NovelToon NovelToon
Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Time Travel
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Laksmi Harsa

kecelakan tragis itu merenggut nyawa Kiara, setelah mengetahui fakta bahwa dia dikhianati suaminya.

Tetapi Tuhan selalu memberi plot twist yang tidak pernah bisa kita tebak. Kiara mendadak terbangun kembali ke lima tahun lalu tepat di hari pertama pernikahan kontrak mereka dimulai.

Menyadari bahwa dia kembali mengulang waktu, kali ini Kiara bertekad untuk mengumpulkan uang lalu kabur demi menyelamatkan nyawanya. Akan tetapi, Kiara justru dibuat syok oleh perubahan drastis Dante, sang mafia kejam yang tiba-tiba berubah menjadi super bucin, posesif, dan memanjakan Kiara dengan uangnya yang tidak akan pernah habis itu. Kiara tidak pernah tahu bahwa suaminya yang kejam itu ternyata juga ikut bereinkarnasi dari masa depan, membawa rasa bersalah dan sejuta penyesalan yang siap melakukan apa saja agar sang istri tidak pernah pergi lagi dari pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laksmi Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Prana napas hidupku terasa lebih berarti sejak getaran cinta itu mulai hadir. Sada selalu terbayang wajahmu yang membawa Damai di setiap langkahku. Tusta kepuasan dan kebahagiaan sejati kini tumbuh mekar mengusir segala sepi.

...----------------...

Tiga puluh menit kemudian, Dante keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya, sementara rambut hitamnya masih tampak basah dan acak-akan.

Kiara sendiri sudah berganti pakaian menggunakan gaun rumahan berbahan katun yang longgar, meskipun ia masih enggan untuk turun dari atas ranjang karena kakinya yang masih terasa lemas.

Dante berjalan mendekati lemari pakaian besar yang berada di sudut kamar, mengambil sebuah kemeja hitam dan celana kain senada. Tanpa rasa canggung sedikit pun, dia memakai pakaiannya di depan Kiara.

"Hari ini kau ada jadwal ke luar rumah?" tanya Dante sambil mengancingkan kemejanya satu per satu, dimulai dari bawah.

"Tidak ada. Aku hanya ingin malas-malasan di kamar seharian ini. Dan itu semua adalah kesalahanmu," jawab Kiara sambil melirik tajam ke arah Dante.

Dante menghentikan aktivitas mengancingkan kemejanya tepat di bagian dada, membiarkan beberapa kancing atasnya terbuka, memperlihatkan dada bidangnya yang begitu menggoda. Dia kembali berjalan mendekati ranjang, lalu duduk di tepi kasur sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Kiara.

"Kesalahanku? Bukankah semalam kau sendiri yang memohon memintaku untuk lebih cepat, hm?" bisik Dante dengan senyuman menggoda yang membuat pipi Kiara seketika merona merah.

"Dante! Hentikan! Jangan membahas hal itu lagi di pagi hari seperti ini!" pekik Kiara sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan yang terlihat mungil di mata Dante.

Dante tertawa puas melihat reaksi menggemaskan dari istrinya. Ia menarik kedua tangan Kiara dari wajahnya, lalu mengecup kening wanita itu dengan lembut dan lama. "Baiklah, maafkan aku. Sekarang, bersiaplah. Kita akan sarapan di bawah. Para pelayan pasti sudah menyiapkan makanan untuk kita."

"Aku tidak kuat berjalan, Dante. Kakiku benar-benar lemas," gerutu Kiara, kali ini dengan nada yang benar-benar manja.

Tanpa banyak bicara, Dante langsung menyisipkan kedua lengannya di bawah tubuh Kiara. Dengan satu sentakan, Dante mengangkat tubuh mungil istrinya itu ke dalam gendongannya ala bridal style.

"Dante! Apa yang kau lakukan? Turunkan aku!" seru Kiara panik, refleks mengalungkan kedua lengannya di leher kokoh Dante agar tidak terjatuh.

