Dikhianati oleh pria yang sangat ia cintai demi sebuah tahta, membuat Ningmas Danastri Kartawidjaja benar-benar terluka.
Dibawah aturan keluarga, Raden Dwipa Soeradiningrat, tak bisa berbuat apa-apa demi tahta sebagai pewaris dari Trah Soeradiningrat. Ia bahkan harus kehilangan Ningmas Danastri yang sangat ia cintai.
Namun, takdir justru membawa Ningmas Danastri ke arah yang tak disangka-sangka. Karena keterpurukannya, ia justru tanpa sadar menghabiskan malam dengan pria yang memiliki hubungan dekat dengan mantan kekasihnya.
Selain itu, satu persatu rahasia dua Trah (Trah Soeradiningrat dan Trah Kartawidjaja) yang tak pernah akur pun terbuka. Hal yang menyebabkan dua generasi terakhir selalu bersitegang itu, ternyata karena ada masa lalu yang masih belum selesai.
Bagaimanakah kelanjutan hidup Ningmas Danastri Kartawidjaja?
Akankah ia jatuh cinta pada orang yang tepat?
Apakah rahasia masa lalu dari dua keluarga yang masih belum tuntas?
Simak terus keseruan kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5. Kejadian Tak Terduga
Astri duduk di tepi ranjang sambil menunduk. Ia sudah memakai pakaian rapi, seperti yang ia kenakan saat sebelum tidur dengan Raden Daksa.
Rekaman CCTV di lorong Hotel, memang menunjukkan kesalahan Astri. Ia salah masuk kamar. Bukan kamarnya yang ia masuki, melainkan kamar yang disewa oleh Raden Daksa. Raden Daksa yang meminta rekaman CCTV itu, langsung menunjukkannya pada Astri.
"Kenapa Raden Mas tidak menyuruhku keluar?" Tanya Astri.
"Aku sudah berusaha menyadarkanmu, Astri. Tetapi kamu justru melepas semua pakaianmu dan merayuku. Aku tidak mungkin membiarkanmu keluar dalam keadaan telanjang bulat seperti itu." Jawab Raden Daksa yang membuat Astri memukul-mukul dahinya.
"Maaf, Raden Mas, aku mabuk semalam." Kata Astri yang mengakui kesalahannya.
"Aku tau kamu mabuk." Jawab Raden Daksa.
"Kamu tak akan salah masuk kamar kalau kamu tidak mabuk." Imbuhnya.
Pria itu tampak sangat tenang. Ia duduk di sofa yang menghadap ke arah Astri sambil menyilangkan kakinya. Tatapannya tertuju lurus pada gadis keturunan Trah Kartawidjaja itu.
"Selin itu, ada orang yang sengaja mengerjaimu dengan menambahkan perangsang. Seperti yang d di vidio itu, dua orang itu membuntutimu dan kemudian pergi setelah tau jika ada aku di kamar yang kamu masuki." Ujar Raden Daksa yang di jawab anggukan kecil oleh Astri.
"Kenapa kamu sampai mabuk, Astri?" Tanya Raden Daksa.
Selama ini, ia tau benar bagaimana track record Astri. Gadis itu, sama sekali tak pernah berulah, ia tak pernah mabuk seperti ini. Astri di besarkan dalam keluarga yang sangat menjunjung tinggi nilai moral, seperti di keluarganya. Bedanya, para wanita Trah Kartawidjaja memang di bebaskan untuk menentukan apa yang mereka inginkan. Tak seperti wanita di keluarganya yang hanya bisa patuh dengan keputusan orang tua atau suami.
"Apa ini karena Dwipa?" Tanyanya lagi yang langsung membuat Astri menatap ke arahnya.
Raden Daksa tersenyum tipis. Ternyata benar apa dugaannya. Ia sudah lama tau mengenai hubungan spesial antara Raden Dwipa dan Ningmas Danastri.
"Tidak, Raden Mas. Ini sama sekali tak ada hubungannya dengan Raden Dwipa." Elak Astri yang hanya di jawab anggukan oleh Raden Daksa.
"Kamu harusnya bicara jujur saja padaku, Astri. Aku sudah lama tau hubunganmu dengan Adikku itu." Ujar Raden Daksa yang membuat Astri menelan ludah kasar.
"Tapi, itu semua pilihanmu. Kamu tidak salah jika ingin menutupi hubungan itu dan menutupi rasa sakit hatimu karena Dwipa yang lebih memilih tahtanya." Imbuh Raden Daksa. Astri hanya terdiam seribu bahasa. Ia merasa seperti sedang di kuliti saat ini.
"Aku akan menikahimu setelah aku kembali ke tanah air." Ujar Raden Daksa.
"Bagaimanapun, aku harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita lakukan semalam." Imbuhnya lagi.
Astri terbelalak ketika mendengar ucapan Raden Daksa. Ia benar-benar tak menyangka jika Raden Daksa akan melakukan hal itu padanya.
"Raden Mas tidak perlu melakukan hal itu. Lagi pula, semalam kita tidak sampai berhubungan badan. Anggap saja kejadian ini tak pernah terjadi." Kata Astri.
