Darren adalah anak yatim piatu yang diangkat anak oleh Jhon Meyer, Owner XpostOne. Prestasinya sangat gemilang sehingga dia sering di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk bertugas di daerah konflik.
Umurnya sudah dua puluh delapan tahun dan belum menikah. Ia berjanji sebelum bisa membalaskan sakit hatinya kepada keluarga Blossom, ia tak mau menikah. Dulu saat berumur sepuluh tahun orang tua dan kakaknya di bakar hidup-hidup oleh keluarga Blossom.
Suatu hari ia di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk menyelamatkan tiga orang gadis yang terperangkap didesa Beduwi. Dengan berat hati ia pergi ke Bali, tapi apa yang dia temukan di desa itu? Ilmu hitam atau Le-ak. Sangat mengerikan dan hampir saja ia menjadi tumbal.
Saat mengetahui salah satu dari ke tiga gadis itu adalah putri keluarga Blossom, ia pun membuat rencana jahat untuk menyiksa gadis itu.
Apakah yang direncanakan oleh Darren? silahkan baca sampai tamat.
Trimakasih, jangan lupa like, coment***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.23. JIKA BERPISAH JALAN TERBAIK
Tapi sosok itu sudah menghilang dari pandangannya, bulu kuduknya seketika berdiri, dan merinding disco. Ia cepat mencari tembok untuk bersandar dan mengatur nafas.
Ini lebih seram dari lubang bu*ya yang berada di lantai gedung XpistOne. Bathin Darren.
Setelah agak tenang ia menuju kamar PRT dan memutar handle pintu, tapi pintu terkunci. Ia lalu mengambil kawat kecil dari balik jaketnya dan memasukan ke lobang kunci. Pintu terbuka saat kawat mengait pada lubang kunci.
"Astaga...."
Ada bening di sudut mata Darren melihat orang yang dicintainya. Rasa rindu yang menggebu terpaksa di tahan, ia tak boleh lebay, harus tegar demi balas dendam.
Ia terenyuh melihat Aluna meringkuk di lantai tanpa beralasan apapun. Pasti dingin sekali. Nasib tidak bisa di prediksi. Putri orang terkaya yang biasa naik turun luxury cars, punya private Jet, Mansion, kini tidur dilantai yang kotor dan sempit.
Teman adalah maut, ungkapan itu yang cocok untuk Intan, ia memanipulasi dan tega meninggalkan Aluna sendiri dalam keadaan belum makan dan tanpa tempat tidur.
Rasa iri yang keras bisa membuat orang berbuat kejam demi mencapai tujuan. Orang seperti Intan sangat berbahaya.
Darren yakin Intan ingin menyingkirkan Aluna dari orang tuanya, dari keluarga Blossom dan orang-orang disekitarnya.
Pengaruh Intan dalam keluarga Aluna sangat besar, mungkin karena Intan seorang dokter. Dia berpura-pura baik merasa tersakiti dan selalu mengaku salah demi mencuri perhatian.
Darren menatap Aluna dengan masgul, inilah gadis yang dicintainya, sekaligus dibenci. Wanita yang meruntuhkan imam lelakinya dan teman membagi ran-jang. Dia pernah membawanya ke sorga dunia, bergumul dengannya. Gadis yang selalu di rindu yang memacu semangatnya.
Suara nafas Aluna yang teratur membuat Darren terharu dan ingin memeluknya. Seandainya ia bukan putri Blossom, dari tadi tubuh itu sudah dia dekap dan gumuli sampai pagi.
Kini ia hanya bisa memandang wajah cantik itu dengan satu tujuan yaitu balas dendam. Ia harus semangat dan mampu menepis rasa kasihan, rasa cinta di lubuk hatinya.
Terlintas di otaknya untuk memb*karnya hidup-hidup, tapi ia teringat Jhon Meyer yang sedang disandera, ia harus bertukar sandera.
Ia lalu berjongkok, tangan kekarnya menyibakan beberapa rambut Aluna yang menutupi sebagian wajahnya. Gadis itu menggeliat, dasternya tersingkap sampai paha membuat Darren menelan salivanya.
Ia mengambil sapu tangan dan membius Aluna. Gadis itu seketika lunglai. Darren menggendongnya keluar kamar.
"Taruh dia di mobilku."
Darren kaget, ternyata Yudi sudah berdiri di depan pintu. Dengan lagak songong , Ia memerintahkan Darren untuk membawa Aluna ke mobilnya.
"Tidak Yudi, Luna harus di ajak ke gedung tua untuk menemui orang tuanya."
"Aku akan menemani kalian, nanti sampai di sana aku yang menyerahkannya. Nanti aku mengaku telah menyelamatkannya."
"Terserah asal papa ku selamat." ucap Darren dingin.
"Apa kau tega melihat pacarmu menjadi tukaran sandra. Kau tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya."
"Maksudmu apa? orang tuanya minta supaya aku mengembalikan putrinya. Jika tidak ada perintah akupun tak peduli." jawab Darren kurang ramah.