"Kau bilang tidak kuat berjalan, jadi aku akan menjadi kakimu hari ini. Lagipula, menggendongmu seperti ini sama sekali tidak ada beratnya. Kau harus makan lebih banyak mulai hari ini, tubuhmu terlalu ringkih," ucap Dante sambil melangkah pasti keluar dari kamar utama mereka.

...----------------...

Mansion megah itu terasa begitu sunyi saat mereka berdua menuruni tangga melingkar menuju ruang makan utama. Beberapa pelayan yang sedang membersihkan lorong langsung menundukkan kepala mereka dalam-dalam begitu sang tuan besar lewat, terlebih saat melihat pemandangan tidak biasa di mana Dante sedang menggendong sang istri dengan begitu protektif.

Dante mendudukkan Kiara dengan hati-hati di salah satu kursi makan yang empuk, kemudian ia sendiri duduk di kursi utama yang berada di ujung meja, tepat di sebelah Kiara. Di atas meja makan panjang berbahan marmer itu, sudah tersaji berbagai macam hidangan mewah, mulai dari makanan barat hingga makanan tradisional.

Seorang pelayan wanita paruh baya, Kepala Pelayan bernama Bi Narti, datang mendekat dengan sikap yang sangat sopan. "Selamat pagi, Tuan, Nyonya. Apakah ada hal lain yang perlu saya siapkan?"

"Tidak perlu. Kau boleh pergi dan pastikan tidak ada yang mengganggu kami selama sarapan," jawab Dante dengan suara yang kembali dingin dan berwibawa, sangat berbeda dengan suaranya saat berbicara berdua dengan Kiara di kamar tadi.

"Baik, Tuan. Permisi," Bi Narti membungkuk hormat lalu melangkah mundur, meninggalkan area ruang makan bersama beberapa pelayan lainnya.

Setelah para pelayan pergi, suasana kembali menjadi lebih santai. Dante mengambilkan sepotong roti panggang, telur mata sapi, dan beberapa sosis ke atas piring Kiara, lalu menyodorkannya ke hadapan sang istri.

"Makan yang banyak. Aku tidak suka melihat istriku terlihat lemas seperti orang sakit," perintah Dante sambil mulai memotong steak daging miliknya sendiri.

"Ini terlalu banyak, Dante. Aku tidak akan sanggup menghabiskannya," keluh Kiara melihat porsi makanan yang ada di piringnya.

"Habiskan, Kiara. Atau kau ingin aku sendiri yang menyuapimu dengan caraku?" ancam Dante dengan kilat mata yang terlihat mesum.

Kiara mendengus kesal, namun ia tetap mengambil garpu dan mulai memakan makanan yang sudah disiapkan oleh suaminya. "Kau ini benar-benar pemaksa ya. Segala hal harus selalu sesuai dengan keinginanmu."

"Itu karena aku tahu apa yang terbaik untukmu, Sayang," jawab Dante santai sebelum memasukkan sepotong daging ke dalam mulutnya.

Mereka berdua menikmati sarapan pagi itu dalam keheningan selama beberapa menit, hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring porselen. Kiara sesekali mencuri pandang ke arah Dante yang tampak begitu karismatik bahkan saat sedang makan.

Pria ini seperti memiliki kepribadian ganda; dia bisa menjadi monster yang kejam di luar sana, namun bisa berubah menjadi pria yang begitu hangat dan memanjakannya di dalam rumah.

Tidak bisa Kiara pungkiri, jika sifat Dante di kehidupan kali ini mulai membuatnya nyaman.

"Dante," panggil Kiara setelah ia berhasil menghabiskan setengah dari porsi makanannya.

"Hmm?" Dante menyahut tanpa mengalihkan pandangannya dari piringnya.

"Apakah... apakah hidupmu akan selalu dipenuhi dengan bahaya seperti... Semalam?" tanya Kiara, menyuarakan ketakutan terbesar yang selalu menghantui pikirannya setiap kali Dante melangkah keluar dari mansion ini.

