NovelToon NovelToon
The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembunuhan / Sistem / Pembaca Pikiran / Time Travel / Transmigrasi / Solo Leveling
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sands Ir

Haneen, mantan agen intelijen elit, dikhianati dan tewas di dunia modern. Namun, dia terbangun di tubuh gadis lemah yang namanya sama di dunia kultivasi, murid luar Sekte Pedang Langit dengan merdian rusak yang sering di-bully.

Beruntung, Haneen membawa Sistem Agen Bayangan yang memungkinkannya mengeluarkan senjata modern seperti pistol, drone intai, dan granat di dunia yang mengandalkan pedang dan jurus.

Awalnya hanya ingin bertahan hidup, Haneen justru mengungkap jaringan korupsi besar di dalam sekte. Para tetua yang terlihat suci ternyata saling melindungi sambil mencuri sumber daya. Bersama Yan Ling, murid luar yang juga jadi korban, Haneen mulai membongkar kejahatan satu persatu.

Namun setiap kebenaran yang terungkap, mereka semakin diburu. Dari tambang ilegal hingga ruang bawah tanah rahasia, Haneen dan Yan Ling harus terus berlari sambil mencari cara untuk bertahan.

Mampukah Haneen bertahan di dunia yang mengagungkan kekuatan spiritual sambil membongkar rahasia kelam para tetua?
Akankah teknologi modern dari sistemnya cukup untuk mengalahkan kultivator tingkat tinggi yang terus memburunya? Dan yang terpenting, bisakah dia dan Yan Ling saling percaya di tengah bahaya yang mengintai setiap langkah?

Penuh Aksi, strategi cerdas, dan intrik yang tak terduga.

Ikuti perjalanan Haneen membuktikan bahwa di dunia yang kejam ini, pinter dan siap bisa mengalahkan yang kuat.
Siapkah kamu mengikuti setiap langkah berbahaya mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sands Ir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Darah di Atas Atap

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Begitu hitungan selesai, Haneen bergerak. Tidak ada aba-aba lagi. Dia menarik pelatuk pistol di lengan bajunya. ‘Tss! Tss! Dua tembakan senyap melesat, cepat dan tepat. Dua pembunuh bayaran di atap kiri langsung jatuh. Satu tertembak dileher, satu didada. Mereka roboh tanpa sempat bereaksi.

Di sisi kanan, Yan Ling sudah melompat. Tubuhnya melayang melewati celah antar bangunan. Pedangnya keluar dari sarungnya. Kilatan perak menyambar.

“Zing! Cek!”

Satu pembunuh bayaran mencoba mengangkat perisai. Terlambat. Jarum Yan Ling menancap di celah lehernya. Dia terbatuk, mata melotot, lalu roboh. Racun bekerja instan.

Sisa satu orang terakhir akhirnya sadar dia salah pilih musuh. Dia balik badan, bersiap untuk melarikan diri. Tapi Haneen sudah pindah posisi. Dia muncul di atap sebelah seperti hantu.

Saat pembunuh bayaran itu melompat ke bangunan berikutnya, Haneen sudah menunggu. Tidak ada tembakan kali ini. Haneen pakai kaki. Sapuan rendah. ‘Bugh!’ Pembunuh bayaran itu kehilangan keseimbangan. Wajahnya menghantam genting.

Sebelum dia bisa bangun, pistol Haneen sudah menempel di belakang kepalanya.

"Jangan bergerak," bisik Haneen. Dingin. Tajam.

Pembunuh bayaran itu membeku. Napasnya ngos-ngosan. Keringat dingin mengalir di pelipisnya. Dia tahu dia akan tamat.

"Siapa yang mengirimmu?" tanya Haneen.

"Aku... aku tidak tahu namanya," jawab pembunuh bayaran itu gagap. "Kami dapat pesanan dari perantara. Bayaran di muka setengah. Sisanya setelah kalian mati."

"Simbol apa?" desak Haneen. Pistolnya menekan lebih kuat.

"Lambang... naga merah di atas latar hitam," jawab pembunuh bayaran itu cepat. Dia takut nyawanya habis dalam detik berikutnya.

Haneen mengerutkan kening. Naga Merah? Itu bukan simbol keluarga Zhang. Zhang pakai simbol gunung emas. Artinya ada pihak ketiga. Mungkin sekutu Zhang yang ingin ikut menghancurkan mereka tanpa ketahuan. Atau organisasi pembunuh bayaran independen.

"Terima kasih informasinya," ucap Haneen.

‘Krak.’

Haneen memukul belakang leher pembunuh bayaran itu dengan gagang pistol. Dia pingsan seketika. Haneen tidak membunuhnya. Mayat akan menarik perhatian penjaga kota. Orang pingsan bisa ditinggal di tempat sepi.

"Kita punya dua menit sebelum penjaga kota datang," ucap Haneen pada Yan Ling yang sudah turun dari atap. "Ambil semua senjata mereka. Jangan tinggalkan peluru bekas."

