Bagaimana seorang kakak terpaksa menjebak adiknya untuk tidur bersama suaminya di malam pertama mereka, sampai ia harus melahirkan seorang anak !!!!
Dan untuk menjaga hati sang kakak, ia bertekad untuk pergi sejauh mungkin..
Aluna Sanjaya gadis cantik yang pintar berumur 22 tahun memiliki sifat baik hati dan ceria.
Aloni Sanjaya gadis cantik berumur 22 tahun kembaran Luna yang memiliki ambisi yang tinggi serta menyukai tantangan.
Brian Vandermon Subrata pria tampan yang dingin dan kejam ia adalah pemilik dari perusahaan Subrata corp. Sebuah perusahaan raksasa yang memiliki anak cabang yang tersebar di seluruh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 23
Selamat membaca para novel lover untuk mendukung author jangan lupa tinggalkan jejak....
Pagi ini Brian sudah bersiap-siap akan berangkat ke perusahaanya. ia memiliki pekerjaan yang padat hari ini dan harus keluar kota untuk meninjau langsung pembangunan anak cabang perusahaannya yang baru dan ia juga harus melakukan beberapa meeting dengan beberapa investor asing yang akan bekerja sama dengan perusahaannya, kalau meeting itu berhasil kesepakatan maka Brian pun harus berangkat keluar negri untuk waktu yang lumayan lama.
Saat menikmati sarapannya yang telah di persiapkan oleh pak yan, Brian melihat Luna sedang duduk sambil melamun di sebuah ayunan di taman ...
"Kenapa wanita itu bisa keluar?? apa aku lupa mengunci penjara tadi malam??".
"huft dia tampak lebih cantik dengan wajah sedih dan pucat nya itu.. ".
dengan senyuman mengejek Brian kembali menyeruput kopinya.
***
Di lain tempat ayah Luna sedang berusaha mencari cara untuk membawa putri kesayangan nya itu keluar dari mansion Brian.
Dia tidak gentar dengan ancaman Brian tempo hari yang akan menghancurkan perusahaan karena pengkhianatan yang di lkukan putrinya itu.
Pak Bram tidak membongkar identitas Luna karena ia tidak mau melukai salah satu diantara kedua putrinya, ia sudah cukup membuat sebuah kesalahan besar di masa lalu nya karena menyia-nyiakan anaknya sendiri. Maka dari itu Pak Bram berusaha untuk langsung mencari celah menjemput putrinya di waktu yang tepat.
***
sudah beberapa hari ini Brian tidak lagi menemui Luna di penjara, sungguh hal itu sangat membahagiakan bagi seorang Luna, karena dia tidak harus melayani Brian dan tidak lagi mendapatkan siksaan fisik maupun batin dari suami kakaknya itu.
namun entah kenapa terkadang terbesit rasa rindu kepada sosok Brian yang dulu, Brian yang penuh kelembutan dan kasih sayang.
mungkin karena kehamilan nya yang selalu membuat Luna ingin terus merasa dekat dengan Brian. tiba- tiba saat sedang asik melamunkan Brian pak yan datang dengan membawa beberapa kantong plastik.
Bukan kantong paper bag namun kantong plastik karena Brian hanya menyuruh pak yan untuk membelikan beberapa baju daster murah untuk Luna pakai, karena menurutnya hal itu juga salah satu bentuk hukuman yang pantas Luna terima, karena Brian tahu watak seorang Lona yang suka akan kemewahan, namu hal itu tidak berlaku untuk Luna ..
" Nyonya? maaf saya ingin mengantarkan pakaian untuk nyonya,".
"Terimaksih pak yan, pak yan bolehkah aku bertanya sesuatu?".
" Tentu nyonya, nyonya ingin bertanya tentang apa?"
" Apa bapak tahu kenapa sudah hampir 2 Minggu ini aku tidak melihat mas Brian?? kemana dia pergi??".
"Owh nyonya sedang merindukan tuan ternyata..".
"Owh,, bukan pak yan, bukan begitu,".
Dengan wajah merona menahan malu Luna tidak ingin melanjutkan kepo nya tentang Brian. dan pak yan pun memilih pergi meninggalkan Luna di kamar penjara tersebut.
" Beberapa hari lagi kamu akan masuk 7 bulan nak dan sesuai perjanjian mama dan Tante mu dia akan kembali setelah 6 bulan keperpergiannyan ke negara L, mama harap semua baik-baik saja saat ia sudah kembali".
Luna berbicara pelan sambil mengelus perut nya yang sudah membesar.
***
Sedang kan di sebuah hotel mewah dan megah tampak dua orang wanita yang sedang menikmati makan siangnya, mereka adalah Loni dan Sandra, Loni telah kembali ke negara I sejak tadi malam, mereka sedang merencanakan kepulangannya ke mansion Brian.
Loni belum mengetahui bahwa Brian telah mengetahui kebusukannya. yang ia lakukan sekarang bersama Sandra adalah menyusun rencana bagaimana dia bisa berubah posisi kembali dengan Luna, jujur dia sudah sangat merindukan suami tercintanya itu.
Namun saat ia mencoba menelpon Luna, nomor tersebut tidak aktif, padahal waktu itu Loni telah memberikan no hp pribadi miliknya kepada Luna agar Brian bisa percaya bahwa Luna adalah dia.
" Gimana ni San?? dari tadi hp nya gak aktif".
"Iya, gue juga udah coba beberapa kali lon, tapi gak nyambung- nyambung".
" Jadi gimana caranya buat kasih tahu Luna kalau gue udah balik".
" Hmm, bagus nya gimana ya?? apa gue aja yang langsung datang ke rumah Brian ?".
"Boleh juga, lagian kan Lo asisten gue, jadi gak ada yang bakal curiga kalau Lo main ke sana, kalau gitu entar malam Lo pergi ke rumah Brian".
"Hehe.heh.. memang gue gak bisa istirahat dulu gitu, kalau besok aja gue ke sana nya boleh gak??".
"Enggak!!!'.
"Huft...baik bos, Lo tahu kan kalau bohong itu perlu persiapan yang matang dulu, kalau gak bakal mati gaya gue di depan orang di rumah laki Lo".
" Lo kan udah sering lihat gue akting, masa masih oon juga!!, gue udah gak sabar buat ketemu laki gue, ".
" hahah..hahh kangen atau Lo takut kalau Luna baper sama laki dan.... "
"Dan apa maksud Lo Sandra???? Lo mau gue pecat jadi asisten gua!!!".
Dengan wajah masamnya Sandra mulai mengikuti Loni yang mulai melangkahkan kaki nya kembali ke kamar hotel.
Bersambung...🧐🧐
vote buat mu