Dante menghentikan gerakan tangannya. Ia meletakkan pisau dan garpunya di atas meja, lalu mengalihkan pandangan matanya sepenuhnya kepada Kiara. Tatapan matanya yang tadi terlihat santai, kini berubah menjadi begitu dalam dan pekat.

"Ketakutan adalah hal yang wajar, Kiara. Tapi kau harus tahu satu hal," ucap Dante, suaranya terdengar begitu rendah. "Aku mendirikan seluruh kekuasaan ini bukan hanya untuk diriku sendiri. Aku melakukannya untuk memastikan bahwa tidak akan ada satu orang pun di dunia ini yang berani menyentuh atau menyakiti apa yang sudah menjadi milikku. Dan kau... adalah milikku yang paling berharga."

Kiara merasakan debaran jantungnya berpacu lebih cepat mendengar ucapan Dante. Ada rasa haru yang membuncah di dadanya, mengikis secara perlahan ketakutan yang selama ini menghantuinya.

Ada yang salah, baik hatinya dan juga sikap Dante.

'Kiara, kamu sadar tidak? jika kamu sudah keluar dari jalur yang semestinya'

Tepat setelah sarapan mereka selesai, suara langkah kaki yang terburu-buru terdengar mendekati ruang makan. Sosok pria bertubuh tegap dengan setelan jas hitam muncul di ambang pintu dengan raut wajah yang tampak sangat tegang.

Leo asisten pribadi Dante membungkuk hormat sejenak ke arah Kiara sebelum mengalihkan pandangannya kepada Dante. "Maaf mengganggu waktu sarapan Anda, Tuan Besar. Tapi ada masalah mendesak di kantor pusat yang membutuhkan kehadiran Anda sekarang juga."

Dante tidak langsung menjawab. Ia mengambil selembar kain serbet untuk membersihkan bibirnya dengan gerakan yang sangat tenang, seolah kedatangan Leo tidak membawa pengaruh apa pun bagi ketenangannya.

"Masalah apa?" tanya Dante singkat, suaranya sedingin es.

Leo melirik sekilas ke arah Kiara, ragu-ragu apakah ia harus mengatakannya di depan sang Nyonya atau tidak. Dante yang menyadari keraguan tangan kanannya itu langsung memberikan isyarat dengan lambaian tangan kecil. "Katakan saja di sini. Kiara berhak tahu apa pun tentang duniaku."

Kiara sedikit tersentak mendengar ucapan Dante, namun ia memilih untuk tetap diam dan mendengarkan.

"Pihak kepolisian baru saja melakukan penggerebekan di salah satu gudang penyimpanan kita di bagian utara, Tuan. Mereka mengklaim menemukan barang-barang ilegal yang masuk tanpa izin resmi. Namun, team kita di lapangan melaporkan bahwa barang-barang tersebut sengaja diselundupkan oleh salah kelompok untuk menjebak kita," jelas Leo dengan cepat.

Mendengar itu, aura di sekitar tubuh Dante seketika berubah drastis. Kehangatan yang ia tunjukkan kepada Kiara beberapa menit yang lalu menguap tanpa bekas. Sepasang matanya menyipit tajam bak elang yang siap menerkam mangsanya.

"Siapa yang berani bermain-main di wilayahku?" tanya Dante, nada suaranya terdengar begitu tenang namun justru hal itulah yang membuatnya terasa jauh lebih mengerikan.

"Indikasi kuat mengarah pada kelompok milik Jack, Tuan. Mereka tampaknya memanfaatkan kelengahan kita saat kita sedang fokus mengurus kekacauan di pelabuhan Timur semalam," jawab Leo.

Dante berdiri dari kursi makannya. Ia memperbaiki posisi kerah kemeja hitamnya, lalu menoleh ke arah Kiara yang saat ini tengah menatapnya. Pria itu mendekat, lalu mengusap pipi Kiara dengan lembut menggunakan ibu jarinya.

"Aku harus pergi sekarang, Sayang. Urusan ini tidak bisa ditunda," kata Dante, suaranya melunak hanya saat berbicara kepada istrinya.

