NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti CEO Arogan

Pengantin Pengganti CEO Arogan

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:29M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asri Faris

Kusuma Pawening, gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA itu tiba-tiba harus menjadi seorang istri pria dewasa yang dingin dan arogan. Seno Ardiguna.

Semua itu terjadi lantaran harus menggantikan kakanya yang gagal menikah akibat sudah berbadan dua.

"Om, yakin tidak tertarik padaku?"

"Jangan coba-coba menggodaku, dasar bocah!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Gadis itu berjalan ke ruangan yang cukup luas. Kamar pria itu yang Wening masuki, sebenarnya ia lumayan grogi, tapi apa boleh dikata. Mau protes sama siapa?

Wening lebih dulu menaruh tasnya, terus membukanya. Mengambil ganti, dan perlengkapan wanita lainnya. Ia sudah tidak tahan ingin membersihkan diri. Tubuhnya terasa kurang nyaman setelah habis perjalanan.

Gadis itu menuju kamar mandi, sejenak merasa takjub dengan desain kamar mandinya yang nampak mewah. Seperti dibayangannya jika menikah dengan pangeran, sayangnya yang ini bukan pangeran melainkan si arogan yang suka marah.

Bergegas membersihkan diri, mengguyur tubuhnya yang terasa penat, hingga menjadi segar kembali.

"Alhamdulillah ... akhirnya seger juga," ucap gadis itu merasa lega. Menggulung rambutnya dengan handuk lalu melenggang keluar dengan pasti.

"Astaghfirullah ... ngapain ngagetin sih! Nggak bisa antri agak jauhan dari pintu apa? Bikin orang jantungan aja," dumel Wening mengomel. Mengusap dadanya dramatis.

"Siapa suruh masuk ke kamar saya, hmm. Terus numpang kamar mandi lagi seenak jidat. Keluar!" bentak pria itu cukup lantang.

"Nggak usah bentak-bentak Om, kupingku nggak budeg. Yakin nyuruh aku keluar? Aku sih yes, siapa juga yang mau satu kamar sama om-om. Cuma masalahnya mama yang nyuruh aku masuk dan menempati kamarmu, bagaimana kalau om saja yang keluar?" tantang Wening sok kuat.

Sesungguhnya ia ingin menangis di pojokan sambil menghabiskan tisu satu pack. Bisa-bisanya ia diperlakukan kaya gitu, nggak tahu apa kalau hati perempuan itu selembut sutera. Dibentak pasti retak, dasar Seno nggak berperasaan.

"Lihat saja nanti, akan kubuat batasan diantara kita, hingga membentang benang merah yang akan membuat kamu tahu. Bahwa sesungguhnya aku di sini juga bukan mauku," batin Wening mendendam.

Seno memijit pelipisnya yang terasa berdenyut, rasanya ingin mencekik istri barunya itu andai saja mampu. Sayangnya ada benarnya juga, kalau Seno mengusir dari kamarnya pasti mama akan mengomel dan membuat hidupnya sungguh tidak tenang.

Pria itu mrnghela napas sepenuh dada, memperhatikan istri kecilnya yang murung di pojokan sambil benerin tasnya. Lalu berjalan keluar sambil menyeret kopernya.

"Eh, kok beneran keluar, nanti kalau mama nanyain gimana? Arghhh ... bikin pusing saja!" Seno mengacak rambutnya frustrasi.

"Kamu boleh nempatin kamar ini, dengan syarat mengikuti aturan yang ada di ruangan ini. Kamu nggak boleh menempati ranjang milikku," ucap Seno menghentikan langkah Wening.

Wening menghela napas panjang, gadis itu memutar tubuhnya hingga menghadap suaminya yang berwajah dingin.

"Kamu tahu hal yang paling sulit dalam hidup adalah, saat aku harus pergi dari rumah yang membesarkan diriku, berpisah dengan orang tua dan harus mengikuti yang namanya suami. Sialnya suami aku yang sudah aku perjuangkan dengan segenap kebesaran hati memperlakukan aku buruk sejak pertama kali masuk. Terima kasih Om, kamarku di kampung tidak seindah ini, tetapi selalu membuat aku nyaman dan tidur enak di atas kasur yang empuk. Kedua orang tuaku memperlakukan aku dengan sangat baik. Jadi, kalau Om sama sekali tidak bisa menerima kehadiran aku di sini, setidaknya bisa menghargai posisiku di sini."

"Maksudnya apa? Mau jadi sok ratu karena menjadi istri aku? Atau bahkan sok nyonya karena menjadi mantu keluarga kaya. Kamu harus tahu diri, dan kehadiran kamu sama sekali tidak diharapkan."

Kok aku sakit hati yah, dikata-katain. Dasar om-om bermulut cabe. Mana nyebelin pisan. Aku turutin aja kali ya maunya. Kesel ya Allah gusti ....

"Jangan nangis, jangan nangis, please ... jangan nangis! Are you oke, Wening. Kamu bisa, abaikan saja mulutnya hingga berbusa. Tapi ini masalah harga diri, kenapa rasanya pengen jerit terus nimpuk mulutnya pakai cobekan biar mingkem. Ya ampun gusti ... mimpi apa punya bojo galak," batin Wening menjerit.

