membuat ku tak bisa pingsan."jawab Calistra
Kedua nya menyipitkan mata nya.
Walau pandangan mereka kabur, mereka melihat logo yin dan yang di tangan varen dan sylvara.
"ehh logo yin."kata Erwyn
"logo yang?"tanya Calista
Sylvara langsung mencari cari topeng nya di manapun.
Tiba tiba varen memberikan topeng sylvara.
"ini,milik mu kan?"kata varen dengan tulus
Sylvara langsung ambil dengan kasar.
Ia coba pakai tapi malah tak bisa yang berarti topeng nya tan berfungsi lagi dan langsung membuang nya.
Sylvara langsung menunduk dan menangis
"IBUUU,AKU,AKU MEMANG MEMIKIRKAN JODOH KU, TAPI BUKAN DIA JUGA."Kata sylvara sambil menangis.
Varen langsung mendekati sylvara.
"ehhh kenapa,"
"kenapa kau menangis?"tanya varen.
Sylvara tak jawab dan langsung di tolong oleh Calistra dan Erwyn.
Calistra dan Erwyn menenangkan Elviera dengan memeluk nya.
"Heiii kau yang nama nya varen kan?"tanya Calistra
Varen mengangguk.
"iya... Aku varen."jawab nya dengan gugup
Erwyn sambil memeluk sylvara yang terisak-isak tangis.
"dia bilang apakah kau mau tanggung jawab?"tanya Erwyn
Varen tersenyum canggung.
"ehhh kenapa memang nya aku tak tahu apa yang kau katakan."kata varen
Calistra langsung berdiri dan mendekati varen.
"dia bilang kalau kalian menikah,"
"itu bukti nya di telapak tangan mu."bisik Calistra
Varen kaget dan langsung mundur
"ehhh... Aku, kenapa aku."kata varen
Sylvara sambil terisak isak mulai berani menatap varen.
"kau... Kau... Harus bertanggung jawab atau aku yang akan di kucilkan klan ku dan keluarga ku menanggung malu sampai beberapa generasi."kata sylvara dengan terisak-isak
Varen tertegun dan langsung tersenyum canggung.
"ba... Baik aku akan tanggung jawab tapi jangan menangis lagi."kata varen
Lalu sylvara berdiri dan memeluk varen.
"janji ya, kau harus tanggung jawab,"kata sylvara
"dan jangan pergi dari ku atau ku bunuh kau."
Pelukan itu sangat sangat erat seolah tak mau lepas.
"aaaah manis nya."kata Erwyn dengan senyum manis.
Calistra hanya menatap datar.
Pertarungan antara kedua belah pihak.
Scene di hutan bagian tim lentera hijau,waktu sebelum pertarungan sylvara,varen melawan Calistra dan Erwyn.
Memperlihatkan Lucyfer berjalan kembali pulang ke tempat tim merah bersama dengan
Toma
Alven
Klee
Elviera
Selesia
Mereka berenam berhasil mengalahkan lentera hijau dan kuning.
Klee melakukan peregangan tangan.
"aahhh lelah nya..."
"ayo kita kembali,takut tempat kita di serang."kata klee dengan santai
Selesia mengubah mace berduri nya menjadi sebuah tongkat sihir.
"kau benar klee,"
"aku benar benar lelah,kira kira apa ya yang di lakukan varen dan sylvara sekarang?"tanya selesia
Toma pun mengubah sepuluh pedang matahari nya menjadi satu kembali menjadi tongkat sihir.
"yaahh semoga saja tak ada penyergapan di markas kita."kata Toma
Tiba tiba sebuah 3 bayangan berwarna merah muncul di depan Lucyfer dan lain nya.
"teman teman,biar aku yang maju."ucap Lucyfer dengan tatapan tajam
Lucyfer langsung menatap tajam dan mencoba maju.
Namun—
3 bayangan itu lenyap.
"Hahhh mungkin hanya halusinasi ku karena terlalu lelah."kata Lucyfer sambil mengusap kepala nya
Lucyfer menoleh namun teman teman nya tak ada.
Hening.
Kosong.
Mereka hilang.
Seolah olah hilang di telan bumi.
Tiba tiba seseorang berjalan dengan langkah tegas.
Tap– tap– tap
Dia adalah Seim vaida murid dari akademi odler
"iglesias Lucyfer,nampak nya rencana ku berjalan dengan lancar."kata seim dengan tatapan tajam dan tegas.
Lucyfer hanya menatap dengan tatapan dingin.
"kau."dengan nada dingin
Lucyfer langsung mengeluarkan tongkat sihir nya siap untuk bertarung.
"aku kemari untuk melawan mu,oh ya soal teman teman mu,"
"mereka melawan teman teman ku."kata seim dengan nada tegas
pertarungan varen dan sylvara melawan Erwyn dan Calistra itu baru ronde pertama.
Kini Lucyfer harus berhadapan oleh orang dari perwakilan dari akademi odler yaitu seim vaida.