NovelToon NovelToon
KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi Wanita
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Dibuang dan dijadikan pelayan oleh keluarga angkatnya, Lin Yue tidak menyangka bahwa seminggu sebelum kiamat ia mengaktifkan Sistem Suaka di rumah tua neneknya.

​Saat Virus Genesis meletus, manusia, hewan, dan tumbuhan bermutasi menjadi monster berelemen. Di tengah kiamat yang mengerikan, rumah tua Lin Yue diubah oleh Sistem menjadi zona aman mutlak!

​Aturan Lin Yue sangat sederhana: "Mau makanan hangat, listrik, dan perlindungan? Bayar sewa pakai Kristal Inti di kepala zombie!"

​Dari kos-kosan 4 kamar sederhana, Lin Yue membangun perumahan elit hingga kota suaka terbesar di dunia, memaksa keluarga angkat yang dulu menyiksanya berlutut memohon perlindungan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: KUNCI RUMAH TUA DAN NOTIFIKASI MISTIK

BAB 1: Kunci Rumah Tua dan Notifikasi Mistik

......................

Sreeek!

Pecahan porselen cangkir teh yang menyapu lantai keramik dingin itu meninggalkan goresan tipis di ibu jari Lin Yue. Noda air teh hangat yang sudah basi meresap lambat ke celana kainnya yang sudah belel.

"Kau ini memang tidak berguna! Cuma menyapu dan menyeduh teh saja tidak becus!" bentak ibu angkatnya, Zhou Mei, sambil berkacak pinggang. Perhiasan emas tebal di lehernya berkilau, berbanding terbalik dengan kondisi Lin Yue yang kusam dan kurus kering.

Lin Yue tidak menjawab. Ia tetap menunduk, mengumpulkan pecahan demi pecahan porselen dengan jemarinya yang kasar. Dalam diamnya, ada rasa lelah yang teramat dalam. Sejak orang tuanya meninggal lima tahun lalu dan ia ditampung oleh keluarga paman jauhnya ini, ia tak lebih dari seorang pelayan tanpa gaji. Makan sisa, tidur di kamar sempit dekat dapur, dan mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga dari subuh hingga larut malam.

"Ma, sudahlah. Jangan buang-buang tenaga marah sama penderitaan ini," celetuk Lin Chen, anak laki-laki keluarga itu yang sedang asyik bermain game di sofa empuk. "Lagipula, mana kunci rumah tua si nenek di pinggiran kota Jiangcheng itu? Bukankah developer kota mau beli tanahnya minggu depan? Kita bisa dapat uang ratusan ribu Yuan!"

Dada Lin Yue berdesir keras. Rumah tua nenek.

Itu adalah satu-satunya peninggalan kenangan manis masa kecilnya. Satu-satunya tempat di mana ia pernah dicintai secara tulus sebelum neneknya meninggal dua tahun lalu.

"Kunci itu milikku. Nenek mewariskannya padaku," ujar Lin Yue pelan namun tegas, mendongak menatap Zhou Mei.

"Punya mu?!" Zhou Mei tertawa melengking, menghampiri Lin Yue dan langsung menjambak tas kain kusam yang melingkar di bahu gadis itu. "Kamu makan di sini, tidur di sini, semua pakai uang kami! Rumah tua itu hak keluarga ini!"

Sreet!

Tas kain tua itu robek. Sebuah kunci besi berkarat dengan ukiran aneh jatuh melayang, menggelinding tepat di dekat kaki Lin Yue. Refleks, Lin Yue meraih kunci itu dan menggegamnya erat-erat sampai jarum kuncinya menancap di telapak tangannya yang kering.

Darah segar menetes, membasahi ukiran kuno pada kunci tersebut.

Tiba-tiba, pandangan Lin Yue berkilat. Sebuah suara mekanis yang jernih, dingin, namun agung bergema langsung di dalam kepalanya, menghentikan seluruh suara bentakan Zhou Mei.

[Bip! Memindai DNA Pemilik... Darah Terdeteksi.] [Sistem Pembangunan Suaka (Sanctuary Construction System) Berhasil Diaktifkan!] [Mengikat Bangunan Terdaftar: Rumah Tua Keluarga Lin di Pinggiran Kota Jiangcheng (Kondisi: Rusak Parah).] [Peringatan Darurat: Gelombang Virus Genesis akan meletus dalam 7 Hari (168 Jam). Seluruh ekosistem akan bermutasi.] [Misi Pertama Aktif: Pindah ke Bangunan Suaka dan Bersihkan Area Dasar untuk Mengaktifkan 'Kos-kosan Suaka Level 1'.]

Lin Yue membeku. Layar transparan biru berkedip di depan matanya, menampilkan angka hitungan mundur 167 jam 59 menit yang bergerak terus-menerus.

"Hey! Malah melamun! Serahkan kuncinya!" Zhou Mei mengulurkan tangan dengan wajah garang, hendak mencengkeram bahu Lin Yue.

Namun, Lin Yue yang berdiri saat ini tidak lagi memiliki tatapan mata yang penuh ketakutan. Ia menyapu darah di tangannya ke celana, menggenggam kunci itu rapat-rapat, lalu menatap Zhou Mei dan Lin Chen dengan pandangan yang begitu dingin.

"Kalian mau rumah tua itu?" suara Lin Yue terdengar teramat tenang. "Coba saja ambil sendiri."

Tanpa menunggu respon atau teriakan penuh makian dari Zhou Mei, Lin Yue berbalik, memungut tas kusamnya, dan melangkah keluar dari pintu rumah keluarga Lin. Ia tidak membawa pakaian bagus atau barang berharga—karena memang tidak ada yang dimilikinya di sana.

Di luar, angin sore kota Jiangcheng berembus agak aneh. Daundaun di pohon peneduh jalan tampak agak kemerahan, dan seekor kucing liar di gang menyeringai menunjukkan gigi taring yang tumbuh sedikit lebih panjang dari biasanya.

Lin Yue memegang dadanya yang berdegup kencang. Tubuhnya memang terasa sangat lemah dan lengannya kurus akibat gizi buruk bertahun-tahun, tapi melihat angka hitungan mundur di pelupuk matanya, ia tahu satu hal:

Kiamat tinggal tujuh hari lagi. Dan ia harus sampai di rumah tua neneknya sebelum semuanya terlambat.

Bersambung.....

.

.

.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Alvaro Sebastian
overall ceritanya udah bagus banget ,menurut ku pribadi
masijacoke021205: Halo kak Alvaro, terima kasih banyak ya buat penilaian dan bintang 5-nya! ❤️ Glad to know kamu suka sama jalan ceritanya. Dukungan kaya gini bikin makin semangat lanjutin petualangan Lin Yue! Pantau terus kelanjutannya yaaa~ ✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!