"Berhati-hatilah." balas Kiara singkat

Dante tersenyum tipis. Ia mengecup bibir Kiara sekilas sebelum berbalik menatap Leo yang masih setia menunggu di ambang pintu.

"Siapkan mobil, Leo. Dan kumpulkan seluruh kepala divisi di ruang rapat utama kantor pusat dalam waktu dua puluh menit. Aku akan menunjukkan pada mereka apa akibatnya jika berani mengusikku," perintah Dante dengan nada suara yang menggelegar penuh otoritas.

"Baik, Tuan!" jawab Leo tegas, lalu segera berbalik untuk melaksanakan perintah tersebut.

Dengan langkah kaki yang tegap dan mendominasi, Dante melangkah keluar dari ruang makan, meninggalkan mansion mewah itu.

Sementara itu, Kiara hanya bisa menatap kepergian suaminya dari balik jendela ruang makan.

1
Dhisha
lanjut Thor... suka banget kalau papa Dante mode sangar
Laksmi Harsa: ikutin terus mama papa dante ya kak
total 1 replies
Dhisha
hari ini agak telat update ya Thor? aku nungguin dari tadi loh
Laksmi Harsa: hari ini agak sibuk di dunia fana 🤭 tapi masih berusaha buat sempetin update walau agak telat. btw... makasih udah selalu mampir yaa kak 😍
total 1 replies
Dhisha
hayoo siapa yang telpon mama Kiara gw
Laksmi Harsa: penasaran yaa.... stay tune ok 🤭
total 1 replies
Dhisha
yaah... tanda² nggak jadi ikut mama Kiara kabur deh
Laksmi Harsa: kita culik mama Kiara aja apa gimana nih kak, paksa kabur 🤣
total 1 replies
Dhisha
nah kaaan, mama Kiara mending urungin deh niat kaburnya. papa Dante kan sekarang udah mode jinak 🤣
Dhisha: aku juga mau kali Thor... bagi napa, jangan diambil sendiri 😄
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
maaf ngelunjak thor... bisa kali double up 🤭
Laksmi Harsa: peregangan otot dulu kak 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
ciee... mama kiara, udah mulai khawatir 😍
Laksmi Harsa: mama Kiara udah mulai kecantol pesona papa Dante 😄
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
nggak bisa... aku udah nahan diri buat nabung bab, eh pas ada notif update dari mama kiara langsung gatel pingin baca 🤭
Shaqueena Wibowo: siap kawal Belmont family sampe punya anak cucu nih thor
total 2 replies
Dhisha
Nah kaaan... mama Kiara udah kepelet sama pesona papa dante🤣 Thor... bisa kali satu bab lagi 🤭
Dhisha: ditunggu bab selanjutnya thor💪
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
penasaran sih.. rahasia apa yang di simpan dante. please thor... lanjut 😍🤭
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa like, dan beri ulasannya. jadi makin semangat aku nulisnya 😍🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
my hero dante 😍
Laksmi Harsa: love papa Dante
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kairo ini minta di masukin selokan kyaknya
Laksmi Harsa: ayo kak... aku temenin 🤣
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kusebut kau si tampan dan perkasa dante 😍
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa beri ulasan 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
jujur... keren banget ceritanya, minim typo dan bahasanya mudah dimengerti. 👍
Laksmi Harsa: kak... terimakasih 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
cuma kiara yang tau rasanya dante 🤭
Laksmi Harsa: gurih pasti ya kak 🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
dante mode sugar daddy 😍
Laksmi Harsa: mau yang kyak Dante ya kak? 🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
menjijikan sekali sora sama ayahnya ini
Laksmi Harsa: masukin karung aja nggak sih?
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
ada kalanya, orang tualah yang berdosa terhadap anak. semangat kiara.... 💪
Laksmi Harsa: follow Kiara terus yaa😍
total 1 replies
Dhisha
si mama Kiara masih gengsi guys... padahal berbunga² banget tuh hatinya 🤭
Laksmi Harsa: mama Kiara mode gengsi 🤭
total 1 replies
Dhisha
Dante junior comingsoon sih inii
Laksmi Harsa: Tungguin yaa onty 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!