"Jadi nona Aluna sudah tidak penting bagimu, umpama aku yang mengambil kau keberatan."
"Ya ampun Yudi, aku tidak keberatan!!" teriak Darren kesal.
Tidak tau kenapa Ia kesel sekali dengan Yudi. Padahal baru bertemu ini pertama kali bertemu. Ia yakin kalau Yudi penipu dan banyak bohongnya.
Yudi terdiam, sepanjang jalan mereka tak bertegur sapa, tidak sepatah katapun keluar dari mulut Darren. Ia jijik dengan Intan dan Yudi, dua penjahat yang bisa mencelakai Aluna.
Darren meraba pistol di balik jaketnya, ia bersiap turun dari mobil menuju gedung tua milik keluarga Blossom. Suasananya sangat sepi, maklum tempat ini jauh dari keramaian dan sudah makam sekali.
Pukul 01.00 wita.
Cuaca sedikit mendung, Yudi berjalan di depan Darren, ia menggendong Aluna dengan susah payah karena body Aluna tinggi semampai, sedangkan bodynya pendek.
Mereka akhirnya masuk ke gedung tua milik Blossom, sepi. Tidak terlihat ada orang, Yudi celingukan. Darren tetap siaga takut kalau ini jebakan.
Akhirnya keluar pria setengah baya dari pintu samping. Dia mendorong kursi roda dan Jhon Meyer yang wajahnya bengkak duduk dengan tenang.
Pria itu berhenti di depan Darren berjarak seratus meter. Ia tidak tahu siapa pria ini, apa ini papanya Aluna atau Omnya.
"Kita sudah berhadapan, tolong serahkan sandera. Kami tidak ingin ada kekacauan, kecurangan dan penipuan fisik." ucap pria itu tegas dengan suara tertata.
"Aku juga berharap hal yang sama, walau aku kecewa melihat keadaan papaku."
"Semua bermula dari kurangnya informasi yang kami terima, yang lebih menyakitkan orang lain menyelamatkan gadis yang hilang, sedangkan orang yang kami beri uang tidak menjalankan perintah!!"
"Saya yang menyelamatkan Intan dan Aluna." tak disangka Yudi nyeletuk.
"Hei..."
"Ya memang Yudi yang menolong." potong Darren cepat sebelum Jhon Meyer melanjutkan ceritanya.
Tentu Jhon Meyer kaget mendengar pernyataan Darren. Ia tidak mengerti tujuan putranya berbohong.
"Intropeksi dirilah, perbaiki kinerja kalian. Bagi kami uang tidak masalah."
Rahang Darren mengeras mendengar ucapan yang keluar dari mulut pria itu, ia kini tidak peduli. Semakin banyak hinaan akan semakin tega ia melepaskan Aluna.
Darren kemudian mengambil alih Aluna dari tangan Yudi, gadis itu masih belum sadar sepenuhnya. Darah Darren berdesir saat tubuh Aluna berpindah tangan. Sedih perasaan itu mengiris hatinya. Rasanya ada yang hilang dalam jiwanya.
Yudi yang tadi ngotot ingin menyerahkan Aluna, nyalinya seketika menciut saat melihat dua orang tinggi besar membawa pistol mendekatinya. Untung dua orang agen itu tidak mengeluarkan statement yang menggiring openi.
Cukup sudah, ini pelajaran bagi Jhon Meyer supaya memilih client, sudah tau kluarga Blossom musuh bebuyutan Darren, masih berani di terima. Sekarang malah dipermalukan.
Darren bisa membayangkan ke kayaan Blossom sampai berani menyewa agen rahasia internasional. Jika dulu ia tau bahwa Mr.x itu Blossom, mungkin Aluna tidak akan pernah ada dalam pelukannya.
Mereka tidak banyak basa basi, Darren langsung pergi dari gedung tua itu, ia merasa lega karena tidak ada insiden berdarah yang biasa terjadi, dalam pertukaran sandera.
"Aku ikut nunut sampai perumahan Serpong...." Yudi mengikutinya ke Mobil.
"Maaf, aku tidak bisa mengantarmu, kami akan langsung ke rumah sakit."
"Tolonglah ini sudah malam aku takut tidak ada gojek."
"Taxi banyak atau kau masuk ke dalam dan gabung dengan keluarga Blossom, kau bisa nunut dengan mereka."
"Aku takut mereka membawa pistol dan aku tidak mengerti bahasa Inggris."
"Apa aku kurang mengalah, kau sudah mengklaim menyelamatkan Aluna dan Intan, kau gila, kalau tidak ada.aku dan temanku Agung tidak ada yang selamat. Kami berdua yang membunuh sembilan puluh sembilan Le-ak, walaupun Agung jadi korbannya!" semprot Darren marah.
Yudi cepat menjauh ia tidak ingin pertengkaran itu melebar, takut kalau ada cctv yang akan membongkar kebohongannya.
*****