Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahara 7
"Maafkan aku Rianty, tapi aku sudah terlanjur menikah dengan Wanda. Aku mohon kamu bisa menerima Wanda menjadi adik madumu. Walau itu sulit, tapi aku mohon sayang. Aku akan berbuat adil pada kalian,"ujar Sandy.
"Kamu sangat jahat dan egois Sandy. Aku tak akan pernah menerima pernikahanmu dengan Wanda. Dan aku ingin kita bercerai. Lepaskan aku dan hidup bahagialah dengan wanita yang mampu menyenangkan naf-su setanmu itu! Sudah ku katakan jangan pernah bicara masalah adil, Sandy. Aku tau kau tak akan mampu untuk itu. Jika kamu tak mau mentalak aku maka aku akan mengurus perceraian kita!"jawab Rianty dengan penuh penekanan.
Tatapan kebencian masih terlihat dengan jelas di mata Rianty. Bahkan semakin mendalam. Sakit rasa hati Sandy, tapi dia tak bisa melepaskan Wanda karena dia sudah menikah dengannya walau masih siri. Apalagi pernikahan mereka baru beberapa bulan, sedang manis-manisnya.
"Jangan pernah bicara masalah perceraian lagi padaku Rianty. Sudah aku katakan aku tak akan menceraikan kamu. Dan mau tak mau kau harus menerima Wanda menjadi adik madumu."ucap Sandy penuh emosi.
Wanda terlihat senyum lebar melihat pertengkaran mereka. Sebentar lagi dia kan menjadi ratu di rumah ini. Menggantikan Rianty yang menurutnya tak pantas mendampingi Sandy. Dan setelah ini dia akan menikmati semua kekayaan milik Sandy seorang diri.
"Manusia egois kau Sandy! Aku tak akan pernah menerima pernikahan kalian! Jijik aku melihatmu Sandy! Menyesal aku percaya pada pria baji-ngan sepertimu! Menyesal aku sudah menentang kedua orang tuaku! Ternyata apa yang mereka katakan adalah benar, jika kamu bukanlah pria yang baik! Dan sekarang topeng juga kebusukan sifat aslimu terlihat dengan jelas!"kembali Rianty berbicara pelan tapi penuh dengan penekanan.
Pertengkaran mereka sepertinya tak berkesudahan. Karena keduanya sama-sama dengan pendirian mereka masing-masing. Sehingga tak menemukan titik temu.
"Lebih baik kamu tenangkan dulu dirimu, sayang. Kita bicara lagi nanti,"ucap Sandy lebih pelan lagi dan saat mencoba untuk menyen-tuh istrinya. Rianty menepis dengan sangat kencang.
"Ada apa ini Pa? Kenapa ada wanita itu dan anak-anaknya ada disini dan membawa koper?"tanya Sahara, anak satu-satunya dari Sandy yang baru berusia 15tahun dan saat itu baru saja masuk sekolah menengah atas.
"Tante Wnada sudah menikah dengan Papa. Mereka akan tinggal disini. Kamu harus bisa akur bersama Mama Wanda dan juga kedua anaknya Akmal dan Citra."jawab Sandy memejamkan matanya.
Dia menahan perasaan perih di hatinya. Anak perempuannya pasti akan terluka dengan hal ini. Tapi ini adalah kenyataan yang harus mereka terima. Dan dia juga tak bisa melepaskan keduanya. Dia akan mencoba hidup bersama dengan kedua istrinya. Walau tak mudah. Karena memang dia menikah secara diam-diam setelah berselingkuh terlebih dahulu dan berbuat tak seharusnya sebelumnya bersama dengan Wanda. Bahkan berkali-kali, dan membuat Sandy menjadi terbiasa dengan kegiatan mereka. Hingga akhirnya Wanda meminta dia menikahinya.
Perseli-ngku-han Wanda dan Sandy memang sengaja di rencanakan oleh Wanda. Bahkan keua anaknya juga tau dan mendukung. Karena mereka sudah muak hidup susah dan saat ibunya berhasil menggaet Sandy membuat mereka semua mendukungnya. Akmal saat itu berusia 18tahun sedangkan usia Citra berusia 15tahun sama dengan Sahara.