Bagaimana mungkin ia menikah dengan Kakak kandung dari pria yang pernah ia cintai dengan begitu besarnya. Lagi pula, ia juga tak ingin di tuduh memanfaatkan situasi di tengah rasa sakitnya.
"Memang. Tapi aku sudah menyentuh semua bagian intimmu untuk meredakan nafsumu." Ujar Raden Daksa yang menjadi pukulan telak bagi Astri.
Sebagai gadis yang didik dengan keras untuk menjaga kehormatan, hal ini tentulah sebuah aib besar untuk Astri. Meskipun ia masih perawan, namun tubuhnya sudah ternodai dengan jamahan Raden Daksa bahkan pada bagian intimnya.
"Aku beri waktu tiga hari untuk kamu berpikir, Astri. Aku akan menyelesaikan Pameran Seniku dalam tiga hari dan akan kembali ke tanah air." Ujar Raden Daksa.
"Aku sama sekali tak keberatan jika kamu mau memanfaatkanku untuk membalaskan rasa sakitmu pada Dwipa. Jadi, jangan ragu untuk menjadi istriku dan memanfaatkanku sesuka hatimu." Imbuh Raden Daksa.
Ia bukan ingin menghancurkan adiknya sendiri. Namun, ia harus memberi pelajaran pada Raden Dwipa jika ketamakan dan keserakahannya, akan membuatnya hancur.
"Aku permisi dulu, Raden Mas." Ujar Astri tanpa memberikan jawaban apapun pada Raden Daksa yang berniat mempersuntingnya untuk menutupi 'noda' yang sudah mereka perbuat.
FLASH BACK
"Haah, luas sekali kamarnya." Lirih Astri yang sedang mabuk itu.
Cahaya lampu temaram, membuat pengelihatan Astri menjadi samar. Sementara, seorang pria yang sejak tadi berada di dalam kamar itu, menatap Astri dari balik pintu. Ia benar-benar kaget saat ada seorang wanita yang tiba-tiba menerobos masuk saat ia hendak membuka pintu. Yang membuatnya makin terkejut adalah, wanita yang masuk itu adalah orang yang dia kenal. Dia adalah Astri, cinta pertama yang memiliki tempat khusus di hatinya.
"Kenapa dia ada disini?" Batin Raden Daksa.
Raden Daksa kemudian berjalan mendekat ke arah Astri. Wanita itu tampak tak terkejut. Ia justru menatap ke arah Raden Daksa yang berjalan mendekat.
"Kenapa ada laki-laki disini? Apa kamu laki-laki penghibur?" Tanya Astri sambil tersenyum manis.
"Astaga, Ningmas Danastri. Apa yang kamu lakukan?" Raden Daksa memalingkan wajahnya saat Astri sekonyong-konyong melucuti pakaiannya sendiri.
Tanpa malu, Astri mendekatinya dan langsung memeluk tubuh kaku Raden Daksa.
"Seksi sekali..." lirih Astri yang tangannya sudah menyusup di balik pakaian Raden Daksa. Tangan lentik gadis itu menyusuri setiap lekuk tubuh berotot Raden Daksa.
"Hentikan, Astri! Kamu mabuk." Ujar Raden Daksa sambil memegang tangan Astri.
"Jangan menolak. Aku butuh kamu untuk menghiburku. Aku sudah kepanasan..." Lirih Astri dengan suara yang menggoda dan terdengar sedikit men desa h.
Astri langsung menempelkan bibirnya pada Raden Daksa. Ia melumat bibir Raden Daksa dengan penuh gairah sembari melingkarkan tangannya di leher Raden Daksa.
Sebagai pria normal, Raden Daksa yang mendapatkan provokasi panas seperti itu, tanpa sadar ikut terbawa suasana. Ia mengimbangi permainan Astri sembari mulai meraba-raba tubuh Astri yang tanpa helaian benang.
"Ssshhh... Aaahh... Lanjutkan terus..." Desa han Astri membuat Raden Daksa semakin berapi-api.
Ini adalah kali pertama ia kembali menyentuh wanita setelah istrinya wafat tiga tahun silam. Hal itu juga yang membuat Raden Daksa hampir tak bisa mengontrol nafsunya.
"Ah! Sial..." Umpat Raden Daksa.
Ia tak bisa melakukan hal ini. Namun, Astri terus mendorongnya lebih jauh. Astri yang sudah 'kepanasan' itu terus menuntut lebih dalam kondisi tak sadar.
Pada akhirnya, Raden Daksa hanya memberikannya permainan tangan dan oral.
Ia menjilati bagian intim Astri yang sudah basah. Ia juga memainkan bagian-bagian sensitif Astri dengan menggunakan tangan hingga membuat Astri mencapai puncaknya.
Setelah mencapai puncaknya, nafas Astri yang semula tersengal, perlahan mulai teratur. Gadis ayu itu tidur dengan lelap, meninggalkan Raden Daksa dan Juniornya yang sudah sangat tegang. Pada akhirnya, Raden Daksa 'menenangkan' sendiri juniornya yang masih dalam kondisi on fire itu.
🤔🤔
othor kie...🤣😄