Yan Ling mengangguk cepat. Mereka bekerja efisien. Kurang dari dua menit, semua senjata pembunuh bayaran sudah dikumpulkan. Mayat yang tewas diseret ke sudut atap gelap, ditutupi terpal bekas. Pembunuh bayaran yang pingsan ditinggalkan di gang bawah dengan catatan palsu seolah korban perampokan biasa.

"Ayo pergi," perintah Haneen. "Pemburu sekte mungkin mendengar suara jatuh tadi."

Mereka melompat dari atap ke atap. Menjauhi lokasi kejadian. Gerakan mereka cepat dan ringan. Topeng di wajah mereka masih aktif. Aura mereka juga masih tersamarkan oleh pil tadi. Bagi pendeteksi spiritual, mereka sekarang cuma dua murid kultivasi tingkat rendah yang pulang penginapan.

Sepanjang perjalanan, Haneen terus memantau sistem.

[Peringatan: Tiga aura tingkat Tinggi terdeteksi bergerak menuju lokasi sebelumnya. Jarak: 500 meter.]

"Mereka berubah arah," lapor Haneen. "Pemburu sekte tahu ada keributan."

"Apakah mereka akan mengejar kita?" tanya Yan Ling sambil melompati celah lebar antar gudang.

"Tidak," jawab Haneen. "Mereka akan cek lokasi dulu. Lihat mayat. Tahu kita bukan target mereka. Tapi kita tetap harus hilang dari radar selama tiga hari sampai efek pil ini habis."

Mereka akhirnya sampai di Distrik Timur. Area ini lebih tua dan kumuh dibanding Distrik Barat. Banyak gudang kosong yang dipakai pengemis tidur. Haneen pilih satu gudang paling ujung. Pintunya berkarat, tapi masih bisa dibuka.

Mereka masuk dan tutup pintu belakang. Gelap. Hanya cahaya bulan masuk dari celah atap bocor.

Haneen nyalakan lampu minyak kecil yang dibeli dari toko obat tadi. Cahaya kuning remang mengisi ruangan. Debu berterbangan di udara.

"Aman untuk malam ini," ucap Haneen. Dia duduk di atas kotak kayu bekas. Pistolnya sudah dibersihkan dan disimpan.

Yan Ling duduk di lantai, bersandar dinding. Dia lepas topengnya sebentar untuk istirahat. "Naga Merah," gumam Yan Ling. "Aku pernah dengar simbol itu."

"Di mana mereka berasal?" tanya Haneen tajam. Matanya langsung fokus.

"Dunia bawah," jawab Yan Ling. "Organisasi pembunuh bayaran. Nama mereka Serikat Naga Merah. Mereka tidak punya sekte, tapi punya uang banyak. Mereka bisa sewa kultivator tingkat tinggi untuk pekerjaan kotor."

Haneen mengangguk pelan. Ini masuk akal. Keluarga Zhang mungkin tidak punya cukup kekuatan sendiri, jadi mereka sewa profesional. Atau mungkin ada pihak lain yang ingin manfaatkan kekacauan ini.

"Berarti musuh kita bukan cuma sekte," kata Haneen. "Kita punya dua musuh sekarang. Sect Pedang Langit yang ingin tutup mulut, dan Serikat Naga Merah yang ingin bayaran."

"Kita harus keluar dari kota ini," saran Yan Ling. "Terlalu banyak musuh di tempat sempit."

"Belum saatnya," tolak Haneen. "Kalau kita lari sekarang, kita terlihat seperti orang bersalah. Kita akan diburu tanpa henti. Kita perlu membuat mereka saling curiga."

Yan Ling bingung. "Maksudnya?"

Haneen tersenyum tipis. Senyuman yang biasa muncul saat dia punya rencana licik. "Besok, kita sebarkan rumor. Bahwa keluarga Zhang kerja sama dengan Serikat Naga Merah untuk gulingkan kekuasaan kota. Penjaga kota pasti tidak suka organisasi luar campur tangan urusan dalam kota."

"Itu berbahaya," kata Yan Ling. "Kalau ketahuan kita yang sebarkan..."

"Mereka tidak akan tahu," potong Haneen. "Kita pakai perantara. Kita bayar pengemis untuk bisik-bisik di pasar. Kita tulis surat anonim untuk kantor penjaga kota. Jejaknya tidak akan kembali ke kita."

Yan Ling terdiam sejenak. Dia memikirkan rencana itu. Memang licik. Tapi efektif. "Kau punya banyak rencana cadangan, ya?"

"Pernah hidup di dunia yang lebih kejam dari ini," jawab Haneen singkat. Dia tidak mau jelaskan detail dunia modernnya. Itu rahasia yang harus dia bawa sampai mati.

Tiba-tiba, sistem berbunyi di kepala Haneen.

[Misi Baru: Provokasi Konflik. Deskripsi: Buat Penjaga Kota dan Serikat Naga Merah saling serang. Hadiah: 5000 IP + Senjata Energi Ringan.]