Gadis itu keluar dari kamar begitu saja sambil mengantongi ponselnya. Mengabaikan tasnya tetap berada di dalam. Lebih baik keluar menghirup udara segar.

"Dasar tidak sopan! Sana pulang sana! Minggat sekalian! Menyebalkan, nyusahin, merepotkan!" Seno menendang tas Wening hingga bergeser tak beraturan.

Rasanya pria itu begitu kesal dan belum bisa menerima dengan semua ini. Lihat saja nanti, hidupnya pasti akan lebih menderita setelah pindah dari rumah ini. Seno sudah menyiapkan rumah yang sengaja ia beli untuk dirinya setelah berumah tangga, dengan membawanya gadis itu pergi pria itu bisa sesuka hati memperlakukan dan membalas atas pengkhianatan kakaknya.

Sementara gadis itu berjalan gontai menuju lantai satu. Ia lebih dulu mengunjungi dapur, minuman hangat sepertinya akan sedikit lebih mendamaikan.

"Non Wening? Mau buat apa? Biar Bibik buatin aja Non, cukup tunggu saja, jangan sungkan kalau butuh sesuatu bilang aja."

"Udah biarin aja, dia udah terbiasa ngelakuin hal-hal kaya gitu, biarin aja Bik," sambar Seno tetiba sudah berada di dekatnya.

Wening melirik sengit pada pria yang saat ini tengah menyorotnya dingin.

"Eh, mantu Mama lagi ngapain?"

"Em ... buat teh anget Ma, biar hatiku yang semrawut ini agak santai. Mama mau?" tawar perempuan itu dengan sopan. Sengaja menyindir suaminya yang nampak santai duduk menunggu.

"Boleh juga, mau buatin kopi buat Seno ya, dia itu paling suka kopi hitam yang ini, gulanya sedikit kopinya separo, jadi pas."

"Gitu ya Ma, Mas Seno belum minta."

"Buatin aja, biasanya kalau ke dapur pasti nyeduh sendiri, karena buatan orang lain nggak begitu suka, tapi karena kamu istrinya, mungkin dia akan candu."

"Mama apaan sih, jangan lebay deh."

1
Herlina Anggana
kepikiran orang kalo udah skit kritis gitu drop naik turun kalo keluarganya religius dan penyayang pas waktu sholat pasti di tuntun sholat kan ya... Rara sudah menebus kesalahannya dengan sakit berbulan2 pasca melahirkan smoga gak lagi menjalani siksaan di alam kubur... aku kok baper mikirnya jauh bgt
Herlina Anggana
Halah ngomong apaan sih gak jelas... panjang lebar asli gak jlas laki2 labil emang gak tegas
Herlina Anggana
dah males denger gombalan kuno.. prettt
Herlina Anggana
terlalu rindu gimana waktu di rumah senggang ja di cuwekin malah mikirin omongan Afnan emang knapa KLO Rara masih cinta sama kamu sen,... yg jadi istri kamu kan Wening bukan Rara
Herlina Anggana
gamon ya sen
Herlina Anggana
interaksi mereka tu lucu
Herlina Anggana
dapet daun muda bucin akut
Heryta Herman
klo sdh di tinggal begini baru terasa kau seno..makanya jadi laki" jngn suka seenaknya..semua hal yg kamu buat harus memaksa..klo masih terpaku pada masa lalu,jngn coba"untuk memulai hubungan yg baru...kasihan wening..
Anonymous
Ceritanya muter2 di tempat, rara hamil gk mau jasih tau siapa, seni sama istrinya gk bs akur capek bacanya, maaf ya thour gk di lanjuti bacanya🙏🏼
Eny Lestari
Aamiin....
Nuryati Yati
luar biasa👍👍
Atze Atze
periksa ke dokter kandungan si Wening...seno
Atze Atze
biar modar saja itu si Wening...
Atze Atze
dasar begoooo goblok... orang kampung...elo itu minuman nya di kasih obat perangsang... anjing elo Wening goblok
Herlina Anggana: bukan perangsang emang minuman beralkohol mkanya mabuk,pusing dan muntah
total 1 replies
Atze Atze
Wening kamu itu sudah punya suami.jangan bandel... apalagi sudah mahasiswa..tapi otak nya geser..
Atze Atze
heh.. Wening..kamu itu sudah nikah.. jangan seenaknya..main sana..sini...jaga harga diri kamu dan suami kamu..main juga ada batasannya...
Mazree Gati
masih sekolah nikah,,,unsub..
Atze Atze
sumpah gue pengen nyekek ..si Wening goblok bego tolol...otak kamu di dengkul ya.. cewek goblok..
Herlina Anggana: dia anak belasan tahun yaelah wajar anaknya labil ribet
total 1 replies
Atze Atze
makanya jadi cewek itu jangan begooo.. jangan mudah percaya sama orang..apalagi dari kampung.. cewek kota saja pada goblok kelakuannya...belah ilmu beladiri..kuat.. jangan lengah
Atze Atze
si Wening tidak punya akhlak...nurut kek sama suami...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!