Pantas saja Citra juga pindah satu sekolah dengannya. Ternyata itu adalah ulah dari ayahnya. Bahkan di sekolah juga, Citra selalu mencari gara-gara dengan dia. Ternyata anak pela-cur saja sombong.
"Papa jahat... Mama aku hanya Mama Rianty tidak ada yang lain. Aku benci Papa, aku benci kalian. Kalian manusia tak punya hati. dasar pe-lacur! Kau sudah merusak rumah tangga kedua orang tuaku!."teriak Sahara. Membuat Sandy emosi mendengarnya.
"Terserah. Yang jelas Papa ingin kalian bisa akur dan tinggal bersama disini."jawab Sandy tak mau tau.
Membuat Wanda dan kedua anaknya tersenyum penuh kemenangan. Sahara bisa melihat dengan jelas semua itu dari mereka yang berdiri di belakang ayahnya. Para manusia munafik dan paling victim.
"Wujud kalian manusia, tapi hati dan kelakuan kalian seperti binatang! Aku benci kalian... Bahkan tindakanmu tak pantas di sebut seorang ayah, apa kamu tidak takut jika anakmu ini akan mendapatkan perlakuan yang sama seperti apa yang sudah kamu lakukan?"teriak Sahara di depan wajah Sandy.
Plaaakkk
Plaaakkk
Untuk pertama kalinya hari ini, Sandy menam-par dua wanita yang selama ini sangat dia cintai dan lindungi. Tapi kali ini malah dia sendiri yang memberikan luka kepada mereka berdua. Bersamaan dengan itu tatapan nyalang dari Sahara terlihat dengan jelas menatap ke arahnya. Begitupun dengan Rianty yang langsung memeluk anaknya.
"Maafkan papa nak..."ucap Sandy sambil melihat tangannya yang gemetar setelah menam-par kedua pipi anak perempuan kesayangannya dengan begitu keras. Bahkan Sahara membiarkan cairan merah mengucur begitu saja dari kedua sudut bibirnya itu. Hati Sandy semakin sakit melihatnya. Tapi pria bodoh itu juga tak bisa melepaskan Wanda.
"Sahara... Rianty..."panggil Sandy kepada dua wanita yang sudah dia sakiti lahir batinnya.
"Kau sudah benar-benar berubah Sandy. Naf-su binatang benar-benar sudah merasuk ke dalam jiwamu bersama dengan dia. Karena kalian sering melakukannya juga di saat kalian belum menikah resmi kan? Kau benar-benar menji-jikan Sandy! kau bahkan berani menyakiti anakku seperti ini! Sekarang le-pas-kan aku Sandy baji-ngan!"teriak Rianty tak terima dengan apa yang sudah di lakukan oleh Sandy kepada anak perempuan mereka.
"Maafkan aku sayang, aku tak sengaja. Aku kelepasan. Tolong maafkan papa nak... Papa tak sengaja. Tolonglah, kalian mengerti keadaan Papa dan sekarang kalian terima kenyataan kalau ada orang lain dalam hidup papa dan kehidupan kalian,"ujar Sandy.
"Manusia egois! Bahkan anda sudah menutupi semua ini dari lama. Dan anda selama ini bersikap seolah tak pernah berniat salah dan berbuat dosa kepada kami. Kekayaan yang anda miliki membuat kami bisa melihat bagaimana wujud anda sebenarnya. Pria yang memakai topeng dan bersembunyi di balik sikapmu yang seolah menjadi ayah yang baik. Menyesal aku selama ini mengggumi dan menjadikanmu orang yang paling aku banggakan dan idolakan,"ujar Sahara dengan segala luka yang ada dalam hatinya.
Dia berlari ke dalam kamar miliknya,begitupun dengan Rianty. Mereka mengunci diri di dalam kamar masing-masing. Luka yang di berikan Sandy terlalu dalam dan kenyataan yang di ungkapkan oleh Sandy terlalu sulit untuk mereka terima.
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