Haneen tahan senyum. Sistem sepertinya setuju dengan rencananya. Lima ribu poin itu besar. Cukup untuk beli banyak alat berguna.

"Kita istirahat," ucap Haneen sambil berdiri. "Besok pagi kita mulai sebarkan rumor. Kau jaga giliran pertama. Aku tidur tiga jam."

"Siap," jawab Yan Ling. Dia sudah terbiasa dengan jadwal tidur tidak teratur ini.

Haneen berjalan ke sudut gudang yang lebih gelap. Dia berbaring di atas tumpukan karung goni. Matanya tertutup, tapi otaknya masih bekerja. Dia memikirkan langkah selanjutnya. Setelah kota aman, mereka harus kembali ke sekte. Masih ada tetua korup lain yang belum tersentuh. Masih ada rahasia Song Wei yang belum terungkap sepenuhnya.

Tapi untuk sekarang, fokusnya adalah bertahan hidup di Kota Kabut Perak.

Haneen memanggil sistem sekali lagi sebelum tidur. "Sistem, tampilkan peta musuh di sekitar kota."

Peta hologram muncul di pikirannya. Titik-titik merah bergerak di berbagai lokasi. Ada tiga titik besar di utara (pemburu sekte). Ada lima titik bergerak di pusat kota (penjaga kota). Dan ada beberapa titik kecil yang tersebar di distrik lama (anggota Serikat Naga Merah).

Haneen hafal posisi mereka. Ini akan berguna untuk aksi besok.

"Tidur." perintah Haneen pada diri sendiri.

Dia pejamkan mata. Napasnya perlahan teratur. Di luar, angin malam berhembus kencang, bawa debu dan suara kota yang tidak pernah benar-benar tidur.

Yan Ling duduk di dekat pintu, pedang di pangkuan. Dia tatap cahaya lampu minyak yang berkedip pelan. Pikirannya melayang pada keluarga yang sudah hilang, pada sekte yang seharusnya jadi rumah tapi malah jadi tempat berbahaya.

Dia menoleh pada Haneen yang sudah tidur. Gadis itu terlihat tenang, seolah-olah tidak ada musuh yang memburu mereka. Yan Ling bertanya-tanya, apa yang sebenarnya ada di pikiran Haneen? Dari mana semua alat aneh itu berasal?

Tapi Yan Ling tidak bertanya. Dia tahu Haneen punya alasan sendiri. Yang penting bagi Yan Ling sekarang adalah Haneen ada di pihaknya. Dan selama mereka bersama, Yan Ling percaya mereka bisa lewat badai ini.

Lampu minyak akhirnya mati karena minyaknya habis. Gudang menjadi gelap total. Hanya suara napas dua wanita itu yang terdengar di dalam kegelapan.

Di luar, jauh di utara kota, tiga pemburu dari Sekte Pedang Langit mendarat di atap tempat pembunuh bayaran tadi jatuh. Mereka memeriksa mayat yang ditutupi terpal.

"Luka tembakan," ucap salah satu pemburu. Dia sentuh lubang kecil di dada mayat. "Bukan senjata kultivasi. Ini sesuatu yang lain."

"Target kita bukan pengguna senjata aneh," kata pemimpin mereka. "Ini kerjaan orang lain."

"Jadi kita biarkan?" tanya yang ketiga.

"Cari target utama," perintah pemimpin. "Yang punya aura rusak. Jangan pedulikan sampah ini. Mereka mungkin cuma korban perang antar geng lokal."

Mereka terbang lagi, meninggalkan mayat-mayat itu. Mereka tidak tahu bahwa dua wanita yang mereka cari baru saja tidur hanya beberapa kilometer dari sana. Dan besok pagi, rencana baru akan dimulai. Rencana yang akan membuat seluruh kota bergejolak.

Haneen tidur dengan nyenyak. Tapi di dalam mimpinya, dia masih bertarung. Karena bagi seorang agen, tidak ada hari tanpa kewaspadaan. Tidak ada tempat yang benar-benar aman.

Besok adalah hari baru. Haneen sudah siap menyambutnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Bersambung…...

Jangan lupa like, komen dan share😁

(Berkata dengan penuh kehangatan,, ahhaide!) 😂

1
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
huh ... thor serasa ikut dalam cerita...👍👍
Mbu'y Fahmi
deg² thor takut ketauan😄
Ahyar Alkautsar Rizky
keren thor😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
lanjut thor... makin seru cerita nya
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor 🔥
Ara putri
semangat kak. jgn lupa mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Ahyar Alkautsar Rizky
izin save gambarnya ya thor 🙏
Fajar Fahri
ikut kedalam cerita
Fajar Fahri
visualnya kerenn 👍
Intan21
😍
Intan21
good
Saskia Natasya
alur cerita nya bagus
Ahyar Alkautsar Rizky
seru kali thor 😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor please
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!